Jumat, 15 April 2011

RANCANGAN SIKLUS

RANCANGAN SATU SIKLUS
Siklus : Kedua
Tema : Lingkunganku (Sekolah)
Kelompok : B
Tanggal : Senin – Jum’at / 4 – 8 Oktober 2010
Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD GRIYA BERMAIN

Identifikasi Masalah
: 1. Anak kurang berminat dengan penjelasan yang disampaikan guru
2. Anak selalu ribut, nasih banyak yang malas untuk berdo’a
3. Anak tidak dapat mengungkapkan pendapatnya
4. Kurangnya kemampuan berbahasa lisan anak pada saat bercerita

Analisis masalah : Dari keempat masalah yang teridentifikasi masalah yang dianggap paling berat untuk dipecahkan adalah: kurangnya kemampuan berbahasa lisan pada anak saat bercerita, masalah tersebut dipilih karena:
- Guru kurang memberi arahan/contoh
- Mungkin anak masih malu/kurang percaya diri
- Bahasa yang disampaikan guru kurang dimengerti anak
- Mungkin media yang dipakai dalam bercerita kurang menarik bagi anak
- Guru kurang memberi motivasi kepada anak
Perumusan Masalah : “Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain”



Rencana Kegiatan
NO PEMBUKAAN INTI PENUTUP
I 1. Mendengarkan cerita “Senangnya aku bersekolah ”
2. Menyanti bersama “Paudku paling indah”
1. Mencari 5 perbedaan gambar lingkungan sekitar sekolah
2. Mewarnai gambar, menggunting dengan menempel gambar sekolah. 1. Deklamsi bersama “Sekolahku”

2. Mengingat
II 1. Bercerita dengan Miniatur gambar “sekolahku” (tentang ruangan yang ada disekolah)
2. Menyanyi Individu “Paudku paling indah”
1. Meniru menulis kata “sekolah”
2. Praktek langsung: Lomba memanjat dan bergantung (panjatan pelangi disekolah) 1. Deklamasi secara individu “Sekolahku”

2. Mengulas
III 1. Bercerita menggunakan buku besar bergambar “Dea sahabatku di sekolah”
2. Gerak dan lagu “Paudku paling indah ” 1. Menghubngkan 10 gambar (benda-benda dikelas) dengan tulisan
2. Mencocok / menempel gambar “sekolah” 1. Bersajak dan ekspresi “sekolahku”

2. Tanya jawab kegiatan sehari-hari
IV 1. Bercerita dengan ekspresi wajag dan intonasi suara “ Dido sang Juara Kelas”
2. Menyanyi dengan ekspresi musik “Paudku paling indah”

1. Mengelompokkan bentuuk-bentuk Geometri
2. Menebak Gerakan Pantomim (pergi kesekolah) 1. Membuat sajak sederhana “Guruku sayang (2 baris)”
2. Menyampaikan kesan hari ini
V 1. Menceritakan isi cerita dengan ekspresi wajah dan perubahan intonasi suara “ Sekolahku bersih dan Indah”
2. Menyanyi dengan alat musik “Paudku Paling Indah” 1. Bermain Kartu kata (Berhubungan dengan lingkunga sekolah)
2. Mencipta bentuk bangunan sekolah dari lidi 1. Membuat sajak sederhana “guruku sayang”
(4 baris)
2. Tanya jawab kegiatan hari ini


LEMBAR REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN

Nama : ROSALINE SEPTIA TRIASTUTI
NIM : 817428817
Program Studi : Pemantapan Kemampuan Profesional
UPBJJ : PANGKALPINANG

A. Refleksi Komponen Kegiatan
1. Apakah kegiatan yang telah saya lakukan sesuai dengan indikator yang saya tentukan? Kegiatan pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

Hal ini terjadi karena : kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik dan anak dapat melaksanakannya dengan baik juga.

2. Apakah materi yang telah saya sajikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Saya merasa materi yang telah diberikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Hal ini terjadi karena : Materi yang saya sajikan dapat dikerjakan anak dan dimengerti oleh anak.

3. Apakah media pembelajaran sesuai dengan indikator yang telah ditentukan? Saya merasa media pembelajaran sesuai dengan indikator yang telh ditentukan
Hal ini terjadi karena : Media pembelajarannya ada dan media yang disediakan pun sesuai dengan kemampuan anak dan dimengerti anak.

4. Bagaimana reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan? Reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan mereka senang namun masih ada juga yang masih malu untuk bercerita kedepan

5. Apakah alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Saya merasa alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Hal ini terjadi karena : Penilaian yang saya gunakan dapat mengukur kemajuan anak dan rata-rata anak sudah dapat terlihat bercerita kedepan dengan senang.

B. Refleksi Proses Kegiatan
1. Apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan SKH yang saya susun?
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan SKH yang sudah tersusun
Hal ini terjadi karena : Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan indikator yang digunakan sesuai dengan tema pembelajaran.

2. Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan (penguasaan materi, penggunaan media dan sumber belajar, penggunaan metode pembelajaran, penataan kegiatan, pengelolaan kelas, komunikasi dan pendekatan terhadap anak, penggunaan waktu, serta penilaian proses dan hasil belajar?
Kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran salah satunya adalah pengelolaan kelas

3. Apa saja penyebab kelemahan saya tersebut? Saya merasa penyebab kelemahan saya adalah kurang memotivasi anak, sehingga anak kurang antusias untuk menanggapi guru.

4. Bagaimana memperbaiki kelemahan saya tersebut? Saya akan memperbaiki kelemahan tersebut lebih memusatkan perhatian kepada anak dan selalu memberikan motivasi pada anak

5. Apakah kekuatan saya dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pengembangan?
Saya merasa kekuatan saya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran adalah selalu menggunakan pendekatan tematik

6. Apa penyebab kekuatan saya dalam merancang kegiatan? Saya merasa penyebab kekuatan saya adalah selalu merancang kegiatan pembelajaran dan menyusun kegiatan untuk esok harinya

7. Apa penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan? Saya merasa kekuatan saya adalah: anak-anak dapat mencapai indikator dengan hasil belajar lebih baik dan sesuai dengan yang telah ditentukan dan saya menggunakan media yang tepat

8. Hal-hal unik (positif atau negatif) apa yang terjadi dalam kegiatan yang saya lakukan?
Pada waktu kegiatan pembelajaran untuk bercerita ada satu anak yang berani bercerita ke depan dia bercerita dengan menggunakan bahasanya sendiri tanpa bimbingan guru.

9. Apakah saya mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan dan tindakan mengajar yang saya lakukan? Jika ya, alasan saya adalah: Ya, karena dalam mengajar saya telah menyiapkan SKH dan materinya sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

10. Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan? (perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak, dan sebagainya).
Anak-anak senang, walaupun dalam pengelolaan kelas pada hari ini saya masih belum berhasil.

11. Apakah anak dapat menangkap penjelasan yang saya berikan (misalnya anak dapat menjawab pertanyaan yang saya berikan, melaksanakan tugas dengan tepat? Saya merasa anak-anak dapat melaksanakan tugasnya dengan tepat
Hal ini terjadi karena:sebagian besar tugas dapat dikerjakan anak tepat pada waktunya.

12. Bagaimanakah reaksi anak terhadap penialaian yang saya berikan? Anak sangat senang sebab anak mendapatkan penghargaan tanda bintang

13. Apakah penilaian yang saya berikan sesuai dengan indikator yang saya tetapkan?
Penilaian yang sya berikan sesuai dengan indikator yang ditentukan
Hal ini terjadi karena: saya membuat penilaian pembelajaran sesuai dengan acuan dari silabus.

14. Apakah anak telah mencapai indikator kemampuan yang telah ditetapkan?
Ya
Hal ini terjadi karena: kemampuan anak untuk bercerita telah mencapai indikator yang telah saya tetapkan ini terlihat dari bertambahnya jumlah anak yang berani untuk bercerita ke depan kelas.

15. Apakah saya telah dapat mengatur dan memanfaatkan waktu kegiatan dengan baik?
Saya merasa dalam mengatur waktu untuk kegiatan pembelajaran bercerita masih belum efektif
Hal ini terjadi karena: saat saya bercerita memerlukan waktu yang lama .

16. Apakah kegiatan penutup yang saya lakukan dapat meningkatkan penguasaan anak terhadap materi yang saya sampaikan?
Kegiatan penutup yang saya lakukan dapat meningkatkan penguasaan anak terhadap materi
Hal ini terjadi karena: di akhir kegiatan saya selalu memberi penguatan, motivasi kepada anak serta memberikan pujian berupa tanda bintang..


SKENARIO PERBAIKAN

Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang
Siklus ke : II (dua)
Hari/Tanggal : Rabu (6 Oktober 2010)
Hal yang diperbaiki dan ditingkatkan :
1. Kegiatan Pengembangan :
Pada hari pertama mendengarkan cerita dengan miniatur gambar gedung sekolah (tentang ruangan yang ada di sekolah) terlaksana dengan baik maka pada hari ke-2 ditingkatkan menjadi kegiatan bercerita dengan menggunakan buku besar bergambar (Dea Sahabatku di Sekolah)

2. Langkah-Langkah Perbaikan
1. Guru menyiapkan alat-alat bercerita
2. Guru menjelaskan cerita dan media buku gambar besar
3. Guru memberi contoh cara bercerita dengan buku becar dengan bahasa yang dimengerti anak
Anak bercerita dengan buku besar bergambar tersebut
4. Guru memberi motivasi/reward (pemberian tanda bintang) bagi anak-anak yang dapat bercerita kedepan kelas

3. Pengelolaan kelas
a. Penataan Kelas
Anak-anak duduk pada posisi melingkar guru duduk bersama mereka
b. Pengorganisasian kelas
Anak duduk diatas karpet bersama guru membentuk lingkaran selesai bercerita anak-anak diajak bermain sambil bernyanyi bersama-sama.

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 1
(APKG-PKP 1)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN
MERENCANAKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK
Baca dengan cermat SKH/ RK Perbaikan dan Skenario perbaikan Pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/ mahasiswa untuk mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini:
A SKH/ RK Perbaikan
1 Merumuskan/menentukan indikator perbaikan pembelajaran dan
menentukan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
1.1 Merumuskan indikator perbaikan
kegiatan pengembangan √

1.2 Menentukan kegiatan perbaikan yang sesuai dengan masalah yang diperbaiki √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Menentukan alat dan bahan yang sesuai dengan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
2.1 Menentukan alat yang akandigunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

2.2 Menentukan bahan yang akan digunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan dengan materi perbaikan √

Rata-rata butir 2 = B 5
B Skenario perbaikan
3 Melakukan tujuan perbaikan, hal-hal yang harus diperbaiki, danlangkah-langkah perbaikan 1 2 3 4 5
3.1 Menentukan tujuan perbaikan √

3.2 Menentukan hal-hal yang harus diperbaiki √

3.2 Menuliskan langkah-langkah perbaikan √

Rata-rata butir 3 = C 5

4 Merancang pengelolaan kelas perbaikan kegiatan pengembangan 1 2 3 4 5
4.1 Menentukan penataan ruang kelas √

4.2 Menetukan cara-cara pengorganisasian anak agar anak dapat berpartisipasi dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 4 = D 5

5 Merencanakan alat dan cara penilaian perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
5.1 Menentukan alat penilaian perbaikan kegiatan pengembangan


5.2 Menetukan cara penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 5 = E 4,5

6 Tampilan dokumen rencana perbaikan pembelajaran 1 2 3 4 5
5.1 Keindahan, kebersihan dan kerapian


5.2 Penggunaan bahasa tulis √

Rata-rata butir 6 = F 4,5


Pangkalpinang, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)
Rohmatul Ummah, S.Sos.I

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 2
(APKG-PKP 2)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN
PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK

1. Amatilah dengan cermat kegiatan pengembangan yang sedang berlangsung
2. Pusatkanlah perhatian Mahasiswa pada kemampuan guru dalam mengelola kegiatan mengembangkan serta dampaknya pada diri anak.
3. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-butir penilaian tersebut.
4. Khusus untuk butir 5, yaitu mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam kegiatan pengembangan, pilihlah salah satu butir penilaian yang sesuai dengan kegiatan yang sedang diajarkan.
5. Nilailah semua aspek kemampuan guru.

1 Menata ruang dan sumber belajar Serta melaksanakan tugas rutin 1 2 3 4 5
1.1 Menata ruang dan sumber belajar
sesuai perbaikan kegiatan √

1.2 Melaksanakan tugas rutin kelas
sesuai perbaikan kegi atan √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Melaksanakan perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
2.1 Melakukan pembukaan kegiatan sesuai perbaikan kegiatan pengembangan. √

2.2 Melaksanakan kegiatan pengembangan yang sesuai dengan tujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √


2.3 Menggunakan alat bantu (media) yang sesuai dengantujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √

2.4 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan dalam urutan yang logis √

2.5 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan secara individual, kelompok atau klasikal √

2.6 Mengelola waktu kegiatan perbaikan
secara efisien √

2.7 Melakukan penutupan kegiatan sesuai dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 2 = B 4,9

3 Mengelola interaksi kelas 1 2 3 4 5
3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

3.2 Menangani pertanyaan dan respons anak √

3.3 Menggunakan ekspresi lisan,tulisan, isyarat, dan gerakan badan √

3.4 Memicu dan memelihara keterlibatan anak √

3.5 Memantapkan kompetensi anak perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 3 = B 4,6

4 Bersikap terbuka dan luwes serta Membantu mengembangkan sikap Positif anak terhadap kegiatan Bermain sambil belajar 1 2 3 4 5
4.1 Menunjukkan Sikap Ramah, Luwes, Terbuka, Penuh Pengertian, Dan Sabar Kepada Anak √

4.2 Menunjukkan kegairahan dalam membimbing



4.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi √

4.4 Membantu anak menyadari kelebihan dan kekurangannya √

4.5 Membantu anak menumbuhkan kepercayaan diri √

Rata-rata butir 4 = D 5

5 Mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pebaikan kegiatan
pengembangan 1 2 3 4 5
5.1 Menggunakan pendekatan tematik


5.2 Berorientasi pada kebutuhan anak √

5.3 Menggunakan prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain √

5.4 Menciptakan suasana kegiatan yang kreatif dan inovatif √

5.5 Mengembangkan kecakapan hidup √

Rata-rata butir 5 = E 5


6 Melaksanakan penilaian selama Proses perbaikan kegiatan pengembangan 1 2 3 4 5
6.1 Melaksanakan penilaian selama proses kegiatan pengembangan sesuai dengan perbaikan kegiatan √

6.2 Melaksanakan penilaian pada akhir Kegiatan sesuai perbaikan kegiatan Pengembangan √

Rata-rata butir 6 = F 4,5



7 Kesan umum pelaksanaan perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
7.1 Keefektifan proses perbaikan kegiatan pengembangan √

7.2 Penggunaan bahasa Indonesia lisan √

7.3 Peka terhadap ketidaksesuaian prilaku dan kesalahan berbahasa anak √

7.4 Penampilan guru dalam perbai kankegiatan pengembangan


Rata-rata butir 7 = G 4,8

Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)


Rohmatul Ummah, S. Sos.I 
LEMBAR REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN

Nama : ROSALINE SEPTIA TRIASTUTI
NIM : 817428817
Program Studi : Pemantapan Kemampuan Profesional
UPBJJ : PANGKALPINANG

A. Refleksi Komponen Kegiatan
1. Apakah kegiatan yang telah saya lakukan sesuai dengan indikator yang saya tentukan? Kegiatan pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan.

Hal ini terjadi karena : kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik dan anak dapat melaksanakannya dengan baik juga.

2. Apakah materi yang telah saya sajikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Saya merasa materi yang telah diberikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Hal ini terjadi karena : Materi yang saya sajikan dapat dikerjakan anak dan dimengerti oleh anak.

3. Apakah media pembelajaran sesuai dengan indikator yang telah ditentukan? Media pembelajaran yang saya gunakan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan
Hal ini terjadi karena : Media yang digunakan sesuai dengan kemampuan anak dan dimengerti anak.

4. Bagaimana reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan? Reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan mereka senang dilihat dengan bertambahnya anak yang ingin bercerita ke depan kelas

5. Apakah alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Saya merasa alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Hal ini terjadi karena : Penilaian yang saya gunakan dapat mengukur kemajuan anak dan rata-rata anak sudah dapat terlihat bercerita kedepan dengan senang.

B. Refleksi Proses Kegiatan
1. Apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan SKH yang saya susun? Saya merasa pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan SKH yang saya susun
Hal ini terjadi karena : Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan indikator yang digunakan sesuai dengan tema.

2. Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan (penguasaan materi, penggunaan media dan sumber belajar, penggunaan metode pembelajaran, penataan kegiatan, pengelolaan kelas, komunikasi dan pendekatan terhadap anak, penggunaan waktu, serta penilaian proses dan hasil belajar?
saya merasa kelemahan pada penguasaan materi pembelajaran , mungkin bahasa yang saya gunakan kurang dipahami anak

3. Apa saja penyebab kelemahan saya tersebut? Penyebab kelemahan saya adalah bahasa yang saya gunakan kurang dimengerti anak.

4. Bagaimana memperbaiki kelemahan saya tersebut? Saya akan memperbaiki kelemahan tersebut dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak

5. Apakah kekuatan saya dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pengembangan?
Saya merasa kekuatan saya dalam merancang kegiatan dan melaksanakannya kegiatan bercerita yang dimengerti anak.

6. Apa penyebab kekuatan saya dalam merancang kegiatan? Penyebab kekuatan saya karena saya menyiapkan kegiatan pembelajaran tersebut sebelum proses kegiatan belajar mengajar dimulai

7. Apa penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan? Penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan adalah anak dapat mencapai indikator hasil bbelajar yang telah ditentukan dan saya menggunakan media yang tepat

8. Hal-hal unik (positif atau negatif) apa yang terjadi dalam kegiatan yang saya lakukan?
Pada saat kegiatan bercerita berlangsung anak-anak kelihatannya keberatan membawa media buku cerita yang terlalu besar, sehingga anak-anak yang lain jadi tidak tertarik untuk bercerita ke depan kelas..

9. Apakah saya mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan dan tindakan mengajar yang saya lakukan? Jika ya, alasan saya adalah: Ya, karena dalam mengajar saya telah menyiapkan SKH dan materinya sesuai dengan perkembangan anak.

10. Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan? (perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak, dan sebagainya).
Saya merasa anak senang pada posisi duduk dengan berbaris sejajar melingkar dari pada berbaris berjajar..

11. Apakah anak dapat menangkap penjelasan yang saya berikan (misalnya anak dapat menjawab pertanyaan yang saya berikan, melaksanakan tugas dengan tepat? Saya merasa anak dapat menjawab pertanyaan yang saya sampaikan
Hal ini terjadi karena: ada beberapa anak yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.

12. Bagaimanakah reaksi anak terhadap penialaian yang saya berikan? Reaksi anak terhadap penilaian yang saya berikan mereka sangat senang dan gembira

13. Apakah penilaian yang saya berikan sesuai dengan indikator yang saya tetapkan?
Ya
Hal ini terjadi karena: Penilaian yang saya berikan dengan reward bagi anak yang dapat bercerita ke depan kelas..

14. Apakah anak telah mencapai indikator kemampuan yang telah ditetapkan?
Ya ,
Hal ini terjadi karena: ini terlihat dari jumlah anak yang bercerita kedepan kelas .

15. Apakah saya telah dapat mengatur dan memanfaatkan waktu kegiatan dengan baik?
Ya , saya telah dadpat mengatur waktu kegiatan dengan baik.
Hal ini terjadi karena: saya memilih kegiatan bercerita yang ceritanya memakai waktu yang singkat saja. .

16. Apakah kegiatan penutup yang saya lakukan dapat meningkatkan penguasaan anak terhadap materi yang saya sampaikan?
Ya
Hal ini terjadi karena: pada kegiatan penutup biasanya saya selalu memberikan motivasi/penguatan pada anak agar besok harinya adak lebih bersemangat lagi untuk bercerita ke depan.

SKENARIO PERBAIKAN

Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang
Siklus ke : II (dua)
Hari/Tanggal : Rabu (6 Oktober 2010)
Hal yang diperbaiki dan ditingkatkan :
4. Kegiatan Pengembangan :
Pada hari pertama mendengarkan cerita dengan miniatur gambar gedung sekolah (tentang ruangan yang ada di sekolah) terlaksana dengan baik maka pada hari ke-2 ditingkatkan menjadi kegiatan bercerita dengan menggunakan buku besar bergambar (Dea Sahabatku di Sekolah)

5. Langkah-Langkah Perbaikan
5. Guru menyiapkan alat-alat bercerita
6. Guru menjelaskan cerita dan media buku gambar besar
7. Guru memberi contoh cara bercerita dengan buku becar dengan bahasa yang dimengerti anak
Anak bercerita dengan buku besar bergambar tersebut
8. Guru memberi motivasi/reward (pemberian tanda bintang) bagi anak-anak yang dapat bercerita kedepan kelas

6. Pengelolaan kelas
c. Penataan Kelas
Anak-anak duduk pada posisi melingkar guru duduk bersama mereka
d. Pengorganisasian kelas
Anak duduk diatas karpet bersama guru membentuk lingkaran selesai bercerita anak-anak diajak bermain sambil bernyanyi bersama-sama.


SKENARIO PERBAIKAN

Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang
Siklus ke : II (dua)
Hari/Tanggal : Kamis (7 Oktober 2010)
Hal yang diperbaiki dan ditingkatkan :
1. Kegiatan Pengembangan :
Pada hari pertama kegiatan bercerita dengan buku bergambar besar (Dea Sahabatku di Sekolah) terlaksana dengan baik maka hari kedua kegiatan lebih ditingkatkan lagi menjadi kegiatan bercerita dengan ekspresi wajah dan perubahan intonasi suara (Dido Sang Juara Kelas)

2. Langkah-Langkah Perbaikan
1. Guru menyiapkan alat-alat/bahan yang akan digunakan sesuai kebutuhan (guru sendiri)
2. Guru menjelaskan jalan bercerita
3. Guru memberi contoh gambar cerita dengan ekspresi wajah dan perubahan intonasi suara
Anak menirukan cara bercerita seperti yang dicontohkan guru
4. Guru memberi motivasi/apresiasi bagi anak yang belum mau maju ke depan kelas
5. Guru memberi reward/penguatan bagi anak yang bisa bercerita kedepan kelas (pemberian tanda bintangg di depan)
3. Pengelolaan kelas
e. Penataan Kelas
Anak-anak duduk pada posisi melingkar diatas karpet dan guru juga duduk bersama mereka
f. Pengorganisasian kelas
Anak-anak diajak duduk diatas karpet bersama guru membentuk lingkaran, guru memberikan penguatan pada anak yang bisa bercerita ke depan dengan tanda bintang ✶✶✶ didada selesai bercerita anak-anak diajak bermain meniru bunyi suara (orang) kemudian bernyanyi bersama.
aa
ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 1
(APKG-PKP 1)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN
MERENCANAKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK
Baca dengan cermat SKH/ RK Perbaikan dan Skenario perbaikan Pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/ mahasiswa untuk mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini:
A SKH/ RK Perbaikan
1 Merumuskan/menentukan indikator perbaikan pembelajaran dan menentukan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
1.1 Merumuskan indikator perbaikan
kegiatan pengembangan √

1.2 Menentukan kegiatan perbaikan yang sesuai dengan masalah yang diperbaiki √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Menentukan alat dan bahan yang sesuai dengan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
2.1 Menentukan alat yang akandigunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

2.2 Menentukan bahan yang akan digunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan dengan materi perbaikan √

Rata-rata butir 2 = B 5
B Skenario perbaikan
3 Melakukan tujuan perbaikan, hal-hal yang harus diperbaiki, dan langkah-langkah perbaikan 1 2 3 4 5
3.1 Menentukan tujuan perbaikan


3.2 Menentukan hal-hal yang harus diperbaiki √

3.2 Menuliskan langkah-langkah perbaikan √

Rata-rata butir 3 = C 5

4 Merancang pengelolaan kelas perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
4.1 Menentukan penataan ruang kelas √

4.2 Menetukan cara-cara pengorganisasian anak agar anak dapat berpartisipasi dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 4 = D 5

5 Merencanakan alat dan cara penilaian perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
5.1 Menentukan alat penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

5.2 Menetukan cara penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 5 = E 5

6 Tampilan dokumen rencana perbaikan pembelajaran 1 2 3 4 5
5.1 Keindahan, kebersihan dan kerapian √

5.2 Penggunaan bahasa tulis √

Rata-rata butir 6 = F 4


Pangkalpinang, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)

Rohmatul Ummah, S.Sos.I
ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 2
(APKG-PKP 2)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN
PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK


1. Amatilah dengan cermat kegiatan pengembangan yang sedang berlangsung
2. Pusatkanlah perhatian Mahasiswa pada kemampuan guru dalam mengelola kegiatan mengembangkan serta dampaknya pada diri anak.
3. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-butir penilaian tersebut.
4. Khusus untuk butir 5, yaitu mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam kegiatan pengembangan, pilihlah salah satu butir penilaian yang sesuai dengan kegiatan yang sedang diajarkan.
5. Nilailah semua aspek kemampuan guru.
1 Menata ruang dan sumber belajar Serta melaksanakan tugas rutin 1 2 3 4 5
1.1 Menata ruang dan sumber belajar
sesuai perbaikan kegiatan √

1.2 Melaksanakan tugas rutin kelas
sesuai perbaikan kegi atan √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Melaksanakan perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
2.1 Melakukan pembukaan kegiatan sesuai perbaikan kegiatan pengembangan. √

2.2 Melaksanakan kegiatan pengembangan yang sesuai dengan tujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √


2.3 Menggunakan alat bantu (media) yang sesuai dengantujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √

2.4 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan dalam urutan yang logis √

2.5 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan secara individual, kelompok atau klasikal √

2.6 Mengelola waktu kegiatan perbaikan
secara efisien √

2.7 Melakukan penutupan kegiatan sesuai dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 2 = B 4,6
3 Mengelola interaksi kelas 1 2 3 4 5
3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

3.2 Menangani pertanyaan dan respons anak √

3.3 Menggunakan ekspresi lisan,tulisan, isyarat, dan gerakan badan √

3.4 Memicu dan memelihara keterlibatan anak √

3.5 Memantapkan kompetensi anak perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 3 = B 4,4

4 Bersikap terbuka dan luwes serta Membantu mengembangkan sikap Positif anak terhadap kegiatan Bermain sambil belajar 1 2 3 4 5
4.1 Menunjukkan Sikap Ramah, Luwes, Terbuka, Penuh Pengertian, Dan Sabar Kepada Anak √

4.2 Menunjukkan kegairahan dalam membimbing



4.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi √

4.4 Membantu anak menyadari kelebihan dan kekurangannya √

4.5 Membantu anak menumbuhkan kepercayaan diri √

Rata-rata butir 4 = D 4,8

5
Mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pebaikan kegiatan
pengembangan 1 2 3 4 5
5.1 Menggunakan pendekatan tematik


5.2 Berorientasi pada kebutuhan anak


5.3 Menggunakan prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain √

5.4 Menciptakan suasana kegiatan yang kreatif dan inovatif √

5.5 Mengembangkan kecakapan hidup


Rata-rata butir 5 = E 5


6 Melaksanakan penilaian selama Proses perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
6.1 Melaksanakan penilaian selama proses kegiatan pengembangan sesuai dengan perbaikan kegiatan √

6.2 Melaksanakan penilaian pada akhir Kegiatan sesuai perbaikan kegiatan Pengembangan √

Rata-rata butir 6 = F 4,5



7 Kesan umum pelaksanaan perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
7.1 Keefektifan proses perbaikan kegiatan pengembangan √

7.2 Penggunaan bahasa Indonesia lisan √

7.3 Peka terhadap ketidaksesuaian prilaku dan kesalahan berbahasa anak √

7.4 Penampilan guru dalam perbaikan kegiatan pengembangan


Rata-rata butir 7 = G 4,8

Katis, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)


Rohmatul Ummah, S.Sos.I



SKENARIO PERBAIKAN
Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD GRIYA BERMAIN

Siklus : Kedua
Tanggal : Rabu (6 Oktober 2010)
Hal Yang Diperbaiki/ Ditingkatkan
1. Kegiatan pengembangan : Pada hari pertama kegiatan bercerita dengan miniatur gambar gedung sekolah (tentang ruangan yang ada di sekolah) terlaksana dengan baik maka pada hari ke-2 ditingkatkan menjadi menjadi kegiatan bercerita dengan menggunakan buku besar bergambar (DEA SAHABATKU DI SEKOLAH)

2. Langkah-langkah Perbaikan
- Guru menyiapkan alat-alat untuk bercerita
- Guru menjelaskan cerita dengan media buku gambar besar
- Guru memberi contoh cara bercerita dengan buku gambar besar dengan bahasa yang dimengerti anak.
Anak bercerita dengan buku besar bergambar tersebut
- Guru memberikan motivasi/reward (pemberian tanda bintang) bagi anak yang dapat bercerita ke depan kelas.
3. Langkahlangkah Perbaikan
a. Penataan kelas :
Anak-anak duduk pada posisi melingkar guru duduk bersama mereka
b. Pengorganisasian kelas:
Anak duduk diatas karpet besar guru membentuk lingkaran, selesai bercerita anak-anak bermain sambil bernyanyi bersama-sama.

LEMBAR REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN

Nama : ROSALINE SEPTIA TRIASTUTI
NIM : 817428817
Program Studi : Pemantapan Kemampuan Profesional
UPBJJ : PANGKALPINANG

A. Refleksi Komponen Kegiatan
1. Apakah kegiatan yang telah saya lakukan sesuai dengan indikator yang saya tentukan? Kegiatan pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan.

Hal ini terjadi karena : kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik

2. Apakah materi yang telah saya sajikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Materi yang saya sampaikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Hal ini terjadi karena : Materi yang saya sajikan dapat dimengerti oleh anak.

3. Apakah media pembelajaran sesuai dengan indikator yang telah ditentukan? Media pembelajaran yang saya gunakan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan
Hal ini terjadi karena : Media yang saya gunakan menggunakan benda 3 dimensi yang dapat dilihat dengan jelas

4. Bagaimana reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan? Reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan mereka senang terlihat saling rebutan untuk memegang benda 3 dimensi yang digunakan.

5. Apakah alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak..
Hal ini terjadi karena : Penilaian yang saya gunakan melalui observasi langsung, buku penugasan, hasil karya dll.

B. Refleksi Proses Kegiatan
1. Apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan SKH yang saya susun?
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang saya susun sudah sesuai dengan SKH
Hal ini terjadi karena : Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, indikator yang digunakan sesuai dengan tema.

2. Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan (penguasaan materi, penggunaan media dan sumber belajar, penggunaan metode pembelajaran, penataan kegiatan, pengelolaan kelas, komunikasi dan pendekatan terhadap anak, penggunaan waktu, serta penilaian proses dan hasil belajar?
Kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran salah satunya adalah tiddak tepat dalam penggunaan waktu yang telah direncanakan

3. Apa saja penyebab kelemahan saya tersebut? Penyebab kelemahan saya yakni dalam pelaksanaan kegiatan bercerita terlalu banyak memakai waktu sehingga kegiatan yang lainnya belum terlaksana dengan baik.

4. Bagaimana memperbaiki kelemahan saya tersebut? Cara saya memperbaikinya dengan memilih cerita yang lebih pendek sehingga penggunaan waktunya tidak terlalu lama

5. Apakah kekuatan saya dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pengembangan?
Kekuatan saya dalam merancang kegiatan adalah memberikan kegiatan pembelajaran yang mudah dimengerti anak.

6. Apa penyebab kekuatan saya dalam merancang kegiatan? Penyebab kekuatan saya dalam merancang kegiatan adalah saya merancangnya dari acuan silabus yang ada

7. Apa penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan? Penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan anak dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan indikator yang ditentukan dan menggunakan media yang tepat


8. Hal-hal unik (positif atau negatif) apa yang terjadi dalam kegiatan yang saya lakukan?
Pada saat kegiatan pembelajaran dilakukan ada anak yang menangis di dorong temannya karena rebutan untuk memegang buku ceritanya.

9. Apakah saya mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan dan tindakan mengajar yang saya lakukan? Jika ya, alasan saya adalah: Ya, karena dalam mengajar saya telah menyiapkan SKH dan materinya pembelajarannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

10. Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan? (perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak, dan sebagainya).
Reaksi anak senang, mereka dapat melaksanakan kegiatan dengan baik, dan komunikasi saya dengan anak-anak aktif anak-anak juga senang akan pujian yang ssaya berrikan kepada mereka.

11. Apakah anak dapat menangkap penjelasan yang saya berikan (misalnya anak dapat menjawab pertanyaan yang saya berikan, melaksanakan tugas dengan tepat? Saya merasa anak dapat menangkap penjelasan yang saya berikan
Hal ini terjadi karena: karena sebagian anak bisa bercerita dan mengerjakan tugasnya dengan tepat pada waktunya

12. Bagaimanakah reaksi anak terhadap penialaian yang saya berikan? Sangat senang sekali

13. Apakah penilaian yang saya berikan sesuai dengan indikator yang saya tetapkan?
Penilaian yang sya berikan sesuai dengan indikator yang ditetapkan
Hal ini terjadi karena: saya memberikan penilaian berdasarkan dari 7 aspek pengembangan yang ada dan hasil kegiatan anak tadi saya tulis di buku observasi, penugasan, hasil karya dll

14. Apakah anak telah mencapai indikator kemampuan yang telah ditetapkan?
Ya , sebagian anak sudah sesuai dengan yang diharapkan
Hal ini terjadi karena: kegiatan yang saya berikan sudah sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

15. Apakah saya telah dapat mengatur dan memanfaatkan waktu kegiatan dengan baik? Pada kegiatan kali ini saya belum bisa memanfaatkan waktu dengan baik
Hal ini terjadi karena: kegiatan pembelajaran bercerita pada hari ini menggunakan cerita yang terlalu panjang sehingga memakan waktu yang lama .

16. Apakah kegiatan penutup yang saya lakukan dapat meningkatkan penguasaan anak terhadap materi yang saya sampaikan?
Ya
Hal ini terjadi karena: Pada kegiatan penutup saya selalu melakukan kegiatan tanya jawab pada anak tentang kegiatan yang telah dilakukan dan memberikan penghargaan berupa reward tanda bintang

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 1
(APKG-PKP 1)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN
MERENCANAKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK
Baca dengan cermat SKH/ RK Perbaikan dan Skenario perbaikan Pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/ mahasiswa untuk mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini:
A SKH/ RK Perbaikan
1 Merumuskan/menentukan indikator perbaikan pembelajaran dan menentukan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
1.1 Merumuskan indikator perbaikan
kegiatan pengembangan √

1.2 Menentukan kegiatan perbaikan yang sesuai dengan masalah yang diperbaiki √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Menentukan alat dan bahan yang sesuai dengan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
2.1 Menentukan alat yang akandigunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

2.2 Menentukan bahan yang akan digunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan dengan materi perbaikan √

Rata-rata butir 2 = B 5
B Skenario perbaikan
3 Melakukan tujuan perbaikan, hal-hal yang harus diperbaiki, dan langkah-langkah perbaikan 1 2 3 4 5
3.1 Menentukan tujuan perbaikan


3.2 Menentukan hal-hal yang harus diperbaiki √

3.2 Menuliskan langkah-langkah perbaikan √

Rata-rata butir 3 = C 5

4 Merancang pengelolaan kelas perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
4.1 Menentukan penataan ruang kelas √

4.2 Menetukan cara-cara pengorganisasian anak agar anak dapat berpartisipasi dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 4 = D 5

5 Merencanakan alat dan cara penilaian perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
5.1 Menentukan alat penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

5.2 Menetukan cara penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 5 = E 4,5

6 Tampilan dokumen rencana perbaikan pembelajaran 1 2 3 4 5
5.1 Keindahan, kebersihan dan kerapian √

5.2 Penggunaan bahasa tulis √

Rata-rata butir 6 = F 4,5


Pangkalpinang, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)

Rohmatul Ummah, S.Sos.I
ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 2
(APKG-PKP 2)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN
PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK


1. Amatilah dengan cermat kegiatan pengembangan yang sedang berlangsung
2. Pusatkanlah perhatian Mahasiswa pada kemampuan guru dalam mengelola kegiatan mengembangkan serta dampaknya pada diri anak.
3. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-butir penilaian tersebut.
4. Khusus untuk butir 5, yaitu mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam kegiatan pengembangan, pilihlah salah satu butir penilaian yang sesuai dengan kegiatan yang sedang diajarkan.
5. Nilailah semua aspek kemampuan guru.
1 Menata ruang dan sumber belajar Serta melaksanakan tugas rutin 1 2 3 4 5
1.1 Menata ruang dan sumber belajar
sesuai perbaikan kegiatan √

1.2 Melaksanakan tugas rutin kelas
sesuai perbaikan kegi atan √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Melaksanakan perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
2.1 Melakukan pembukaan kegiatan sesuai perbaikan kegiatan pengembangan. √

2.2 Melaksanakan kegiatan pengembangan yang sesuai dengan tujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √


2.3 Menggunakan alat bantu (media) yang sesuai dengantujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √

2.4 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan dalam urutan yang logis √

2.5 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan secara individual, kelompok atau klasikal √

2.6 Mengelola waktu kegiatan perbaikan
secara efisien √

2.7 Melakukan penutupan kegiatan sesuai dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 2 = B 4,9
3 Mengelola interaksi kelas 1 2 3 4 5
3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

3.2 Menangani pertanyaan dan respons anak √

3.3 Menggunakan ekspresi lisan,tulisan, isyarat, dan gerakan badan √

3.4 Memicu dan memelihara keterlibatan anak √

3.5 Memantapkan kompetensi anak perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 3 = B 4,8

4 Bersikap terbuka dan luwes serta Membantu mengembangkan sikap Positif anak terhadap kegiatan Bermain sambil belajar 1 2 3 4 5
4.1 Menunjukkan Sikap Ramah, Luwes, Terbuka, Penuh Pengertian, Dan Sabar Kepada Anak √

4.2 Menunjukkan kegairahan dalam membimbing



4.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi √

4.4 Membantu anak menyadari kelebihan dan kekurangannya √

4.5 Membantu anak menumbuhkan kepercayaan diri √

Rata-rata butir 4 = D 5

5
Mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pebaikan kegiatan
pengembangan 1 2 3 4 5
5.1 Menggunakan pendekatan tematik


5.2 Berorientasi pada kebutuhan anak


5.3 Menggunakan prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain √

5.4 Menciptakan suasana kegiatan yang kreatif dan inovatif √

5.5 Mengembangkan kecakapan hidup


Rata-rata butir 5 = E 4,8


6 Melaksanakan penilaian selama Proses perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
6.1 Melaksanakan penilaian selama proses kegiatan pengembangan sesuai dengan perbaikan kegiatan √

6.2 Melaksanakan penilaian pada akhir Kegiatan sesuai perbaikan kegiatan Pengembangan √

Rata-rata butir 6 = F 5



7 Kesan umum pelaksanaan perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
7.1 Keefektifan proses perbaikan kegiatan pengembangan √

7.2 Penggunaan bahasa Indonesia lisan √

7.3 Peka terhadap ketidaksesuaian prilaku dan kesalahan berbahasa anak √

7.4 Penampilan guru dalam perbai kankegiatan pengembangan


Rata-rata butir 7 = G 4,8

Katis, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)


Rohmatul Ummah, S.Sos.I

LEMBAR REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN

Nama : ROSALINE SEPTIA TRIASTUTI
NIM : 817428817
Program Studi : Pemantapan Kemampuan Profesional
UPBJJ : PANGKALPINANG

A. Refleksi Komponen Kegiatan
1. Apakah kegiatan yang telah saya lakukan sesuai dengan indikator yang saya tentukan? Saya merasa kegiatan pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan.

Hal ini terjadi karena : kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik dan anak melakukan dengan baik pula

2. Apakah materi yang telah saya sajikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Materi yang saya sampaikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Hal ini terjadi karena : Materi yang saya sajikan dapat dimengerti oleh anak.

3. Apakah media pembelajaran sesuai dengan indikator yang telah ditentukan? Media pembelajaran yang saya gunakan sederhana sekali yaitu: diri saya sendiri
Hal ini terjadi karena : Media ini (Diri saya sendiri) sangat cocok dengan kegiatan bercerita dengan ekspresi wajah dan perubahan intonasi suara.

4. Bagaimana reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan? Reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya gunakan mereka sangat senang, hal ini terlihat banyak anak-anak yang tertawa melihat cara saya bercerita.

5. Apakah alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak? Alat penilaian yang saya gunakan sudah sesuai dengan usia anak.
Hal ini terjadi karena : Penilaian yang saya lakukan menggunakan buku format observasi, catatan anekdot, buku hasil karya dll.

B. Refleksi Proses Kegiatan
1. Apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan SKH yang saya susun?
Pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan SKH yang telah saya buat
Hal ini terjadi karena : Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, indikator yang digunakan sesuai dengan tema.

2. Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan (penguasaan materi, penggunaan media dan sumber belajar, penggunaan metode pembelajaran, penataan kegiatan, pengelolaan kelas, komunikasi dan pendekatan terhadap anak, penggunaan waktu, serta penilaian proses dan hasil belajar?
Kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran salah satunya adalah komunikasi dan pendekatan terhadap anak.

3. Apa saja penyebab kelemahan saya tersebut? Penyebab kelemahan saya terrsenut adalah : masih terlihat ada beberapa anak masih malu belum berani untuk bercerita kedepan kelas

4. Bagaimana memperbaiki kelemahan saya tersebut? Saya akan melakukan pendekatan lebih intensif lagi kepada lagi kepada anak yang pemalu tersebut (dengan pendekatan dua arah) lebih baik lagi juga melakukan komunikasi dengan orang tua.

5. Apakah kekuatan saya dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pengembangan?
Kekuatan saya dalam merancang kegiatan dan melaksanakan kegiatan adalah saya selalu merancang kegiatan tersebut sebelum kegiatan dimulai dan beracuan pada silabus yang ada.

6. Apa penyebab kekuatan saya dalam merancang kegiatan? Penyebab kekuatan saya dalam merancang kegiatan adalah kegiatan pembelajaran selalu dipilih yang dekat dengan kehidupan anak dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

7. Apa penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan? Penyebab kekuatan saya dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah : pembelajaran menggunakan pendekatan tematik, media sesuai dengan indikator dan selalu melakukan perbaikan kegiatan.


8. Hal-hal unik (positif atau negatif) apa yang terjadi dalam kegiatan yang saya lakukan?
Pada saat kegiatan bercerita berlangsung ada beberapa anak yang tertawa terbahak-bahak dan meniru gaya bercerita yang saya lakukan.

9. Apakah saya mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan dan tindakan mengajar yang saya lakukan? Jika ya, alasan saya adalah: Ya, karena dalam menyusun kegiatan saya selalu menyiapkan SKH, media/alat peraga, dan materi pembelajaran sesuai dengan usia anak..

10. Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan? (perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak, dan sebagainya).
Reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan sangat senang ini terlihat ketika saya bercerita duduk pada posisi membentuk lingkaran komunikasi antara saya dan anak terjalin sangat erat sekali.

11. Apakah anak dapat menangkap penjelasan yang saya berikan (misalnya anak dapat menjawab pertanyaan yang saya berikan, melaksanakan tugas dengan tepat? Ya saya merasa anak melaksanakan tugasnya dengan tepat
Hal ini terjadi karena: sebagian besartugas yang saya berikan dapat dikerjakan anak dengan tepat pada waktunya.

12. Bagaimanakah reaksi anak terhadap penialaian yang saya berikan? Reaksi anak terhadap penilaian yang saya berikan sangat senang

13. Apakah penilaian yang saya berikan sesuai dengan indikator yang saya tetapkan?
Ya
Hal ini terjadi karena: penilaian yang saya berikan sudah sesuai dengan 7 aspek bidang pengembangan yang diajarkan

14. Apakah anak telah mencapai indikator kemampuan yang telah ditetapkan?
Ya
Hal ini terjadi karena: sudah banyak anak berani untuk melakukan kegiatan bercerita kedepan kelas.

15. Apakah saya telah dapat mengatur dan memanfaatkan waktu kegiatan dengan baik? Ya
Hal ini terjadi karena: kegiatan bercerita kali ini memilih cerita yang pendek saja dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin .

16. Apakah kegiatan penutup yang saya lakukan dapat meningkatkan penguasaan anak terhadap materi yang saya sampaikan?
Ya
Hal ini terjadi karena: kegiatan penutup saya selalu memberi motivasi dan penguatan pada anak agar anak lebih percaya diri untuk bercerita esok hari lagi.

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 1
(APKG-PKP 1)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN
MERENCANAKAN PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK
Baca dengan cermat SKH/ RK Perbaikan dan Skenario perbaikan Pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/ mahasiswa untuk mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini:
A SKH/ RK Perbaikan
1 Merumuskan/menentukan indikator perbaikan pembelajaran dan menentukan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
1.1 Merumuskan indikator perbaikan
kegiatan pengembangan √

1.2 Menentukan kegiatan perbaikan yang sesuai dengan masalah yang diperbaiki √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Menentukan alat dan bahan yang sesuai dengan kegiatan perbaikan 1 2 3 4 5
2.1 Menentukan alat yang akandigunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

2.2 Menentukan bahan yang akan digunakan dalam perbaikan kegiatan pengembangan dengan materi perbaikan √

Rata-rata butir 2 = B 5
B Skenario perbaikan
3 Melakukan tujuan perbaikan, hal-hal yang harus diperbaiki, dan langkah-langkah perbaikan 1 2 3 4 5
3.1 Menentukan tujuan perbaikan


3.2 Menentukan hal-hal yang harus diperbaiki √

3.2 Menuliskan langkah-langkah perbaikan √

Rata-rata butir 3 = C 5

4 Merancang pengelolaan kelas perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
4.1 Menentukan penataan ruang kelas √

4.2 Menetukan cara-cara pengorganisasian anak agar anak dapat berpartisipasi dalam perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 4 = D 5

5 Merencanakan alat dan cara penilaian perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
5.1 Menentukan alat penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

5.2 Menetukan cara penilaian perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 5 = E 4,5

6 Tampilan dokumen rencana perbaikan pembelajaran 1 2 3 4 5
5.1 Keindahan, kebersihan dan kerapian √

5.2 Penggunaan bahasa tulis √

Rata-rata butir 6 = F 4,5


Pangkalpinang, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)

Rohmatul Ummah, S.Sos.I
ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU-PKP 2
(APKG-PKP 2)
LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN
PERBAIKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN





PETUNJUK


1. Amatilah dengan cermat kegiatan pengembangan yang sedang berlangsung
2. Pusatkanlah perhatian Mahasiswa pada kemampuan guru dalam mengelola kegiatan mengembangkan serta dampaknya pada diri anak.
3. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-butir penilaian tersebut.
4. Khusus untuk butir 5, yaitu mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam kegiatan pengembangan, pilihlah salah satu butir penilaian yang sesuai dengan kegiatan yang sedang diajarkan.
5. Nilailah semua aspek kemampuan guru.
1 Menata ruang dan sumber belajar Serta melaksanakan tugas rutin 1 2 3 4 5
1.1 Menata ruang dan sumber belajar
sesuai perbaikan kegiatan √

1.2 Melaksanakan tugas rutin kelas
sesuai perbaikan kegi atan √

Rata-rata butir 1 = A 5

2 Melaksanakan perbaikan kegiatan 1 2 3 4 5
2.1 Melakukan pembukaan kegiatan sesuai perbaikan kegiatan pengembangan. √

2.2 Melaksanakan kegiatan pengembangan yang sesuai dengan tujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √


2.3 Menggunakan alat bantu (media) yang sesuai dengantujuan perbaikan, anak, situasi, dan lingkungan √

2.4 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan dalam urutan yang logis √

2.5 Melaksanakan perbaikan kegiatan pengembangan secara individual, kelompok atau klasikal √

2.6 Mengelola waktu kegiatan perbaikan
secara efisien √

2.7 Melakukan penutupan kegiatan sesuai dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 2 = B 5
3 Mengelola interaksi kelas 1 2 3 4 5
3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan perbaikan kegiatan pengembangan √

3.2 Menangani pertanyaan dan respons anak √

3.3 Menggunakan ekspresi lisan,tulisan, isyarat, dan gerakan badan √

3.4 Memicu dan memelihara keterlibatan anak √

3.5 Memantapkan kompetensi anak perbaikan kegiatan pengembangan √

Rata-rata butir 3 = B 4,6

4 Bersikap terbuka dan luwes serta Membantu mengembangkan sikap Positif anak terhadap kegiatan Bermain sambil belajar 1 2 3 4 5
4.1 Menunjukkan Sikap Ramah, Luwes, Terbuka, Penuh Pengertian, Dan Sabar Kepada Anak √

4.2 Menunjukkan kegairahan dalam membimbing



4.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi √

4.4 Membantu anak menyadari kelebihan dan kekurangannya √

4.5 Membantu anak menumbuhkan kepercayaan diri √

Rata-rata butir 4 = D 5

5
Mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pebaikan kegiatan
pengembangan 1 2 3 4 5
5.1 Menggunakan pendekatan tematik


5.2 Berorientasi pada kebutuhan anak


5.3 Menggunakan prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain √

5.4 Menciptakan suasana kegiatan yang kreatif dan inovatif √

5.5 Mengembangkan kecakapan hidup


Rata-rata butir 5 = E 5


6 Melaksanakan penilaian selama Proses perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
6.1 Melaksanakan penilaian selama proses kegiatan pengembangan sesuai dengan perbaikan kegiatan √

6.2 Melaksanakan penilaian pada akhir Kegiatan sesuai perbaikan kegiatan Pengembangan √

Rata-rata butir 6 = F 5



7 Kesan umum pelaksanaan perbaikan kegiatan pengembangan
1 2 3 4 5
7.1 Keefektifan proses perbaikan kegiatan pengembangan √

7.2 Penggunaan bahasa Indonesia lisan √

7.3 Peka terhadap ketidaksesuaian prilaku dan kesalahan berbahasa anak √

7.4 Penampilan guru dalam perbai kankegiatan pengembangan


Rata-rata butir 7 = G 5

Katis, Oktober 2010
Penilai 1/ Penilai 2 (coret salah satu)


Rohmatul Ummah, S.Sos.I

PEMBELAJARAN DIKELAS

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Setiap anak sejak lahir pada dasarnya telah mempunyai kecakapan yang sifatnya alamiah yang tersembunyi. Kecakapan ini bersifat khas artinya tidak tentu sama kekhasan antara anak satu dengan lainnya. Proses pendidikan yang selalu mempertimbangkan kekhasan anak tentunya akan membawa hasil perubahan pada anak didik secara lebih signifikan dari pada pembelajaran yang berjalan secara biasa tanpa memperhatikan adanya kekhasan dari anak didik. Kekhasan tidak hanya dalam hal kemampuan atau potensi tetapi tahap perkembangan khusus mengalami peningkatan yaitu perkembangan kecerdasannya mencapai 50% sampai 80% pada usia 3 – 4 tahun.
Untuk mengolah dan mewujudkan tujuan pengembangan yang optimal perlu suatu metode pembelajaran yang sistematis, metodologis, terarah dan tidak lepas pula kualitas yang selalu menjadi titik kontrol ketercapaian tujuan pengajaran. Kualitas yang terjaga dari segi output pendidikan yaitu anak didik juga kualitas berupa program layanan pengajaran yang berorientasi pada kekhasan peserta didik.
Sekalipun perlu dipahamkan juga bahwa anak dapat mengetahui suatu konsep sebenarnya bukan dibuat oleh lembaga pendidikan yang hebat, tetapi tergantung sekali dengan kemampuan bakat kecerdasan anak dalam mengkonstruksi konsep maupun fakta yang anak lihat, dirasakan serta dipraktikan menjadi sebuah konstruksi pengetahuan. Pengetahuan yang terbangun berupa rekontruksi konsep inilah yang dapat diamati pada perilaku dan tindakan aktif anak, dan digunakan untuk menentukan penilaian.
Untuk membentuk konstruksi pengetahuan yang kuat dan sehat diperlukan berbagai metode yang tersistem dan terencana yang tersaji dalam pembelajaran. Anak dikatakan cerdas tidak hanya dilihat dari segi kemampuan membaca, menulis dan berhitung, dimana ketiga hal ini yang sementara menjadi tuntutan orang tua pada anak usia taman kanak-kanak. Anak cerdas adalah anak yang mengalami perkembangan dari berbagai potensi yang terarah serta anak mempunyai kemampuan untuk mengkonstruksi berbagai stimulus yang di sajikan pada anak.
Hasil pengamatan yang dilakukan dalam proses kegiatan belajar mengajar di PAUD Griya Bermain kelampok B, ditemukan kemampuan bahasa lisan anak dalam bercerita relatif rendah tidak sesuai dengan harapan, dari 11 anak yang ada baru 3 anak yang merespon stimulus dari guru. Sedangkan 8 anak yang lain belum menunjukan adanya kemauan untuk bercerita. Sekalipun hanya menceritakan sesuai pertanyaan guru. Beberapa anak cenderung lebih asik bercakap dengan kawan dengan cerita yang kurang terpahami guru maupun orang dewasa. Beberapa anak pasif dan malas, ada yang mengikuti ajakan guru tetapi tidak tahu apa yang harus dikatakan.
Dari beberapa masalah yang teridentifikasi ini akan diteliti untuk ditingkatkan yaitu melalui penelitian tindakan kelas, metode yang diangkat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak adalah menggunakan kegiatan bercerita yang bervariatif. Dengan berbagai cerita sederhana yang bervariatif yang tidak terlepas dari pembelajararn yang aktif kreatif dan menyenangkan akan meningkatkan minat berbahasa lisan anak kelampok B PAUD Griya Bermain. Oleh sebab itu, peneliti berminat untuk melakukan penelitian tentang “Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang”.

B. Identifikasi Masalah
1. Hasil belajar bahasa lisan anak tidak sesuai dengan yang diharapkan.
2. Dalam kegiatan belajar terutama yang berkaitan dengan kegiatan yang perlu pengungkapan ekpresif dan mendengarkan cerita anak cepat bosan.
3. Anak selalu ribut, pasif dan malas dalam mendengarkan cerita
4. Belum muncul minat anak dalam berbahasa lisan sesuai tema cerita.

C. Analisis Masalah
Dari beberapa masalah yang teridentifikasi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak, yang akan ditingkatkan dan diteliti yaitu:
1. Metode serta tema cerita guru dalam mengajar yang kurang bervariasi
2. Penggunaan media yang kurang menarik atau monoton

D. Perumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang?

E. Tujuan Perbaikan
Pelaksanaan penelitian dalam kegiatan pembelajaran, tujuan yang diharapkan yaitu:
1. Menemukan cara yang paling efektif dalam mengajar terutama untuk meningkatkan kemampuan bahasa lisan anak didik
2. Supaya guru dapat merefleksi diri untuk memperbaiki kinerja serta terbiasa melakukan peningkatan pengembangan dalam Meningkatkan kemampuan bahasa lisan anak didik terutama bagi anak didik di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang kelompok B khususnya.

F. Manfaat Perbaikan
1. Bagi Guru
a. Guru menemukan cara atau metodologi pembelajaran yang tepat dan efektif serta mampu mengurai masalah untuk menemukan cara pemecahan dari masalah yang terjadi dalam proses belajar mengajar.
b. Guru dapat berkembang kompetensi profesinya dalam melaksanakan pembelajaran terutama untuk meningkatkan kemampuan bahasa lisan anak.
c. Guru dapat mencetuskan gagasan atau opini sebagai pekerja profesional serta membuktikan dan menemukan strategi dan metode baru dalam peningkatan kemampuan bahasa lisan.

2. Bagi anak
a. Anak dapat menikmati pembelajaran dengan senang
b. Anak dapat berlatih untuk mendengar dan mencermati cerita yang disajikan guru
c. Meningkatkan kemampuan kognitif dan keberanian anak dalam kegiatan berbahasa lisan.
3. Bagi sekolah
a. Melatih dan menghasilkan tenaga pendidik yang bermutu serta profesional dalam kinerjanya sebagai guru.
b. Meningkatkan opini positif serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
c. Dengan Penelitian Tindakan Kelas memberikan sumbangan secara ilmiah terhadap upaya memajukan sekolah dalam pelayanan pengajaran yang prima.
4. Bagi orang tua
a. Membuka wawasan dan pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung secara pasif, tetapi pendidikan juga mengembangkan pula kemampuan bahasa lisan secara aktif .
b. Perlunya pemahaman bahwa kemampuan bahasa lisan tidak hanya tanggungjawab lembaga pendidikan tetapi perran orang tua pun menjadi sangat dibutuhkan.
5. Pihak terkait
Berbagai pihak yang peduli pada pendidikan tetunya mempunyai kesempatan untuk dapatmenyumbangkan ide dan gagasan, serta dukungan apabila setiap proses pengembangan peserta didik dapat ditelusuri secara ilmiah. Demi tercapainya kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, serta tujuan pendidikan nasional tercapai dengan penyiapan sumber daya manusia sejak dini.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Perkembangan Bahasa
Pestalozzi ( ) seorang tokoh pendidikan anak abad ke-18, mengatakan bahwa kecakapan alamiah ini disebut dengan potensi. Peran pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk mengembangkan kekuatan potensi dasar menjadi kemampuan aktual yang bermanfaat bagi kehidupan anak. Enam kemampuan dasar yang dibawa sejak lahir diantaranya aspek fisik, bahasa, kognitif, seni, sosial dan emosi. Empat aspek potensi dasar diantaranya aspek fisik, bahasa, kognitif, seni dan sosial perlu dikembangkan dan dua aspek sosial dan emosi merupakan pengembangan yang berkaitan dengan perilaku.
Stimulasi pada anak usia 3-4 tahun menjadi sangat penting perananannya terhadap perkembangan anak selanjutnya. Hurlock (1996), mengulas tentang betapa pentingnya pengembangan kemampuan dasar anak usia 3-4 tahun, dimana hasil belajar dan pengalaman semakin memainkan peranan dominan dalam perkembangan anak seiring bertambahnya usia. Dengan pendidikan yang memadai dan sesuai dengan level perkembangan anak, anak akan mendapatkan panduan penyesuaian yang lebih baik.
Potensi akan berkembang lebih cepat menjadi pola kebiasaan, dimana perkembangan pada usia ini berpengaruh bagi diri anak sepanjang hayat dan mempengaruhi penyesuaian pribadi serta sosialnya. Bertambahnya usia prilaku yang dibentuk dan terbentuk pada awal kehidupan cenderung akan bertahan. Perubahan terhadap sesuatu yang diajarkan lebih dini akan menjadi semakin cepat, dan lebih mudah serta anak akan lebih mudah dan cepat untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan perubahan yang diharapkan dalam proses pengajaran.
Berkaitan dengan kemampuan kebahasaan ini Tadkirotun Musfiroh (2008) menyebutkan bahwa kemampuan bahasa merupakan satu bagian dari multiple intelegensi kecerdassan ini termasuk dalam kecerdasan linguistik yang merupkan kecerdasan yang paling berkaitan dengan perkembangan bahasa (dan Komunikasi). Anak yang cerdas secara linguistik akan berkembang dengan baik kemampuan bahasa dan komunikasinya. Peran stimulasi kecerdasan verbal linguistik akan menunjang pengembangan bahasa secara optimal. Kemampuan berbahasa pada usia dini sangat bervariasi, kegiatan pengembangan kemampuan berbahasa anak seyogyanya dibuat dengan mempertimbangkan perbedaan-perbedaan ini sehingga semua anak bisa berpartisipasi secara aktif.
Konsep multiple intelegens yang sangat memperhatikan kekhasan individu anak, mendorong pendidik untuk menciptakan situasi yang mendukung bagi anak-anak yang enggan berbicara didepan sebuah kelompok kecil, termasuk mereka yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Penciptaan pengamanan psikologis dan kultural dalam upaya pengembangan bahasa tidak bisa dilepaskan. Kegiatan dalam kelompok besar ini memberikan kesempatan bagi semua anak untuk terlibat atau berpartisipasi secara aktif.
Kegiatan kolaborasi yang interaktif, yang merupakan kegiatan multistimulasi mengandung banyak kesempatan untuk mengembangkan bahasa. Memacu perkembangan bahasa adalah sebuah tujuan utama kegiatan pengembangan dan sekaligus tujuan stimulasi kecerdasan verbal-linguistik untuk pendidikan TPA, KB dan TK. Pendidikan perlu menyediakan berbagai kesempatan bagi anak didiknya untuk melakukan interaksi dan percakapan percakapan diantara mereka, kesempatan representasi merupakan hal penting dimana pendidik meminta seseorang anak untuk mendeskripsikan sesuatu kepada teman yang lain.

Tadzkirotun Musfiroh (2008) menuliskan pada saat anak berusia 2 – 3 tahun mungkin masih memiliki 500 hingga 1000 kata, dan meningkat hingga 3000 kata pada usia 3 – 4 tahu, dan berkembang hingga 5000 – 7000 kata pada usia 4 – 6 tahun. Kecepatan perkembangan kosa kata ini dipengaruhi oleh pajangan lingkungan dan interaksi anak dengan lingkungannya.
Salah satu metode yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa ini adalah dengan bercerita, dalam Winda Gunarti (2008) bercerita merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan suatu pesan, informasi atau dongeng belaka, yang bisa dilakukan secara lisan atau tertulis. Cara penuturan cerita tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau tanpa alat peraga. Anak dengan rentang usia 3-4 tahun menyukai tuturan cerita serta anak sendiri mulai senang untuk menuturkan sebuah cerita.
Dengan kegiatan bercerita akan mengembangkan kosa kata anak dalam Tadzkirotun Musfiroh (2008) kegiatan bercerita bertujuan untuk pengembangan kosa kata anak. Kegiatan ini dilakukan dengan menyajikan kosa kata target melalui pengulangan-pengulangan. Kosa kata target misal “kecil mungil”, yakni cerita gadis kecil dengan segala sesuatu yang serba mungil, fokus kosa kata yang dikembangkan yakni kecil mungil. Kosa kata target tidak hanya dari bahasa indonesia namun dapat pula untuk memasukan bahasa asing ke bahasa ibu, misal “little” dan ”big” akan lebih efektif dengan metode cerita daripada menggunakan metode hafalan. Tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu penggunaan kosa kata secara tepat, memiliki acuan dan keberulangan serta adanya waktu bertanya jawab pada akhir cerita.
Keterkaitan bercerita yang mempunyai kaitan dengan tujuan untuk mengembangkan penguasaan kosakata dalam Winda Gunarti (2008) menyatakan bahwa kegiatan bercerita merupakan kegiatan menuturkan suatu informasi yang berisi tentang sesuatu hal, baik kejadian nyata maupun yang bersifat rekaan. Yang di dalam nya juga dapat diselipkan pesan moral yang ingin disampaikan. Adapun tujuan dari metode bercerita adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan Kemampuan berbahasa, diantaranya kemampuan menyimak (listening), juga kemampuan dalam berbicara (speaking) serta menambah kosa kata yang dimilikinya.
2. Mengembangkan kemampuan berpikirnya karena dengan bercerita anak diajak untuk memfokuskan perhatian dan berfantasi mengenai jalan cerita untuk mengembangkan kemampuan berfikir secara simbolik.
3. Menanamkan pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita yang akan mengembangkan kemampuan moral dan agama, misalnya konsep benar-salah atau konsep ketuhanan.
4. Mengembangkan kepekaan sosial emosi anak tentang hal-hal yang terjadi di sekitar melalui tuturan cerita yang disampaikan
5. Melatih daya ingat atau memori anak untuk menerima dan menyimpan informasi melalui tuturan peristiwa yang disampaikan.
6. Mengembangkan potensi kreatif anak melalui keragaman ide cerita yang dituturkan.


Menyajikan data
Tabel 1
No Nama Siswa Melihat Mendengar Mengikuti mimik Mengikuti suara Menjawab pertanyaan Menceritakan kembali isi cerita
1 Udin 2 3 6 8 2 1
2 Fina 5 7 1 3 6 4
3 Agus 2 7 9 3 7 9
4 Doni 2 7 4 4 7 9
5 Peri 9 1 2 6 8 10
6 Sugi 4 4 6 4 3 3
7 Mano 3 6 6 6 7 10
8 Timan 5 7 9 8 8 10
9 Surya 2 7 9 3 7 9
10 Harman 4 4 2 1 3 2
11 Dekic 2 4 6 7 8 10





Rancangan satu siklus
Siklus : Pertama
Tema : Lingkunganku (Keluarga)
Kelompok : B
Tanggal : 27 September 2010
Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD GRIYA BERMAIN

Identifikasi Masalah
: - Kurangnya konsentrasi anak saat berdoa
- Anak kurang tertarik dengan penjelasan yang disampaikan guru
- Anak tidak dapat mengungkapkan pendapatnya
- Kurangnya kemampuan berbahasa lisan anak disaat bercerita
- Kurangnya kreatifitas anak dalam seni menggambar

Analisis masalah : Dari keempat masalah tersebut dapat teridentifikasi masalah yang dianggap paling berat adalah kurangnya kemampuan berbahasa lisan anak saat bercerita, masalah tersebut dipilih karena
- Guru kurang memberi arahan
- Mungkin anak masih malu/kurang percaya diri
- Mungkin media yang dipakai dalam bercerita kurang menarik bagi anak
- Guru kurang memberi motivasi pada anak
Perumusan Masalah : “Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain”



Rencana kegiatan 1 siklus (5 hari Kegiatan) tangal 27 September-1 Oktober 2010
SKH ke PEMBUKAAN INTI PENUTUP
I 1. Menyanti bersama “I love my family”
2. Mendengarkan cerita “Bertamasya bersama keluarga” 1. Mewarnai gambar “Ayah dan Ibu”

2. Mencari 2 perbedaan gambar “keluarga” 1. Mengucap syair “keluarga”

2. Mengingat
II 1. Menyanyi Individu “I love my family”

2. Bercerita dengan boneka “Aku sayang mama dan papa”
1. Menghubungkan gambar 5 anggota keluarga dan tulisan
2. Membuat gambar keluarga dan menceritakan gambar tersebut 1. Mengucap syair “keluarga” sambil bertepuk

2. Mengulas
III 1. Gerak dan lagu “I love my family”
2. Bercerita dengan buku kecil “Keluarga Nemo”
1. Menggurutkan cerita gambar seri “Kegiatan dalam rumah”
2. Mencocokan gambar “Ayah dan Ibu” 1. Bermain tepuk dengan gerakan (kaki dan tangan)

2. Merangkum
IV 1. Menyanyi dengan ekpresif “I love my family”

2. Bercerita dengan ekspresi wajah dan suara “Keluarga liliput dan keluarga raksasa”
1. Bermain peran “Keluarga liliput dan keluarga raksasa”
2. Menghitung jumlah “Keluarga liliput dan keluarga raksasa” 1. Membuat sajak sederhana (Keluargaku)

2. Tanya jawab kegiatan hari ini
V 1. Menirukan suara Ayah, Ibu, dan Anak
2. Menceritakan kembali isi cerita “Hadiah untuk ibu” 1. Meniru menulis kata “Kaluarga”

2. Mencari, menggunting dan menempel gambar anggota keluarga dari majalah 1. Mencipta lagu sederhana “Keluarga”
2. Tanya jawab kegiatan hari ini

Skenario Perbaikan

Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak kelompok B melalui kegiatan bercerita yang bervariatif di PAUD Griya Bermain Pangkalpinang
Siklus ke : I
Hari/Tanggal : Senin 27 September 2010
Hal yang diperbaiki dan ditingkatkan :
1. Kegiatan Pengembangan :
Pada hari pertama mendengarkan cerita “Bertamasya bersama keluarga” terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kedua kegiatan lebih ditingkatkan menjadi bercerita dengan boneka keluarga “Aku sayang mama dan papa”

2. Langkah-Langkah Perbaikan
1. Guru mengajak anak-anak duduk membentuk lingkaran
2. Guru menunjukkan media untuk bercerita berupa boneka keluarga
3. Guru menjelaskan media untuk bercerita yaitu boneka anggota keluarga
4. Guru memberi contoh cara bercerita dengan boneka keluarga kepada anak
5. Guru memberikan pertanyaan kepada anak tentang isi cerita yang telah disampaikan, anak-anak menjawab pertanyaan yang ditanyakan guru
6. Guru menyuruh anak untuk menceritakan kembali isi cerita, anak-anak masih malu belum percaya diri untuk bercerita kedepan
7. Guru memberikan motivasi / penguatan kepada anak “Siapa yang mau bercerita dapat hadiah” satu orang anak mulai sudah mulai berani untuk bercerita ke depan
8. Guru memberikan reward berupa tanda bintang ditempel di dadanya, anak senang menerimanya.
3. Pengelolaan kelas
a. Penataan Kelas
Guru mengajak ke aula dan menyusun posisi duduk anak berbaris berjajar, guru duduk di depan
b. Anak-anak selesai mendengarkan cerita guru diajak berbaris membentuk lingkaran sambil bernyanyi bersama “I love my family”

MANFAAT MAINAN

MANFAAT MAINAN
1.Fisik
Dengan mainan, bayi mendapatkan kesempatan untuk mengolah otot-ototnya lewat gerakan-gerakan. Saat bayi belajar merangkak, misal, bisa diasah lewat mainan merangkak. Mainan itu ditarik orangtua/pengasuh saat bayi berusaha menggapainya. Begitu seterusnya sampai dia tidak sadar sudah bisa merangkak.
2. Motorik Kasar dan Halus
Tak ada yang bisa diperbuat bayi berusia satu bulan selain menangis. Tapi lambat-laun, seiring perkembangan kemampuannya, dia mulai bisa menggapai-gapai mainan yang tergantung di atas boksnya. Bayi belajar mengoordinasikan mata dan tangannya, hingga dia bisa meraih mainan itu.
3. Sosial

Lewat mainan, bayi juga bisa berkomunikasi. Dia bisa mengungkapkan perasaannya, apakah menyukai atau tidak mainan itu. Bahkan seolah-olah berkomunikasi dengan mainan itu.

4. Emosi

Si kecil juga bisa menyalurkan energinya dengan mainan, sehingga tidak mudah rewel dan gelisah. Misal, dengan mainan pukul-pukul, melempar dan mengejar bola, dan lain-lain.
5. Kognisi
Meliputi perbendaharaan kata, mengenal gambar, alat, bentuk, model, dan lain-lain. Semua itu akan terekam dan sangat berguna saat si kecil tumbuh besar nanti.
6. Pengindraan
Bayi bisa belajar tekstur lewat mainan, apakah lembut, kasar, halus, dan lain-lain. Ini sangat baik untuk mengasah indra peraba dan perasanya. Begitu juga dengan mainan warna-warni yang bisa menstimulasi indra penglihatannya.
5 JANGAN:

1. Jangan pilih mainan asal mahal, melainkan pilihlah yang sarat akan manfaatnya buat bayi. Mainan mahal tidak selalu bagus, meski mainan yang bagus umumnya relatif mahal.

2. Jangan tertarik oleh tampilan, model, dan bentuk mainan, tapi lihat juga apakah mainan itu aman buat si kecil. Keamanan salah satunya meliputi bahan seperti apakah bahan plastiknya tidak mengandung racun, tidak mudah terkelupas, dan tidak mudah rusak. Ini karena bayi umumnya senang menggigit-gigit sesuatu, termasuk mainannya.
3. Jangan memilih mainan kecil. Pun saat membeli mainan yang ukurannya besar, pastikan tak ada bagian kecil yang lepas atau terpisah. Semua mainan/bagian mainan yang kecil dapat tertelan oleh bayi. Hindari juga memberikan mainan yang diperuntukkan bagi anak yang lebih besar.
4. Jangan membeli mainan bertipe atau model sama. Ingat, semakin bervariasi mainan akan semakin baik. Misal, Anda membeli pasel bayi dengan model binatang. Alangkah lebih baik jika bulan berikutnya membelikan permainan bola bertumpuk.
5. Jangan belikan mainan rumit buat bayi. Selain melihat mainan sesuai usia, orangtua pun harus mengetahui, apakah bayinya mampu memainkannya. Umpama, sangat mungkin ada bayi yang sudah bisa dan senang memainkan pasel bayi, tapi tak sedikit pula yang tidak mampu memainkannya.

7 YANG BAIK
1. Sesuaikan mainan dengan usia bayi. Ada mainan yang diperuntukkan bagi bayi 3-6 bulan, tapi di sisi lain ada pula mainan yang bisa lebih bermanfaat jika diberikan pada bayi 9-12 bulan. Ini menyangkut kesiapan motorik dan kognitif bayi memanfaatkan mainan itu.
2. Pilih mainan multiguna. Mainan itu tidak hanya mampu mengasah indra perasa bayi, tapi juga pendengaran, penglihatan, penciuman, dan lain-lain.
3. Mainan yang menantang cenderung disukai bayi daripada yang sekali jalan. Mainan menara gelang dari kain, misal, lebih disukai bayi 9-12 bulan ketimbang robot-robotan berbaterai.
4. Pilih mainan dengan model menarik, sehingga bayi senang memainkannya. Umumnya, bayi senang mainan dengan model sederhana dan berwarna-warni terang.
5. Selain menarik dan edukatif, pilih juga mainan yang tidak menakutkan buat bayi. Beberapa mainan mungkin cukup menakutkan bagi bayi seperti robot berbaterai, mobil berbaterai, atau beberapa jenis boneka tertentu, dan lain-lain.
6. Seimbangkan antara mainan pasif dan aktif. Mainan yang menuntut bayi aktif bergerak seperti bola dan mainan pasif seperti buku bergambar. Dengan demikian, bayi belajar ada saatnya dia diam dan adakalanya dia bisa bermain aktif.
7. Hindari pemberian mainan terlalu banyak secara bersamaan. Ini akan mengganggu konsentrasi bayi. Belum habis dan tuntas mainan yang satu, sudah datang mainan yang lain. Alangkah baik jika orangtua memberikan mainan satu per satu. Setelah bayi bosan bermain bola duri yang empuk, bisa diberikan mainan gigit-gigitan, dan seterusnya.
Saeful Imam. Foto: Iman/nakita
Narasumber: Dra. Farida Kurniawati, Ms.Ed.,
pengajar di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
Diposkan oleh Kid's Zone Parent's Guide di 00:04 0 komentar
Label: Ruang Balita
Pilih Mainan Sesuai Usia Bayi
Mainan sangatlah bermanfaat bagi bayi. Pada bulan pertama kehidupannya, sebelum belajar meraih benda atau mengangkat badan, bayi lebih menyukai benda yang bisa dilihat dan didengarnya, meski di masa ini penglihatannya masih kabur. Penglihatannya akan berangsur-angsur membaik saat objek berada sekitar 20-35 cm dari matanya. Ia mulai “menggambar” wajah manusia dan mengenali Anda sebagai orangtua di usia satu bulan.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orangtua agar membelikan mainan dengan pola warna yang sangat kontras dan terang. Warna tersebut menarik perhatian karena memudahkan bayi untuk melihatnya. Selain itu, bayi juga mulai belajar mengenali suara dan musik lembut. Itu sebabnya, benda yang bergerak secara perlahan dan menghasilkan suara lembut lebih menarik, ketimbang benda yang diam dan tanpa suara.
Usia 6 bulan
Mainan yang bisa dipegang. Pandangan yang masih pendek membuatnya tertarik dengan sesuatu yang Anda gerakkan di garis penglihatannya. Ia tidak dapat memegang mainan untuk sementara, tetapi akan menunjukkan pilihannya dengan memukul satu mainan yang disukainya.
Kotak musik atau pemutar kaset. Musik merupakan salah satu cara untuk menghibur dan menenangkan bayi. Pasang beragam musik, asal tidak terlalu keras dan tersendat-sendat. Lalu lihat respon yang diberikan oleh bayi.
Mobil-mobilan. Mainan mobil dapat menambah dimensi baru terhadap pandangan horizontal bayi. Cari yang mempunyai warna dan pola yang cukup kontras. Kebanyakan bayi senang dengan mobil yang dilengkapi musik. Agar aman, jauhkan mobil dari jangkauan bayi. Cermin yang tak mudah pecah. Meski ia tidak akan menyadari itu adalah dirinya saat melihat cermin, bayi akan terpesona dengan bayangannya. Saat berusia tiga bulan, ia mulai tersenyum saat melihat bayangan dari cermin yang bisa diikat atau digantung dekat dengan meja untuk mengganti pakaiannya. Buku lembut dengan pola sangat kontras. Buku lembut dengan pola atau dekorasi yang mudah dilihat dirancang untuk bayi. Berbaringlah di dekatnya sehingga ia bisa melihat Anda membuka dan membalik halaman saat Anda membacakannya. Mainan dengan sensor. Mainan lembut yang bisa berbunyi saat ditekan akan menyenangkan bayi. Saat menekan mainan tanpa sengaja juga akan membantunya menjadi waspada dengan apa yang dilakukan oleh tangannya. Mainan berbunyi. Pasang mainan lembut bergemerincing pada pergelangan tangan atau kaki bayi. Atau bisa juga dengan menggunakan kaus kaki yang berbunyi. Mainan ini akan memberikan bayi hiburan. Ia juga mendapat pengalaman dengan suara-suara baru yang ia buat. Lonceng angin. Bayi-bayi menyukai musik lembut. Cobalah menggantungkan lonceng angin di tempat yang bisa dilihat bayi dengan mudah, sehingga ia bisa melihat lonceng bergerak dan mengeluarkan suara. Mainan berwarna hitam, putih, dan merah. Mainan dan alas bermain dengan warna kontras seperti ini dirancang untuk membantu anak melihat perbedaan bentuk dan pola yang merangsang perkembangan penglihatan.
Usia 9-12
bulan Saat bayi berusia 9 atau 10 bulan biasanya sudah dapat berkeliling ruang dengan merayap, merangkak, atau merembet. Saat berusia 12 bulan, banyak bayi mulai bisa berdiri dan berjalan. Bayi mulai menggunakan benda-benda sebagai alat, mendorong bola dengan kayu, atau mengambil wortel yang ada di piringnya dengan sendok. Ia juga lebih tertarik dalam permainan interaktif. Contohnya, Anda bisa menggelitik bayi dan ia pun akan gantian menggelitik Anda. Bicara di telepon dan kemudian berikan kepadanya sehingga ia bisa menggumam lalu kembali ke Anda. Kemampuan memecahkan masalahnya membaik dan sekarang ia akan mencoba mengambil boks bening untuk mengambil mainannya. Ia juga mulai memahami kata-kata dan mengenali nama-nama benda yang akrab dengannya. Mainan yang didorong. Mainan jenis ini memberi peluang bagi batita dalam berlatih kemampuan berjalannya. Pilih mainan dorong yang berat, sehingga bayi bisa bersandar dan berputar mengelilingi ruangan tanpa mudah terjatuh. Kebanyakan bayi di usia ini masih terlalu muda untuk menarik mainan. Memang lebih baik mencari mainan yang bisa didorong, tetapi perlu ada orang yang mengawasi di belakangnya saat bayi bergerak maju. Setelah pintar berjalan, selama beberapa bulan berikutnya bayi masih senang menikmati mainan yang dapat didorong atau ditarik. Memasangkan bentuk balok. Mencoba mencocokkan bentuk balok dengan tempat yang bisa dimasukkan menjadi tantangan awal latihan memecahkan masalah. Hanya kadang-kadang mainan ini membuat bayi frustrasi. Telepon mainan. Bayi gemar meniru orangtuanya. Bila ia belum dapat banyak berkata-kata, bayi akan mencoba berkomunikasi dengan memegang telepon dan memencet angka-angka. Semakin nyata bentuk telepon, akan semakin baik. Buku. Pada usia ini, anak-anak terutama sekali dibangkitkan minatnya oleh buku dengan membuka atau bahkan meraba tekstur buku. Ember dan sekop. Bila aktivitas favoritnya mengisi dan mengosongkan, belikan bak pasir kecil dan ajak ia ke taman. Ia akan sibuk dengan kegiatan mengisi bak pasirnya itu selama beberapa saat. @ Diana Yunita Sari

All about Dynamic Views for Readers

All about Dynamic Views for Readers

CONTOH INSTRUMEN WAWANCARA

INSTRUMEN WAWANCARA DENGAN GURU
1. Beberapa jumlah anak didik dikelompok belajar yang ibu/bapak ampu?
2. Apakah ada batas usia untuk masuk kelompok belajar dikelompok belajar ibu/bapak?
3. Apakah ibu pernah mendapatkan sosialisasi program unggulan yang diterapkan di PAUD ibu/bapak?
Apa yang menjadi program unggulan tersebut?
4. Adakah panduan program yang menjadi pegangan dalam menerapkan program unggulan yang ibu/bapak ibu gunakan?
Apa saja pegangan /refrensinya?
5. Apakah ibu mengetahui program jangka pendek jangka panjang PAUD dimana ibu/bapak Bekerja?
6. Adakah peran ibu/bapak dalam penyusunan program jangka pendek jangka panjang?
7. Apakah ibu bapak sudah mendapatkan sosialisasi tentang program tahunan/ semester/ harian?
8. Dalam praktik saya melihat adanya beberapa anak yang tidak mengikuti kegiatan berdo’a, apa yang ibu lakukan terhadap kondisitersebut?
Apa tujuan melakukan hal tersebut?
9. Apakah yang menjadi pemikiran ibu/bapak atas perlakuan yang ibu lakukan?
10. Apakah kejadian tersebut pernah terjadi? Apa yang ibu lakukan? Adakah hasil perlakuan tersebut efektif?
11. Apakah ibu/bapak mengkomunikasikan kegiatan yang ibu lakukan dengan kepala PAUD? Apa tanggapan yang diberikan oleh kepala PAUD?
12. Apakah ibu mengkomunikasi secara langsung kegiatan tersebut dengan orang tua? Apa tanggapan yang diberikan oleh orang anak didik?

Pangkalpinang ......................................



INSTRUMEN WAWANCARA DENGAN KEPALA PAUD
1. Sudah berapa lama PAUD yang ibu pimpin berdiri?
2. Apa tujuan utama yang menjadi pemikiran ibu dalam mendirikan PAUD?
3. Adakah tujuan tersebut sudah menjadi visi misi PAUD dan tertuang dan tertulis dalam VISI MISI PAUD?
4. Dalam mencapai Visi misi langkah dan program apa saja yang ibu lakukan?
5. Apakah Ibu sudah mensosialisasikan program tersebut kepada pengajar orang tua atau kepada pihak yang terkait ?
6. Adakah tim perencana program (dari guru, orang tua Orang yang berkompeten)? Dapatkah ibu menyebutkan peran masing-masing tugas bagian dari TIM?
7. Berapa jumlah pengajar/staff di Paud yang ibu pimpin?
8. Apakah ada program analisis terhadap perbandingan jumlah anak didik dengan jumlah pengajar?
9. Adakah program unggulan di PAUD yang ibu/bapak pimpin?
10. Apakah ibu/bapak mengadakan kegiatan sosialisasi program unggulan yang diterapkan di PAUD ibu/bapak?
Apa yang menjadi program unggulan tersebut?
11. Adakah panduan program yang menjadi pegangan dalam menerapkan program unggulan yang ibu/bapak ibu gunakan?
Apa saja pegangan /refrensinya?
12. Apakah ibu sudah menyusun program jangka pendek jangka panjang PAUD dimana ibu/bapak pimpin?
13. Bagaimana langkah ibu/bapak dalam menerapkan program unggulan tersebut dalam program tahunan, semester,dan mingguan?
14. Adakah program pengembangan kompetensi bagi pengajar di PAUD yang ibu/bapak pimpin?
Apa bentuk program tersebut?
15. Adakah ada standar kompetensi yang ibu harapkan dari pengajar di Paud yang ibu pimpin?
16. Bagaimana tanggapan ibu/bapak jika mendapatkan pengajar yang melaporkan jika melakukan treatmen terhadap anak didik?
17. Apakah ibu/bapak melaporkan tindakan pengajar kepada orang tua anak didik?

Pangkalpinang ......................................


OBSERVASI KEGIATAN PENGEMBANGAN
Dikelompok bermain
Kelompok bermain :
Tanggal :
Usia :
No Hal-hal unik/menarik ditemukan Ada keterangan
Ya Tidak
1 Model Pengembangan Kegiatan
2 Penataan ruangan
3 Kegiatan yang dilakukan anak
4 Alat peraga edukatif (APE) yang digunakan
5 Pengaturan/pengelompokan anak
6 Cara pendidik memimpin kegiatan
7 Peran orang tua anak

AV III

BAB III
GAMBARAN UMUM SDLB NEGERI PANGKALPINANG


A. Gambaran Umum SDLB Negeri Pangkalpinang
SDLB Negeri Pangkalpinang adalah salah satu pendidikan dasar yang menangani anak berkebutuhan khusus di Pangkalpinang. Secara geografis terletak di Taib, Desa Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Namun secara administratif merupakan wilayah kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Lokasi Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Pangkalpinang mempunyai luas tanah kurang lebih 945 m2. Lokasi sekolah yang berada di pedesaan sangat tenang jauh dari kebisingan kendaraan bermotor. Udara alam yang segar memberikan suport aktifitas belajar di sekolah. Lokasi tanah yang sedikit miring namun dengan pembangunan yang terencana dengan baik sekolah terlihat rapi, batas lokasi sekolah yaitu:
1. Disebelah utara dan selatan berbatasan langsung dengan rumah penduduk
2. Disebelah barat berbatas dengan kebun karet warga yang tumbuh dengan subur
3. Disebelah timur berbatas dengan jalan aspal ditengah perkampungan merupakan jalan akses masuk SLB Negeri Pangkalpinang.



B. Keadaan Sarana Prasarana SDLB Negeri Pangkalpinang
SDLB Negeri Pangkalpinang merupakan bagian dari SLB Negeri Pangkalpinang yang dikepalai satu kepala sekolah dengan dibantu secara organisatoris seorang Wakil Manajemen, koordinator kurikulum, koordinator sarana prasarana, koordinator humas dan bagian lain yang aktif dan kompeten.
SDLB Negeri Pangkalpinang dalam pelayanan mutu telah mendapatkan sertifikat ISO 2001-2008. Dengan loyalitas yang tinggi antar komponen organisasi sertifikat dapat dipertahankan, sehingga layanan yang optimal dapat terwujud. Keterbukaan yang diterapkan menjadikan SLB negeri Pangkalpinang selalu eksis ditingkat nasional dan daerah. Demikian pula SDLB sebagai salah satu unit tingkat layanan pendidikan.
SDLB Negeri Pangkalpinang merupakan salah satu sekolah dasar yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Ungkapan kata berkebutuhan khusus merupakan kata baru yang memperhalus ungkapan yang dipakai sebelumnya yaitu anak berkelainan atau Luar Biasa. SDLB Negeri Pangkalpinang adalah salah satu unit pendidikan dari SLB Negeri Pangkalpinang. Beberapa unit pendidikan yang dilaksanakan ada tiga tingkat, dari tingkat dasar yaitu SDLB, pendidikan menengah yaitu SMPLB dan tingkat menengah atas yaitu SMALB.
Secara keseluruhan jumlah bangunan SLB terdapat 18 lokal bangunan 4 lokal difungsikan untuk layanan pendidikan tingkat dasar. Satu lokal digunakan untuk tingkat menengah pertama dan satu lokal digunakan untuk tingkat menengah atas, ditambah dengan lima lokal untuk pembelajaran keterampilan. Satu lokal ruang perpustakaan terpadu yaitu satu ruang dapat digunakan untuk menyimpan buku SD, SMP, dan SMA serta buku umum penunjang pembelajaran.
Posisi ruang kepala sekolah berada di tengah-tengah lokasi sekolah bergabung dengan ruang TU dan ICT. Terdapat pula 2 gedung asrama untuk anak putra dan putri secara terpisah. Selain ruang diatas masih terdapat ruang penunjang yang lain seperti ruang BK, ruang musik, Aula, Mushola dan gudang. Lapangan upacara yang luas digunakan pula untuk kegiatan olahraga dan senam bersama.
Sumber pengairan di SLB dari salah satu sumur bor yang lancar dan bersih, sangat memudahkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar, kebersihan dan untuk merawat tanaman. Sumber daya listrik yang besar memperlancar kegiatan belajar, serta dengan media belajar yang tersedia baik yang diperoleh dengan swadaya maupun bantuan dari Dirjen Pendidikan. Termasuk disini DVD/VCD untuk memperlancar pembelajaran tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk memperlancar pembelajaran bagi anak.
Jumlah kelas untuk tingkat dasar (SDLB) terbagi dalam 3 kelompok kebutuhan tunarungu, tunagrahita dan autis.
No Kebutuhan Tingkat Jumlah kelas
1 Tunarungu 123 1
456 1
2 Tunagrahita 1-6 6
3 Autis Persiapan 1
Kelas 1-5 1
Tabel. 1
Jumlah ruang kelas berdasarkan kecacatan/kebutuhan khusus
Secara sistematis kelas difungsikan sacara integral dengan berbagai kelas, hal ini mempertimbangan keterbatasan pengajar. Kondisi kemampuan anak yang hampir sama disatukan dalam satu kelas dengan satu guru. Namun perlu menjadi catatan sekalipun dalam satu kelas, materi pembelajaran tidak serta merta sama. Materi pembelajaran tetap mempertimbangkan kemampuan dan tingkat kompetensi yang harus dicapai dari setiap materi ajar. Kekhasan individu menjadikan keunikan sistem pembelajaran yang dilaksanakan.

C. Keadaan Guru, Pegawai dan Siswa
1. Jumlah Guru dan pegawai
Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 33 orang dengan rincian 2 orang tenaga tata usaha, 1 orang penjaga sekolah, dan 30 orang yang lain sebagai guru dan kepala sekolah. Jumlah pegawai negeri sipil ada 15 orang. Kualifikasi pendidikan, jumlah, dan menurut jenis kelamin pegawai disajikan pada tabel berikut:


No Kualifikasi Tingkat Jenis kelamin Jumlah
Laki-laki perempuan
1 Magister S 2 - 1 1
2 Strata satu S 1 3 5 8
3 Diploma tiga D 3 2 2 4
4 Diploma dua D 2 1 10 11
5 Sekolah menengah Atas SMA 3 1 4
6 Sekolah Pendidikan Guru SPG - 1 1
7 Sekolah Kejuruan SMK 2 2 4
Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan 11 22 33
Tabel. 1
Jumlah guru berdasar ijazah dan jenis kelamin

2. Jumlah siswa di SDLB
Jumlah murid SDLB dari tahun ke tahun semakin meningkat, pertanda kesadaran orang tua semakin menyadari dan menerima kondisi anak yang berkebutuhan. Layanan khusus bagi mereka diperlukan untuk mencapai perkembangan akademik dan kompetensi keterampilan yang optimal. Kepedulian yang menjadi dasar akan kemampuan anak, mendorong orang tua memberikan pendidikan yang selaras dan seimbang bagi anak. Tabel berikut menyajikan jumlah murid SDLB berdasar kebutuhan, kelas dan jenis kelamin.
No Kebutuhan Kelas Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Tunarungu 1 1 3 4
2 3 1 4
3 4 1 5
4 - 2 2
5 - 1 1
6 1 - 1
Jumlah satu jurusan 9 8 17
2 Tunagrahita 1 8 6 14
2 13 7 20
3 4 4 8
4 6 3 9
5 11 4 15
6 5 1 6
Jumlah satu jurusan 47 25 72
3 Autis Persiapan 6 1 7
2 1 - 1
5 1 - 1
Jumlah satu jurusan 8 1 9
Jumlah siswa seluruh 64 34 98
Tabel. 2
Jumlah anak berdasar jenis kelamin dan kelompok kebutuhan Tingkat SDLB

Jumlah keseluruhan siswa SDLB berjumlah 98 dengan rincian laki-laki berjumlah 64 dan perempuan 34. Berkaitan dengan kegiatan penelitian kelas yang menjadi obyek penelitian yaitu kelas IV tunagrahita ringan dengan jumlah murid 9 anak, terdiri 6 laki-laki dan 3 perempuan. Dari 9 anak yang menjadi obyek penelitian dua anak telah memiliki bakat yang menonjol keduanya mempunyai kemampuan vokal yang baik yang diarahkan kebidang seni tarik suara.

D. Sistem Pembelajaran Yang Dilaksanakan Di SDLB Negeri Pangkalpinang
1. Visi Misi dan tujuan SDLB Negeri Pangkalpinang
Visi :
Membuat anak didik menjadi manusia yang mandiri dan berguna
Misi
a. Memberikan pelayanan pendidikan yang prima sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak didik, Pendidikan bagi anak didik disesuaikan dengan potensi dan kemampuan dasar yang dimiliki, baik melalui pendidikan secara terpadu/inklusi maupun segregasi
b. Meningkatkan mutu pendidikan luar biasa, Meningkatkan mutu dan relevansi Pendidikan Luar Biasa, baik pengetahuan, pegalaman atau keterampilan sehingga para peserta didik memiliki bekal keimanan, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memasuki kehidupan masyarakat.
c. Memantapkan pelayanan pendidikan bagi anak berkesulitan belajar, anak autisme dan anak gifted, Memberikan pelayanan pendidikan dengan cara atau metode khusus, sehingga mereka mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhannya.
d. Melaksanakan peningkatan kepedulian masyarakat, institusi /lembaga dan dunia usaha terhadap Pendidikan Luar Biasa. Terwujudnya peranserta dan kerjasama antara sekolah dan orangtua serta pihak-pihak terkait lainnya

Tujuan
Tujuan penyelenggaraan Pendidikan SDLB Negeri Pangkalpinang adalah :
a. Mengembangkan model pelayanan Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Terpadu/Inklusi dan Pendidikan Segregasi,
b. Mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana serta tenaga kependidikan,
c. Membangun jaringan (networking) dan menjalin kerjasama dengan orangtua/masyarakat dan dunia usaha/industri,
d. Pengembangan manajemen sekolah, Mengupayakan inovasi dan deseminasi Pendidikan Luar Biasa melalui program vokasional

2. Sistem Penerimaan dan seleksi
Sistem penerimaan siswa di SDLB bersifat terbuka artinya sistem yang diterapkan dalam penerimaan tidak menggunakan waktu yang tertentu saja, anak didik yang mendaftar dapat diterima kapan saja dalam tahun ajaran berjalan. Sistem ini dijadikan kekhasan SDLB sebab anak didik banyak yang sebelumnya merupakan siswa SD umum, karena pertimbangan dan kondisi anak kesulitan mengikuti materi, faktor intern anak seperti kondisi fisik, kognitif, kemampuan konsentrasi, hiperaktif mereka menjadi terhambat untuk dapat mengikuti materi pembelajaran umum.
Sekalipun mereka sekolah di SDLB tidak menutup kemungkinan mereka dapat kembali ke sekolah sebelumnya. Perpindahan ini tergantung masalah yang dihadapi anak. Apabila masalah yang dihadapi teratasi jika mereka menginginkan dapat pindah kesekolah yang diharapkan. Sekalipun upaya pindah sekolah ini tetap tergantung sekolah umum, untuk dapat menerima atau tidak.
Dalam proses penerimaan beberapa proses yang harus dilalui yaitu melewati proses assesmen yaitu menyeleksi kecenderungan kebutuhan berdasar fisik, kemampuan mengikuti serangkaian tes, baik dengar, visual, maupun motorik. Dari hasil asessmen dari tim mereka dikelompokkan ke kelas sesuai dengan kemampuan mereka. Dalam rentang waktu tertentu mereka mengikuti tes baik secara observasi maupun tes khusus untuk menentukan kemampuan mengikuti pembelajaran dengan tingkat materi yang diajarkan. Kecenderungan apabila menunjukkan adanya kelemahan ataupun kelebihan mereka akan disesuaikan lagi untuk naik kelas, turun kelas maupun dengan perlakuan khusus.
Langkah assesment yang dilaksanakan di dukung dengan hasil tes psikolog, untuk menentukan secara signifikan kecerdasan anak. Anak dengan tingkat kecerdasan yang sama diberikan kelas dengan tingkat kecerdasan yang sama. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengajar untuk dapat memberikan materi serta dengan perlakuan yang disesuaikan dengan tingkat kecerdasannya. Visi yang diharapkan yaitu kemampuan anak dapat berkembang seoptimal mungkin.

3. Sistem standar proses pembelajaran
Sistem pembelajaran yang diterapkan di SDLB Negeri Pangkalpinang tidak berbeda dengan sekolah dasar umum. Materi pembelajaran yang diajarkan adalah Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, olah raga dan kesehatan, Seni Budaya dan Keterampilan merupakan mata pelajaran wajib. Sedangkan mata pelajaran tambahan disesuaikan dengan kebutuhan berupa mata pelajaran bina diri bagi anak tunagrahita, artikulasi bagi anak tunarunggu, serta mata pelajaran mulok yaitu Iqro .
Pembelajaran wajib merupakan mata pelajaran yang harus dilaksanakan. Terdapat pula pengembangan diri materi ini tentatif berdasarkan minat dan bakat anak. Materi pengembangan diri tidak termasuk beban belajar, karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik se-suai dengan kebutuhan, minat, dan bakat . Berikut disajikan mata pelajaran berdasarkan pada alokasi waktu dalam pembelajaran bagi anak tunagrahita di SDLB Negeri Pangkalpinang.
STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS
Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa
(Tunagrahita Ringan (SDLB/C), Tunagrahita Sedang (SDLB/C1),
Tunadaksa Sedang SDLB/D1), dan Tunaganda (SDLB/G)
Komponen Kelas dan Alokasi Waktu***)
I, II, dan III IV, V, dan VI
a. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 29 – 32
(Pendekatan
Tematik) 30
(Pendekatan Tematik)

2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
7. Seni Budaya dan Keterampilan
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
b. Muatan Lokal 2
c. Program Khusus *) 2
d. Pengembangan Diri 2**)
Jumlah: 29 – 32 34
Tabel. 3
Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan Khusus SDLB

a. Materi Pengajaran Program pengajaran Pendidikan Luar Biasa di SLB Negeri Pangkalpinang mengacu pada kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum yang ditetapkan secara nasional dan kurikulum muatan lokal.
b. Strategi Belajar Mengajar a. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem klasikal dengan mempertimbangkan bakat, minat, kemampuan dan kelainan peserta didik menerima mata pelajaran dari guru dalam mata pelajaran, waktu dan tempat yang sama. b. Kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem guru kelas. c. Kegiatan belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan fisik secara optimal, intelektual, emosional, kemampuan dan sosial peserta didik. d. Program bimbingan klinis ditujukan untuk memberikan terapi pada peserta didik, meningkatkan prestasi peserta didik, menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan lanjutan dan menyiapkan peserta didik untuk hidup mandiri dalam masyarakat. e. Secara berkelanjutan dilakukan penilaian untuk mengetahui tingkat kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik.
c. Pendidikan Luar Biasa adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan semua potensi kemanusiaan peserta didik luar biasa baik yang menyandang ketunaan maupun yang dikaruniai keunggulan (berkebutuhan khusus) secara optimal dan terintegrasi agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat
Dengan visi pendidikan di SDLB yang jelas menuntun proses untuk mencapai tujuan pembelajaran. Proses-proses yang berkelanjutan untuk mencapai cita-cita setahap demi setahap diarahkan menuju visi yang diemban. Pada jenajng pendidikan dasar 80 % materi diarahkan dalam bidang akademik, dengan tidak memisahkan orientasi proses mengarah pada pencarian bakat minat untuk dikembangkan pada tingkat pendidikan lanjutan.
Pertimbanngan bakat, minat, kemampuan dan kelainan peserta didik menerima pembelajaran di SDLB menjadikan kekhasan dalam optimalisasi maupun kompensatoris pengembangan kemampuan anak. Pertimbangan yang jelas dan sekuen dengan program sekolah. Sarana dan prasarana yang memadai memudahkan anak untuk dapat mengikuti program yang diterapkan bagi anak secara individual maupun klasikal.Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dengan satu guru sebagai guru kelas. Tujuan kegiatan belajar mengajar tentunya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan fisik secara optimal, intelektual, emosional, kemampuan dan sosial peserta didik.
Program bimbingan klinis ditujukan untuk memberikan terapi pada peserta didik, meningkatkan prestasi peserta didik, menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan lanjutan dan menyiapkan peserta didik untuk hidup mandiri dalam masyarakat. Dengan sistem yang terencana dalam proses pembelajaran apabila dijumpai adanya kekhasan perkembangan maupun gangguan, perlakuan tertentu diberikan dan diupayakan untuk mengatasi masalah yang muncul dan ditangani sedini mungkin. Kerjasama antar lembaga baik sosial maupun pemerintah selalu dijaga dan dikembangkan. Baik bidang kesehatan maupun bidang kejiwaan psikologis. Kerjasama dengan Dunia usaha swasta nasional menjadi target kerjasama dalam upaya mencapai optimalisasi proses pembelajaran.
4. Sistem evaluasi dan kompetensi lulusan