BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil penelitian
1. Pre tes
Pre tes dilaksanakan sebelum kegiatan penelitian tindakan kelas, kegiatan pre tes terintegrasi dalam akhir pembelajaran. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembelajaran biasa secara terperinci kegiatan yang dilaksanakan seperti guru menyampaikan apersepsi, guru menyampaikan secara umum materi hafalan melalui ceramah dilanjutkan dengan menyajikan hafalan yang disampaikan oleh guru, siswa bersama guru menghafal bersama, pada saat pelaksanaan pembelajaran minat anak saat mengikuti pembelajaran selalu dicatat, catatan ini digunakan sebagai data awal penilaian tiga kategori keaktifan, perhatian dan minat yang merupakan tiga pilar dari motivasi anak dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pada akhir kegiatan anak diberikan tes hafalan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 28 Maret 2011. Pelaksanaan pembelajaran berdasar pada RPP berkaitan dengan menghafal surat-surat pendek. Alat tes berupa soal hafalan yang harus dilafadzkan anak. Hasil evaluasi pre tes menjadi penilaian awal kemampuan anak, sebagai dasar ketercapaian tidak lepas dari nilai KKM bidang Studi Agama Islam yaitu 65.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan pre tes dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Perangkat pembelajaran seperti kelengkapan silabus dan RPP yang berkaitan dengan penelitian. Beberapa hal yang menjadi catatan, terkait dengan penilaian ini penilaian ideal apabila dari tiap kegiatan seperti kegiatan pendahuluan angka diperoleh 16, kegiatan pokok 16 dan kegiatan penutup angka diperoleh 8. Skor yang digunakan dalam penilaian kelengkapan pembelajaran rentang 1 – 4. Dengan uraian sebagai berikut skor 1 apabila tidak ada sama sekali indikator. Skor 2 apabila indikator ada tapi belum sempurna. Skor 3 apabila ada namun tidak lengkap. Dan, skor 4 jika indikator sudah lengkap dan sesuai.
Observasi terhadap kegiatan anak dilakukan dalam rentang siklus, yang diisi secara komulatif, terwakili dalam satu siklus. Penanda observasi kegiatan anak berupa tingkat skor dari 1 – 4. Skor 1 jika anak tidak peduli, skor 2 jika anak hanya melihat sesaat saja, skor 3 jika anak mau melihat dan mengikuti dan skor 4 apabila anak melihat media, mengikuti bacaan dan aktif menghafal.
Dari skor tiap indikator dicatat dan dipaparkan secara sederhana dalam bentuk grafik tidak ada pengolahan secara statistik.
b. Lembar observasi kegiatan guru dan siswa merupakan lembar checklist yang diisi oleh observer saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dari data digambarkan dalam grafik berikut:
1). Grafik Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran
Grafik 1. Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran
2). Grafik Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran
Grafik 2. Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran
3). Nilai tes hafalan siswa
Grafik 3. Hasil ketercapaian Siswa Terhadap nilai KKM Pendidikan Agama Islam
c. Refleksi catatan harian pada saat pelaksanaan pembelajaran digambarkan sebagai berikut: tujuh anak hanya melihat sesaat (scor 2) terhadap kegiatan pembelajaran, 1 anak menunjukan perhatian pada media dan 2 anak yang lain dapat mengikuti bacaan surat-surat pendek (scor 3). Media audio visual belum digunakan saat pembelajaran pre test, dalam kegiatan ini metode ceramah sebagai metode pembelajaran. Media yang digunakan berupa bacaan surat-surat pendek.
d. Catatan lapangan dan dokumentasi adalah uraian hasil pelaksanaan pembelajaran serta dokumentasi berupa foto. Penulisan secara ringkas hasil refleksi harian kedalam kolom catatan lapangan.
2. SIKLUS I
a. Perencanaan Tindakan (planing) I
1) Rencana besar satu siklus
Adapun rencana besar siklus I yaitu kegiatan penelitian akan dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan dengan diakhiri evaluasi pada pertemuan siklus ke- 5, kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 4, 11, 18, 25 April ditambah 1 kali pertemuan dibulan Mei 2011. Waktu pelaksanaan selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu 2 jam pelajaran setiap hari Jum’at.
2) Menyiapkan materi dan perangkat pembelajaran dan media. Adpun perangangkat pembelajaran yaitu silabus dan RPP yang berkaitan dengan penelitian, media yang diperlukan yaitu Laptop, speaker aktif dan VCD program hafalan Surat-surat pendek.
3) Observasi kegiatan guru dilakukan oleh observer selama proses pembelajaran.
4) Observasi kegiatan siswa dilakukan oleh guru yang dituangkan dalam lembar observasi.
5) Sosialisasi kepada siswa berupa ceramah untuk menyampaikan tujuan kegiatan dan manfaatnya bagi anak. Kegiatan ini terpadu dalam pembelajaran.
b. Tindakan Siklus I
Tindakan dalam penelitian ini berupa pembelajaran menghafal surat-surat pendek menggunakan media audiovisual. Kegiatan ini secara praktis dibagi dalam 3 proses pendahuluan, kegiatan pokok dan kegiatan penutup.
Media audio visual yang digunakan saat pembelajaran siklus 1 yaitu laptop dengan speaker aktif. Bentuk posisi meja disusun setengah lingkaran dengan meletakkan media audio visual ditengah, anak dapat melihat tanpa terhalang kawan lain. Tampilan surat yaitu surat al Ikhlas dan An Naas yang ditampilkan secara berulang ulang. Adapun pelaksanaan penelitian pada tanggal 4, 11, 18, 25 April ditambah 1 kali pertemuan dibulan Mei 2011 dengan waktu 60 menit (2x30 menit jam pelajaran). Jumlah waktu pelaksanaan pembelajaran siklus I secara keseluruhan yaitu selama 300 menit (10 jam pelajaran).
c. Observasi Siklus I
1. Observasi kegiatan guru yaitu : Observasi dilakukan oleh pengamat beberapa hal yang terkait dalam penilaian ini yang data kegiatan guru pada kegiatan pendahuluan angka diperoleh 15, kegiatan pokok 16 dan kegiatan penutup angka diperoleh 8.
Dari data yang diperoleh pada siklus I tampilkan dalam grafik kelengkapan administrasi kelas dapat digambarkan pada grafik berikut:
Grafik 4. Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran
2. Observsasi kegiatan siswa dilakukan oleh guru dengan memberikan skor yang sesuai dengan motivasi siswa saat belajar. Adapun data yang diperoleh dalam satu siklus di tampilkan dalam grafik sebagai berikut:
Grafik 5. Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran
d. Refleksi Siklus I
Refleksi catatan harian pada 5 kali pertemuan pembelajaran digambarkan sebagai berikut: 1 anak mendapat skor melihat mengikuti bacaan aktif menghafal perhatian pada media audivisual (skor 4), 6 yang lain setingkat melihat dan mengikuti bacaan (skor 3). Dari segi minat 1 anak mendapat skor 4 dan 6 anak yang lain skor 3 (grafik 5. Setelah dilaksanakan tindakan diakhir siklus dilaksanakan evaluasi hafalan. Hasil evaluasi dibandingkan dengan nilai KKM adapun hasil yang diperoleh dapat dilihat pada grafik berikut:
Nilai tes hafalan siswa
Grafik 6. Hasil ketercapaian Siswa Terhadap nilai KKM Pendidikan Agama Islam
Dari hasil pelaksanaan pmbelajaran dengan media adudiovisual dengan media Laptop dirasakan masih belum memberikan hasil yang optimal, tingkat ketertarikan dan minat masih rendah. Kemungkinan beberapa hal yaitu media audivisual (laptop) terlalu kecil anak belum begitu familier dengan alat tersebut. Beberapa anak minta main game sebab biasanya anak menganal laptop untuk main game. Rata rata niai anak 57,14, jumlah keseluruhan nilai kelas 400.
3. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan (planing) II
1) Rencana besar satu siklus
Adapun rencana besar siklus II yaitu kegiatan penelitian akan dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan dengan diakhiri evaluasi pada pertemuan siklus ke- 5, kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 8, 15, 22, 29 bulan April ditambah 6 mei di bulan Mei 2011. Waktu pelaksanaan selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu 2 jam pelajaran, pada hari Jum’at.
2) Menyiapkan materi dan perangkat pembelajaran adalah perangakat yang sama seperti pada siklus I dan media. Adapun perangangkat pembelajaran yaitu silabus dan RPP yang berkaitan dengan penelitian, media yang diperlukan untuk pembelajaran di Siklus II ini menggunakan televisi , Player dan VCD program hafalan Surat-surat pendek.
3) Observasi kegiatan guru dilakukan oleh observer selama proses pembelajaran.
4) Observasi kegiatan siswa dilakukan oleh guru yang dituangkan dalam lembar observasi.
5) Sosialisasi kepada siswa berupa ceramah untuk menyampaikan tujuan kegiatan dan manfaatnya bagi anak. Kegiatan ini terpadu dalam pembelajaran.
b. Tindakan Siklus II
Tindakan dalam penelitian ini berupa pembelajaran menghafal surat-surat pendek menggunakan media audiovisual. Kegiatan ini secara praktis dibagi dalam 3 proses pendahuluan, kegiatan pokok dan kegiatan penutup.
Media audio visual yang digunakan saat pembelajaran siklus II ini yaitu televisi, Player dan VCD program hafalan Surat-surat pendek. Bentuk posisi meja setengah lingkaran dengan meletakkan media audio visual ditengah, anak dapat melihat tanpan terhalang kawan lain. Tampilan surat yaitu surat al Ikhlas dan An Naas yang ditampilkan secara berulang ulang. Adapun pelaksanaan penelitian pada tanggal tanggal 8, 15, 22, 29 bulan April ditambah 6 mei di bulan Mei 2011dengan waktu 60 menit (2x30 menit jam pelajaran). Jumlah waktu pelaksanaan pembelajaran siklus I secara keseluruhan yaitu selama 300 menit (10 jam pelajaran).
c. Observasi Siklus II
1. Observasi kegiatan guru yaitu : Observasi dilakukan oleh pengamat beberapa, hal yang menjadi catatan, terkait dengan penilaian ini yang menjadi penilaian ideal adalah apabila dari tiap kegiatan guru pada kegiatan pendahuluan angka diperoleh 16, kegiatan pokok 16 dan kegiatan penutup angka diperoleh 8.Lembar observasi kegiatan guru dan siswa merupakan lembar checklist yang diisi oleh observer saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan.. Penampilan subyek penelitian pada saat kegiatan penilaian:
Grafik 7. Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran
2. Observsasi kegiatan siswa dilakukan oleh guru dengan memberikan skor yang sesuai dengan motivasi siswa saat belajar. Adapun data yang diperoleh dalam satu siklus di tampilkan dalam grafik sebagai berikut:
Grafik 8. Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran
d. Refleksi Siklus II
Refleksi catatan harian pada 5 kali pertemuan pembelajaran digambarkan sebagai berikut: data observasi menunjukan 5 anak mendapat skor melihat mengikuti bacaan aktif menghafal perhatian pada media audivisual (skor 4), 2 yang lain setingkat melihat dan mengikuti bacaan (skor 3). Dari segi minat 7 anak mendapat skor 4 dan 7 anak perhatian terhadap media dengan skor 4 (grafik 8). Setelah dilaksanakan tindakan diakhir siklus dilaksanakan evaluasi hafalan. Hasil evaluasi dibandingkan dengan nilai KKM adapun hasil yang diperoleh dapat dilihat pada grafik berikut:
Nilai tes hafalan siswa
Grafik 9. Hasil ketercapaian Siswa Terhadap nilai KKM Pendidikan Agama Islam
Dengan menggunakanan media audioviasual televisi kondisi layar yang lebar siswa lebih berminat dengan meliat grafik minat 7 anak dengan skor 4, dari 7 anak terhadap pembelajarn mendapat skor 4. Dari sehi nilai siswa anak mendapat nilai rata-rata 63,57. 5 anak mendapat nilai sesuai KKM dan 2 anak dengan nilai 60. Jumlah akumulasi nilai siswa sekelas 445.
B. Pembahasan
1. Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran
Berdasar dari data hasil observasi kegiatan pembelajaran menggunakan metode audio visual yang dilakukan bersama teman sejawat terlihat peningkatan minat, perhatian terhadap media dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan menghafal. Tiga kegiatan siswa tersebut merupakan bagian motivasi, dengan demikian dengan data yang meingkat dapat dikatakan anak semakin temotivasi dalam mengikuti pembelajaran menghafal surat-surat pendek dengan mengunakan mendia audiovisual.
Berikut merupakan peningkatan skor kegiatan siswa selama poses perbaikan dilihat dari tiga kali aktifitas pokok observasi (Pre tes, Siklus I dan siklus II) untuk perbaikan:
Grafik 10. Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran
Dari grafik 10 terlihat bahwa dengan menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menghafal surat-surat pendek dikelas IV Tunagrahita SDLB Negeri Pangkalpinang dapat dilaksanakan sesuai rencana. Terlihat peningkatan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran antar siklus yang berarti. Hal ini dapat dilihat skor keaktifan siswa pada pembelajaran pre tes dengan skor 15, pada siklus I skor 22, dan pada siklus II skor menjadi 26. Perhatian siswa terhadap media audiovisual pada pembelajaran pre test skor 15, siklus I skor 20, dan pada siklus II skor 28. Demikian pula pada aspek minat siswa terlihat pada pembelajaran pre tes skor 16, siklus I skor 22 dan pada siklus II skor 28. Nilai harapan ideal tercapai untuk dikatakan mempunyai motivasi yaitu apabila skor mencapai 28 yang merupakan akumulasi per-item. Hal ini membuktikan bahwa dengan media audiovisual dalam pembelajaran menghafal surat-surat pendek dapat meningkatkan motivasi anak (minat, perhatian terhadap media dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan menghafal).
2. Tingkat Ketercapaian Siswa Terhadap Nilai KKM
Peningkatan nilai rata-rata siswa dalam menghafal surat-surat pendek yang dilakukan terhadap siswa dalam tiga kali evaluasi melalui tes hafalan terhadap 7 anak kelas IV Tunagrahita SDLB Negeri Pangkalpinang. Tiga hal yang ditampilkan yaitu nilai komulaitf kelas, rata-rata dan ketercapaian nilai siswa terhadap KKM pendidikan agama Islam, adalah sebagai berikut:
Grafik 11. Hasil ketercapaian Siswa Terhadap nilai KKM Pendidikan Agama Islam
Dari grafik 11 terlihat pada siklus I rata rata nilai siswa 57,14 belum ada anak yang dapat mencapai KKM. Jumlah nilai kelas dari 7 anak berjumlah 355. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa 63,57 terdapat 5 anak mendapat nilai rerata KKM dan 2 anak masih dibawah KKM. Nilai total kelas pada siklus II meningkat menjadi 445. Hal ini karena guru sudah menerapkan media audiovisual dan guru sudah dapat menentukan media audiovisual yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran. Dimana pada siklus I guru menggunakan laptop untuk media audiovisual dan pada siklus II karena melihat kondisi anak kurang familier laptop untuk belajar guru merubah media audio visual dengan menggunakan televisi, player dan VCD untuk melaksanakan pembelajaran menghafal.
3. Peningkatan Kegiatan Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran
Tidak luput kegiatan guru menjadi perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Dimana upaya guru untuk menyempurnakan tugas tidak terlepas akan ikut andil dalam meningkatkan motivasi siswa. Kesiapan administrasi guru, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi terhadap siswa yang tertuang dalam lembar observasi kegiatan guru, dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 12. Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran
Pada grafik 12 mengenai observasi kegiatan guru dalam pembelajaran, dapat dikatakan adanya upaya guru untuk meningkatkan kelengkapan dan aktifitas proses pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada kegiatan Pre Tes pada kegiatan pendahuluan tingkat kelengkapan mencapai poin 9 pada siklus I mencapai poin 15 dan pada siklus II guru telah mencapai tingkat ideal harapan poin 16 (lengkap). Pada kegiatan pokok guru dalam pembelajaran pre tes poin dicapai 7 pada siklus I guru mengupayakan dan mencapai poin ideal 16 (lengkap) dan dipertahankan sampai siklus II. Demikian juga pada kegiatan penutup pada saat pre tes poin beru mencapai 3 dan pada siklus I dan dua guru telah melaksanakan dan mencapai nilai ideal 8 (lengkap).
Jadi dengan upaya guru untuk melengkapi langkah dan administrasi dalam pembelajaran akan memberi dukungan untuk tercapainya kualitas proses pembelaran. Upaya yang dilakukan guru menjadi unsur penting untuk terciptanya kondisi kondusif pembelajaran. Kelengkapan media yang sesuai dan dikenal siswa dapat meningkatkan motivasi siswa dalam perhatian, minat dan keaktifan anak dalam menghafal surat-surat pendek di kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Setelah peneliti cermati dalam kegiatan penelitiaan dan perbaikan dalam pembelajaran dan proses peneliti menyimpulkan sebagai berikut:
1. Aktivitas siswa dalam menghafal surat-surat pendek menggunakan media audio visual. Terlihat peningkatan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran antar siklus yang berarti. Hal ini dapat dilihat skor keaktifan siswa pada pembelajaran pre tes dengan skor 15, pada siklus I skor 22, dan pada siklus II skor menjadi 26. Perhatian siswa terhadap media audiovisual pada pembelajaran pre test skor 15, siklus I skor 20, dan pada siklus II skor 28. Demikian pula pada aspek minat siswa terlihat pada pembelajaran pre tes skor 16, siklus I skor 22 dan pada siklus II skor 28. Nilai harapan ideal tercapai untuk dikatakan mempunyai motivasi yaitu apabila skor mencapai 28 yang merupakan akumulasi per-item. Hal ini membuktikan bahwa dengan media audiovisual dalam pembelajaran menghafal surat-surat pendek dapat meningkatkan motivasi anak (minat, perhatian terhadap media dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan menghafal).
2. Media audio visual efektif untuk meningkatkan motivasi siswa menghafal surat-surat pendek. Hal ini terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata hafalan siswa siklus I rata rata nilai siswa 57,14 belum ada anak yang dapat mencapai KKM. Jumlah nilai kelas dari 7 anak berjumlah 355. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa 63,57 terdapat 5 anak mendapat nilai rerata KKM dan 2 anak masih dibawah KKM. Nilai total kelas pada siklus II meningkat menjadi 445.
3. Guru dapat menemukan media audio visual yang lebih efektif dalam pembelajaran hafalan surat-surat pendek menggunakan media audio visual. Hal ini dilihat dimana guru sudah menerapkan media audiovisual dan guru sudah dapat menentukan media audiovisual yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran. Sebab pada siklus I guru menggunakan laptop untuk media audiovisual dan pada siklus II karena melihat kondisi anak kurang familier terhadap laptop untuk belajar guru merubah media audio visual dengan menggunakan televisi, player dan VCD untuk melaksanakan pembelajaran menghafal
B. Saran
Saran yang dapat disampaikan berdasar pada pelaksanaan penelitian tersebut adalah:
1. Dengan menggunakan media audiovisual dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa, dengan melihat dan mendengar disertai dengan animasi pada layar akan meningkatkan memori auditori dan memori visual, juga dengan media audiovisual anak mendapat kesempatan untuk belajara sesuai modalitas kemampuan belajar masing-masing.
2. Dalam memilih media audiovisualpun guru harus mampu memilih yang tepat dan familier dengan anak, tidak serta merta media audiovisual sama dan tepat bagi anak.
3. Dengan adanya kolaborator guru dapat mengevaluasi diri dan dapat bertukar pikiran dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan mutu presentasi yang dilakukan guru di depan kelas.
Senin, 16 Mei 2011
BAB I PENDAHULUAN
A. Penegasan Istilah
Membaca merupakan langkah awal untuk mengetahui maksud dari sebuah bacaan terutama untuk mengetahui isi dari skripsi ini. Dengan dasar pemikiran demikian maka penulis akan memaparkan serta menegaskan istilah-istilah yang berkaitan dengan judul skripsi yaitu Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat pendek dengan media audio visual siswa kelas IV Tunagrahita Ringan SDLB Negeri Pangkalpinang.
1. Istilah motivasi dari perkataan motive-motivation “To motive a chil to arrange conditon so that the want to do what he is capable doing”. (memotivasi menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak mau melakukan apa yang dapat dilakukan.
2. Motivasi adalah dorongan untuk melakukan kegiatan, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Motivasi merupakan motor penggerak aktivitas.
3. Media menurut Association for Education and Comunication Technology (AECT) yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
4. Menurut Education Association (NEA) media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.
5. Media audio visual dapat berbentuk film yang bersuara berupa slide atau film strip yang ditambah suara ... bukan merupakan alat audiovisual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, atau media visual diam ditambah suara.
6. Dari segi kebahasaan menghafal adalah berusaha meresapkan kedalam pikiran agar selalu ingat (tidak lupa).
7. Tunagarahita Ringan adalah anak yang mempunyai IQ 50 -70 Skala WISC, kecerdasan dan adaptasinya terlambat namun mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam bidang akademik, penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja
Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa meningkatkan motivasi merupakan langkah untuk awal untuk dapat menanamkan semangat siswa untuk menghafal, Dalam penelitian ini faktor untuk meningkatkan motivasi menggunakan media gambar gerak suara (audio visual) dengan harapan anak senang dan motivasi menghafal menjadi meningkat. Dan dengan kondisi anak didik dengan ketunagrahitaan dikarenakan tingkat kecerdasan yang dimiliki diperlukan media khusus agar motivasi menghafal surat surat pendek lebih mudah, cepat dan efektif.
B. Alasan Pemilihan Judul
Anak didik dengan ketunagrahitaan adalah individu yang sedang berkembang yang selalu berubah dalam dirinya. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikhis yang khas sehingga menjadi insan yang unik. Sekalipun dengan keterbatasan kecerdasan peserta didik telah memiliki potensi yang ingin dan perlu dikembangkan serta diaktualisasikan, alasan yang memperkuat dalam pemilihan judul yaitu:
1. Dalam kehidupan serta karena ketunagrahitaannya untuk mengaktualisasikan ini bantuan, bimbingan sangat dibutuhkan secara lebih sistematis didaktis agar mereka dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimiliki..
2. Dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek siswa menyatakan menghafal surat surat pendek pada kenyataannya dilapangan peserta didik bisa melafalkan surat surat pendek secara berkelompok tetapi apabila perorangan maka ada yang hafal karena ikut-ikutan sehingga apabila perorangan maka hasil yang kita dapat pasti baik tetapi apabila perorangan maka kita dapat mengambil penilaian secara obyektif dan dapat mendapat berapa persen keberhasilan dalam pembelajaran yang kita ulas.
3. Kompetensi anak didik terlihat dalam berbagai aspek baik secara mental maupun yang bersifat akademik seperti penguasaan kebahasaan, matematik, pengetahuan yang bersifat spiritual atau keagamaan tentunya sebagai ciri agama yang dianutnya.
4. Pemanfaatan media yang tepat yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan membawa perubahan dan efektifitas pembelajaran yang dapat dirasakan oleh pihak pendidik maupun peserta didik.
Dari wacana inilah penulis merasa tertarik dan perlu untuk mengangkat judul Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat Pendek dengan media audio visual siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang. Sebab penulis memperhatikan adanya kelemahan siswa dalam menghafal surat-surat pendek pada umumnya dan siswa tunagrahita ringan di SDLB Negeri Pangkalpinang pada khususnya. Hafalan surat-surat pendek berdasarkan kurikulum merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa, dengan penulisan ini diharapkan motivasi siswa Tunagrahita ringan untuk menghafal di SDLB Negeri Pangkalpinang meningkat.
C. Latar Belakang Masalah
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan anak-anak ada yang normal ada pula anak dibawah normal dan atau diatas normal. Beberapa anak lebih cepat belajar daripada anak yang lain disamping ada juga anak yang belajar lebih lamban dari teman seusiannya. Tetapi kelambanan ini tidak serta merta karena tunagrahita tetapi bisa disebabkan oleh karena terlambat masuk sekolah, sehingga tingkat kelasnya tertinggal oleh kawan seusiannya, atau karena sering tidak masuk kelas, dapat juga disebabkan tidak suka pada guru, mata pelajaran atau juga karena tidak senang pada kawan-kawannya, atau juga karena guru tidak senang dengan anak didiknya.
Kenapa kemampuan anak didik menjadi lamban, banyak faktor yang dapat menyebabkan anak ketinggalan bahkan mungkin sangat komplek lingkungan yang tidak mendukung untuk pelaksanaan pembelajaran pun memungkinkan menjadi penyebab kelambanan anak didik.
Dalam penulisan ini kelambanan disebabkan secara nyata karena kecerdasan jelas dibawah rata-rata disamping itu juga mereka mengalami keterbelakangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kecenderungan anak tunagrahita ini kurang cakap dalam memikirkan hal-hal yang abstrak, sulit dan berbelit-belit.
Orang tua anak yang sering menanyakan beberapa hal tentang hafalan siswa didik yang masih minim dan sepertinya kurang ditekankan juga kenyataan yang ada anak didik kurang tertarik dengan kegiatan menghafal surat-surat pendek. Anak didik dengan ketunagrahitaan terlihat lebih mudah menghafal lagu-lagu yang sering mereka dengar, orang tua kadang membandingkan anak tunagrahita dengan anak yang normal sebayanya yang juga mampu menghafal lagu-lagu yang sama.
Berkaitan dengan kenyataan kemampuan anak tunagrahita dengan anak normal Sutjihati Sumantri menyatakan:
Pada masa awal perkembangan hampir tidak ada perbedaan antara anak-anak tunagrahita dengan anak yang memiliki kecerdasan rata-rata…akan tetapi semakin lama perbedaan pola perkembangan antara anak tunagrahita dengan anak normal semakin kelihatan jelas.
Jadi tidak salah jika orangtua berfikir demikian sebab sepertinnya tidak ada beda antara kemampuan menghafal surat-surat pendek dengan menghafal lagu. Dengan kata artian daya ingat anak sama dengan anak normal. Anak normal mampu menghafal lagu tertentu anak tunagrahita pun mampu menghafal, tetapi kemampuan menghafal anak tunagrahita sesuai pola perkembangannya jika dengan cara yang sama dengan anak normal akan terlihat perbedaanya.
Sutjihati Sumantri menambahkan tunagrahita atau terbelakang mental merupakan kondisi dimana perkembangan kecerdasannya mengalami hambatan sehingga tidak mencapai tahap perkembangan yang optimal.
Hafalan surat-surat pendek tidak terlepas dari bacaan seputar doa sholat, surat dari Al Qur’an dari awal sholat sampai ditutup salam ini menjadi bahan hafalan peserta didik ayat-ayat pendek yang musti hafal dalam agama Islam adalah dua kalimat syahadat, tentunya menjadi tolok ukur keagamaan anak didik.
Labib MZ dan Maftuh Ahnan menyatakan bahwa: orang yang sudah merasa meyakini rukun Islam sebagai aqidah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bukti kebenaran dan rukun Islam. Tak lepas pula syariat dengan mengamalkan ibadah dalam bentuk perbuatan.
Syahadat merupakan ayat wajib bagi orang yang beriman dan ayat-ayat dalam sholat sebagai rukun sah sholat. Juga banyak doa sunat harian yang jika diamalkan akan mendapatkan pahala, tentunya ini tidak terlepas dengan kegiatan menghafal. Jadi salah satu metode yang dicantumkan dalam kurikulum pengajaran, ruang lingkup dan metode hafalan adalah salah satu metode tradisional yang diterapkan di pesantren-pesantren umunya dipakai untuk menghapal kitab-kitab tertentu juga sering dipakai untuk menghapal al Qur’an baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan.
Dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan agama islam media menjadi berperan penting untuk mencapai tujuan pendidikan secara lebih efektif, jenis media yang digunakan salah satunya yaitu
Prosedur dalam pembelajaran menggunakan media audiovisual adalah sebagai berikut:
1. Langkah persiapan guru, pertama-tama guru harus mempersiapkan unit peajaran terlebih dahulu kemudian baru memilih film yang tepat untuk mencapai tujuan pengjaran yang diharapkan
2. Mempersiapan kelas: audien dipersiapkan terlebih dahulu supaya mereka mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikiran mereka swaktu menyaksikan film tersebut. Untuk mencapai tujuan ini langkah tang dapat dilakukan yaitu: a) menjelaskan maksud pembuatan filam, b) menjelaskan secara ringkas isi film, c) menjelaskan bagian-bagian yang harus yang harus mendapat perhatian khusus sewaktu menonton film, d) harus dijelaskan mengapa apabila ada perbedaan antara pendapat dan bagian isi film.
3. Langkah Penyajian, setelah siswa disiapkan barulah film diputar. Dalam penyajian ini harus disiapkan perlengkapan yang harus disiapkan antara lain: proyektor, layar, pengeras suara, power cord , film, ekstra roll, dan tempat proyektor. Guru harus memperhatikan keadaan ruangan pencahayaan dan ketenangan.
4. Aktifitas lanjutan: aktifitas lanjutan ini dapat berupa tanya jawab, guna mengetahui sejauhmana pemahaman audien/ siswa terhadap materi materi yang disajikan. Apabila masih terdapat kekeliruan bisa dilakukan dengan pengulangan pemutaran film. Pengertian yang diperoleh audian perlu diikuti dengan aktifitas lanjutan berupa: a) membaca buku tentang masalah yang di tonton jika buku tersedia, b) membuat karangan tentang apa yang telah ditonton, c) mengnjungi lokasi dimana film tersebut dibuat, d) jika dipandang perlu adakan tes atau ujian tentang materi yang disajikan lewat film tersebut.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik mengadakan penelitian yang berjudul “Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat pendek dengan media audio visual siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang”
D. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada:
1. Perencanaan pembelajaran menghafal surat-surat pendek pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang, adapun aspek yang menjadi perhatian dalam perencanaan ini yaitu: Proses perencanaan pembelajaran, tenaga pelaksana pembelajaran, peserta didik, sarana prasarana, waktu, tempat metode dan laporan hasil pelaksanaan pembelajaran.
2. Proses pembelajaran menghafal surat-surat pendek menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menghafal mata pelajaran agama Islam oleh guru yang bersangkutan.
3. Proses evaluasi menghafal pada pembelajaran agama islam yang berkenaan dan peningkatan motivasi menghafal surat-surat pendek dengan media audiovisual.
E. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang dipaparkan dalam latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana media audio visual dapat meningkatkan motivasi siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang dalam menghafal surat-surat pendek pada pelajaran pendidikan agama Islam?.
2. Bagaimana aktivitas siswa dalam menghafal surat-surat pendek?
F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui aktivitas siswa dalam menghafal surat-surat pendek menggunakan media audio visual.
2. Mengetahui efektifitas media audio visual untuk meningkatkan motivasi siswa menghafal surat-surat pendek.
3. Meningkatkan efektifitas guru dalam proses pembelajaran hafalan surat-surat pendek menggunakan media audio visual.
Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah:
1. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan wawasan tentang salah satu media audio visual pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
2. Secara praktis hasil penelitian diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi orang tua, guru maupun pihak lain yang menginginkan serta peduli dalam aktifitas pembelajaran dan juga menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi.
G. Telaah Pustaka
Sepanjang pengetahuan penulis dari beberapa tulisan yang relevan dengan penelitian ini, seperti hasil penelitian oleh Ardi dengan judul Efektifitas metode Sorogan Al Qur’an terhadap Motivasi Hafalan. Dalam kegiatan sorogan in siswa berhadapan langsung dengan guru, dimana interaksi mereka telah saling mengenal, metode ini dilakukan siswa tidak terlepas dari kesiapan yang harus dilakukan sepeti menghafal terlebih dahulu sebelum bertemu dengan guru bersangkutan (materi hafalan selalu diingat dan dilakukan kegiatan menghafal dimanapun tempat selain tempat yang dilarang membaca Al Qur’an. Orientasi akhir sorogan ini adalah meningkatnya kemampuan hafalan Al Qur’an siswa.
Sementara dalam penelitian yang lain yang dilakukan Intan Kurnia Jaya (skripsi, 2007) yang berjudul “ Studi tentang penggunaaan Media Audio dalam pembelajaran Menghafal Al-Qur’an (Studi Kasus terhadap peserta program Tahfizh Beasiswa di LTQ Jendela Hati). Dalam penelitian ini titik berat pengembangan pada peningkatan minat dengan menghafal dengan pemanfaatan media audio. Hasil penelitian ini menunjukan dampak yang positif dimana media audio ini praktis dapat dibawa kemana-mana.
Sedangkan dalam penelitian ini dengan judul Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat Pendek dengan media audio visual siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang. Tujuan penelitian yaitu meningkatkan motivasi menghafal surat-surat pendek siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang dengan media pembelajaran yang tepat, dimana siswa dalam belajar menghafal dimulai dari kegiatan berupa melihat penyajian tayang audiovisual sesuai materi dilanjutkan dengan kegiatan latihan menghafal dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan hafalan surat-surat pendeknya, yang ditekan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
H. Landasan Teoritis
Media menurut Heinich yang dikutip oleh Sri Anitah media merupakan alat saluran komunikasi, media dalam bahasa latin medium berarti perantara, yaitu perntara sumber (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Hubungan media, pesan dan metode digambarkan sebagai berikut
GAMBAR 1
Hubungan Media Dengan Pesan dan Mertode Pembelajaran
Dalam Sri Anitah dalam lembar yang lain, anak dalam belajar akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana suatu informasi dapat diterima oleh indra, rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indra menunjukkan komposisi sebagai berikut :
Gambar. 2
Dengan gambaran diatas fungsi media mempunyai peranan yang sangat penting dalam aktifitas belajar. Manfaat yang diperoleh dari media audio visual dapat menyeimbangkan kemampuan indra dan penyampaian informasi visual mencapai 75 %, manfaat lain yaitu:
1. Membuat konsep-konsep yang abstrak dapat disampaikan secara kongkrit disederhanakan dengan media
2. Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat di lingkungan (seperti: harimau, beruang, gajah dll).
3. Menampilkan objek yang terlalu besar atau terlalu kecil ( misalnya pesawat, kapal, candi, atau terlalu kecil seperti, virus, bakteri, nyamuk dll)
4. Memperlihatkan gerak yang terlalu cepat atau lambat dengan menggunakan teknik gerakan lambat dalam film bisa memperlihatkan tentang lintasan peluru, melesatnya anak panah atau dapat pula memperlihatkan tentang lintasan peluru
Berdasar teori diatas peranan audio visual akan membantu guru dalam menyampaikan pesan materi belajar menjadi lebih kongkrit dan lebih sederhana. Tujuan akhir pelaksanaan pembelajaran dengan media audivisual anak akan termotivasi dengan kegiatan menghafal sebab 75 % informasi diperoleh dari penglihatan. Adapun materi yang disampaikan dengan media audiovisual yaitu materi surat-surat pendek pada pendidikan Agama Islam.
I. Setting Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2010/2011, tempat pelaksanaan di SDLB Negeri Pangkalpinang. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV Tunagrahita ringan SDLB Pangkalpinang.
J. Metodologi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan (aksi) yang dilakukan oleh guru (pelaku). Mulai dari perencanaan sampai dengan penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.
2. Sifat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas bersifat empiris yaitu peneliti berupaya melaksanakan sesuatu tindakan dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama tindakan berlangsung Prinsip kegiatan penelitian yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama tindakan dilakukan, serta menyimpan catatan dan pengumpulan pengalaman peneliti dalam pekerjaan sehari hari.
3. Model dan Prosedur Penelitian
a. Model Penelitian
Model Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kurt Lewin dimana dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu:
Gambar I. Bentuk Spiral terdiri dari beberapa siklus
1) Perencanaan (planing) I
2) Aksi atau tindakan (acting) II 1) Observasi (observing) III
2) Refleksi (refllecting) IV
b. Prosedur Penelitian
Bedasarkan uraian sebelumnya peneliti berkolaborasi dengan teman sebagai partner menentukan tindakan yang tepat yang akan diterapkan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal surat-surat pendek.
Tindakan akan dilakukan dalam 10 kali pertemuan yang terbagi dalam 2 siklus. Apabila hasil yang diperoleh kurang signifikan akan ditambah dengan perbaikan pada siklus ke tiga. Adapun aktifitas yang akan dilaksanakan pada tiap siklus, yaitu:
1) Siklus I
a) Perencanaan Tindakan (planing) I
Kegiatan yang akan dilakukan di siklus satu sebagai berikut:
(1) Menyusun rencana besar dalam satu siklus.
(2) Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran, seperti: silabus, RPP (skenario kecil dalam pertemuan pembelajaran), dan alat evaluasi, serta menetapkan salah satu surat yang menjadi bahan hafalan siswa.
(3) Menyusun lembar observasi kegiatan guru
(4) Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
(5) Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
(6) Mensosialisasikan dengan jadwal materi hafalan dalam kegiatan penelitian kepada siswa
b) Aksi atau tindakan (acting) II
Aksi atau tindakan merupakan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, kegiatan berupa latihan menghafal dibantu dengan media audio visual sesuai tahap yang direncanakan.
c) Observasi (observing) III
Observasi dilakukan oleh observer (pengamat yang ditunjuk) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang harus diisi adalah lembar observasi guru dan siswa.
d) Refleksi (refllecting) IV
Refleksi terdiri dari dua jenis refleksi yaitu refleksi harian dan refleksi besar setelah beberapa kali pertemuan dalam satu siklus dilaksanakan. Refleksi harian adalah menggambarkan tentang kelengkapan perangkat pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, aktifitas proses pembelajaran, pengelolaan kelas dan minat siswa. Refleksi besar adalah penyimpulan dari beberapa data hasil observasi dan refleksi tiap pertemuan. Hasil refleksi disimpulkan untuk ditindaklanjuti dengan tindakan pada siklus ke dua.
2) Siklus II
Kegiatan pada siklus kedua merupakan pelaksanaan tindakan terevisi dari hasil penyimpulan siklus I.
K. Teknik Pengumpulan dan Analisa Data
1. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data menggunakan perangkat, lembar observasi kegiatan guru dan siswa, refleksi harian, catatan lapangan dan dokumentasi:
a. Perangkat pembelajaran seperti kelengkapan silabus dan RPP yang berkaitan dengan penelitian.
b. Lembar observasi kegiatan guru dan siswa merupakan lembar checklist yang diisi oleh observer saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan, berisi tentang: penampilan subyek penelitian pada saat kegiatan penilaian tentang penguasaan siswa atas materi yang menjadi bahan pembelajaran, hasil penilaian untuk mencari kelebihan dan kekurangan untuk diatasi pada siklus selanjutnya
c. Refleksi catatan harian seperti riwayat pribadi yang dilakukan secara teratur, seputar topik yang menarik, terkait perasaan, reaksi, penafsiran, refleksi dugaan hipotesis dan penjelasan yang tertuang dalam intrumen penelitian.
d. Catatan lapangan dan dokumentasi menjadi Sumber pelengkap data yang lain berbentuk foto/ slide yang digunakan untuk merekam peristiwa penting, catatan lapangan berupa penulisan secara ringkas hasil refleksi harian kedalam kolom catatan lapangan.
2. Teknik Analisa data
Data yang terkumpul dari pelaksanaan penelitian tindakan disusun, diklasifikasikan dan dianalisa dalam bentuk deskriptif kualitatif artinnya hasil penelitian dipaparkan secara tertulis tanpa adanya perhitungan secara statistik. Analisis dilaksanakan dengan tahapan:
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan kegiatan merangkum data dan mengerucutkan pada hal-hal penting yang berkaitan dengan obyek penelitian, serta menghapus data yang tidak berkaitan dan dibutuhkan dari dokumen/alat penelitian penelitian yang telah dihasilkan.
b. Teknik Keabsahan Data
Untuk menghasilkan data yang benar maka dilakukan salah satu cara untuk mencari keabsahan data dengan cara trianggulasi data: yaitu melakukan diskusi dan curah pendapat dari orang lain atau teman sejawat yang mempunyai perhatian terhadap kegiatan penelitian dan peduli terhadap pendidikan.
L. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman serta penganalisaan data dalam penelitian ini maka sistematika penlisan sebagai berikut:
Bab I adalah Pendahuluan yang berisi tentang penegasan istilah, alasan pemilihan judul, latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka, landasan teoritis, setting penelitian, metodologi penelitian, teknik pengumpulan dan analisa data, sistematika pembahasan.
Bab II berisi tentang kajian tentang media audio visual, langkah-langkah pembelajaran dengan media audio visual di kelas, kelebihan media audio visual dalam mengatasi kesulitan menghafal.
Bab III berisi tentang gambaran umum SDLB Negeri Pangkalpinang, keadaan sarana dan prasarana, guru dan siswa, serta sistem pembelajaran yang dilaksanakan di SDLB Negeri Pangkalpinang.
Bab IV berisi tentang analisis terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan media audio visual dalam Upaya meningkatkan motivasi menghafal surah-surah pendek di kelas IV tunagrahita ringan SDLB Negeri Pangkalpinang
Bab V adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi dan Widodo S, Psikologi Belajar, (Jakarta. Rinneka Cipta : 2004 )
Ardi, Efektifitas metode Sorogan Al Quran terhadap Motivasi Hafalan, dalam WWW. Dunia pendidikan.co.id, 2007 (diakses pada tanggal 11 September 2010)
Depdiknas, Dirjendikdasmen, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta, Direktorat Tenaga Kependidikan: 2004 )
IGAK Wardani Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Anak Berkesulitan Belajar.(Dirjendikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Pengadaan Tenaga Kependidikan, 1996)
Munawir Yusuf , Pendidikan Bagi Anak Dengan Problema Belajar, (Solo. PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri: 2003 )
Pusat Bahasa Departemen Pendidikannasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta. Balai Pustaka : 2007 )
Sri Anitah W, dkk, Strategi Pembelajaran di SD, (Jakarta, Universitas Terbuka, 2008)
Sutjihati Sumantri , Psikologi Anak Luar Biasa, (Depdikbud Dirjendikti, Proyek Pengadaan Tenaga Guru: 1996)
Zakiah Daradjat, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta, Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama, Bumi Aksara: )
Skenario Perbaikan
Tujuan perbaikan : Upaya mengatasi Kesulitan menghafal surat-surat Pendek dengan Metode Reconnecting siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang
Siklus ke : I
Hari/Tanggal : Senin 27 September 2010
Hal yang diperbaiki dan ditingkatkan :
1. Kegiatan Pengembangan :
Pada hari pertama mendengarkan cerita “Bertamasya bersama keluarga” terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kedua kegiatan lebih ditingkatkan menjadi bercerita dengan boneka keluarga “Aku sayang mama dan papa”
Langkah-Langkah Perbaikan
1. Guru mengajak anak-anak duduk membentuk lingkaran
Membaca merupakan langkah awal untuk mengetahui maksud dari sebuah bacaan terutama untuk mengetahui isi dari skripsi ini. Dengan dasar pemikiran demikian maka penulis akan memaparkan serta menegaskan istilah-istilah yang berkaitan dengan judul skripsi yaitu Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat pendek dengan media audio visual siswa kelas IV Tunagrahita Ringan SDLB Negeri Pangkalpinang.
1. Istilah motivasi dari perkataan motive-motivation “To motive a chil to arrange conditon so that the want to do what he is capable doing”. (memotivasi menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak mau melakukan apa yang dapat dilakukan.
2. Motivasi adalah dorongan untuk melakukan kegiatan, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Motivasi merupakan motor penggerak aktivitas.
3. Media menurut Association for Education and Comunication Technology (AECT) yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
4. Menurut Education Association (NEA) media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.
5. Media audio visual dapat berbentuk film yang bersuara berupa slide atau film strip yang ditambah suara ... bukan merupakan alat audiovisual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, atau media visual diam ditambah suara.
6. Dari segi kebahasaan menghafal adalah berusaha meresapkan kedalam pikiran agar selalu ingat (tidak lupa).
7. Tunagarahita Ringan adalah anak yang mempunyai IQ 50 -70 Skala WISC, kecerdasan dan adaptasinya terlambat namun mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam bidang akademik, penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja
Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa meningkatkan motivasi merupakan langkah untuk awal untuk dapat menanamkan semangat siswa untuk menghafal, Dalam penelitian ini faktor untuk meningkatkan motivasi menggunakan media gambar gerak suara (audio visual) dengan harapan anak senang dan motivasi menghafal menjadi meningkat. Dan dengan kondisi anak didik dengan ketunagrahitaan dikarenakan tingkat kecerdasan yang dimiliki diperlukan media khusus agar motivasi menghafal surat surat pendek lebih mudah, cepat dan efektif.
B. Alasan Pemilihan Judul
Anak didik dengan ketunagrahitaan adalah individu yang sedang berkembang yang selalu berubah dalam dirinya. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikhis yang khas sehingga menjadi insan yang unik. Sekalipun dengan keterbatasan kecerdasan peserta didik telah memiliki potensi yang ingin dan perlu dikembangkan serta diaktualisasikan, alasan yang memperkuat dalam pemilihan judul yaitu:
1. Dalam kehidupan serta karena ketunagrahitaannya untuk mengaktualisasikan ini bantuan, bimbingan sangat dibutuhkan secara lebih sistematis didaktis agar mereka dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimiliki..
2. Dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek siswa menyatakan menghafal surat surat pendek pada kenyataannya dilapangan peserta didik bisa melafalkan surat surat pendek secara berkelompok tetapi apabila perorangan maka ada yang hafal karena ikut-ikutan sehingga apabila perorangan maka hasil yang kita dapat pasti baik tetapi apabila perorangan maka kita dapat mengambil penilaian secara obyektif dan dapat mendapat berapa persen keberhasilan dalam pembelajaran yang kita ulas.
3. Kompetensi anak didik terlihat dalam berbagai aspek baik secara mental maupun yang bersifat akademik seperti penguasaan kebahasaan, matematik, pengetahuan yang bersifat spiritual atau keagamaan tentunya sebagai ciri agama yang dianutnya.
4. Pemanfaatan media yang tepat yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan membawa perubahan dan efektifitas pembelajaran yang dapat dirasakan oleh pihak pendidik maupun peserta didik.
Dari wacana inilah penulis merasa tertarik dan perlu untuk mengangkat judul Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat Pendek dengan media audio visual siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang. Sebab penulis memperhatikan adanya kelemahan siswa dalam menghafal surat-surat pendek pada umumnya dan siswa tunagrahita ringan di SDLB Negeri Pangkalpinang pada khususnya. Hafalan surat-surat pendek berdasarkan kurikulum merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa, dengan penulisan ini diharapkan motivasi siswa Tunagrahita ringan untuk menghafal di SDLB Negeri Pangkalpinang meningkat.
C. Latar Belakang Masalah
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan anak-anak ada yang normal ada pula anak dibawah normal dan atau diatas normal. Beberapa anak lebih cepat belajar daripada anak yang lain disamping ada juga anak yang belajar lebih lamban dari teman seusiannya. Tetapi kelambanan ini tidak serta merta karena tunagrahita tetapi bisa disebabkan oleh karena terlambat masuk sekolah, sehingga tingkat kelasnya tertinggal oleh kawan seusiannya, atau karena sering tidak masuk kelas, dapat juga disebabkan tidak suka pada guru, mata pelajaran atau juga karena tidak senang pada kawan-kawannya, atau juga karena guru tidak senang dengan anak didiknya.
Kenapa kemampuan anak didik menjadi lamban, banyak faktor yang dapat menyebabkan anak ketinggalan bahkan mungkin sangat komplek lingkungan yang tidak mendukung untuk pelaksanaan pembelajaran pun memungkinkan menjadi penyebab kelambanan anak didik.
Dalam penulisan ini kelambanan disebabkan secara nyata karena kecerdasan jelas dibawah rata-rata disamping itu juga mereka mengalami keterbelakangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kecenderungan anak tunagrahita ini kurang cakap dalam memikirkan hal-hal yang abstrak, sulit dan berbelit-belit.
Orang tua anak yang sering menanyakan beberapa hal tentang hafalan siswa didik yang masih minim dan sepertinya kurang ditekankan juga kenyataan yang ada anak didik kurang tertarik dengan kegiatan menghafal surat-surat pendek. Anak didik dengan ketunagrahitaan terlihat lebih mudah menghafal lagu-lagu yang sering mereka dengar, orang tua kadang membandingkan anak tunagrahita dengan anak yang normal sebayanya yang juga mampu menghafal lagu-lagu yang sama.
Berkaitan dengan kenyataan kemampuan anak tunagrahita dengan anak normal Sutjihati Sumantri menyatakan:
Pada masa awal perkembangan hampir tidak ada perbedaan antara anak-anak tunagrahita dengan anak yang memiliki kecerdasan rata-rata…akan tetapi semakin lama perbedaan pola perkembangan antara anak tunagrahita dengan anak normal semakin kelihatan jelas.
Jadi tidak salah jika orangtua berfikir demikian sebab sepertinnya tidak ada beda antara kemampuan menghafal surat-surat pendek dengan menghafal lagu. Dengan kata artian daya ingat anak sama dengan anak normal. Anak normal mampu menghafal lagu tertentu anak tunagrahita pun mampu menghafal, tetapi kemampuan menghafal anak tunagrahita sesuai pola perkembangannya jika dengan cara yang sama dengan anak normal akan terlihat perbedaanya.
Sutjihati Sumantri menambahkan tunagrahita atau terbelakang mental merupakan kondisi dimana perkembangan kecerdasannya mengalami hambatan sehingga tidak mencapai tahap perkembangan yang optimal.
Hafalan surat-surat pendek tidak terlepas dari bacaan seputar doa sholat, surat dari Al Qur’an dari awal sholat sampai ditutup salam ini menjadi bahan hafalan peserta didik ayat-ayat pendek yang musti hafal dalam agama Islam adalah dua kalimat syahadat, tentunya menjadi tolok ukur keagamaan anak didik.
Labib MZ dan Maftuh Ahnan menyatakan bahwa: orang yang sudah merasa meyakini rukun Islam sebagai aqidah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bukti kebenaran dan rukun Islam. Tak lepas pula syariat dengan mengamalkan ibadah dalam bentuk perbuatan.
Syahadat merupakan ayat wajib bagi orang yang beriman dan ayat-ayat dalam sholat sebagai rukun sah sholat. Juga banyak doa sunat harian yang jika diamalkan akan mendapatkan pahala, tentunya ini tidak terlepas dengan kegiatan menghafal. Jadi salah satu metode yang dicantumkan dalam kurikulum pengajaran, ruang lingkup dan metode hafalan adalah salah satu metode tradisional yang diterapkan di pesantren-pesantren umunya dipakai untuk menghapal kitab-kitab tertentu juga sering dipakai untuk menghapal al Qur’an baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan.
Dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan agama islam media menjadi berperan penting untuk mencapai tujuan pendidikan secara lebih efektif, jenis media yang digunakan salah satunya yaitu
Prosedur dalam pembelajaran menggunakan media audiovisual adalah sebagai berikut:
1. Langkah persiapan guru, pertama-tama guru harus mempersiapkan unit peajaran terlebih dahulu kemudian baru memilih film yang tepat untuk mencapai tujuan pengjaran yang diharapkan
2. Mempersiapan kelas: audien dipersiapkan terlebih dahulu supaya mereka mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikiran mereka swaktu menyaksikan film tersebut. Untuk mencapai tujuan ini langkah tang dapat dilakukan yaitu: a) menjelaskan maksud pembuatan filam, b) menjelaskan secara ringkas isi film, c) menjelaskan bagian-bagian yang harus yang harus mendapat perhatian khusus sewaktu menonton film, d) harus dijelaskan mengapa apabila ada perbedaan antara pendapat dan bagian isi film.
3. Langkah Penyajian, setelah siswa disiapkan barulah film diputar. Dalam penyajian ini harus disiapkan perlengkapan yang harus disiapkan antara lain: proyektor, layar, pengeras suara, power cord , film, ekstra roll, dan tempat proyektor. Guru harus memperhatikan keadaan ruangan pencahayaan dan ketenangan.
4. Aktifitas lanjutan: aktifitas lanjutan ini dapat berupa tanya jawab, guna mengetahui sejauhmana pemahaman audien/ siswa terhadap materi materi yang disajikan. Apabila masih terdapat kekeliruan bisa dilakukan dengan pengulangan pemutaran film. Pengertian yang diperoleh audian perlu diikuti dengan aktifitas lanjutan berupa: a) membaca buku tentang masalah yang di tonton jika buku tersedia, b) membuat karangan tentang apa yang telah ditonton, c) mengnjungi lokasi dimana film tersebut dibuat, d) jika dipandang perlu adakan tes atau ujian tentang materi yang disajikan lewat film tersebut.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik mengadakan penelitian yang berjudul “Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat pendek dengan media audio visual siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang”
D. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada:
1. Perencanaan pembelajaran menghafal surat-surat pendek pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang, adapun aspek yang menjadi perhatian dalam perencanaan ini yaitu: Proses perencanaan pembelajaran, tenaga pelaksana pembelajaran, peserta didik, sarana prasarana, waktu, tempat metode dan laporan hasil pelaksanaan pembelajaran.
2. Proses pembelajaran menghafal surat-surat pendek menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menghafal mata pelajaran agama Islam oleh guru yang bersangkutan.
3. Proses evaluasi menghafal pada pembelajaran agama islam yang berkenaan dan peningkatan motivasi menghafal surat-surat pendek dengan media audiovisual.
E. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang dipaparkan dalam latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana media audio visual dapat meningkatkan motivasi siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang dalam menghafal surat-surat pendek pada pelajaran pendidikan agama Islam?.
2. Bagaimana aktivitas siswa dalam menghafal surat-surat pendek?
F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui aktivitas siswa dalam menghafal surat-surat pendek menggunakan media audio visual.
2. Mengetahui efektifitas media audio visual untuk meningkatkan motivasi siswa menghafal surat-surat pendek.
3. Meningkatkan efektifitas guru dalam proses pembelajaran hafalan surat-surat pendek menggunakan media audio visual.
Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah:
1. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan wawasan tentang salah satu media audio visual pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
2. Secara praktis hasil penelitian diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi orang tua, guru maupun pihak lain yang menginginkan serta peduli dalam aktifitas pembelajaran dan juga menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi.
G. Telaah Pustaka
Sepanjang pengetahuan penulis dari beberapa tulisan yang relevan dengan penelitian ini, seperti hasil penelitian oleh Ardi dengan judul Efektifitas metode Sorogan Al Qur’an terhadap Motivasi Hafalan. Dalam kegiatan sorogan in siswa berhadapan langsung dengan guru, dimana interaksi mereka telah saling mengenal, metode ini dilakukan siswa tidak terlepas dari kesiapan yang harus dilakukan sepeti menghafal terlebih dahulu sebelum bertemu dengan guru bersangkutan (materi hafalan selalu diingat dan dilakukan kegiatan menghafal dimanapun tempat selain tempat yang dilarang membaca Al Qur’an. Orientasi akhir sorogan ini adalah meningkatnya kemampuan hafalan Al Qur’an siswa.
Sementara dalam penelitian yang lain yang dilakukan Intan Kurnia Jaya (skripsi, 2007) yang berjudul “ Studi tentang penggunaaan Media Audio dalam pembelajaran Menghafal Al-Qur’an (Studi Kasus terhadap peserta program Tahfizh Beasiswa di LTQ Jendela Hati). Dalam penelitian ini titik berat pengembangan pada peningkatan minat dengan menghafal dengan pemanfaatan media audio. Hasil penelitian ini menunjukan dampak yang positif dimana media audio ini praktis dapat dibawa kemana-mana.
Sedangkan dalam penelitian ini dengan judul Upaya meningkatkan motivasi menghafal surat-surat Pendek dengan media audio visual siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang. Tujuan penelitian yaitu meningkatkan motivasi menghafal surat-surat pendek siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang dengan media pembelajaran yang tepat, dimana siswa dalam belajar menghafal dimulai dari kegiatan berupa melihat penyajian tayang audiovisual sesuai materi dilanjutkan dengan kegiatan latihan menghafal dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan hafalan surat-surat pendeknya, yang ditekan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
H. Landasan Teoritis
Media menurut Heinich yang dikutip oleh Sri Anitah media merupakan alat saluran komunikasi, media dalam bahasa latin medium berarti perantara, yaitu perntara sumber (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Hubungan media, pesan dan metode digambarkan sebagai berikut
GAMBAR 1
Hubungan Media Dengan Pesan dan Mertode Pembelajaran
Dalam Sri Anitah dalam lembar yang lain, anak dalam belajar akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana suatu informasi dapat diterima oleh indra, rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indra menunjukkan komposisi sebagai berikut :
Gambar. 2
Dengan gambaran diatas fungsi media mempunyai peranan yang sangat penting dalam aktifitas belajar. Manfaat yang diperoleh dari media audio visual dapat menyeimbangkan kemampuan indra dan penyampaian informasi visual mencapai 75 %, manfaat lain yaitu:
1. Membuat konsep-konsep yang abstrak dapat disampaikan secara kongkrit disederhanakan dengan media
2. Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat di lingkungan (seperti: harimau, beruang, gajah dll).
3. Menampilkan objek yang terlalu besar atau terlalu kecil ( misalnya pesawat, kapal, candi, atau terlalu kecil seperti, virus, bakteri, nyamuk dll)
4. Memperlihatkan gerak yang terlalu cepat atau lambat dengan menggunakan teknik gerakan lambat dalam film bisa memperlihatkan tentang lintasan peluru, melesatnya anak panah atau dapat pula memperlihatkan tentang lintasan peluru
Berdasar teori diatas peranan audio visual akan membantu guru dalam menyampaikan pesan materi belajar menjadi lebih kongkrit dan lebih sederhana. Tujuan akhir pelaksanaan pembelajaran dengan media audivisual anak akan termotivasi dengan kegiatan menghafal sebab 75 % informasi diperoleh dari penglihatan. Adapun materi yang disampaikan dengan media audiovisual yaitu materi surat-surat pendek pada pendidikan Agama Islam.
I. Setting Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2010/2011, tempat pelaksanaan di SDLB Negeri Pangkalpinang. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV Tunagrahita ringan SDLB Pangkalpinang.
J. Metodologi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan (aksi) yang dilakukan oleh guru (pelaku). Mulai dari perencanaan sampai dengan penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.
2. Sifat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas bersifat empiris yaitu peneliti berupaya melaksanakan sesuatu tindakan dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama tindakan berlangsung Prinsip kegiatan penelitian yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama tindakan dilakukan, serta menyimpan catatan dan pengumpulan pengalaman peneliti dalam pekerjaan sehari hari.
3. Model dan Prosedur Penelitian
a. Model Penelitian
Model Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kurt Lewin dimana dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu:
Gambar I. Bentuk Spiral terdiri dari beberapa siklus
1) Perencanaan (planing) I
2) Aksi atau tindakan (acting) II 1) Observasi (observing) III
2) Refleksi (refllecting) IV
b. Prosedur Penelitian
Bedasarkan uraian sebelumnya peneliti berkolaborasi dengan teman sebagai partner menentukan tindakan yang tepat yang akan diterapkan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal surat-surat pendek.
Tindakan akan dilakukan dalam 10 kali pertemuan yang terbagi dalam 2 siklus. Apabila hasil yang diperoleh kurang signifikan akan ditambah dengan perbaikan pada siklus ke tiga. Adapun aktifitas yang akan dilaksanakan pada tiap siklus, yaitu:
1) Siklus I
a) Perencanaan Tindakan (planing) I
Kegiatan yang akan dilakukan di siklus satu sebagai berikut:
(1) Menyusun rencana besar dalam satu siklus.
(2) Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran, seperti: silabus, RPP (skenario kecil dalam pertemuan pembelajaran), dan alat evaluasi, serta menetapkan salah satu surat yang menjadi bahan hafalan siswa.
(3) Menyusun lembar observasi kegiatan guru
(4) Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
(5) Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
(6) Mensosialisasikan dengan jadwal materi hafalan dalam kegiatan penelitian kepada siswa
b) Aksi atau tindakan (acting) II
Aksi atau tindakan merupakan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, kegiatan berupa latihan menghafal dibantu dengan media audio visual sesuai tahap yang direncanakan.
c) Observasi (observing) III
Observasi dilakukan oleh observer (pengamat yang ditunjuk) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang harus diisi adalah lembar observasi guru dan siswa.
d) Refleksi (refllecting) IV
Refleksi terdiri dari dua jenis refleksi yaitu refleksi harian dan refleksi besar setelah beberapa kali pertemuan dalam satu siklus dilaksanakan. Refleksi harian adalah menggambarkan tentang kelengkapan perangkat pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, aktifitas proses pembelajaran, pengelolaan kelas dan minat siswa. Refleksi besar adalah penyimpulan dari beberapa data hasil observasi dan refleksi tiap pertemuan. Hasil refleksi disimpulkan untuk ditindaklanjuti dengan tindakan pada siklus ke dua.
2) Siklus II
Kegiatan pada siklus kedua merupakan pelaksanaan tindakan terevisi dari hasil penyimpulan siklus I.
K. Teknik Pengumpulan dan Analisa Data
1. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data menggunakan perangkat, lembar observasi kegiatan guru dan siswa, refleksi harian, catatan lapangan dan dokumentasi:
a. Perangkat pembelajaran seperti kelengkapan silabus dan RPP yang berkaitan dengan penelitian.
b. Lembar observasi kegiatan guru dan siswa merupakan lembar checklist yang diisi oleh observer saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan, berisi tentang: penampilan subyek penelitian pada saat kegiatan penilaian tentang penguasaan siswa atas materi yang menjadi bahan pembelajaran, hasil penilaian untuk mencari kelebihan dan kekurangan untuk diatasi pada siklus selanjutnya
c. Refleksi catatan harian seperti riwayat pribadi yang dilakukan secara teratur, seputar topik yang menarik, terkait perasaan, reaksi, penafsiran, refleksi dugaan hipotesis dan penjelasan yang tertuang dalam intrumen penelitian.
d. Catatan lapangan dan dokumentasi menjadi Sumber pelengkap data yang lain berbentuk foto/ slide yang digunakan untuk merekam peristiwa penting, catatan lapangan berupa penulisan secara ringkas hasil refleksi harian kedalam kolom catatan lapangan.
2. Teknik Analisa data
Data yang terkumpul dari pelaksanaan penelitian tindakan disusun, diklasifikasikan dan dianalisa dalam bentuk deskriptif kualitatif artinnya hasil penelitian dipaparkan secara tertulis tanpa adanya perhitungan secara statistik. Analisis dilaksanakan dengan tahapan:
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan kegiatan merangkum data dan mengerucutkan pada hal-hal penting yang berkaitan dengan obyek penelitian, serta menghapus data yang tidak berkaitan dan dibutuhkan dari dokumen/alat penelitian penelitian yang telah dihasilkan.
b. Teknik Keabsahan Data
Untuk menghasilkan data yang benar maka dilakukan salah satu cara untuk mencari keabsahan data dengan cara trianggulasi data: yaitu melakukan diskusi dan curah pendapat dari orang lain atau teman sejawat yang mempunyai perhatian terhadap kegiatan penelitian dan peduli terhadap pendidikan.
L. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman serta penganalisaan data dalam penelitian ini maka sistematika penlisan sebagai berikut:
Bab I adalah Pendahuluan yang berisi tentang penegasan istilah, alasan pemilihan judul, latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka, landasan teoritis, setting penelitian, metodologi penelitian, teknik pengumpulan dan analisa data, sistematika pembahasan.
Bab II berisi tentang kajian tentang media audio visual, langkah-langkah pembelajaran dengan media audio visual di kelas, kelebihan media audio visual dalam mengatasi kesulitan menghafal.
Bab III berisi tentang gambaran umum SDLB Negeri Pangkalpinang, keadaan sarana dan prasarana, guru dan siswa, serta sistem pembelajaran yang dilaksanakan di SDLB Negeri Pangkalpinang.
Bab IV berisi tentang analisis terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan media audio visual dalam Upaya meningkatkan motivasi menghafal surah-surah pendek di kelas IV tunagrahita ringan SDLB Negeri Pangkalpinang
Bab V adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi dan Widodo S, Psikologi Belajar, (Jakarta. Rinneka Cipta : 2004 )
Ardi, Efektifitas metode Sorogan Al Quran terhadap Motivasi Hafalan, dalam WWW. Dunia pendidikan.co.id, 2007 (diakses pada tanggal 11 September 2010)
Depdiknas, Dirjendikdasmen, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta, Direktorat Tenaga Kependidikan: 2004 )
IGAK Wardani Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Anak Berkesulitan Belajar.(Dirjendikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Pengadaan Tenaga Kependidikan, 1996)
Munawir Yusuf , Pendidikan Bagi Anak Dengan Problema Belajar, (Solo. PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri: 2003 )
Pusat Bahasa Departemen Pendidikannasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta. Balai Pustaka : 2007 )
Sri Anitah W, dkk, Strategi Pembelajaran di SD, (Jakarta, Universitas Terbuka, 2008)
Sutjihati Sumantri , Psikologi Anak Luar Biasa, (Depdikbud Dirjendikti, Proyek Pengadaan Tenaga Guru: 1996)
Zakiah Daradjat, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta, Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama, Bumi Aksara: )
Skenario Perbaikan
Tujuan perbaikan : Upaya mengatasi Kesulitan menghafal surat-surat Pendek dengan Metode Reconnecting siswa kelas IV SDLB Negeri Pangkalpinang
Siklus ke : I
Hari/Tanggal : Senin 27 September 2010
Hal yang diperbaiki dan ditingkatkan :
1. Kegiatan Pengembangan :
Pada hari pertama mendengarkan cerita “Bertamasya bersama keluarga” terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kedua kegiatan lebih ditingkatkan menjadi bercerita dengan boneka keluarga “Aku sayang mama dan papa”
Langkah-Langkah Perbaikan
1. Guru mengajak anak-anak duduk membentuk lingkaran
MENYUSURI JEJAK – JEJAK KENANGAN DI PANTAI PASIR KUNING
by Rengga Trianto on Saturday, May 14, 2011 at 7:37pm
MENYUSURI JEJAK – JEJAK KENANGAN DI PANTAI PASIR KUNING
Lembut semilir angin Pantai Pasir Kuning ini, mengingatkanku kepada gadis cikarku. Wulan ……, apa kabar kau kini? Sudah 4 tahun lamanya kita tidak bersua. Entah bagaimana keadaanmu kini. Apakah kau baik – baik saja? Bodohnya aku meninggalkanmu waktu itu, karena amoy yang baru aku kenal di kota Muntok. Aku tahu hatimu waktu itu terluka, sangat terluka karena ulahku. Kenapa dulu aku tega menyakiti hatimu yang lembut bagaikan salju itu. Begitu mudahnya aku mengucapkan kata “perpisahan” dan menjalin kasih dengan Lina yang hanya baru 2 hari ku kenal.
Aku ingat, matamu berurai air mata. Kau memohon agar aku tidak meninggalkanmu. Tapi aku yang terlanjur dibutakan oleh cinta sesaat, pergi meninggalkanmu begitu saja. Wulan gadis cikarku, setelah empat tahun berlalu, kini aku menjejakkan kakiku kembali di Desa Tempilang yang damai dan tenang ini. Kau tahu? Aku langsung ke pantai Pasir Kuning, tempat favorit kita waktu nge-date dulu. Kamu pernah mengatakan, bahwa pantai adalah tempat rekreasi favoritmu. Kata mu, bila berjalan – jalan di pantai, hati menjadi tenang, pikiran pun menjadi damai. Menghirup hembusan semilir anginnya, serasa membangkitkan gairah dan semangat hidup. Kau mengatakannya sambil berjalan menyusuri pantai. Tangan kita saling berpegangan erat. Sesekali kau menyenderkan kepalamu di dadaku. Aku mengusap pelan rambut panjang indahmu. Ahhh ….., begitu romantis saat itu. Bila sudah begitu, mulutmu yang cerewet tak henti – hentinya bercerita tentang desa Tempilang tempat kelahiranmu. Sumpah, aku sendiri sudah bosan mendengarnya. Tapi kau selalu memaksa aku untuk mendengarkannya sambil mencubit gemas perutku.
Wulan, sekarang pandanganku lurus menghadap pantai. Dari ujung sana terlihat indahnya biru air laut. Aku membayangkan, ada wajahmu di sana, tersenyum manis melihatku atau malah menertawakanku yang dengan bodohnya berjalan sendirian sambil mengenang kisah cinta kita yang telah lalu. Aku tahu, bila ada kau disini, pasti kau tertawa lebar – lebar di depan wajahku. Pasti kau akan memaki – maki aku dan menyebut diriku bodoh, tolol …… hah!!! Wulan, aku memang pantas kau beri perlakuan seperti itu. Aku memang bodoh telah mencintai Lina. Dia ternyata tidak mencintaiku. Dia hanya cinta pada uangku saja. Aku benar – benar tidak bisa melupakan kejadian di hari Sabtu yang menyakitkan itu. Tanpa sengaja, aku mendengar perbincangan dia dengan Ibunya. Ibunya menyuruhnya untuk memerasku. Aku dengar sayup – sayup dari perbincangan mereka, ternyata Ibunya memiliki hutang sebesar tiga puluh juta kepada seorang rentenir. Lina dengan wajah tanpa dosa, bersedia menuruti kehendak Ibunya tersebut. Bahkan dia sendiri yang mengatur rencana tersebut dengan rapi, membuatku tidak sadar bahwa aku sedang diperas.
Lina …. Lina ….., seandainya kau tahu. Aku ini tidak kaya. Yang kaya adalah orang tuaku. Aku hanya diberi fasilitas saja. Begitu mudah kau silau dengan mobil yang aku pakai, silau dengan kartu ATM dan kartu kredit yang aku punya. Dihari Sabtu yang menyakitkan itu, aku mengajak dia ke pantai Tanjung Kalian, tepat di bawah Mercusuar Tua peninggalan zaman Belanda tempat kami pertama kali bertemu, aku memutuskan tali percintaanku dengan dengannya. Menyakitkan memang. Tapi untuk apa aku menjalani jalinan cinta yang hanya didasari oleh uang, bukan cinta.
Tidak seperti kau Wulan. Kau mencintaiku karena kau cinta, bukan karena aku anak orang kaya. Kau pernah bilang, uang bukan segala – galanya. Uang tidak dibawa mati. Uang hanya titipan. Tapi cinta? Cinta sejati tidak akan pernah mati, mesti sang kekasih meninggalkannya. Wulan, begitu tulus kau mencintaiku. Aku berharap cinta sejati itu masih ada dihatimu untukku.
Wulan ……, kakiku menginjak sesuatu. Ternyata kerang. Kau ingat, aku pernah memberimu kulit kerang kecil berwarna putih mulus ini kepadamu. Kataku ….. putihnya kulit kerang ini seputih cintaku kepadamu. Kau tertawa kecil dan mengatakan kalau aku ini “gombal”, terus kau mengatakan, “Sudah berapa wanita yang kau beri kerang sambil mengucapkan kata – kata seperti itu?”, aku tersipu malu. Lalu aku kejar dirimu yang berlari – lari kecil menyusuri pantai. Aku berhasil menangkapku. Lalu aku peluk dirimu erat. Dalam pelukan itu, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, apalagi menyakiti hatimu. Tapi Wulan, kau lihat sendiri. Aku langgar janjiku itu. Aku mengkhianatimu. Aku menduakanmu. Oh ……. Tuhan, kenapa aku laki – laki diciptakan begitu mudahnya tergoda kepada rayuan seorang wanita. Seandainya aku tidak mengkhianatimu, mungkin saat ini kita telah menjadi sepasang suami istri.
Kita berpacaran cukup lama ya Wulan, dua tahun. Pertama kali bertemu waktu acara pesta adat tahunan terbesar di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Perang Ketupat. Aku waktu itu yang hanya menjadi penonton, begitu kagum melihatmu, wanita satu – satunya di arena Perang Ketupat yang di dalamnya terdapat laki – laki semua. Kau begitu bersemangat melempar gumpalan – gumpalan ketupat ke arah lawan. Kau tidak peduli dengan keadaanmu yang berantakan terkena lemparan ketupat. Bahkan wajahmu yang putih berubah menjadi merah terkena sinar matahari. Kau terlihat begitu maskulin waktu itu. Mungkin karena waktu itu rambutmu masih pendek sebatas leher dan kau ikat kuda ke belakang. Aku terus menyorakimu …. Ayo …. Ayo…, namun tiba – tiba kau menarik lenganku dan mengajakku ikut bergabung. Kontan aku terkejut. Tapi karena sudah terlanjur, akhirnya aku jadi ikut berperang di arena.
Lucu bila mengenang kejadian itu. Sehabis perang, aku langsung menghampirimu dan berkenalan. Kau begitu ramah ketika menjabat tanganku sambil menyebutkan namamu, begitupun sebaliknya aku. Pertemuan kita terus berlanjut, hingga akhirnya kita memutuskan untuk pacaran. Jujur Wulan, waktu berpacaran denganmu, aku capek sekali. Capek karena aku mesti ngapelin kamu dari Pangkalpinang ke Tempilang. Ngapelnya pun bukan malam Minggu, tapi hari Minggu. Tapi aku rela wulan. Habis, kalau tidak bertemu, rasanya rindu sekali. Kerjapun jadi tidak konsen, meski sudah ada handphone, tetap saja ritual ketemuan harus dilakoni.
Pernah waktu itu aku sedang menuju ke rumah mu. Ban mobilku kempes terkena paku. Ha … ha … ha …, habis jalanan menuju ke rumahmu belum di aspal, masih tanah merah dan paku tersebut entah dari mana datangnya. Untung aku membawa ban serep, sehingga dengan cepat langsung ku ganti dan segera ke rumahmu.
Kau ingat Wulan, aku begitu takut waktu pertama kali berkenalan dengan orangtuamu. Terutama dengan Ayahmu. Aku membayangkan pasti aku akan dilarang berpacaran denganmu. Karena kau adalah anak perempuan kesayangan satu – satunya dalam keluarga. Namun, kejadian yang ku takutkan tidak terjadi. Malahan orangtuamu welcome sekali terhadapku. Ayahmu pernah berkata, “Jang, tulong jage anek gadis ko ne satu – satu e ni, jangen sampai ka gi nyaket ati e. betunanglah yang serius, yang bener, jangen dibuet maen – maen.” Begitu kata Ayahmu dengan logat bahasa Bangka yang kental.
Pak Sahanan, aku mohon maaf tidak bisa memenuhi permintaan Bapak. Aku memang laki – laki bodoh, pecundang!!! Aku tidak pantas dititipkan seorang wanita yang begitu baik hatinya untuk kujadikan seorang kekasih.
Wulan, aku tidak tahu bagaimana reaksi Ayahmu waktu aku meninggalkanmu. Mungkin aku tidak sanggup menatap wajahnya bila seandainya aku harus bertemu dengannya. Begitu malunya aku, sampai kata maaf ku pun mungkin tidak akan sempat meluncur dari mulutku. Begitu berdosanya aku Wulan. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa lalu, masa sewaktu kita masih bersama. Aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu. Begitu banyak hati yang telah ku buat terluka oleh perbuatanku.
Wulan ….. hari ini hari Raya Idul Fitri. Momen yang tepat untukku meminta maaf kepadamu dan kedua orangtuamu. Sewaktu aku ke sini tadi, aku melihat iring – iringan serombongan laki – laki berpakaian muslim, ada yang memakai sarung. Ada juga yang memakai celana panjang, berjalan beriringan membawa dulang berwarna merah bergaris kuning hitam menuju Masjid Jami’ yang terletak di pinggir jalan Desa Tempilang. Itu acara nganggung kan Wulan? Aku berhenti sejenak. Mataku berkeliling mencari – cari sosok Ayahmu. Tapi tidak ketemu. Akupun sempat berniat melajukan mobilku menuju ke arah rumahmu, tapi ku urungkan niatku, karena aku masih belum mempunyai nyali untuk menemuimu. Akhirnya, aku menuju ke pantai ini, Pantai Pasir Kuning. Ku buka buku agendaku. Ku ambil fotomu. Ku pandangi sambil berjalan menyusuri pantai, mengenang kenangan indah kita.
Di pantai ini, aku masih mengumpulkan segenap keberanianku untuk menemuimu dan orangtuamu. Wulan…… aku tidak mengharapkan apa – apa. Aku hanya ingin meminta maaf. Untuk mengharapkan cintamu, rasanya sudah tidak mungkin. Sekarang aku siap menemuimu, apapun yang terjadi, aku siap menerimanya.
***
Angga bergegas pergi meninggalkan Pantai Pasir Kuning. Ketika dia akan melangkahkan kaki menuju mobilnya, alangkah terkejutnya dia saat melihat sosok wanita seperti Wulan berdiri seorang diri sambil menatap ke arah pantai, Angga bertanya dalam hati, “Wulan…. Apakah itu kamu … ??” ketika Angga akan mendekatinya, mendadak sosok Wanita itu memalingkan wajahnya dan tersenyum manis ke arahnya. Jantung Angga berdesir. Semilir angin begitu lembut menerpa, sehingga membuat rambut wanita itu tergerai pelan. Angga berkata lirih, “Ternyata Wulan ……, Wulan!!!! Panggilnya. Namun seketika sosok wanita itu menghilang tanpa jejak di hadapannya. Tubuhnya seakan ikut melayang pergi mengikuti arus semilir angin Pantai Pasir Kuning yang sejuk.
Angga terdiam terpaku seribu Tanya.
PRIA BERKAOS MERAH
by Rengga Trianto on Saturday, May 14, 2011 at 7:32pm
PRIA BERKAOS MERAH
“Kaos merah …… kaos merah”
Kata – kata itu memenuhi seluruh ruang otakku. Mataku berkeliling ke segala penjuru toko buku, mencari - cari sosok pria berkaos merah tersebut. Satu dua orang yang masuk ku seleksi berdasarkan kaos yang mereka pakai. Hemm,, seperti orang yang kurang kerjaan saja aku. Sembari memegang majalah dan membolak – balik lembarannya, mataku melirik – lirik sekilas, mengawasi orang – orang yang berlalu lalang di dalam toko buku dengan tatapan yang mencurigakan. Srettt …… sekilas aku melihat pria memakai kaos berwarna merah. Deg!!! Jantungku berdegup kencang. Jangan – jangan pria ini lagi yang sedari kemarin selalu memaksa aku untuk ketemuan. Ku cek sms yang masuk ke dalam inbox message hapeku. Ku baca sms yang masuk Lima menit yang lalu itu.
“Aku pake kaos merah lengan pendek.”
Ku lirik lagi pria berkaos merah tersebut. Tapi dia memakai kaos merah berlengan panjang. Lagipula pria tersebut tidak berlama – lama di dalam toko buku dan langsung keluar begitu saja tanpa membeli sesuatu. Huftt!! Ke,mana dia? Gerutuku dalam hati dengan rasa jengkel. Sudah hampir dua puluh menit lamanya aku menunggu di sini. Ku rogoh hape yang ada di dalam tasku. Ku sms kembali pria misterius tersebut.
“Dimana kamu sekarang?” tanyaku. Semenit kemudian dia membalas.
“Aku udah nyampe ni.” Balasnya.
Cepat – cepat ku dongakkan kepalaku melihat ke arah pintu masuk toko buku. Ku edarkan bola mataku ke sekeliling ruangan. Aku bergumam sendiri, kemanakah pria berkaos merah tersebut?
Aku berjalan perlahan ke arah deretan rak buku – buku bertemakan Psikologi. Ku edarkan kembali mataku menjelajah setiap deretan rak buku yang di depannya berdiri satu sampai tiga orang pengunjung yang hanya sekedar melihat – lihat ataupun hanya sekedar membaca kilasan resensi isi buku – buku yang tersusun rapi di rak – rak tersebut.. masih belum kutemukan juga sosok pria berkaos merah yang misterius tersebut. Hatiku mulai kesal. Ku ambil kembali hapeku. Aku sms dia sekali lagi.
“Kamu di mananya?”
Tak sampai satu menit, dia membalas.
“Aku udah di dalem ni.”
Brengsek!!! Pikirku dalam hati. Aku tahu dia pasti bersembunyi. Entah di balik rak – rak buku atau di kerumunan orang – orang yang pada berjejal berebutan untuk melihat novel – novel cuci gudang berharga diskon yang tersusun rapi di rak paling ujung dari toko buku ini.
Ku percepat langkahku menuju ke kerumunan orang – orang tersebut. Berharap sosok pria berkaos merah lengan pendek berada disitu. Kembali aku celingukan kesana kemari persis orang bingung mencari sosok pria misterius tersebut. Tetap tidak kutemukan.
Hatiku mulai panas. Aku kembali menuju deretan rak majalah. Ku ambil hapeku. Kali ini aku tidak berniat untuk mengirim pesan kepadanya, melainkan aku akan menelponnya. Ku dial nomornya dan terdengarlah nada sambung pribadi lagu Armada “Ku hanya ingin setia”. Sebuah lagu cinta menyentuh hati yang sebenarnya tidak ingin lagi aku dengar, karena telah mengingatkanku kepada mantan pacarku, Abdi. Aku benci bila harus mengingat bagaimana dia memutuskanku dan rela memilih wanita pilihan orang tuanya. Lirik lagu Armada tersebut sangat pas dengan tragedy cintaku tersebut. Ohhh ….. seandainya lagu tersebut tidak pernah rilis ke pasaran.
Sekali refrain lagu Armada telah berlalu. Telponku tak kunjung diangkat. Kedua kalinya refrain lagu Armada terdengar, telponku di reject olehnya. SIAL!!!! Umpatku dalam hati. Tak banyak berpikir lagi, satu kata langsung terlintas di dalam otakku, AKU DIKERJAI!!!!. Dengan cepat aku menarik kesimpulan. Dia tidak memakai kaos merah, tapi dia memakai kaos berwarna lain.
Benar – benar brengsek!!! Bagaimana mungkin aku bisa menemukan orang di dalam toko buku ini yang memakai kaos merah sementara dia sendiri sebenarnya tidak memakai kaos berwarna merah.
Aku yakin dia memakai kaos berwarna lain dan semua lelaki di dalam toko buku ini bisa dijadikan tersangka!!. Jrengg …. Jrenggg … saatnya aku mengambil taktik yang lain. Ku telpon kembali nomornya secara diam – diam. Sambil menelpon, aku mengendap – ngendap di antara deretan rak – rak buku sambil melihat ke semua lelaki yang ada di dalam toko buku berharap salah satu dari mereka ada yang mengangkat telpon. Barang siapa yang mengangkat telpon. Grab!!!! Dia lah tersangka utamanya!!!
Lagu Armada masih mengalun, namun tak satu pun lelaki yang mengangkat telpon. Sial!! Sial!! Sial!!!, dia ternyata lebih pintar. Mungkin saja dia tidak berada di dalam toko buku ini melainkan berada di luar. Ku lihat ke arah dinding kaca yang memisahkan toko buku dengan para penjual pakaian di mall ini. Orang – orang berlalu lalang, namun tidak ada yang bersikap mencurigakan. Aku semakin bingung. Pikiranku mulai aneh – aneh saja. Jangan – jangan dia pemilik toko buku ini dan dengan mudahnya dia mengintaiku dari seperangkat kamera CCTV. Huh…. Seperti mata – mata saja.
Dalam kebingunganku tersebut tiba – tiba hapeku berbunyi. Ada sms masuk. Ku buka sms tersebut.
“Kamu yang berdiri di deretan rak majalah itu kan?”
Deg!! Aku terkejut. Dia tahu aku berdiri di deretan rak ini. Aku semakin yakin dia sebenarnya ada di dalam toko buku ini. Sedari lama dia telah melihatku dan aku yakin dia sedang berdiri di belakangku sekarang. Aku belum menoleh. Pelan – pelan ku balas smsnya.
“Iya bener. Kamu di mana sih?” tanyaku gemas. Lalu dia membalas.
“Sorry ya, telah membuang – buang waktu kamu, salam kenal aja. Bye.”
“Lho?? Kenapa ???” balasku heran. Ku berondong lagi dia dengan serentetan sms berikutnya.
“Cepat temui aku disini.” Desakku. Namun dia tak kunjung membalas. Cepat – cepat ku balikkan badanku melihat siapa yang ada di belakangku. Srettt!!! Sesosok pria tinggi, berkulit putih sekelebat keluar dari toko buku. Dia tidak memakai kaos merah. Dia memakai kaos berwarna biru laut. Spontan aku berlari ke arahnya. Tapi aku tidak berani memanggilnya. Sosok itu sangat ku kenal. Ya…. Aku mengenalnya. Dia tidak asing bagiku. Perawakannya yang familiar di mataku walaupun terlihat dari belakang mengingatku pada seseorang di masa laluku. Dia Abdi, mantan pacarku.
Abdi, thanks untuk hari ini.
MENYUSURI JEJAK – JEJAK KENANGAN DI PANTAI PASIR KUNING
Lembut semilir angin Pantai Pasir Kuning ini, mengingatkanku kepada gadis cikarku. Wulan ……, apa kabar kau kini? Sudah 4 tahun lamanya kita tidak bersua. Entah bagaimana keadaanmu kini. Apakah kau baik – baik saja? Bodohnya aku meninggalkanmu waktu itu, karena amoy yang baru aku kenal di kota Muntok. Aku tahu hatimu waktu itu terluka, sangat terluka karena ulahku. Kenapa dulu aku tega menyakiti hatimu yang lembut bagaikan salju itu. Begitu mudahnya aku mengucapkan kata “perpisahan” dan menjalin kasih dengan Lina yang hanya baru 2 hari ku kenal.
Aku ingat, matamu berurai air mata. Kau memohon agar aku tidak meninggalkanmu. Tapi aku yang terlanjur dibutakan oleh cinta sesaat, pergi meninggalkanmu begitu saja. Wulan gadis cikarku, setelah empat tahun berlalu, kini aku menjejakkan kakiku kembali di Desa Tempilang yang damai dan tenang ini. Kau tahu? Aku langsung ke pantai Pasir Kuning, tempat favorit kita waktu nge-date dulu. Kamu pernah mengatakan, bahwa pantai adalah tempat rekreasi favoritmu. Kata mu, bila berjalan – jalan di pantai, hati menjadi tenang, pikiran pun menjadi damai. Menghirup hembusan semilir anginnya, serasa membangkitkan gairah dan semangat hidup. Kau mengatakannya sambil berjalan menyusuri pantai. Tangan kita saling berpegangan erat. Sesekali kau menyenderkan kepalamu di dadaku. Aku mengusap pelan rambut panjang indahmu. Ahhh ….., begitu romantis saat itu. Bila sudah begitu, mulutmu yang cerewet tak henti – hentinya bercerita tentang desa Tempilang tempat kelahiranmu. Sumpah, aku sendiri sudah bosan mendengarnya. Tapi kau selalu memaksa aku untuk mendengarkannya sambil mencubit gemas perutku.
Wulan, sekarang pandanganku lurus menghadap pantai. Dari ujung sana terlihat indahnya biru air laut. Aku membayangkan, ada wajahmu di sana, tersenyum manis melihatku atau malah menertawakanku yang dengan bodohnya berjalan sendirian sambil mengenang kisah cinta kita yang telah lalu. Aku tahu, bila ada kau disini, pasti kau tertawa lebar – lebar di depan wajahku. Pasti kau akan memaki – maki aku dan menyebut diriku bodoh, tolol …… hah!!! Wulan, aku memang pantas kau beri perlakuan seperti itu. Aku memang bodoh telah mencintai Lina. Dia ternyata tidak mencintaiku. Dia hanya cinta pada uangku saja. Aku benar – benar tidak bisa melupakan kejadian di hari Sabtu yang menyakitkan itu. Tanpa sengaja, aku mendengar perbincangan dia dengan Ibunya. Ibunya menyuruhnya untuk memerasku. Aku dengar sayup – sayup dari perbincangan mereka, ternyata Ibunya memiliki hutang sebesar tiga puluh juta kepada seorang rentenir. Lina dengan wajah tanpa dosa, bersedia menuruti kehendak Ibunya tersebut. Bahkan dia sendiri yang mengatur rencana tersebut dengan rapi, membuatku tidak sadar bahwa aku sedang diperas.
Lina …. Lina ….., seandainya kau tahu. Aku ini tidak kaya. Yang kaya adalah orang tuaku. Aku hanya diberi fasilitas saja. Begitu mudah kau silau dengan mobil yang aku pakai, silau dengan kartu ATM dan kartu kredit yang aku punya. Dihari Sabtu yang menyakitkan itu, aku mengajak dia ke pantai Tanjung Kalian, tepat di bawah Mercusuar Tua peninggalan zaman Belanda tempat kami pertama kali bertemu, aku memutuskan tali percintaanku dengan dengannya. Menyakitkan memang. Tapi untuk apa aku menjalani jalinan cinta yang hanya didasari oleh uang, bukan cinta.
Tidak seperti kau Wulan. Kau mencintaiku karena kau cinta, bukan karena aku anak orang kaya. Kau pernah bilang, uang bukan segala – galanya. Uang tidak dibawa mati. Uang hanya titipan. Tapi cinta? Cinta sejati tidak akan pernah mati, mesti sang kekasih meninggalkannya. Wulan, begitu tulus kau mencintaiku. Aku berharap cinta sejati itu masih ada dihatimu untukku.
Wulan ……, kakiku menginjak sesuatu. Ternyata kerang. Kau ingat, aku pernah memberimu kulit kerang kecil berwarna putih mulus ini kepadamu. Kataku ….. putihnya kulit kerang ini seputih cintaku kepadamu. Kau tertawa kecil dan mengatakan kalau aku ini “gombal”, terus kau mengatakan, “Sudah berapa wanita yang kau beri kerang sambil mengucapkan kata – kata seperti itu?”, aku tersipu malu. Lalu aku kejar dirimu yang berlari – lari kecil menyusuri pantai. Aku berhasil menangkapku. Lalu aku peluk dirimu erat. Dalam pelukan itu, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, apalagi menyakiti hatimu. Tapi Wulan, kau lihat sendiri. Aku langgar janjiku itu. Aku mengkhianatimu. Aku menduakanmu. Oh ……. Tuhan, kenapa aku laki – laki diciptakan begitu mudahnya tergoda kepada rayuan seorang wanita. Seandainya aku tidak mengkhianatimu, mungkin saat ini kita telah menjadi sepasang suami istri.
Kita berpacaran cukup lama ya Wulan, dua tahun. Pertama kali bertemu waktu acara pesta adat tahunan terbesar di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Perang Ketupat. Aku waktu itu yang hanya menjadi penonton, begitu kagum melihatmu, wanita satu – satunya di arena Perang Ketupat yang di dalamnya terdapat laki – laki semua. Kau begitu bersemangat melempar gumpalan – gumpalan ketupat ke arah lawan. Kau tidak peduli dengan keadaanmu yang berantakan terkena lemparan ketupat. Bahkan wajahmu yang putih berubah menjadi merah terkena sinar matahari. Kau terlihat begitu maskulin waktu itu. Mungkin karena waktu itu rambutmu masih pendek sebatas leher dan kau ikat kuda ke belakang. Aku terus menyorakimu …. Ayo …. Ayo…, namun tiba – tiba kau menarik lenganku dan mengajakku ikut bergabung. Kontan aku terkejut. Tapi karena sudah terlanjur, akhirnya aku jadi ikut berperang di arena.
Lucu bila mengenang kejadian itu. Sehabis perang, aku langsung menghampirimu dan berkenalan. Kau begitu ramah ketika menjabat tanganku sambil menyebutkan namamu, begitupun sebaliknya aku. Pertemuan kita terus berlanjut, hingga akhirnya kita memutuskan untuk pacaran. Jujur Wulan, waktu berpacaran denganmu, aku capek sekali. Capek karena aku mesti ngapelin kamu dari Pangkalpinang ke Tempilang. Ngapelnya pun bukan malam Minggu, tapi hari Minggu. Tapi aku rela wulan. Habis, kalau tidak bertemu, rasanya rindu sekali. Kerjapun jadi tidak konsen, meski sudah ada handphone, tetap saja ritual ketemuan harus dilakoni.
Pernah waktu itu aku sedang menuju ke rumah mu. Ban mobilku kempes terkena paku. Ha … ha … ha …, habis jalanan menuju ke rumahmu belum di aspal, masih tanah merah dan paku tersebut entah dari mana datangnya. Untung aku membawa ban serep, sehingga dengan cepat langsung ku ganti dan segera ke rumahmu.
Kau ingat Wulan, aku begitu takut waktu pertama kali berkenalan dengan orangtuamu. Terutama dengan Ayahmu. Aku membayangkan pasti aku akan dilarang berpacaran denganmu. Karena kau adalah anak perempuan kesayangan satu – satunya dalam keluarga. Namun, kejadian yang ku takutkan tidak terjadi. Malahan orangtuamu welcome sekali terhadapku. Ayahmu pernah berkata, “Jang, tulong jage anek gadis ko ne satu – satu e ni, jangen sampai ka gi nyaket ati e. betunanglah yang serius, yang bener, jangen dibuet maen – maen.” Begitu kata Ayahmu dengan logat bahasa Bangka yang kental.
Pak Sahanan, aku mohon maaf tidak bisa memenuhi permintaan Bapak. Aku memang laki – laki bodoh, pecundang!!! Aku tidak pantas dititipkan seorang wanita yang begitu baik hatinya untuk kujadikan seorang kekasih.
Wulan, aku tidak tahu bagaimana reaksi Ayahmu waktu aku meninggalkanmu. Mungkin aku tidak sanggup menatap wajahnya bila seandainya aku harus bertemu dengannya. Begitu malunya aku, sampai kata maaf ku pun mungkin tidak akan sempat meluncur dari mulutku. Begitu berdosanya aku Wulan. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa lalu, masa sewaktu kita masih bersama. Aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu. Begitu banyak hati yang telah ku buat terluka oleh perbuatanku.
Wulan ….. hari ini hari Raya Idul Fitri. Momen yang tepat untukku meminta maaf kepadamu dan kedua orangtuamu. Sewaktu aku ke sini tadi, aku melihat iring – iringan serombongan laki – laki berpakaian muslim, ada yang memakai sarung. Ada juga yang memakai celana panjang, berjalan beriringan membawa dulang berwarna merah bergaris kuning hitam menuju Masjid Jami’ yang terletak di pinggir jalan Desa Tempilang. Itu acara nganggung kan Wulan? Aku berhenti sejenak. Mataku berkeliling mencari – cari sosok Ayahmu. Tapi tidak ketemu. Akupun sempat berniat melajukan mobilku menuju ke arah rumahmu, tapi ku urungkan niatku, karena aku masih belum mempunyai nyali untuk menemuimu. Akhirnya, aku menuju ke pantai ini, Pantai Pasir Kuning. Ku buka buku agendaku. Ku ambil fotomu. Ku pandangi sambil berjalan menyusuri pantai, mengenang kenangan indah kita.
Di pantai ini, aku masih mengumpulkan segenap keberanianku untuk menemuimu dan orangtuamu. Wulan…… aku tidak mengharapkan apa – apa. Aku hanya ingin meminta maaf. Untuk mengharapkan cintamu, rasanya sudah tidak mungkin. Sekarang aku siap menemuimu, apapun yang terjadi, aku siap menerimanya.
***
Angga bergegas pergi meninggalkan Pantai Pasir Kuning. Ketika dia akan melangkahkan kaki menuju mobilnya, alangkah terkejutnya dia saat melihat sosok wanita seperti Wulan berdiri seorang diri sambil menatap ke arah pantai, Angga bertanya dalam hati, “Wulan…. Apakah itu kamu … ??” ketika Angga akan mendekatinya, mendadak sosok Wanita itu memalingkan wajahnya dan tersenyum manis ke arahnya. Jantung Angga berdesir. Semilir angin begitu lembut menerpa, sehingga membuat rambut wanita itu tergerai pelan. Angga berkata lirih, “Ternyata Wulan ……, Wulan!!!! Panggilnya. Namun seketika sosok wanita itu menghilang tanpa jejak di hadapannya. Tubuhnya seakan ikut melayang pergi mengikuti arus semilir angin Pantai Pasir Kuning yang sejuk.
Angga terdiam terpaku seribu Tanya.
PRIA BERKAOS MERAH
by Rengga Trianto on Saturday, May 14, 2011 at 7:32pm
PRIA BERKAOS MERAH
“Kaos merah …… kaos merah”
Kata – kata itu memenuhi seluruh ruang otakku. Mataku berkeliling ke segala penjuru toko buku, mencari - cari sosok pria berkaos merah tersebut. Satu dua orang yang masuk ku seleksi berdasarkan kaos yang mereka pakai. Hemm,, seperti orang yang kurang kerjaan saja aku. Sembari memegang majalah dan membolak – balik lembarannya, mataku melirik – lirik sekilas, mengawasi orang – orang yang berlalu lalang di dalam toko buku dengan tatapan yang mencurigakan. Srettt …… sekilas aku melihat pria memakai kaos berwarna merah. Deg!!! Jantungku berdegup kencang. Jangan – jangan pria ini lagi yang sedari kemarin selalu memaksa aku untuk ketemuan. Ku cek sms yang masuk ke dalam inbox message hapeku. Ku baca sms yang masuk Lima menit yang lalu itu.
“Aku pake kaos merah lengan pendek.”
Ku lirik lagi pria berkaos merah tersebut. Tapi dia memakai kaos merah berlengan panjang. Lagipula pria tersebut tidak berlama – lama di dalam toko buku dan langsung keluar begitu saja tanpa membeli sesuatu. Huftt!! Ke,mana dia? Gerutuku dalam hati dengan rasa jengkel. Sudah hampir dua puluh menit lamanya aku menunggu di sini. Ku rogoh hape yang ada di dalam tasku. Ku sms kembali pria misterius tersebut.
“Dimana kamu sekarang?” tanyaku. Semenit kemudian dia membalas.
“Aku udah nyampe ni.” Balasnya.
Cepat – cepat ku dongakkan kepalaku melihat ke arah pintu masuk toko buku. Ku edarkan bola mataku ke sekeliling ruangan. Aku bergumam sendiri, kemanakah pria berkaos merah tersebut?
Aku berjalan perlahan ke arah deretan rak buku – buku bertemakan Psikologi. Ku edarkan kembali mataku menjelajah setiap deretan rak buku yang di depannya berdiri satu sampai tiga orang pengunjung yang hanya sekedar melihat – lihat ataupun hanya sekedar membaca kilasan resensi isi buku – buku yang tersusun rapi di rak – rak tersebut.. masih belum kutemukan juga sosok pria berkaos merah yang misterius tersebut. Hatiku mulai kesal. Ku ambil kembali hapeku. Aku sms dia sekali lagi.
“Kamu di mananya?”
Tak sampai satu menit, dia membalas.
“Aku udah di dalem ni.”
Brengsek!!! Pikirku dalam hati. Aku tahu dia pasti bersembunyi. Entah di balik rak – rak buku atau di kerumunan orang – orang yang pada berjejal berebutan untuk melihat novel – novel cuci gudang berharga diskon yang tersusun rapi di rak paling ujung dari toko buku ini.
Ku percepat langkahku menuju ke kerumunan orang – orang tersebut. Berharap sosok pria berkaos merah lengan pendek berada disitu. Kembali aku celingukan kesana kemari persis orang bingung mencari sosok pria misterius tersebut. Tetap tidak kutemukan.
Hatiku mulai panas. Aku kembali menuju deretan rak majalah. Ku ambil hapeku. Kali ini aku tidak berniat untuk mengirim pesan kepadanya, melainkan aku akan menelponnya. Ku dial nomornya dan terdengarlah nada sambung pribadi lagu Armada “Ku hanya ingin setia”. Sebuah lagu cinta menyentuh hati yang sebenarnya tidak ingin lagi aku dengar, karena telah mengingatkanku kepada mantan pacarku, Abdi. Aku benci bila harus mengingat bagaimana dia memutuskanku dan rela memilih wanita pilihan orang tuanya. Lirik lagu Armada tersebut sangat pas dengan tragedy cintaku tersebut. Ohhh ….. seandainya lagu tersebut tidak pernah rilis ke pasaran.
Sekali refrain lagu Armada telah berlalu. Telponku tak kunjung diangkat. Kedua kalinya refrain lagu Armada terdengar, telponku di reject olehnya. SIAL!!!! Umpatku dalam hati. Tak banyak berpikir lagi, satu kata langsung terlintas di dalam otakku, AKU DIKERJAI!!!!. Dengan cepat aku menarik kesimpulan. Dia tidak memakai kaos merah, tapi dia memakai kaos berwarna lain.
Benar – benar brengsek!!! Bagaimana mungkin aku bisa menemukan orang di dalam toko buku ini yang memakai kaos merah sementara dia sendiri sebenarnya tidak memakai kaos berwarna merah.
Aku yakin dia memakai kaos berwarna lain dan semua lelaki di dalam toko buku ini bisa dijadikan tersangka!!. Jrengg …. Jrenggg … saatnya aku mengambil taktik yang lain. Ku telpon kembali nomornya secara diam – diam. Sambil menelpon, aku mengendap – ngendap di antara deretan rak – rak buku sambil melihat ke semua lelaki yang ada di dalam toko buku berharap salah satu dari mereka ada yang mengangkat telpon. Barang siapa yang mengangkat telpon. Grab!!!! Dia lah tersangka utamanya!!!
Lagu Armada masih mengalun, namun tak satu pun lelaki yang mengangkat telpon. Sial!! Sial!! Sial!!!, dia ternyata lebih pintar. Mungkin saja dia tidak berada di dalam toko buku ini melainkan berada di luar. Ku lihat ke arah dinding kaca yang memisahkan toko buku dengan para penjual pakaian di mall ini. Orang – orang berlalu lalang, namun tidak ada yang bersikap mencurigakan. Aku semakin bingung. Pikiranku mulai aneh – aneh saja. Jangan – jangan dia pemilik toko buku ini dan dengan mudahnya dia mengintaiku dari seperangkat kamera CCTV. Huh…. Seperti mata – mata saja.
Dalam kebingunganku tersebut tiba – tiba hapeku berbunyi. Ada sms masuk. Ku buka sms tersebut.
“Kamu yang berdiri di deretan rak majalah itu kan?”
Deg!! Aku terkejut. Dia tahu aku berdiri di deretan rak ini. Aku semakin yakin dia sebenarnya ada di dalam toko buku ini. Sedari lama dia telah melihatku dan aku yakin dia sedang berdiri di belakangku sekarang. Aku belum menoleh. Pelan – pelan ku balas smsnya.
“Iya bener. Kamu di mana sih?” tanyaku gemas. Lalu dia membalas.
“Sorry ya, telah membuang – buang waktu kamu, salam kenal aja. Bye.”
“Lho?? Kenapa ???” balasku heran. Ku berondong lagi dia dengan serentetan sms berikutnya.
“Cepat temui aku disini.” Desakku. Namun dia tak kunjung membalas. Cepat – cepat ku balikkan badanku melihat siapa yang ada di belakangku. Srettt!!! Sesosok pria tinggi, berkulit putih sekelebat keluar dari toko buku. Dia tidak memakai kaos merah. Dia memakai kaos berwarna biru laut. Spontan aku berlari ke arahnya. Tapi aku tidak berani memanggilnya. Sosok itu sangat ku kenal. Ya…. Aku mengenalnya. Dia tidak asing bagiku. Perawakannya yang familiar di mataku walaupun terlihat dari belakang mengingatku pada seseorang di masa laluku. Dia Abdi, mantan pacarku.
Abdi, thanks untuk hari ini.
CATATAN HARIAN MARIO TEGUH
Sahabat saya yang sedang membangun
kehidupan yang baik,
Sekarang atau nanti,
kita semua pasti pasti diminta
…mempertanggung-jawabkan penggunaan usia kita.
Kita akan selalu dibandingkan dengan mereka
yang lebih muda dan yang kurang beruntung
daripada kita, tapi berhasil menjadikan
diri mereka sendiri hebat, sejahtera, dan anggun.
Tidak semua orang menjadi sebagaimana
dia seharusnya bisa menjadi.
Mario Teguh
kehidupan yang baik,
Sekarang atau nanti,
kita semua pasti pasti diminta
…mempertanggung-jawabkan penggunaan usia kita.
Kita akan selalu dibandingkan dengan mereka
yang lebih muda dan yang kurang beruntung
daripada kita, tapi berhasil menjadikan
diri mereka sendiri hebat, sejahtera, dan anggun.
Tidak semua orang menjadi sebagaimana
dia seharusnya bisa menjadi.
Mario Teguh
laporan siklus bab iv
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian
Pra Siklus
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada tahap pra siklus merupakan pembelajaran biasa, artinya pembelajaran dalam pelaksanaannya tidak berbeda dengan sistem belajar mengajar biasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2011 mata pelajaran Agama Islam. Pembelajaran dilaksanakan sesuai rencana program pembelajaran (RPP). Kegiatan ini secara terperinci dimulai dengan apersepsi, kemudian guru menjelaskan materi secara umum yaitu materi hafalan surat-surat pendek. Adapun metode yang digunakan yaitu metode ceramah, dan melanjutkan bacaan. Siswa diberi pula kesempatan untuk menghafal bersama-sama. Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak menggunakan media.
Kegiatan penutup pembelajaran guru memberikan evaluasi dimana siswa menghafal surat-surat pendek secara bergantian. Pada tahap ini hasil evaluasi digunakan sebagai dasar evaluasi pencapaian kriteria ketuntasan belajar yang telah ditentukan sekolah. Selain hasil evaluasi bersifat akademik juga tidak luput mendapat perhatian yaitu aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, perhatian anak terhadap media dan minat anak untuk mengikuti proses pembelajaran. Hasil evaluasi kemampuan hafalan yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, akan diteliti dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan bersama teman sejawat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat pendek anak. Penelitian tindakan untuk perbaikan dimulai dari siklus I
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Pra Siklus dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 57,97. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2145/37=57,97.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 37,83 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 14/37=37,83.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran pra siklus sebanyak 14 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, kriteria untuk menetukan aktif tidaknya anak ada 4 nilai kategori yaitu nilai 1 kategori tidak peduli, Nilai 2 kategori kurang, Nilai 3 kategori mengikuti dan Nilai 4 kategori aktif. Dalam jumlah secara angka siswa paling tinggi pada tingkat mengikuti dengan jumlah 23 anak, perhatian anak terhadap media tertinggi pada tingkat mengikuti dengan jumlah 18 anak, minat siswa untuk menghafal paling tinggi kategori mengikuti berjumlah 26 anak.
Nilai hasil evaluasi belajar pra siklus dapat dilihat pada tabel berikut:
Grafik 1. Perolehan Nilai Aspek Pra Siklus
Pada pra siklus ini rata-rata yang diperoleh mencapai 57,97 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 37,83 %, jumlah siswa yang tuntas 14 anak. Anak yang aktif 0 dengan kata lain anak belum aktif dalam belajar. Aspek mengikuti pembelajaran 23 anak kriteria tertinggi nilai 3. Perhatian anak nilai tertinggi 3 dengan jumlah 18 anak. Dan minat anak dalam menghafal 27 anak mendapat nilai kriteria 3. Jumlah nilai kriteria tertinggi 148.
Dasar pemikiran penyebab karena guru belum menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran. Perhatian yang menyeluruh kepada seluruh anak saat belajar dapat menjadi penyebab nilai anak yang rendah. Dalam kegiatan belajar dirasakan perhatian secara indivudual tidak dilaksanakan, perhatian hanya pada anak yang aktif. Karena anak yang aktif di kelas selalu berusaha mengeksplor kemampuan mereka. Mereka aktif untuk menunjukan kemampuan mereka. Anak yang tergolong memiliki kemampuan biasa mereka menjadi tidak terpola untuk aktif dan partisipasi, mereka dalam belajar sedikit terabaikan. Anak yang kurang aktif tidak mendapat kesempatan dan pertanyaan. Guru tidak mengalokasikan secara khusus dan setelah berakhir pembelajaran mereka pun selesai untuk melaksanakan tugas mengajar tanpa memperhatikan hasil evaluasi belajar anak. Pertimbangan ketercapaian keberhasilan dalam memahami pokok bahasan menjadi tidak terperhatikan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pra siklus merupakan pre test untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik. Hasil kegiatan pembelajaran pra siklus hasil yang diperoleh belum memuaskan, hal ini dipertimbangkan dengan tingkat ketercapaian KKM baru terdapat 14 anak dengan prosentase ketuntasan 37,83 %. Dengan kondisi ketercapaian diatas maka guru bermaksud untuk mengadakan penelitian tidakan kela. Kegiatan ini dilaksanakan bersama teman sejawat untuk menilai proses perbaikan pembelajaran. Diharapkan dengan penelitian yang dilaksanakan akan meningkatkan hasil belajar dan jumlah anak mencapai KKM meningkat.
Siklus I
Perencanaan tindakan
Adapun rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
Menyusun skenario besar dalam satu siklus.
Skenario berkaitan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Siklus I (4 kali pertemuan). Skenario ini adalah rencana yang akan dilaksanakan pada siklus I. Siklus I akan dilaksanakan Tiap hari Selasa sesuai mata pelajaran Agam Islam pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 Februari 2011.
Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran, seperti: silabus, RPP, dan alat evaluasi, serta menetapkan salah satu surat yang menjadi bahan hafalan siswa. Silabus merupakan silabus yang dipakai pada hari biasanya. RPP tidak berbeda dengan RPP umumnya. Alat evaluasi merupakan panduan evaluasi lisan untuk mengetahui hafalan surat-surat pendek siswa setelah dilaksanakan penelitian, dihari keempat siklus I.
Menyusun lembar observasi kegiatan guru
Lembar observasi kegiatan guru berupa lembar observasi yang diisi oleh teman sejawat. Pengisian ini tidak serta merta dalam sehari namun dilaksanakan secara terpisah selama pelaksanaan satu siklus. Hal ini dilakukan untuk menemukan konsistensi peneliti dalam melaksanakan tindakan di kelas.
Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi merupakan format yang digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. lembar ini diisi oleh kolaboratif yang mengamati kegiatan tindakan yang dilakukan oleh guru.
Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
Lembar refleksi diisi berdasar temuan khusus saat pembelajaran berlangsung yang dapat dilakukan guru ketika pembelajaran berakhir.
Memberitahukan kegiatan penelitian kepada siswa
Dalam kegiatan ini guru menjelaskan kepada murid tentang tujuan pelaksanaan tindakan baik baik bagi anak dan guru.
Tindakan dan observasi
Tindakan disini merupakan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, kegiatan berupa latihan menghafal dengan metode drill sesuai tahap yang direncanakan. Observasi dilakukan oleh observer (pengamat yang ditunjuk) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang harus diisi adalah lembar observasi guru dan siswa.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Siklus I dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 70,18. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2595/37=70,18.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 56,75 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 21/37=56,75.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran pra siklus sebanyak 21 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, kriteria untuk menentukan aktif tidaknya anak ada 4 nilai kategori yaitu nilai 1 kategori tidak peduli, Nilai 2 kategori kurang, Nilai 3 kategori mengikuti dan Nilai 4 kategori aktif. Hasil observasi diperoleh pada aspek mengikuti diperoleh dengan poin 1 berjumlah 2 anak. poin 2 berjumlah 4 anak, poin 3 berjumlah 31 anak. Aspek perhatian anak terhadap media diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 5 anak, poin 3 berjumlah 30 dan poin 4 berjumlah 6 anak. Aspek minat siswa untuk menghafal diperoleh poin 2 berjumlah 3 anak, poin 3 berjumlah 30 anak, poin 4 berjumlah 4 anak.
Nilai hasil evaluasi belajar siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Grafik 2. Perolehan Nilai Aspek Siklus I
Refleksi hasil penelitian
Dari hasil pengamatan selama 4 kali pertemuan yang dituangkan dalam lembar observasi kemampuan guru melaksanakan pembelajaran secara komulatif dari 7 aspek penilaian dapat ditunjukan rerata pada siklus I diperoleh nilai 4,1. Aktifitas siswa yang menjadi perhatian tindakan aspek mengikuti pembelajaran secara komulatif nilai 103 prosentase 69%. Aspek perhatian terhadap media jumlah diperoleh 111 prosentase 79 % dan aspek minat jumlah diperoleh 112 prosentase 76% .
Penyusunan rencana revisi I
Setelah dilaksanakan 4 kali pertemuan (siklus I) diperoleh data-data yaitu kemampuan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran diperoleh rerata 4,1. Nilai rata-rata siswa 70,18, prosentase ketuntasan 56,75 dan siswa mencapai KKM berjumlah 21 anak. Aspek kegiatan siswa tertinggi kategori mengikuti anak memperoleh poin tertinggi 3 berjumlah 31 belum ada anak yang mencapai poin 4. Aspek perhatian terhadap media terdapat 2 anak yang mencapai poin 4. Aspek minat 4 anak yang mendapat poin 4. Kegiatan anak dalam pembelajaran dari tiga kategori baru terdapat 8 anak dengan poin 4 (aktif).
Dengan kondisi tersebut tindakan yang dilaksanakan dalam siklus 1 akan ditingkatkan pada tindakan pada siklus dua, dapat diperkirakan belum maksimalnya nilai anak, masih rendahnya jumlah anak yang mancapai KKM disebabkan karena anak dalam mengikuti, perhatian dan minat anak dalam menghafal masih rendah. Untuk mengatasi beberapa hal tersebut maka pada tindakan kedua tindakan akan lebih dititik beratkan pada upaya untuk meningkatkan kegiatan siswa (mengikuti, perhatian dan minat) dalam pelaksanaan belajar.
Siklus II
Perencanaan Tindakan Revisi
Adapun rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
Menyusun skenario besar revisi dalam satu siklus.
Skenario ini adalah rencana yang akan dilaksanakan pada siklus II. Siklus II akan dilaksanakan pada hari Selasa mata pelajaran Agam Islam pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 Maret 2011. Adapun beberapa hal yang akan dilakukan untuk meningkatkan hafalan dengan membuat kelompok belajar di kelas, kelompok meja berdasarkan tingkat kemampuan anak dengan menempatkan anak yang sudah mampu dan hafal dalam kelompok dalam tiap kelompok.
Menyiapkan media ditiap kelompok, masing-masing kelompok belajar bersama dan mengevaluasi secara bergantian. Di siklus II guru melibatkan orang tua anak yang nilainya dirasa masih rendah untuk belajar menghafal dirumah, untuk memantau pelaksanaan dirumah guru akan menelepon atau pesan langsung untuk mengingatkan orang tua untuk menghafal surat-surat pendek yang menjadi materi hafalan.
Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran perangkat pembelajaran silabus, RPP, dan alat evaluasi tidak dirubah merupakan perangkat yang digunakan pada siklus I.
Menyusun lembar observasi kegiatan guru
Lembar ini merupakan lembar baru dengan materi yang sama seperti pada siklus I
Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi siswa yang digunakan melanjutkan lembar observasi disesuaikan dengan pertemuan siklus yang dilakukan selama tindakan berlangsung.
Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
Catatan kecil yang merupakan hasil kegiatan yang perlu dicatat atau istimewa selama tindakan berlangsung.
Tindakan dan observasi
Tindakan pada siklus II merupakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi. Pembelajaran dilakukan dengan membuat kelompok berjumlah 6 anak tiap kelompok dan membagi siswa yang hafal ke dalam tiap kelompok. Pada akhir pembelajaran guru memantau anak dengan cara menelepon orang tua. Ataupun dengan cara pesan langsung pada orang tua anak yang wajib belajar menghafal dirumah.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 77,56. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2870/37=77,56.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 83,78 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 31/37=83,78.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran siklus II sebanyak 31 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, Hasil observasi diperoleh pada aspek mengikuti diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak. poin 2 berjumlah 1 anak, poin 3 berjumlah 25 anak, poin 4 berjumlah 11 anak. Aspek perhatian anak terhadap media diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 0 anak, poin 3 berjumlah 25 dan poin 4 berjumlah 12 anak. Aspek minat siswa untuk menghafal diperoleh poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 0 anak, poin 3 berjumlah 13 anak, poin 4 berjumlah 24 anak.
Nilai rata-rata dan kegiatan siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:
Grafik 3. Perolehan Nilai Aspek Siklus II
Refleksi hasil penelitian II
Hasil dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus II ditelaah bersama kolaborator, adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 77,56. Jumlah siswa yang tuntas 31 anak, prosentase ketuntasan mencapai 83,78%. Kegiatan anak selama mengikuti pembelajaran yaitu Seluruh data yang diperoleh diolah dan dianalisis dan kemudian dituangkan dalam refleksi siklus II. Signifikansi ketercapaian harapan dan kenyataan ini menentukan kegiatan siklus selanjutnya jika diperlukan. Mengikuti 11 anak aktif, perhatian 12 anak aktif, minat menghafal 14 anak aktif, akumulasi poin 4 terdapat 37.
Pada siklus II 31 anak dari 37 siswa telah mencapai KKM dan anak semakin aktif dalam mengikuti, perhatian dan minat mereka dengan jumlah poin kriteria 37 item dengan poin 4. Hal ini dapat dimungkinkan karena dalam pelaksanaan drill dalam pembelajaran menghafal surat-surat pendek guru lebih memberikan perhatian, menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta melibatkan orang tua saat belajar dirumah.
Pembahasan
Peningkatan Rata-rata Nilai Evaluasi
Berdasar pada hasil evaluasi pembelajaran dari setiap siklus penelitian tindakan kelas bersama kolaboratif mengevaluasi peningkatan rata-rata. Peningkatan rata-rata dapat di lihat pada tabel berikut:
Grafik 4. Perolehan Nilai Rata-rata
Dengan menggunakan metode drill dalam kegiatan menghafal surat-surat pendek di SD Muhammadiyah Pangkalpinang, dari grafik 5 dapat terlihat peningkatan nilai rata-rata nilai kelas. Peningkatan ini menjadikan metode drill sebagai salah satu metode pembelajaran dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan hafalan siswa. Dinyatakan dengan membandingkan nilai rata-rata pra siklus baru mencapai 57,97. Selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata menjadi 70,18. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata mencapai 77,56. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode drill terjadi peningkatan dalam penguasaan siswa terhadap materi surat-surat pendek pada pelajaran agama Islam.
Peningkatan ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Pertimbangan keberhasilan pembelajaran dapat menggunakan evaluasi, tercapai tidaknya kemampuan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang dimaksud yaitu kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM). Adapu tingkat KKM yang ditentukan di kelas satu di SD Muhammadiyah dalam hal ini sebagai subyek penelitian tindakan kelas yaitu nilai ketuntasan yang diharapkan sebesar 60. Dikatakan tuntas jika nilai anak sama atau diatas nilai yang diharapkan. Peningkatan ketuntasan dan jumlah anak yang tuntas dapat digambarkan pada grafik berikut:
Grafik 5. Ketercapaian Ketuntasan Belajar
Pada gambar 5 tersebut terlihat peningkatan nilai anak yang pada evaluasi Pra siklus siswa yang tuntas baru mencapai 37,83% dengan jumlah 14 anak. Pada siklus 1 berjumlah 21 anak dengan prosentase mencapai 56,75%. Pada siklus II terlihat peningkatan siswa yang tuntas mencapai 31 anak dengan prosentase mencapai 83,78%. Peningkatan nilai secara klasikal disebabkan guru menerapkan metode drill dalam proses pembelajaran, serta dengan kegiatan yang berlanjut adanya refleksi setiap kegiatan yang dilakukan, guru akan semakin mudah menemukan langkah dan mengelola proses pembelajaran.
Peningkatan Aktifitas Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran selama perbaikan siswa dilihat dan dinilai tingkat keaktifannya. Dalam penelitian ini keaktifan siswa di bagi menjadi 3 kriteria yaitu keaktifan dalam mengikuti pembelajaran, perhatian dan minatnya. Peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 6. Peningkatan Aktifitas Siswa Dalam Pembelajaran
Pada gambar 5 tersebut menggambarkan peningkatan prosentase aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan semakin besar prosentase angka dinyatakan semakin aktif siswa dalam kegitan belajarnya. Pada pra siklu tidak ada anak yang mendapat nilai 4, pada siklus I terdapat 6 anak yang mendapat nilai aktif. Pada siklus II terdapat 28 anak mendapat nilai aktif. Dengan demikian selama proses pembelajaran perbaikan semakin banyak anak yang aktif. Jadi dengan menerapkan metode drill dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar, baik dari segi mengikuti, perhatian dan minat anak untuk melakukan kegiatan yang diharapkan oleh guru.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan deskripsi data dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi mengatasi kesulitan menghafal surah-surah pendek di kelas 1 SD Muhammadiyah Pangkalpinang adalah dengan menggunakan metode drill. Kegiatan berupa memberikan tindakan seperti latihan menghafal baik secara individual maupun secara kelompok. Kegiatan dilaksanakan dalam 8 kali pertemuan terbagi dalam 4 kali pertemuan pada siklus I, 4 kali pertemuan pada siklus II ditambah 1 kali pertemuan untuk kegiatan pra siklus. Kegiatan pra siklus digunakan untuk mengetahui kemampuan awal anak. Hasil pelaksanaan tindakan dengan menggunakan metode drill diperoleh peningkatan yang berarti. Peningkatan terlihat dinyatakan dengan membandingkan nilai rata-rata pra siklus baru mencapai 57,97. Selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata menjadi 70,18. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata mencapai 77,56. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode drill terjadi peningkatan penguasaan siswa terhadap materi surat-surat pendek pada pelajaran agama Islam. Dengan demikian dengan metode drill kesulitan menghafal surat-surat pendek anak teratasi.
Penerapan Metode drill di kelas I SD Muhammadiyah yaitu dengan cara, pertama guru melakukan evaluasi terhadap ketercapaian KKM siswa. Kedua, kondisi tingkat ketercapaian KKM siswa dalam menghafal surat-surat pendek menjadi dasar untuk melaksanakan tidakan. Ketiga, kegiatan diterapkan dalam rangkaian kegiatan yang disebut siklus. Siklus tersebut dilaksanakan dalam dua tahap siklus I dan II. Dimana pada siklus I siswa belajar dengan cara menghafal secara klasikal dan pada siklus II siswa dalam kelas menghafal dengan cara berkelompok dengan menempatkan siswa yang hafal pada tiap kelompok. Pada siklus kedua guru juga melibatkan orang tua untuk membimbing anak dirumah untuk latihan menghafal surat-surat pendek yang menjadi materi hafalan. Cara yang dilakukan guru dengan menelepon langsung maupun dengan menggunakan buku penghubung dan pesan langsung.
Hasil pelaksanaan metode drill dalam menghafal surat-surat pendek di SD Kelas 1 Muhammadiyah dapat mengatasi kesulitan siswa. Tingkat teraratasinya kesulitan dapat dilihat dari data yang diperoleh yaitu pada kegiatan pra sikus siswa yang tuntas baru mencapai 37,83% dengan jumlah 14 anak. Dari hasil evaluasi pra siklus anak diberikan perlakuan secara terencana dalam tindakan kelas, setelah tindakan terlaksana anak diberikan evaluasi untuk mengetahui peningkatan yang diharapkan. Hasil yang diperoleh dari tindakan pada siklus 1 berjumlah 21 anak dengan prosentase mencapai 56,75% anak tuntas. Berdasar evaluasi pada siklus I direncanakan tindakan tambahan pada siklus dengan merubah proses belajar menghafal dengan membuat kelompok dengan menempatkan beberapa anak yang sudah hafal di tiap kelompok. Dengan kegiatan ini anak menjadi termotivasi untuk menghafal. Adapun hasil pada siklus II terlihat peningkatan siswa yang tuntas mencapai 31 anak dengan prosentase mencapai 83,78%. Jadi dengan menerapkan metode drill kesulitan anak teratasi dengan kenyataan yang ada 31 anak telah mencapai diatas KKM dan 6 anak yang lain sama dengan KKM yang ditetapkan yaitu nilai 60. Data penunjang untuk memperkuat bukti teratasinya kesulitan siswa yaitu kegiatan pembelajaran pada evaluasi pra siklus belum ada anak yang memeroleh poin 4 dengan tingkat tertinggi 3. Dengan kondisi ini tindakan tidak terlepas untuk meningkatkan keaktifan anak dengan metode drill. Dengan semakin besar prosentase angka keaktifan dinyatakan semakin aktif siswa dalam kegiatan belajarnya. Pada pra siklus tidak ada anak yang mendapat nilai 4, pada siklus I terdapat 6 anak yang mendapat nilai aktif. Pada siklus II terdapat 28 anak mendapat nilai aktif. Jadi dengan menerapkan metode drill dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek keaktifan siswa dalam kegiatan belajar meningkat, baik dari segi mengikuti kegiatan pembelajaran, perhatian dan minat anak untuk melakukan kegiatan sesuai dengan yang diharapkan oleh guru.
Saran
Saran yang dapat disampaikan dengan selesainya kegiatan penelitian adalah :
Dalam penerapan metode drill tidak terlepas adanya aplikasi pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif dan menyenangkan. Sehingga pembelajaran tidak menjadi kegiatan yang kaku dengan bentuk latihan menghafal secara monoaksi, tetapi sedapat mungkin bersifat multi kreasi. Sehingga anak lebih termotivasi dalam menghafal surat-surat pendek.
Metode drill adalah salah satu metode dari sekian banyak metode yang ada. Guru sedemikian rupa hendaknya dapat menerapkan metode drill sesuai dengan tujuan kompetensi yang diharapkan. Sehingga guru tidak terpaku untuk selalu menerapkan metode drill dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk memperkaya wacana metode guru hendaknya selalu berupaya aktif dalam kegiatan Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga bisa tercipta keseragaman dalam penggunaan metode pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta, Departemen Agama RI, 2005).
Departemen Agama RI, Petunjuk Teknis Pondok Pesantren, (Dirjen Kelembagaan Islam, direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren: 2004)
Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan (Buku Dua: Persekolahan dan Perkembangan Masyarakat, (Yogyakarta: Andi Ofset: 1995)
Mohammad Asrori, Psikologi Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima: 2007)
Mansyur dkk, Metodologi Pendidikan Agama (Jakarta: CV Forum: 1981)
Priono, Implementasi Improving Learning Dengan Metode Drill Dan Resitasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika (PTK Pembelajaran Matematika di SMP Muhammadiyah I Surakarta Kelas VIII tahun Ajaran 2007/2008 dalam WWW. Dunia pendidikan.co.id, 2007 (diakses pada tanggal 11 September 2010)
Pusat Bahasa Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka: 2007).
Sa’ad Riyadh, Langkah Mudah Menggairahkan Anak Hafal Al Qur’an (Surakarta: Arofah Group: 2009).
Sri Anitah, Strategi Pembelajaran di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka: 2008)
Soemadi S. Pengantar Psikologi Sosial I. (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi, 1968)
Suwarsih Madya , Panduan Penelitian Tindakan, (Yogyakarta, Lembaga Penelitian IKIP: 1994)
Sumitro, dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Yokyakarta: FIP UNY:1998)
Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara kerjasama Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama: 2008)
Yudrik Jahja, dkk, Wawasan Pendidikan, (Jakarta:(Program Guru Bantu ) Direktorat Tenaga Pendidikan: 2004)
LAMPIRAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian
Pra Siklus
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada tahap pra siklus merupakan pembelajaran biasa, artinya pembelajaran dalam pelaksanaannya tidak berbeda dengan sistem belajar mengajar biasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2011 mata pelajaran Agama Islam. Pembelajaran dilaksanakan sesuai rencana program pembelajaran (RPP). Kegiatan ini secara terperinci dimulai dengan apersepsi, kemudian guru menjelaskan materi secara umum yaitu materi hafalan surat-surat pendek. Adapun metode yang digunakan yaitu metode ceramah, dan melanjutkan bacaan. Siswa diberi pula kesempatan untuk menghafal bersama-sama. Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak menggunakan media.
Kegiatan penutup pembelajaran guru memberikan evaluasi dimana siswa menghafal surat-surat pendek secara bergantian. Pada tahap ini hasil evaluasi digunakan sebagai dasar evaluasi pencapaian kriteria ketuntasan belajar yang telah ditentukan sekolah. Selain hasil evaluasi bersifat akademik juga tidak luput mendapat perhatian yaitu aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, perhatian anak terhadap media dan minat anak untuk mengikuti proses pembelajaran. Hasil evaluasi kemampuan hafalan yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, akan diteliti dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan bersama teman sejawat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat pendek anak. Penelitian tindakan untuk perbaikan dimulai dari siklus I
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Pra Siklus dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 57,97. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2145/37=57,97.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 37,83 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 14/37=37,83.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran pra siklus sebanyak 14 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, kriteria untuk menetukan aktif tidaknya anak ada 4 nilai kategori yaitu nilai 1 kategori tidak peduli, Nilai 2 kategori kurang, Nilai 3 kategori mengikuti dan Nilai 4 kategori aktif. Dalam jumlah secara angka siswa paling tinggi pada tingkat mengikuti dengan jumlah 23 anak, perhatian anak terhadap media tertinggi pada tingkat mengikuti dengan jumlah 18 anak, minat siswa untuk menghafal paling tinggi kategori mengikuti berjumlah 26 anak.
Nilai hasil evaluasi belajar pra siklus dapat dilihat pada tabel berikut:
Grafik 1. Perolehan Nilai Aspek Pra Siklus
Pada pra siklus ini rata-rata yang diperoleh mencapai 57,97 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 37,83 %, jumlah siswa yang tuntas 14 anak. Anak yang aktif 0 dengan kata lain anak belum aktif dalam belajar. Aspek mengikuti pembelajaran 23 anak kriteria tertinggi nilai 3. Perhatian anak nilai tertinggi 3 dengan jumlah 18 anak. Dan minat anak dalam menghafal 27 anak mendapat nilai kriteria 3. Jumlah nilai kriteria tertinggi 148.
Dasar pemikiran penyebab karena guru belum menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran. Perhatian yang menyeluruh kepada seluruh anak saat belajar dapat menjadi penyebab nilai anak yang rendah. Dalam kegiatan belajar dirasakan perhatian secara indivudual tidak dilaksanakan, perhatian hanya pada anak yang aktif. Karena anak yang aktif di kelas selalu berusaha mengeksplor kemampuan mereka. Mereka aktif untuk menunjukan kemampuan mereka. Anak yang tergolong memiliki kemampuan biasa mereka menjadi tidak terpola untuk aktif dan partisipasi, mereka dalam belajar sedikit terabaikan. Anak yang kurang aktif tidak mendapat kesempatan dan pertanyaan. Guru tidak mengalokasikan secara khusus dan setelah berakhir pembelajaran mereka pun selesai untuk melaksanakan tugas mengajar tanpa memperhatikan hasil evaluasi belajar anak. Pertimbangan ketercapaian keberhasilan dalam memahami pokok bahasan menjadi tidak terperhatikan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pra siklus merupakan pre test untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik. Hasil kegiatan pembelajaran pra siklus hasil yang diperoleh belum memuaskan, hal ini dipertimbangkan dengan tingkat ketercapaian KKM baru terdapat 14 anak dengan prosentase ketuntasan 37,83 %. Dengan kondisi ketercapaian diatas maka guru bermaksud untuk mengadakan penelitian tidakan kela. Kegiatan ini dilaksanakan bersama teman sejawat untuk menilai proses perbaikan pembelajaran. Diharapkan dengan penelitian yang dilaksanakan akan meningkatkan hasil belajar dan jumlah anak mencapai KKM meningkat.
Siklus I
Perencanaan tindakan
Adapun rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
Menyusun skenario besar dalam satu siklus.
Skenario berkaitan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Siklus I (4 kali pertemuan). Skenario ini adalah rencana yang akan dilaksanakan pada siklus I. Siklus I akan dilaksanakan Tiap hari Selasa sesuai mata pelajaran Agam Islam pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 Februari 2011.
Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran, seperti: silabus, RPP, dan alat evaluasi, serta menetapkan salah satu surat yang menjadi bahan hafalan siswa. Silabus merupakan silabus yang dipakai pada hari biasanya. RPP tidak berbeda dengan RPP umumnya. Alat evaluasi merupakan panduan evaluasi lisan untuk mengetahui hafalan surat-surat pendek siswa setelah dilaksanakan penelitian, dihari keempat siklus I.
Menyusun lembar observasi kegiatan guru
Lembar observasi kegiatan guru berupa lembar observasi yang diisi oleh teman sejawat. Pengisian ini tidak serta merta dalam sehari namun dilaksanakan secara terpisah selama pelaksanaan satu siklus. Hal ini dilakukan untuk menemukan konsistensi peneliti dalam melaksanakan tindakan di kelas.
Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi merupakan format yang digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. lembar ini diisi oleh kolaboratif yang mengamati kegiatan tindakan yang dilakukan oleh guru.
Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
Lembar refleksi diisi berdasar temuan khusus saat pembelajaran berlangsung yang dapat dilakukan guru ketika pembelajaran berakhir.
Memberitahukan kegiatan penelitian kepada siswa
Dalam kegiatan ini guru menjelaskan kepada murid tentang tujuan pelaksanaan tindakan baik baik bagi anak dan guru.
Tindakan dan observasi
Tindakan disini merupakan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, kegiatan berupa latihan menghafal dengan metode drill sesuai tahap yang direncanakan. Observasi dilakukan oleh observer (pengamat yang ditunjuk) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang harus diisi adalah lembar observasi guru dan siswa.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Siklus I dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 70,18. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2595/37=70,18.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 56,75 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 21/37=56,75.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran pra siklus sebanyak 21 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, kriteria untuk menentukan aktif tidaknya anak ada 4 nilai kategori yaitu nilai 1 kategori tidak peduli, Nilai 2 kategori kurang, Nilai 3 kategori mengikuti dan Nilai 4 kategori aktif. Hasil observasi diperoleh pada aspek mengikuti diperoleh dengan poin 1 berjumlah 2 anak. poin 2 berjumlah 4 anak, poin 3 berjumlah 31 anak. Aspek perhatian anak terhadap media diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 5 anak, poin 3 berjumlah 30 dan poin 4 berjumlah 6 anak. Aspek minat siswa untuk menghafal diperoleh poin 2 berjumlah 3 anak, poin 3 berjumlah 30 anak, poin 4 berjumlah 4 anak.
Nilai hasil evaluasi belajar siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Grafik 2. Perolehan Nilai Aspek Siklus I
Refleksi hasil penelitian
Dari hasil pengamatan selama 4 kali pertemuan yang dituangkan dalam lembar observasi kemampuan guru melaksanakan pembelajaran secara komulatif dari 7 aspek penilaian dapat ditunjukan rerata pada siklus I diperoleh nilai 4,1. Aktifitas siswa yang menjadi perhatian tindakan aspek mengikuti pembelajaran secara komulatif nilai 103 prosentase 69%. Aspek perhatian terhadap media jumlah diperoleh 111 prosentase 79 % dan aspek minat jumlah diperoleh 112 prosentase 76% .
Penyusunan rencana revisi I
Setelah dilaksanakan 4 kali pertemuan (siklus I) diperoleh data-data yaitu kemampuan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran diperoleh rerata 4,1. Nilai rata-rata siswa 70,18, prosentase ketuntasan 56,75 dan siswa mencapai KKM berjumlah 21 anak. Aspek kegiatan siswa tertinggi kategori mengikuti anak memperoleh poin tertinggi 3 berjumlah 31 belum ada anak yang mencapai poin 4. Aspek perhatian terhadap media terdapat 2 anak yang mencapai poin 4. Aspek minat 4 anak yang mendapat poin 4. Kegiatan anak dalam pembelajaran dari tiga kategori baru terdapat 8 anak dengan poin 4 (aktif).
Dengan kondisi tersebut tindakan yang dilaksanakan dalam siklus 1 akan ditingkatkan pada tindakan pada siklus dua, dapat diperkirakan belum maksimalnya nilai anak, masih rendahnya jumlah anak yang mancapai KKM disebabkan karena anak dalam mengikuti, perhatian dan minat anak dalam menghafal masih rendah. Untuk mengatasi beberapa hal tersebut maka pada tindakan kedua tindakan akan lebih dititik beratkan pada upaya untuk meningkatkan kegiatan siswa (mengikuti, perhatian dan minat) dalam pelaksanaan belajar.
Siklus II
Perencanaan Tindakan Revisi
Adapun rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
Menyusun skenario besar revisi dalam satu siklus.
Skenario ini adalah rencana yang akan dilaksanakan pada siklus II. Siklus II akan dilaksanakan pada hari Selasa mata pelajaran Agam Islam pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 Maret 2011. Adapun beberapa hal yang akan dilakukan untuk meningkatkan hafalan dengan membuat kelompok belajar di kelas, kelompok meja berdasarkan tingkat kemampuan anak dengan menempatkan anak yang sudah mampu dan hafal dalam kelompok dalam tiap kelompok.
Menyiapkan media ditiap kelompok, masing-masing kelompok belajar bersama dan mengevaluasi secara bergantian. Di siklus II guru melibatkan orang tua anak yang nilainya dirasa masih rendah untuk belajar menghafal dirumah, untuk memantau pelaksanaan dirumah guru akan menelepon atau pesan langsung untuk mengingatkan orang tua untuk menghafal surat-surat pendek yang menjadi materi hafalan.
Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran perangkat pembelajaran silabus, RPP, dan alat evaluasi tidak dirubah merupakan perangkat yang digunakan pada siklus I.
Menyusun lembar observasi kegiatan guru
Lembar ini merupakan lembar baru dengan materi yang sama seperti pada siklus I
Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi siswa yang digunakan melanjutkan lembar observasi disesuaikan dengan pertemuan siklus yang dilakukan selama tindakan berlangsung.
Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
Catatan kecil yang merupakan hasil kegiatan yang perlu dicatat atau istimewa selama tindakan berlangsung.
Tindakan dan observasi
Tindakan pada siklus II merupakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi. Pembelajaran dilakukan dengan membuat kelompok berjumlah 6 anak tiap kelompok dan membagi siswa yang hafal ke dalam tiap kelompok. Pada akhir pembelajaran guru memantau anak dengan cara menelepon orang tua. Ataupun dengan cara pesan langsung pada orang tua anak yang wajib belajar menghafal dirumah.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 77,56. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2870/37=77,56.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 83,78 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 31/37=83,78.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran siklus II sebanyak 31 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, Hasil observasi diperoleh pada aspek mengikuti diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak. poin 2 berjumlah 1 anak, poin 3 berjumlah 25 anak, poin 4 berjumlah 11 anak. Aspek perhatian anak terhadap media diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 0 anak, poin 3 berjumlah 25 dan poin 4 berjumlah 12 anak. Aspek minat siswa untuk menghafal diperoleh poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 0 anak, poin 3 berjumlah 13 anak, poin 4 berjumlah 24 anak.
Nilai rata-rata dan kegiatan siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:
Grafik 3. Perolehan Nilai Aspek Siklus II
Refleksi hasil penelitian II
Hasil dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus II ditelaah bersama kolaborator, adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 77,56. Jumlah siswa yang tuntas 31 anak, prosentase ketuntasan mencapai 83,78%. Kegiatan anak selama mengikuti pembelajaran yaitu Seluruh data yang diperoleh diolah dan dianalisis dan kemudian dituangkan dalam refleksi siklus II. Signifikansi ketercapaian harapan dan kenyataan ini menentukan kegiatan siklus selanjutnya jika diperlukan. Mengikuti 11 anak aktif, perhatian 12 anak aktif, minat menghafal 14 anak aktif, akumulasi poin 4 terdapat 37.
Pada siklus II 31 anak dari 37 siswa telah mencapai KKM dan anak semakin aktif dalam mengikuti, perhatian dan minat mereka dengan jumlah poin kriteria 37 item dengan poin 4. Hal ini dapat dimungkinkan karena dalam pelaksanaan drill dalam pembelajaran menghafal surat-surat pendek guru lebih memberikan perhatian, menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta melibatkan orang tua saat belajar dirumah.
Pembahasan
Peningkatan Rata-rata Nilai Evaluasi
Berdasar pada hasil evaluasi pembelajaran dari setiap siklus penelitian tindakan kelas bersama kolaboratif mengevaluasi peningkatan rata-rata. Peningkatan rata-rata dapat di lihat pada tabel berikut:
Grafik 4. Perolehan Nilai Rata-rata
Dengan menggunakan metode drill dalam kegiatan menghafal surat-surat pendek di SD Muhammadiyah Pangkalpinang, dari grafik 5 dapat terlihat peningkatan nilai rata-rata nilai kelas. Peningkatan ini menjadikan metode drill sebagai salah satu metode pembelajaran dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan hafalan siswa. Dinyatakan dengan membandingkan nilai rata-rata pra siklus baru mencapai 57,97. Selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata menjadi 70,18. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata mencapai 77,56. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode drill terjadi peningkatan dalam penguasaan siswa terhadap materi surat-surat pendek pada pelajaran agama Islam.
Peningkatan ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Pertimbangan keberhasilan pembelajaran dapat menggunakan evaluasi, tercapai tidaknya kemampuan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang dimaksud yaitu kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM). Adapu tingkat KKM yang ditentukan di kelas satu di SD Muhammadiyah dalam hal ini sebagai subyek penelitian tindakan kelas yaitu nilai ketuntasan yang diharapkan sebesar 60. Dikatakan tuntas jika nilai anak sama atau diatas nilai yang diharapkan. Peningkatan ketuntasan dan jumlah anak yang tuntas dapat digambarkan pada grafik berikut:
Grafik 5. Ketercapaian Ketuntasan Belajar
Pada gambar 5 tersebut terlihat peningkatan nilai anak yang pada evaluasi Pra siklus siswa yang tuntas baru mencapai 37,83% dengan jumlah 14 anak. Pada siklus 1 berjumlah 21 anak dengan prosentase mencapai 56,75%. Pada siklus II terlihat peningkatan siswa yang tuntas mencapai 31 anak dengan prosentase mencapai 83,78%. Peningkatan nilai secara klasikal disebabkan guru menerapkan metode drill dalam proses pembelajaran, serta dengan kegiatan yang berlanjut adanya refleksi setiap kegiatan yang dilakukan, guru akan semakin mudah menemukan langkah dan mengelola proses pembelajaran.
Peningkatan Aktifitas Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran selama perbaikan siswa dilihat dan dinilai tingkat keaktifannya. Dalam penelitian ini keaktifan siswa di bagi menjadi 3 kriteria yaitu keaktifan dalam mengikuti pembelajaran, perhatian dan minatnya. Peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 6. Peningkatan Aktifitas Siswa Dalam Pembelajaran
Pada gambar 5 tersebut menggambarkan peningkatan prosentase aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan semakin besar prosentase angka dinyatakan semakin aktif siswa dalam kegitan belajarnya. Pada pra siklu tidak ada anak yang mendapat nilai 4, pada siklus I terdapat 6 anak yang mendapat nilai aktif. Pada siklus II terdapat 28 anak mendapat nilai aktif. Dengan demikian selama proses pembelajaran perbaikan semakin banyak anak yang aktif. Jadi dengan menerapkan metode drill dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar, baik dari segi mengikuti, perhatian dan minat anak untuk melakukan kegiatan yang diharapkan oleh guru.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan deskripsi data dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi mengatasi kesulitan menghafal surah-surah pendek di kelas 1 SD Muhammadiyah Pangkalpinang adalah dengan menggunakan metode drill. Kegiatan berupa memberikan tindakan seperti latihan menghafal baik secara individual maupun secara kelompok. Kegiatan dilaksanakan dalam 8 kali pertemuan terbagi dalam 4 kali pertemuan pada siklus I, 4 kali pertemuan pada siklus II ditambah 1 kali pertemuan untuk kegiatan pra siklus. Kegiatan pra siklus digunakan untuk mengetahui kemampuan awal anak. Hasil pelaksanaan tindakan dengan menggunakan metode drill diperoleh peningkatan yang berarti. Peningkatan terlihat dinyatakan dengan membandingkan nilai rata-rata pra siklus baru mencapai 57,97. Selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata menjadi 70,18. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata mencapai 77,56. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode drill terjadi peningkatan penguasaan siswa terhadap materi surat-surat pendek pada pelajaran agama Islam. Dengan demikian dengan metode drill kesulitan menghafal surat-surat pendek anak teratasi.
Penerapan Metode drill di kelas I SD Muhammadiyah yaitu dengan cara, pertama guru melakukan evaluasi terhadap ketercapaian KKM siswa. Kedua, kondisi tingkat ketercapaian KKM siswa dalam menghafal surat-surat pendek menjadi dasar untuk melaksanakan tidakan. Ketiga, kegiatan diterapkan dalam rangkaian kegiatan yang disebut siklus. Siklus tersebut dilaksanakan dalam dua tahap siklus I dan II. Dimana pada siklus I siswa belajar dengan cara menghafal secara klasikal dan pada siklus II siswa dalam kelas menghafal dengan cara berkelompok dengan menempatkan siswa yang hafal pada tiap kelompok. Pada siklus kedua guru juga melibatkan orang tua untuk membimbing anak dirumah untuk latihan menghafal surat-surat pendek yang menjadi materi hafalan. Cara yang dilakukan guru dengan menelepon langsung maupun dengan menggunakan buku penghubung dan pesan langsung.
Hasil pelaksanaan metode drill dalam menghafal surat-surat pendek di SD Kelas 1 Muhammadiyah dapat mengatasi kesulitan siswa. Tingkat teraratasinya kesulitan dapat dilihat dari data yang diperoleh yaitu pada kegiatan pra sikus siswa yang tuntas baru mencapai 37,83% dengan jumlah 14 anak. Dari hasil evaluasi pra siklus anak diberikan perlakuan secara terencana dalam tindakan kelas, setelah tindakan terlaksana anak diberikan evaluasi untuk mengetahui peningkatan yang diharapkan. Hasil yang diperoleh dari tindakan pada siklus 1 berjumlah 21 anak dengan prosentase mencapai 56,75% anak tuntas. Berdasar evaluasi pada siklus I direncanakan tindakan tambahan pada siklus dengan merubah proses belajar menghafal dengan membuat kelompok dengan menempatkan beberapa anak yang sudah hafal di tiap kelompok. Dengan kegiatan ini anak menjadi termotivasi untuk menghafal. Adapun hasil pada siklus II terlihat peningkatan siswa yang tuntas mencapai 31 anak dengan prosentase mencapai 83,78%. Jadi dengan menerapkan metode drill kesulitan anak teratasi dengan kenyataan yang ada 31 anak telah mencapai diatas KKM dan 6 anak yang lain sama dengan KKM yang ditetapkan yaitu nilai 60. Data penunjang untuk memperkuat bukti teratasinya kesulitan siswa yaitu kegiatan pembelajaran pada evaluasi pra siklus belum ada anak yang memeroleh poin 4 dengan tingkat tertinggi 3. Dengan kondisi ini tindakan tidak terlepas untuk meningkatkan keaktifan anak dengan metode drill. Dengan semakin besar prosentase angka keaktifan dinyatakan semakin aktif siswa dalam kegiatan belajarnya. Pada pra siklus tidak ada anak yang mendapat nilai 4, pada siklus I terdapat 6 anak yang mendapat nilai aktif. Pada siklus II terdapat 28 anak mendapat nilai aktif. Jadi dengan menerapkan metode drill dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek keaktifan siswa dalam kegiatan belajar meningkat, baik dari segi mengikuti kegiatan pembelajaran, perhatian dan minat anak untuk melakukan kegiatan sesuai dengan yang diharapkan oleh guru.
Saran
Saran yang dapat disampaikan dengan selesainya kegiatan penelitian adalah :
Dalam penerapan metode drill tidak terlepas adanya aplikasi pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif dan menyenangkan. Sehingga pembelajaran tidak menjadi kegiatan yang kaku dengan bentuk latihan menghafal secara monoaksi, tetapi sedapat mungkin bersifat multi kreasi. Sehingga anak lebih termotivasi dalam menghafal surat-surat pendek.
Metode drill adalah salah satu metode dari sekian banyak metode yang ada. Guru sedemikian rupa hendaknya dapat menerapkan metode drill sesuai dengan tujuan kompetensi yang diharapkan. Sehingga guru tidak terpaku untuk selalu menerapkan metode drill dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk memperkaya wacana metode guru hendaknya selalu berupaya aktif dalam kegiatan Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga bisa tercipta keseragaman dalam penggunaan metode pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta, Departemen Agama RI, 2005).
Departemen Agama RI, Petunjuk Teknis Pondok Pesantren, (Dirjen Kelembagaan Islam, direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren: 2004)
Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan (Buku Dua: Persekolahan dan Perkembangan Masyarakat, (Yogyakarta: Andi Ofset: 1995)
Mohammad Asrori, Psikologi Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima: 2007)
Mansyur dkk, Metodologi Pendidikan Agama (Jakarta: CV Forum: 1981)
Priono, Implementasi Improving Learning Dengan Metode Drill Dan Resitasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika (PTK Pembelajaran Matematika di SMP Muhammadiyah I Surakarta Kelas VIII tahun Ajaran 2007/2008 dalam WWW. Dunia pendidikan.co.id, 2007 (diakses pada tanggal 11 September 2010)
Pusat Bahasa Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka: 2007).
Sa’ad Riyadh, Langkah Mudah Menggairahkan Anak Hafal Al Qur’an (Surakarta: Arofah Group: 2009).
Sri Anitah, Strategi Pembelajaran di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka: 2008)
Soemadi S. Pengantar Psikologi Sosial I. (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi, 1968)
Suwarsih Madya , Panduan Penelitian Tindakan, (Yogyakarta, Lembaga Penelitian IKIP: 1994)
Sumitro, dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Yokyakarta: FIP UNY:1998)
Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara kerjasama Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama: 2008)
Yudrik Jahja, dkk, Wawasan Pendidikan, (Jakarta:(Program Guru Bantu ) Direktorat Tenaga Pendidikan: 2004)
LAMPIRAN
Minggu, 01 Mei 2011
prakerin
LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
PADA BENGKEL AHOI
JUDUL
SISTEM HOUL KOPLING
MOBIL TOYOTA LGX
OLEH :
NAMA : DODI FIRMANSYAH
NIS : 0160
PROGRAM KEAHLIAN : KENDARAAN RINGAN
DINAS PENDIDIKAN
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH
SMK N 1 SIMPANG KATIS
TAHUN AJARAN 2010/2011
Jl. Raya Sungaiselan Km. 9, Desa Terak, Kec. Simpang Katis, Bangka Tengah 33674
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN INI DISAHKAN
Oleh
Pembimbing
Harpobi Indra, S.Pd.
NIP. 197505052008041004 Pembimbing DU / DI
Mengetahui,
Kepala SMK N 1 Simpangkatis
HENDROYONO, S.Pd.
NIP. 1963100919930311006
Pimpinan DU / DI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Prakerin di Bengkel Ahoi yang beralamat di Desa Mangkol, Pangkalan Baru, Jl. Sungaiselan Km. 5. Pangkalan Baru, Bangka Tengah, serta dapat menyusun laporan ini dengan baik. Laporan ini dibuat bertujuan agar lebih memahami pelajaran yang telah saya dapatkan di Du/Di yaitu sistem over haul kopling.
Materi sistem over houl kopling di dalamnya disajikan dengan sistematis dan mudah dipahami. Apalagi didalamnya disertai dengan gambar kerja yang bisa dilihat bagaimana cara membuka dan memasangnya.
Disamping itu materi yang disajikan lengkap dengan uraian teori, uraian persiapan kerja, uraian proses kerja, pengendalian mutu dan lain-lain. Semoga laporan ini dapat membantu pembaca khususnya adik kelas yang mengambil Program Kendaraan Ringan dalam mempelajari sistem over houl kopling dan berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem ini. Tidak luput penulis berterima kasih kepada :
1. Yang terhormat bapak Hendroyono, S.Pd. selaku kepala sekolah SMK 1 Simpang Katis dan guru yang telah memberikan penulis kesempatan untuk belajar di Bengkel AHOI sehingga kami mendapatkan banyak pengalaman di tempat tersebut.
2. Pimpinan bengkel AHOI yang telah mengizinkan penulis praktek dan karyawan bengkel AHOI yang telah membimbing penulis dalam kegiatan PRAKERIN.
3. Yeng terhormat Guru Pembimbing yang telah membimbing kami selama hampir tiga bulan sehingga kami dapat melaksanakan PRAKERIN dengan benar.
4. Teman-teman yang telah bekerjasama sama dengan baik selama PRAKERIN.
Dengan selesainya pelaporan ini penulis menyadari bahwa laporan ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan dalam penyusunannya.
Simpang Katis, 11 Mei 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR LAMPIRAN vi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Tujuan PRAKERIN 1
1.2 Tujuan Pembuatan Laporan 2
BAB 2 URAIAN UMUM
2.1 Sejarah Perusahaan 3
2.2 Struktur Organisasi 4
2.3 Kepegawaian 5
2.4 Disiplin Kerja 6
2.5 Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan 7
BAB 3 URAIAN KHUSUS
3.1 Pembahasan Teori 8
3.2 Persiapan Kerja 16
3.3 Gambar Kerja 17
3.4 Uraian Proses Kerja 18
BAB 4 PENUTUP
1. Kesimpulan 22
2. Saran-saran 23
DAFTAR PUSTAKA 24
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Tipe Umum Kopling 4
Tipe Umum Drive Train 5
Komponen-komponen pada kopling 6
Fly Wheel 7
Cluth Disc 7
Cluth Cover 8
Release Bearing 9
Release Fork 9
Sistem Penggerak kopling Mekanis 10
Sistem Penggerak kopling Hidrolis 11
Penutup Kopling 13
Pembebas dengan hubungan garpu dan karet pelindung 14
Paku kling dan jangka sorong 14
Plat kopling dan dial gauge 14
Roda gaya dan dial gaouge 14
Bantalan Pilot 14
Bantalan pembebas 14
Tutup Kopling 15
Pegas Diafragma 15
Garpu pembebas 15
DAFTAR LAMPIRAN
1. Biodata DU /DI
2. Biodata penulis
3. Jurnal harian
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 TUJUAN PRAKERIN
1.1.1 TUJUAN UMUM
a. Menganalisis tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
b. Memperkokoh link and match antara sekolah dengan DU / DI.
c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga yang berkualitas profesional.
d. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
1.1.2 TUJUAN KHUSUS
a. Melalui pendidikan sistem ganda untuk mendapatkan tamatan yang siap kerja diberbagai pekerjaan yang membutuhkan keahian keterampilan tertentu.
b. Untuk mendapatkan keterpaduan yang saling mengisi dan melengkapi antara pendidikan SMK (Teknologi Industri) dengan keahlian profesi yang diperoleh melalui PRAKERIN.
c. Aplikasi pengetahuan akademik.
d. Merupakan suatu usaha peningkatan keterampilan dan membentuk pribadi untuk percaya diri dan mandiri memasuki pasar kerja.
1.2 TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN
a. Siswa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran di sekolah dan penerapan di DU /DI.
b. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih secara lebih luas dan terperinci yang terungkap dalam karya tulis yang disusunnya.
c. Mengumpulkan data yang berguna bagi sekolah dan diri sendiri.
d. Menambah perbendaharaan pustaka sekolah untuk menunjang peningkatan siswa angkatan selanjutnya.
BAB 2
URAIAN UMUM
2.1 Sejarah Perusahaan
Pimpinan Bengkel Mobil AHOI adalah seorang yang ulet, mandiri dan percaya diri. Keterampilan membengkel diperoleh dan berkembang sejak menginjak dewasa, hal ini di buktikan dengan keterlibatan dirinya saat sekolah tingkat SMP bekerja di bengkel saudaranya. Sesudah lulus SMA pada tahun 1988 dia mulai merintis usahanya sendiri di daerah Lampur. Dengan bermodal keyakinan dan semangat diri dia bekerja tanpa dibantu oleh siapapun. Tahun 2003 dia pindah lokasi di jalan Sungai Selan Km.4 dimana sekarang ini bengkel berada. Sekarang Ahoi sebagai proses pemilik bengkel dibantu oleh seorang mekanik.
Selain mengurusi mesin Ahoi juga ahli dalam mengelas. Las yang digunakan adalah las listrik. Mekanik yang membantu Ahoi ahli dibidang over houl kopling. Bengkel Ahoi selain servis over haoul juga melayani servis ringan seperti, ganti oli, ganti filter oli, ganti saringan minyak, saringan udara dan servis sistem kelistrikan.
Bengkel Ahoi dapat dibagi menjadi 2 lokal, sebagai berikut:
Lokal I berada di depan yang digunakan untuk pelayanan servis ringan maupun berat. Dengan luas kurang lebih panjang 10 meter dan lebar 4 meter.
Lokal II berada dibelakang yang digunakan sebagai tempat pengelasan. Luas lokal tempat pengelasan kurang lebih 21 meter pesegi.
Pemisahan lokal antara lokal servis dan pengelasan, bertujuan untuk menjaga hal yang tidak diharapkan berkaitan dengan bahan bakar mobil yang mudah terbakar.
2.2 Struktur Organisasi
Secara organisatoris bengkel AHOI bukan merupakan organisasi yang jelas secara sistimatis dapat di gambarkan sebagai berikut:
2.3 Kepegawaian
Bengkel AHOI adalah bengkel keluarga jumlah karyawan 2 orang pemimpin sekaligus mekanik.
Pemimpin : 1 orang
Mekanik : 1 orang
Jumlah pegawai : 2 orang
2.4 Disiplin Kerja
Bengkel AHOI memiliki jam kerja 6 hari yaitu :
Hari kerja : Senin s/d Sabtu
• Masuk : 08.00 – 12.00 wib
• Istirahat : 12.00 – 13.00 wib
• Masuk : 13.00 – 18.00 wib
Peraturan kerja bengkel AHOI ;
1. Tidak boleh datang terlambat
2. Tidak boleh mengerjakan pekerjaan lain apabila pekerjaan satu belum selesai.
3. Tidak boleh melakukan pekerjaan tanpa disuruh/ diperintah.
4. Apabila tidak masuk hrus memberi keterangan.
2.5 Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan
- Pada saat bekerja apabila ada oli yang berhamburan harus dibersihkan
- Pada saat telah selesai bekerja, pekerjaan yang dilakukan harus benar-benar sempurna.
BAB 3
URAIAN KHUSUS
3.1 Pembahasan Teori
a. Fungsi Umum Kopling
Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan transmisi. Fungsi kopling sendiri adalah untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui pedal yang diinjak. Prinsip kerja kopling adalah memindahkan tenaga ke transmisi tanpa terjadi slip.
Rangkaian kopling Tutup Kopling (clutch cover)
Kopling yang bekerja secara sempurna harus mempunyai persyaratan, diantaranya adalah :
1. Harus mampu menghubungkan transmisi dengan mesin secara lembut
2. Kuat dan mampu tahan akan putaran yang sangat tinggi
3. Pada waktu menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa mudah slip
4. Tahan panas / temperature tinggi
5. Harus mampu membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat
6. Seimbang / balance
Kopling juga dapat disebut dengan pemindah daya (drive train). Drive train adalah sesuatu yang memindahkan tenga yang dihasilkan oleh mesin untuk menggerakkan roda-roda kendaraan. Drive train umumnya digunakan ada 4 jenis, yaitu diantaranya :
1. Mesin dengan penggerak belakang (front engine rear drive) atau FR
2. Mesin depan penggerak depan (front engine front drive) atau FF
3. Mesin tengah penggerak belakang (mid-ship engine rear drive) atau MR
4. Penggerak 4 roda (four wheel drive) atau 4 WD
b. Jenis-jenis Kopling
Jenis kopling (clutdh) dikelompokkan menjadi 5 jenis kopling, yaitu :
1. Kopling dengan menggunakan gigi (gear clutch)
2. Kopling dengan menggunakan fluida / hidrolis (fluide clutch)
3. Kopling gesek (friction clutch) dibagi 2 :
- Single plate
- Multi plate
4. Kopling magnet (magnetic clutch)
5. Kopling sntrifugal (sentrifugal clutch)
Dari lima jenis kopling tersebut, hanya 2 jenis yang umumnya dipakai, yaitu jenis kopling gesek dan kopling fluida.
c. Komponen-komponen yang ada pada kopling
1. Fly wheel (benda yang akan meneruskan putaran ke kopling)
Fly wheel adalah suatu roda, putaran yang terjadi dikarenakan terusan putaran langsung dari crank shaft, sehingga dapat dihasilkan putaran yang tinggi.
2. Clutch Disc
Berfungsi sebagai perantara perpindahan putaran dari mesin ke trsnsmisi, jika hendak/tidak disalurkan. Komponen lain clutch disc, diantaranya :
- Facing adalah bagian yang akan bergesekan langsung dengan fly wheel dan juga pressure plate
- Tersion damper berfungsi untuk meredam getaran yang timbul pada saat kopling berhubungan / bergerak
- Hubungan berfungsi sebagai dudukan bagi input shaft
3. Clutch Cover
Clutch cover merupakan komponen kopling yang dihubungkan / atau diikat oleh baut pada fly wheel yang berfungsi untuk menjepit clucth disc menuju fly wheel selain itu juga cluth cover berfungsi sebagai tempat / dudukan dari komponen-komponen yang ada pada clutch cover, yaitu :
- Pressure plate berfungsi sebagai plat penekanan clutch disc menuju fly wheel
- Pressure lever berfungsi berfungsi sebagai penekanan pressure lever
- Diafragma spring berfungsi sebagai penekanan pressure lever
- Coil spring berfungsi sebagai penekanan pressure plate
4. Release Bearing (bantalan Pelepas)
Berfungsi sebagai penerus tenaga dorongan yang diberikan oleh garpu pembebas menuju ke diafragma spring sehingga pressure plate menjepit / menekan clutch menuju fly wheel.
5. Release Fork
Release fork berfungsi menekan / mendorong release bearing sehingga menuju ke diafragma spring. Release fork digerakkan langsung oleh pedal injak kopling.
6. Input Shoft
Input shoft berfungsi sebagai tempat / dudukan dari clutch disc, clutch cover, release bearing, release fork dan juga sebagai poros.
7. Clutch House
Clutch House berfungsi sebagai tempat dari komponen-komponen kopling dan juga berfungsi sebagai pelindung dari komponen-komponen yang ada didalamnya.
Clutch House (rumah kopling)
d. Tipe Sistem Penggerak Kopling
Sebelum kopling bekerja yaitu melepas dan menghubungkan ke transmisi dibutuhkan suatu mekanisme yang akan memungkinkan kopling dapat dikendalikan. Sistem penggerak kopling dibagi 2 bagian, yaitu :
1. Sistem Mekanis
Tenaga yang dihasilkan dorongan pedal lalu menggerakan release fork yang diteruskan langsung oleh clutch relesecabel. Pada zaman sekarang sistem kopling mekanis kurang banyak digunakan, karena masih mempunyai kekurangan yaitu bagi kendaraan besar sangat memerlukan tenaga / kekuatan yang cukup besar.
2. Sistem Hidrolis
Pedal kopling yang diinjak akan menimbulkan tekanan pada minyak yang terdapat pada master silinder ditentukan melalui pipa, selanjutnya mendesak piston yang berada dalam relese silinder lalu mengerakkan relese fork, sistem memiliki keuntungan yaitu sangat efisien dan cepat dalam pemindahan tenaga.
e. Cara kerja kopling
1. Saat Tidak Berhubungan
Pedal kopling diinjak, clutch disc tertekan ke fly wheel sehingga hubungan pada clutch disc terlepas dari input shaft sehingga tenaga tidak dapat disalurkan ke transmisi.
2. Saat Berhubungan
Pedal kopling tidak diinjak, tkanan tidak ada,clutch disc, clutch cover, relese bearing mundur kembali pada posisi yang semula, sehingga hubungan kembali menyatu dengan input shaft.
3.2 Persiapan Kerja
Alat-alat dan bahan, keselamatan kerja yang harus disiapkan sebelum melaksanakan pekerjaan, yaitu :
1. Kunci 14 kombinasi dan 17
2. Kunci 14 pas dan ring
3. Kunci socket 14
4. Kunci socket 17
5. Palu
6. Obeng (+) dan (-)
7. Tang sepi dan tang biasa
8. Kunci 12 ring – pas
9. Jangka sorong
10. Amplas halus
11. Pakaian keselamatan kerja, dll
Yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja antara lain:
1. Baju kerja / baju praktek
2. Sarung tangan
3. Sepatu praktek
4. Kain lap
5. Pelindung kepala, dll
P3K terdiri dari :
1. Obat-obatan
2. Perban, Kapas
3. Betadin
4. Plester, dll
3.3 Proses Kerja
a. Langkah-langkah pembongkaran / melepaskan unit kopling
1. Lepaskan rumah kopling dari mesin (jangan menguras oli transmisi)
2. Lepaskan penutup kopling dan kopling itu sendiri
- Berikan tanda-tanda pada penutup secara merata sedemikian rupa sehingga pegas pemegang menjadi bebas.
- Kendorkan baut-baut sekali putar secara merata demikian rupa sehingga pegas pemegang menjadi bebas
- Lepaskan baut-baut pengikat, kemudian penutup kopling-koplingnya (jangan sampai plat kopling jatuh)
3. Lepaskan bantalan pembebas dengan hub garbu dan karet pelindung debu dari transmisi
- Lepaskan klip dan tarik bantalan pembebas dengan hub
- Lepaskan pegas penegang (tipe control kabel)
- Lepaskan garpu dari karet pelindung debu (boot)
4. Lalu cari penyebab masalah
Masalah yang muncul seperti contoh: gantikan clutch disc, clutch cover, release bearing, dll.
b. Langkah-langkah pemasangan kopling
1. Pasang plat kopling pada roda gaya
2. Pasang tutup kopling
- Tepatkan tanda pada tutup kopling dan roda gaya
- Kencangkan baut pengikat dengan rata dalam beberapa tahap sampai tutup kopling terduduk dengan baik (gunakan kunci momen ukuran : 195 log – cm / 14 Ft – 1b, 19 Nm)
3. Periksa kerataan ujung pegas diafragma
4. Oleskan gemuk molybdenum disulphide lithium base / gemuk mp
4.1 Oleskan gemuk pada bagian-bagian berikut:
- Titik persinggungan garpu pembebas dan batang pendorong
- Titik tumpu garpu pembebas
- Titik persinggungan garpu pembebas dan hub
- Alur plat kopling
- Alur pada bagian dalam hub bantalan pembebas (release bearing)
4.2 Oleskan gemuk pada bagian depan bantalan pembebas
5. Pasang karet pelindung debu, garpu dan bantalan pembebas dengan hub pada transmisi
6. Pasang baut masing-masing sesuai tempatnya untuk mengikat kembali rumah kopling dengan mesin dan kencangkan dengan kunci yang seperlunya.
7. Bersihkan alat-alat dan bahan
c. Langkah-langkah pemeriksaan unit kopling
1. Ukur kedalaman paku kling dengan jangka sorong
2. Ukur kelonggaran plat kopling menggunakan dial gouge
3. Ukur kelonggaran roda gaya menggunakan dial gouge
4. Periksa apakah bantalan pilot macet atau tidak
5. Ukur kedalaman dan lebar keausan diafragma menggunakan jangka sorong
6. Periksa bantalan pembebas macet atau tidak
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan penulis selama mengikuti PRAKERIN di bengkel AHOI adalah sebagai berkut:
1. Bengkel AHOI adalah perbengkelan yang memelihara dan merawat komponen bidang otomotif.
2. Memiliki bagian-bagian tertentu yang memiliki masing-masing fungsi.
3. Kopling (cloutch) merupakan pemindah daya pada kendaraan.
4. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan jalur tenaga dari engine ke transmisi.
5. Prinsip kerja kopling adalah memindahkan tenaga tanpa terjadinya slip.
4.2 Saran-saran
Selama 3 bulan penulis melaksanakan PRAKERIN dibengkel AHOI, maka penulis menyarankan:
1. Seluruh karyawan bengkel AHOI tetap disiplin.
2. Kepada adik-adik kelas yang akan mengikuti PRAKERIN sebaiknya selalu mematuhi tata tertib yang ada di bengkel.
3. Khusus untuk pembaca laporan ini, penulis mengharapkan kritik dan saran agar nantinya akan menjadi masukan yang berguna.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, 2002, Teori dan Perbaikan Kopling Mobil, Bandung
Edi Sigar, 2007, Buku Pintar Otomotif.
Isuzu Motor Limited, 2001, Buku Pedoman Perbaikan Kopling, Tokyo
PT. Toyota Astra Motor, 1995, New Step I Training Manual.
Biodata DU / DI
Nama Pimpinan : Ahoi
Tahun pendirian bengkel : 1988
Nama bengkel : BENGKEL AHOI
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
PADA BENGKEL AHOI
JUDUL
SISTEM HOUL KOPLING
MOBIL TOYOTA LGX
OLEH :
NAMA : DODI FIRMANSYAH
NIS : 0160
PROGRAM KEAHLIAN : KENDARAAN RINGAN
DINAS PENDIDIKAN
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH
SMK N 1 SIMPANG KATIS
TAHUN AJARAN 2010/2011
Jl. Raya Sungaiselan Km. 9, Desa Terak, Kec. Simpang Katis, Bangka Tengah 33674
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN INI DISAHKAN
Oleh
Pembimbing
Harpobi Indra, S.Pd.
NIP. 197505052008041004 Pembimbing DU / DI
Mengetahui,
Kepala SMK N 1 Simpangkatis
HENDROYONO, S.Pd.
NIP. 1963100919930311006
Pimpinan DU / DI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Prakerin di Bengkel Ahoi yang beralamat di Desa Mangkol, Pangkalan Baru, Jl. Sungaiselan Km. 5. Pangkalan Baru, Bangka Tengah, serta dapat menyusun laporan ini dengan baik. Laporan ini dibuat bertujuan agar lebih memahami pelajaran yang telah saya dapatkan di Du/Di yaitu sistem over haul kopling.
Materi sistem over houl kopling di dalamnya disajikan dengan sistematis dan mudah dipahami. Apalagi didalamnya disertai dengan gambar kerja yang bisa dilihat bagaimana cara membuka dan memasangnya.
Disamping itu materi yang disajikan lengkap dengan uraian teori, uraian persiapan kerja, uraian proses kerja, pengendalian mutu dan lain-lain. Semoga laporan ini dapat membantu pembaca khususnya adik kelas yang mengambil Program Kendaraan Ringan dalam mempelajari sistem over houl kopling dan berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem ini. Tidak luput penulis berterima kasih kepada :
1. Yang terhormat bapak Hendroyono, S.Pd. selaku kepala sekolah SMK 1 Simpang Katis dan guru yang telah memberikan penulis kesempatan untuk belajar di Bengkel AHOI sehingga kami mendapatkan banyak pengalaman di tempat tersebut.
2. Pimpinan bengkel AHOI yang telah mengizinkan penulis praktek dan karyawan bengkel AHOI yang telah membimbing penulis dalam kegiatan PRAKERIN.
3. Yeng terhormat Guru Pembimbing yang telah membimbing kami selama hampir tiga bulan sehingga kami dapat melaksanakan PRAKERIN dengan benar.
4. Teman-teman yang telah bekerjasama sama dengan baik selama PRAKERIN.
Dengan selesainya pelaporan ini penulis menyadari bahwa laporan ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan dalam penyusunannya.
Simpang Katis, 11 Mei 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR LAMPIRAN vi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Tujuan PRAKERIN 1
1.2 Tujuan Pembuatan Laporan 2
BAB 2 URAIAN UMUM
2.1 Sejarah Perusahaan 3
2.2 Struktur Organisasi 4
2.3 Kepegawaian 5
2.4 Disiplin Kerja 6
2.5 Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan 7
BAB 3 URAIAN KHUSUS
3.1 Pembahasan Teori 8
3.2 Persiapan Kerja 16
3.3 Gambar Kerja 17
3.4 Uraian Proses Kerja 18
BAB 4 PENUTUP
1. Kesimpulan 22
2. Saran-saran 23
DAFTAR PUSTAKA 24
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Tipe Umum Kopling 4
Tipe Umum Drive Train 5
Komponen-komponen pada kopling 6
Fly Wheel 7
Cluth Disc 7
Cluth Cover 8
Release Bearing 9
Release Fork 9
Sistem Penggerak kopling Mekanis 10
Sistem Penggerak kopling Hidrolis 11
Penutup Kopling 13
Pembebas dengan hubungan garpu dan karet pelindung 14
Paku kling dan jangka sorong 14
Plat kopling dan dial gauge 14
Roda gaya dan dial gaouge 14
Bantalan Pilot 14
Bantalan pembebas 14
Tutup Kopling 15
Pegas Diafragma 15
Garpu pembebas 15
DAFTAR LAMPIRAN
1. Biodata DU /DI
2. Biodata penulis
3. Jurnal harian
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 TUJUAN PRAKERIN
1.1.1 TUJUAN UMUM
a. Menganalisis tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
b. Memperkokoh link and match antara sekolah dengan DU / DI.
c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga yang berkualitas profesional.
d. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
1.1.2 TUJUAN KHUSUS
a. Melalui pendidikan sistem ganda untuk mendapatkan tamatan yang siap kerja diberbagai pekerjaan yang membutuhkan keahian keterampilan tertentu.
b. Untuk mendapatkan keterpaduan yang saling mengisi dan melengkapi antara pendidikan SMK (Teknologi Industri) dengan keahlian profesi yang diperoleh melalui PRAKERIN.
c. Aplikasi pengetahuan akademik.
d. Merupakan suatu usaha peningkatan keterampilan dan membentuk pribadi untuk percaya diri dan mandiri memasuki pasar kerja.
1.2 TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN
a. Siswa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran di sekolah dan penerapan di DU /DI.
b. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih secara lebih luas dan terperinci yang terungkap dalam karya tulis yang disusunnya.
c. Mengumpulkan data yang berguna bagi sekolah dan diri sendiri.
d. Menambah perbendaharaan pustaka sekolah untuk menunjang peningkatan siswa angkatan selanjutnya.
BAB 2
URAIAN UMUM
2.1 Sejarah Perusahaan
Pimpinan Bengkel Mobil AHOI adalah seorang yang ulet, mandiri dan percaya diri. Keterampilan membengkel diperoleh dan berkembang sejak menginjak dewasa, hal ini di buktikan dengan keterlibatan dirinya saat sekolah tingkat SMP bekerja di bengkel saudaranya. Sesudah lulus SMA pada tahun 1988 dia mulai merintis usahanya sendiri di daerah Lampur. Dengan bermodal keyakinan dan semangat diri dia bekerja tanpa dibantu oleh siapapun. Tahun 2003 dia pindah lokasi di jalan Sungai Selan Km.4 dimana sekarang ini bengkel berada. Sekarang Ahoi sebagai proses pemilik bengkel dibantu oleh seorang mekanik.
Selain mengurusi mesin Ahoi juga ahli dalam mengelas. Las yang digunakan adalah las listrik. Mekanik yang membantu Ahoi ahli dibidang over houl kopling. Bengkel Ahoi selain servis over haoul juga melayani servis ringan seperti, ganti oli, ganti filter oli, ganti saringan minyak, saringan udara dan servis sistem kelistrikan.
Bengkel Ahoi dapat dibagi menjadi 2 lokal, sebagai berikut:
Lokal I berada di depan yang digunakan untuk pelayanan servis ringan maupun berat. Dengan luas kurang lebih panjang 10 meter dan lebar 4 meter.
Lokal II berada dibelakang yang digunakan sebagai tempat pengelasan. Luas lokal tempat pengelasan kurang lebih 21 meter pesegi.
Pemisahan lokal antara lokal servis dan pengelasan, bertujuan untuk menjaga hal yang tidak diharapkan berkaitan dengan bahan bakar mobil yang mudah terbakar.
2.2 Struktur Organisasi
Secara organisatoris bengkel AHOI bukan merupakan organisasi yang jelas secara sistimatis dapat di gambarkan sebagai berikut:
2.3 Kepegawaian
Bengkel AHOI adalah bengkel keluarga jumlah karyawan 2 orang pemimpin sekaligus mekanik.
Pemimpin : 1 orang
Mekanik : 1 orang
Jumlah pegawai : 2 orang
2.4 Disiplin Kerja
Bengkel AHOI memiliki jam kerja 6 hari yaitu :
Hari kerja : Senin s/d Sabtu
• Masuk : 08.00 – 12.00 wib
• Istirahat : 12.00 – 13.00 wib
• Masuk : 13.00 – 18.00 wib
Peraturan kerja bengkel AHOI ;
1. Tidak boleh datang terlambat
2. Tidak boleh mengerjakan pekerjaan lain apabila pekerjaan satu belum selesai.
3. Tidak boleh melakukan pekerjaan tanpa disuruh/ diperintah.
4. Apabila tidak masuk hrus memberi keterangan.
2.5 Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan
- Pada saat bekerja apabila ada oli yang berhamburan harus dibersihkan
- Pada saat telah selesai bekerja, pekerjaan yang dilakukan harus benar-benar sempurna.
BAB 3
URAIAN KHUSUS
3.1 Pembahasan Teori
a. Fungsi Umum Kopling
Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan transmisi. Fungsi kopling sendiri adalah untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui pedal yang diinjak. Prinsip kerja kopling adalah memindahkan tenaga ke transmisi tanpa terjadi slip.
Rangkaian kopling Tutup Kopling (clutch cover)
Kopling yang bekerja secara sempurna harus mempunyai persyaratan, diantaranya adalah :
1. Harus mampu menghubungkan transmisi dengan mesin secara lembut
2. Kuat dan mampu tahan akan putaran yang sangat tinggi
3. Pada waktu menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa mudah slip
4. Tahan panas / temperature tinggi
5. Harus mampu membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat
6. Seimbang / balance
Kopling juga dapat disebut dengan pemindah daya (drive train). Drive train adalah sesuatu yang memindahkan tenga yang dihasilkan oleh mesin untuk menggerakkan roda-roda kendaraan. Drive train umumnya digunakan ada 4 jenis, yaitu diantaranya :
1. Mesin dengan penggerak belakang (front engine rear drive) atau FR
2. Mesin depan penggerak depan (front engine front drive) atau FF
3. Mesin tengah penggerak belakang (mid-ship engine rear drive) atau MR
4. Penggerak 4 roda (four wheel drive) atau 4 WD
b. Jenis-jenis Kopling
Jenis kopling (clutdh) dikelompokkan menjadi 5 jenis kopling, yaitu :
1. Kopling dengan menggunakan gigi (gear clutch)
2. Kopling dengan menggunakan fluida / hidrolis (fluide clutch)
3. Kopling gesek (friction clutch) dibagi 2 :
- Single plate
- Multi plate
4. Kopling magnet (magnetic clutch)
5. Kopling sntrifugal (sentrifugal clutch)
Dari lima jenis kopling tersebut, hanya 2 jenis yang umumnya dipakai, yaitu jenis kopling gesek dan kopling fluida.
c. Komponen-komponen yang ada pada kopling
1. Fly wheel (benda yang akan meneruskan putaran ke kopling)
Fly wheel adalah suatu roda, putaran yang terjadi dikarenakan terusan putaran langsung dari crank shaft, sehingga dapat dihasilkan putaran yang tinggi.
2. Clutch Disc
Berfungsi sebagai perantara perpindahan putaran dari mesin ke trsnsmisi, jika hendak/tidak disalurkan. Komponen lain clutch disc, diantaranya :
- Facing adalah bagian yang akan bergesekan langsung dengan fly wheel dan juga pressure plate
- Tersion damper berfungsi untuk meredam getaran yang timbul pada saat kopling berhubungan / bergerak
- Hubungan berfungsi sebagai dudukan bagi input shaft
3. Clutch Cover
Clutch cover merupakan komponen kopling yang dihubungkan / atau diikat oleh baut pada fly wheel yang berfungsi untuk menjepit clucth disc menuju fly wheel selain itu juga cluth cover berfungsi sebagai tempat / dudukan dari komponen-komponen yang ada pada clutch cover, yaitu :
- Pressure plate berfungsi sebagai plat penekanan clutch disc menuju fly wheel
- Pressure lever berfungsi berfungsi sebagai penekanan pressure lever
- Diafragma spring berfungsi sebagai penekanan pressure lever
- Coil spring berfungsi sebagai penekanan pressure plate
4. Release Bearing (bantalan Pelepas)
Berfungsi sebagai penerus tenaga dorongan yang diberikan oleh garpu pembebas menuju ke diafragma spring sehingga pressure plate menjepit / menekan clutch menuju fly wheel.
5. Release Fork
Release fork berfungsi menekan / mendorong release bearing sehingga menuju ke diafragma spring. Release fork digerakkan langsung oleh pedal injak kopling.
6. Input Shoft
Input shoft berfungsi sebagai tempat / dudukan dari clutch disc, clutch cover, release bearing, release fork dan juga sebagai poros.
7. Clutch House
Clutch House berfungsi sebagai tempat dari komponen-komponen kopling dan juga berfungsi sebagai pelindung dari komponen-komponen yang ada didalamnya.
Clutch House (rumah kopling)
d. Tipe Sistem Penggerak Kopling
Sebelum kopling bekerja yaitu melepas dan menghubungkan ke transmisi dibutuhkan suatu mekanisme yang akan memungkinkan kopling dapat dikendalikan. Sistem penggerak kopling dibagi 2 bagian, yaitu :
1. Sistem Mekanis
Tenaga yang dihasilkan dorongan pedal lalu menggerakan release fork yang diteruskan langsung oleh clutch relesecabel. Pada zaman sekarang sistem kopling mekanis kurang banyak digunakan, karena masih mempunyai kekurangan yaitu bagi kendaraan besar sangat memerlukan tenaga / kekuatan yang cukup besar.
2. Sistem Hidrolis
Pedal kopling yang diinjak akan menimbulkan tekanan pada minyak yang terdapat pada master silinder ditentukan melalui pipa, selanjutnya mendesak piston yang berada dalam relese silinder lalu mengerakkan relese fork, sistem memiliki keuntungan yaitu sangat efisien dan cepat dalam pemindahan tenaga.
e. Cara kerja kopling
1. Saat Tidak Berhubungan
Pedal kopling diinjak, clutch disc tertekan ke fly wheel sehingga hubungan pada clutch disc terlepas dari input shaft sehingga tenaga tidak dapat disalurkan ke transmisi.
2. Saat Berhubungan
Pedal kopling tidak diinjak, tkanan tidak ada,clutch disc, clutch cover, relese bearing mundur kembali pada posisi yang semula, sehingga hubungan kembali menyatu dengan input shaft.
3.2 Persiapan Kerja
Alat-alat dan bahan, keselamatan kerja yang harus disiapkan sebelum melaksanakan pekerjaan, yaitu :
1. Kunci 14 kombinasi dan 17
2. Kunci 14 pas dan ring
3. Kunci socket 14
4. Kunci socket 17
5. Palu
6. Obeng (+) dan (-)
7. Tang sepi dan tang biasa
8. Kunci 12 ring – pas
9. Jangka sorong
10. Amplas halus
11. Pakaian keselamatan kerja, dll
Yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja antara lain:
1. Baju kerja / baju praktek
2. Sarung tangan
3. Sepatu praktek
4. Kain lap
5. Pelindung kepala, dll
P3K terdiri dari :
1. Obat-obatan
2. Perban, Kapas
3. Betadin
4. Plester, dll
3.3 Proses Kerja
a. Langkah-langkah pembongkaran / melepaskan unit kopling
1. Lepaskan rumah kopling dari mesin (jangan menguras oli transmisi)
2. Lepaskan penutup kopling dan kopling itu sendiri
- Berikan tanda-tanda pada penutup secara merata sedemikian rupa sehingga pegas pemegang menjadi bebas.
- Kendorkan baut-baut sekali putar secara merata demikian rupa sehingga pegas pemegang menjadi bebas
- Lepaskan baut-baut pengikat, kemudian penutup kopling-koplingnya (jangan sampai plat kopling jatuh)
3. Lepaskan bantalan pembebas dengan hub garbu dan karet pelindung debu dari transmisi
- Lepaskan klip dan tarik bantalan pembebas dengan hub
- Lepaskan pegas penegang (tipe control kabel)
- Lepaskan garpu dari karet pelindung debu (boot)
4. Lalu cari penyebab masalah
Masalah yang muncul seperti contoh: gantikan clutch disc, clutch cover, release bearing, dll.
b. Langkah-langkah pemasangan kopling
1. Pasang plat kopling pada roda gaya
2. Pasang tutup kopling
- Tepatkan tanda pada tutup kopling dan roda gaya
- Kencangkan baut pengikat dengan rata dalam beberapa tahap sampai tutup kopling terduduk dengan baik (gunakan kunci momen ukuran : 195 log – cm / 14 Ft – 1b, 19 Nm)
3. Periksa kerataan ujung pegas diafragma
4. Oleskan gemuk molybdenum disulphide lithium base / gemuk mp
4.1 Oleskan gemuk pada bagian-bagian berikut:
- Titik persinggungan garpu pembebas dan batang pendorong
- Titik tumpu garpu pembebas
- Titik persinggungan garpu pembebas dan hub
- Alur plat kopling
- Alur pada bagian dalam hub bantalan pembebas (release bearing)
4.2 Oleskan gemuk pada bagian depan bantalan pembebas
5. Pasang karet pelindung debu, garpu dan bantalan pembebas dengan hub pada transmisi
6. Pasang baut masing-masing sesuai tempatnya untuk mengikat kembali rumah kopling dengan mesin dan kencangkan dengan kunci yang seperlunya.
7. Bersihkan alat-alat dan bahan
c. Langkah-langkah pemeriksaan unit kopling
1. Ukur kedalaman paku kling dengan jangka sorong
2. Ukur kelonggaran plat kopling menggunakan dial gouge
3. Ukur kelonggaran roda gaya menggunakan dial gouge
4. Periksa apakah bantalan pilot macet atau tidak
5. Ukur kedalaman dan lebar keausan diafragma menggunakan jangka sorong
6. Periksa bantalan pembebas macet atau tidak
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan penulis selama mengikuti PRAKERIN di bengkel AHOI adalah sebagai berkut:
1. Bengkel AHOI adalah perbengkelan yang memelihara dan merawat komponen bidang otomotif.
2. Memiliki bagian-bagian tertentu yang memiliki masing-masing fungsi.
3. Kopling (cloutch) merupakan pemindah daya pada kendaraan.
4. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan jalur tenaga dari engine ke transmisi.
5. Prinsip kerja kopling adalah memindahkan tenaga tanpa terjadinya slip.
4.2 Saran-saran
Selama 3 bulan penulis melaksanakan PRAKERIN dibengkel AHOI, maka penulis menyarankan:
1. Seluruh karyawan bengkel AHOI tetap disiplin.
2. Kepada adik-adik kelas yang akan mengikuti PRAKERIN sebaiknya selalu mematuhi tata tertib yang ada di bengkel.
3. Khusus untuk pembaca laporan ini, penulis mengharapkan kritik dan saran agar nantinya akan menjadi masukan yang berguna.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, 2002, Teori dan Perbaikan Kopling Mobil, Bandung
Edi Sigar, 2007, Buku Pintar Otomotif.
Isuzu Motor Limited, 2001, Buku Pedoman Perbaikan Kopling, Tokyo
PT. Toyota Astra Motor, 1995, New Step I Training Manual.
Biodata DU / DI
Nama Pimpinan : Ahoi
Tahun pendirian bengkel : 1988
Nama bengkel : BENGKEL AHOI
Langganan:
Postingan (Atom)