Senin, 16 Mei 2011

MENYUSURI JEJAK – JEJAK KENANGAN DI PANTAI PASIR KUNING

by Rengga Trianto on Saturday, May 14, 2011 at 7:37pm
MENYUSURI JEJAK – JEJAK KENANGAN DI PANTAI PASIR KUNING

Lembut semilir angin Pantai Pasir Kuning ini, mengingatkanku kepada gadis cikarku. Wulan ……, apa kabar kau kini? Sudah 4 tahun lamanya kita tidak bersua. Entah bagaimana keadaanmu kini. Apakah kau baik – baik saja? Bodohnya aku meninggalkanmu waktu itu, karena amoy yang baru aku kenal di kota Muntok. Aku tahu hatimu waktu itu terluka, sangat terluka karena ulahku. Kenapa dulu aku tega menyakiti hatimu yang lembut bagaikan salju itu. Begitu mudahnya aku mengucapkan kata “perpisahan” dan menjalin kasih dengan Lina yang hanya baru 2 hari ku kenal.
Aku ingat, matamu berurai air mata. Kau memohon agar aku tidak meninggalkanmu. Tapi aku yang terlanjur dibutakan oleh cinta sesaat, pergi meninggalkanmu begitu saja. Wulan gadis cikarku, setelah empat tahun berlalu, kini aku menjejakkan kakiku kembali di Desa Tempilang yang damai dan tenang ini. Kau tahu? Aku langsung ke pantai Pasir Kuning, tempat favorit kita waktu nge-date dulu. Kamu pernah mengatakan, bahwa pantai adalah tempat rekreasi favoritmu. Kata mu, bila berjalan – jalan di pantai, hati menjadi tenang, pikiran pun menjadi damai. Menghirup hembusan semilir anginnya, serasa membangkitkan gairah dan semangat hidup. Kau mengatakannya sambil berjalan menyusuri pantai. Tangan kita saling berpegangan erat. Sesekali kau menyenderkan kepalamu di dadaku. Aku mengusap pelan rambut panjang indahmu. Ahhh ….., begitu romantis saat itu. Bila sudah begitu, mulutmu yang cerewet tak henti – hentinya bercerita tentang desa Tempilang tempat kelahiranmu. Sumpah, aku sendiri sudah bosan mendengarnya. Tapi kau selalu memaksa aku untuk mendengarkannya sambil mencubit gemas perutku.
Wulan, sekarang pandanganku lurus menghadap pantai. Dari ujung sana terlihat indahnya biru air laut. Aku membayangkan, ada wajahmu di sana, tersenyum manis melihatku atau malah menertawakanku yang dengan bodohnya berjalan sendirian sambil mengenang kisah cinta kita yang telah lalu. Aku tahu, bila ada kau disini, pasti kau tertawa lebar – lebar di depan wajahku. Pasti kau akan memaki – maki aku dan menyebut diriku bodoh, tolol …… hah!!! Wulan, aku memang pantas kau beri perlakuan seperti itu. Aku memang bodoh telah mencintai Lina. Dia ternyata tidak mencintaiku. Dia hanya cinta pada uangku saja. Aku benar – benar tidak bisa melupakan kejadian di hari Sabtu yang menyakitkan itu. Tanpa sengaja, aku mendengar perbincangan dia dengan Ibunya. Ibunya menyuruhnya untuk memerasku. Aku dengar sayup – sayup dari perbincangan mereka, ternyata Ibunya memiliki hutang sebesar tiga puluh juta kepada seorang rentenir. Lina dengan wajah tanpa dosa, bersedia menuruti kehendak Ibunya tersebut. Bahkan dia sendiri yang mengatur rencana tersebut dengan rapi, membuatku tidak sadar bahwa aku sedang diperas.
Lina …. Lina ….., seandainya kau tahu. Aku ini tidak kaya. Yang kaya adalah orang tuaku. Aku hanya diberi fasilitas saja. Begitu mudah kau silau dengan mobil yang aku pakai, silau dengan kartu ATM dan kartu kredit yang aku punya. Dihari Sabtu yang menyakitkan itu, aku mengajak dia ke pantai Tanjung Kalian, tepat di bawah Mercusuar Tua peninggalan zaman Belanda tempat kami pertama kali bertemu, aku memutuskan tali percintaanku dengan dengannya. Menyakitkan memang. Tapi untuk apa aku menjalani jalinan cinta yang hanya didasari oleh uang, bukan cinta.
Tidak seperti kau Wulan. Kau mencintaiku karena kau cinta, bukan karena aku anak orang kaya. Kau pernah bilang, uang bukan segala – galanya. Uang tidak dibawa mati. Uang hanya titipan. Tapi cinta? Cinta sejati tidak akan pernah mati, mesti sang kekasih meninggalkannya. Wulan, begitu tulus kau mencintaiku. Aku berharap cinta sejati itu masih ada dihatimu untukku.
Wulan ……, kakiku menginjak sesuatu. Ternyata kerang. Kau ingat, aku pernah memberimu kulit kerang kecil berwarna putih mulus ini kepadamu. Kataku ….. putihnya kulit kerang ini seputih cintaku kepadamu. Kau tertawa kecil dan mengatakan kalau aku ini “gombal”, terus kau mengatakan, “Sudah berapa wanita yang kau beri kerang sambil mengucapkan kata – kata seperti itu?”, aku tersipu malu. Lalu aku kejar dirimu yang berlari – lari kecil menyusuri pantai. Aku berhasil menangkapku. Lalu aku peluk dirimu erat. Dalam pelukan itu, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, apalagi menyakiti hatimu. Tapi Wulan, kau lihat sendiri. Aku langgar janjiku itu. Aku mengkhianatimu. Aku menduakanmu. Oh ……. Tuhan, kenapa aku laki – laki diciptakan begitu mudahnya tergoda kepada rayuan seorang wanita. Seandainya aku tidak mengkhianatimu, mungkin saat ini kita telah menjadi sepasang suami istri.
Kita berpacaran cukup lama ya Wulan, dua tahun. Pertama kali bertemu waktu acara pesta adat tahunan terbesar di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Perang Ketupat. Aku waktu itu yang hanya menjadi penonton, begitu kagum melihatmu, wanita satu – satunya di arena Perang Ketupat yang di dalamnya terdapat laki – laki semua. Kau begitu bersemangat melempar gumpalan – gumpalan ketupat ke arah lawan. Kau tidak peduli dengan keadaanmu yang berantakan terkena lemparan ketupat. Bahkan wajahmu yang putih berubah menjadi merah terkena sinar matahari. Kau terlihat begitu maskulin waktu itu. Mungkin karena waktu itu rambutmu masih pendek sebatas leher dan kau ikat kuda ke belakang. Aku terus menyorakimu …. Ayo …. Ayo…, namun tiba – tiba kau menarik lenganku dan mengajakku ikut bergabung. Kontan aku terkejut. Tapi karena sudah terlanjur, akhirnya aku jadi ikut berperang di arena.
Lucu bila mengenang kejadian itu. Sehabis perang, aku langsung menghampirimu dan berkenalan. Kau begitu ramah ketika menjabat tanganku sambil menyebutkan namamu, begitupun sebaliknya aku. Pertemuan kita terus berlanjut, hingga akhirnya kita memutuskan untuk pacaran. Jujur Wulan, waktu berpacaran denganmu, aku capek sekali. Capek karena aku mesti ngapelin kamu dari Pangkalpinang ke Tempilang. Ngapelnya pun bukan malam Minggu, tapi hari Minggu. Tapi aku rela wulan. Habis, kalau tidak bertemu, rasanya rindu sekali. Kerjapun jadi tidak konsen, meski sudah ada handphone, tetap saja ritual ketemuan harus dilakoni.
Pernah waktu itu aku sedang menuju ke rumah mu. Ban mobilku kempes terkena paku. Ha … ha … ha …, habis jalanan menuju ke rumahmu belum di aspal, masih tanah merah dan paku tersebut entah dari mana datangnya. Untung aku membawa ban serep, sehingga dengan cepat langsung ku ganti dan segera ke rumahmu.
Kau ingat Wulan, aku begitu takut waktu pertama kali berkenalan dengan orangtuamu. Terutama dengan Ayahmu. Aku membayangkan pasti aku akan dilarang berpacaran denganmu. Karena kau adalah anak perempuan kesayangan satu – satunya dalam keluarga. Namun, kejadian yang ku takutkan tidak terjadi. Malahan orangtuamu welcome sekali terhadapku. Ayahmu pernah berkata, “Jang, tulong jage anek gadis ko ne satu – satu e ni, jangen sampai ka gi nyaket ati e. betunanglah yang serius, yang bener, jangen dibuet maen – maen.” Begitu kata Ayahmu dengan logat bahasa Bangka yang kental.
Pak Sahanan, aku mohon maaf tidak bisa memenuhi permintaan Bapak. Aku memang laki – laki bodoh, pecundang!!! Aku tidak pantas dititipkan seorang wanita yang begitu baik hatinya untuk kujadikan seorang kekasih.
Wulan, aku tidak tahu bagaimana reaksi Ayahmu waktu aku meninggalkanmu. Mungkin aku tidak sanggup menatap wajahnya bila seandainya aku harus bertemu dengannya. Begitu malunya aku, sampai kata maaf ku pun mungkin tidak akan sempat meluncur dari mulutku. Begitu berdosanya aku Wulan. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa lalu, masa sewaktu kita masih bersama. Aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu. Begitu banyak hati yang telah ku buat terluka oleh perbuatanku.
Wulan ….. hari ini hari Raya Idul Fitri. Momen yang tepat untukku meminta maaf kepadamu dan kedua orangtuamu. Sewaktu aku ke sini tadi, aku melihat iring – iringan serombongan laki – laki berpakaian muslim, ada yang memakai sarung. Ada juga yang memakai celana panjang, berjalan beriringan membawa dulang berwarna merah bergaris kuning hitam menuju Masjid Jami’ yang terletak di pinggir jalan Desa Tempilang. Itu acara nganggung kan Wulan? Aku berhenti sejenak. Mataku berkeliling mencari – cari sosok Ayahmu. Tapi tidak ketemu. Akupun sempat berniat melajukan mobilku menuju ke arah rumahmu, tapi ku urungkan niatku, karena aku masih belum mempunyai nyali untuk menemuimu. Akhirnya, aku menuju ke pantai ini, Pantai Pasir Kuning. Ku buka buku agendaku. Ku ambil fotomu. Ku pandangi sambil berjalan menyusuri pantai, mengenang kenangan indah kita.
Di pantai ini, aku masih mengumpulkan segenap keberanianku untuk menemuimu dan orangtuamu. Wulan…… aku tidak mengharapkan apa – apa. Aku hanya ingin meminta maaf. Untuk mengharapkan cintamu, rasanya sudah tidak mungkin. Sekarang aku siap menemuimu, apapun yang terjadi, aku siap menerimanya.

***
Angga bergegas pergi meninggalkan Pantai Pasir Kuning. Ketika dia akan melangkahkan kaki menuju mobilnya, alangkah terkejutnya dia saat melihat sosok wanita seperti Wulan berdiri seorang diri sambil menatap ke arah pantai, Angga bertanya dalam hati, “Wulan…. Apakah itu kamu … ??” ketika Angga akan mendekatinya, mendadak sosok Wanita itu memalingkan wajahnya dan tersenyum manis ke arahnya. Jantung Angga berdesir. Semilir angin begitu lembut menerpa, sehingga membuat rambut wanita itu tergerai pelan. Angga berkata lirih, “Ternyata Wulan ……, Wulan!!!! Panggilnya. Namun seketika sosok wanita itu menghilang tanpa jejak di hadapannya. Tubuhnya seakan ikut melayang pergi mengikuti arus semilir angin Pantai Pasir Kuning yang sejuk.
Angga terdiam terpaku seribu Tanya.
PRIA BERKAOS MERAH
by Rengga Trianto on Saturday, May 14, 2011 at 7:32pm
PRIA BERKAOS MERAH

“Kaos merah …… kaos merah”
Kata – kata itu memenuhi seluruh ruang otakku. Mataku berkeliling ke segala penjuru toko buku, mencari - cari sosok pria berkaos merah tersebut. Satu dua orang yang masuk ku seleksi berdasarkan kaos yang mereka pakai. Hemm,, seperti orang yang kurang kerjaan saja aku. Sembari memegang majalah dan membolak – balik lembarannya, mataku melirik – lirik sekilas, mengawasi orang – orang yang berlalu lalang di dalam toko buku dengan tatapan yang mencurigakan. Srettt …… sekilas aku melihat pria memakai kaos berwarna merah. Deg!!! Jantungku berdegup kencang. Jangan – jangan pria ini lagi yang sedari kemarin selalu memaksa aku untuk ketemuan. Ku cek sms yang masuk ke dalam inbox message hapeku. Ku baca sms yang masuk Lima menit yang lalu itu.
“Aku pake kaos merah lengan pendek.”
Ku lirik lagi pria berkaos merah tersebut. Tapi dia memakai kaos merah berlengan panjang. Lagipula pria tersebut tidak berlama – lama di dalam toko buku dan langsung keluar begitu saja tanpa membeli sesuatu. Huftt!! Ke,mana dia? Gerutuku dalam hati dengan rasa jengkel. Sudah hampir dua puluh menit lamanya aku menunggu di sini. Ku rogoh hape yang ada di dalam tasku. Ku sms kembali pria misterius tersebut.
“Dimana kamu sekarang?” tanyaku. Semenit kemudian dia membalas.
“Aku udah nyampe ni.” Balasnya.
Cepat – cepat ku dongakkan kepalaku melihat ke arah pintu masuk toko buku. Ku edarkan bola mataku ke sekeliling ruangan. Aku bergumam sendiri, kemanakah pria berkaos merah tersebut?
Aku berjalan perlahan ke arah deretan rak buku – buku bertemakan Psikologi. Ku edarkan kembali mataku menjelajah setiap deretan rak buku yang di depannya berdiri satu sampai tiga orang pengunjung yang hanya sekedar melihat – lihat ataupun hanya sekedar membaca kilasan resensi isi buku – buku yang tersusun rapi di rak – rak tersebut.. masih belum kutemukan juga sosok pria berkaos merah yang misterius tersebut. Hatiku mulai kesal. Ku ambil kembali hapeku. Aku sms dia sekali lagi.
“Kamu di mananya?”
Tak sampai satu menit, dia membalas.
“Aku udah di dalem ni.”
Brengsek!!! Pikirku dalam hati. Aku tahu dia pasti bersembunyi. Entah di balik rak – rak buku atau di kerumunan orang – orang yang pada berjejal berebutan untuk melihat novel – novel cuci gudang berharga diskon yang tersusun rapi di rak paling ujung dari toko buku ini.
Ku percepat langkahku menuju ke kerumunan orang – orang tersebut. Berharap sosok pria berkaos merah lengan pendek berada disitu. Kembali aku celingukan kesana kemari persis orang bingung mencari sosok pria misterius tersebut. Tetap tidak kutemukan.
Hatiku mulai panas. Aku kembali menuju deretan rak majalah. Ku ambil hapeku. Kali ini aku tidak berniat untuk mengirim pesan kepadanya, melainkan aku akan menelponnya. Ku dial nomornya dan terdengarlah nada sambung pribadi lagu Armada “Ku hanya ingin setia”. Sebuah lagu cinta menyentuh hati yang sebenarnya tidak ingin lagi aku dengar, karena telah mengingatkanku kepada mantan pacarku, Abdi. Aku benci bila harus mengingat bagaimana dia memutuskanku dan rela memilih wanita pilihan orang tuanya. Lirik lagu Armada tersebut sangat pas dengan tragedy cintaku tersebut. Ohhh ….. seandainya lagu tersebut tidak pernah rilis ke pasaran.
Sekali refrain lagu Armada telah berlalu. Telponku tak kunjung diangkat. Kedua kalinya refrain lagu Armada terdengar, telponku di reject olehnya. SIAL!!!! Umpatku dalam hati. Tak banyak berpikir lagi, satu kata langsung terlintas di dalam otakku, AKU DIKERJAI!!!!. Dengan cepat aku menarik kesimpulan. Dia tidak memakai kaos merah, tapi dia memakai kaos berwarna lain.
Benar – benar brengsek!!! Bagaimana mungkin aku bisa menemukan orang di dalam toko buku ini yang memakai kaos merah sementara dia sendiri sebenarnya tidak memakai kaos berwarna merah.
Aku yakin dia memakai kaos berwarna lain dan semua lelaki di dalam toko buku ini bisa dijadikan tersangka!!. Jrengg …. Jrenggg … saatnya aku mengambil taktik yang lain. Ku telpon kembali nomornya secara diam – diam. Sambil menelpon, aku mengendap – ngendap di antara deretan rak – rak buku sambil melihat ke semua lelaki yang ada di dalam toko buku berharap salah satu dari mereka ada yang mengangkat telpon. Barang siapa yang mengangkat telpon. Grab!!!! Dia lah tersangka utamanya!!!
Lagu Armada masih mengalun, namun tak satu pun lelaki yang mengangkat telpon. Sial!! Sial!! Sial!!!, dia ternyata lebih pintar. Mungkin saja dia tidak berada di dalam toko buku ini melainkan berada di luar. Ku lihat ke arah dinding kaca yang memisahkan toko buku dengan para penjual pakaian di mall ini. Orang – orang berlalu lalang, namun tidak ada yang bersikap mencurigakan. Aku semakin bingung. Pikiranku mulai aneh – aneh saja. Jangan – jangan dia pemilik toko buku ini dan dengan mudahnya dia mengintaiku dari seperangkat kamera CCTV. Huh…. Seperti mata – mata saja.
Dalam kebingunganku tersebut tiba – tiba hapeku berbunyi. Ada sms masuk. Ku buka sms tersebut.
“Kamu yang berdiri di deretan rak majalah itu kan?”
Deg!! Aku terkejut. Dia tahu aku berdiri di deretan rak ini. Aku semakin yakin dia sebenarnya ada di dalam toko buku ini. Sedari lama dia telah melihatku dan aku yakin dia sedang berdiri di belakangku sekarang. Aku belum menoleh. Pelan – pelan ku balas smsnya.
“Iya bener. Kamu di mana sih?” tanyaku gemas. Lalu dia membalas.
“Sorry ya, telah membuang – buang waktu kamu, salam kenal aja. Bye.”
“Lho?? Kenapa ???” balasku heran. Ku berondong lagi dia dengan serentetan sms berikutnya.
“Cepat temui aku disini.” Desakku. Namun dia tak kunjung membalas. Cepat – cepat ku balikkan badanku melihat siapa yang ada di belakangku. Srettt!!! Sesosok pria tinggi, berkulit putih sekelebat keluar dari toko buku. Dia tidak memakai kaos merah. Dia memakai kaos berwarna biru laut. Spontan aku berlari ke arahnya. Tapi aku tidak berani memanggilnya. Sosok itu sangat ku kenal. Ya…. Aku mengenalnya. Dia tidak asing bagiku. Perawakannya yang familiar di mataku walaupun terlihat dari belakang mengingatku pada seseorang di masa laluku. Dia Abdi, mantan pacarku.
Abdi, thanks untuk hari ini.

CATATAN HARIAN MARIO TEGUH

Sahabat saya yang sedang membangun
kehidupan yang baik,
Sekarang atau nanti,
kita semua pasti pasti diminta
…mempertanggung-jawabkan penggunaan usia kita.
Kita akan selalu dibandingkan dengan mereka
yang lebih muda dan yang kurang beruntung
daripada kita, tapi berhasil menjadikan
diri mereka sendiri hebat, sejahtera, dan anggun.
Tidak semua orang menjadi sebagaimana
dia seharusnya bisa menjadi.
Mario Teguh

laporan siklus bab iv

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Hasil penelitian
Pra Siklus
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada tahap pra siklus merupakan pembelajaran biasa, artinya pembelajaran dalam pelaksanaannya tidak berbeda dengan sistem belajar mengajar biasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2011 mata pelajaran Agama Islam. Pembelajaran dilaksanakan sesuai rencana program pembelajaran (RPP). Kegiatan ini secara terperinci dimulai dengan apersepsi, kemudian guru menjelaskan materi secara umum yaitu materi hafalan surat-surat pendek. Adapun metode yang digunakan yaitu metode ceramah, dan melanjutkan bacaan. Siswa diberi pula kesempatan untuk menghafal bersama-sama. Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak menggunakan media.
Kegiatan penutup pembelajaran guru memberikan evaluasi dimana siswa menghafal surat-surat pendek secara bergantian. Pada tahap ini hasil evaluasi digunakan sebagai dasar evaluasi pencapaian kriteria ketuntasan belajar yang telah ditentukan sekolah. Selain hasil evaluasi bersifat akademik juga tidak luput mendapat perhatian yaitu aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, perhatian anak terhadap media dan minat anak untuk mengikuti proses pembelajaran. Hasil evaluasi kemampuan hafalan yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, akan diteliti dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan bersama teman sejawat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat pendek anak. Penelitian tindakan untuk perbaikan dimulai dari siklus I
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Pra Siklus dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 57,97. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2145/37=57,97.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 37,83 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 14/37=37,83.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran pra siklus sebanyak 14 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, kriteria untuk menetukan aktif tidaknya anak ada 4 nilai kategori yaitu nilai 1 kategori tidak peduli, Nilai 2 kategori kurang, Nilai 3 kategori mengikuti dan Nilai 4 kategori aktif. Dalam jumlah secara angka siswa paling tinggi pada tingkat mengikuti dengan jumlah 23 anak, perhatian anak terhadap media tertinggi pada tingkat mengikuti dengan jumlah 18 anak, minat siswa untuk menghafal paling tinggi kategori mengikuti berjumlah 26 anak.
Nilai hasil evaluasi belajar pra siklus dapat dilihat pada tabel berikut:

Grafik 1. Perolehan Nilai Aspek Pra Siklus

Pada pra siklus ini rata-rata yang diperoleh mencapai 57,97 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 37,83 %, jumlah siswa yang tuntas 14 anak. Anak yang aktif 0 dengan kata lain anak belum aktif dalam belajar. Aspek mengikuti pembelajaran 23 anak kriteria tertinggi nilai 3. Perhatian anak nilai tertinggi 3 dengan jumlah 18 anak. Dan minat anak dalam menghafal 27 anak mendapat nilai kriteria 3. Jumlah nilai kriteria tertinggi 148.
Dasar pemikiran penyebab karena guru belum menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran. Perhatian yang menyeluruh kepada seluruh anak saat belajar dapat menjadi penyebab nilai anak yang rendah. Dalam kegiatan belajar dirasakan perhatian secara indivudual tidak dilaksanakan, perhatian hanya pada anak yang aktif. Karena anak yang aktif di kelas selalu berusaha mengeksplor kemampuan mereka. Mereka aktif untuk menunjukan kemampuan mereka. Anak yang tergolong memiliki kemampuan biasa mereka menjadi tidak terpola untuk aktif dan partisipasi, mereka dalam belajar sedikit terabaikan. Anak yang kurang aktif tidak mendapat kesempatan dan pertanyaan. Guru tidak mengalokasikan secara khusus dan setelah berakhir pembelajaran mereka pun selesai untuk melaksanakan tugas mengajar tanpa memperhatikan hasil evaluasi belajar anak. Pertimbangan ketercapaian keberhasilan dalam memahami pokok bahasan menjadi tidak terperhatikan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pra siklus merupakan pre test untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik. Hasil kegiatan pembelajaran pra siklus hasil yang diperoleh belum memuaskan, hal ini dipertimbangkan dengan tingkat ketercapaian KKM baru terdapat 14 anak dengan prosentase ketuntasan 37,83 %. Dengan kondisi ketercapaian diatas maka guru bermaksud untuk mengadakan penelitian tidakan kela. Kegiatan ini dilaksanakan bersama teman sejawat untuk menilai proses perbaikan pembelajaran. Diharapkan dengan penelitian yang dilaksanakan akan meningkatkan hasil belajar dan jumlah anak mencapai KKM meningkat.

Siklus I
Perencanaan tindakan
Adapun rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
Menyusun skenario besar dalam satu siklus.
Skenario berkaitan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Siklus I (4 kali pertemuan). Skenario ini adalah rencana yang akan dilaksanakan pada siklus I. Siklus I akan dilaksanakan Tiap hari Selasa sesuai mata pelajaran Agam Islam pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 Februari 2011.
Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran, seperti: silabus, RPP, dan alat evaluasi, serta menetapkan salah satu surat yang menjadi bahan hafalan siswa. Silabus merupakan silabus yang dipakai pada hari biasanya. RPP tidak berbeda dengan RPP umumnya. Alat evaluasi merupakan panduan evaluasi lisan untuk mengetahui hafalan surat-surat pendek siswa setelah dilaksanakan penelitian, dihari keempat siklus I.

Menyusun lembar observasi kegiatan guru
Lembar observasi kegiatan guru berupa lembar observasi yang diisi oleh teman sejawat. Pengisian ini tidak serta merta dalam sehari namun dilaksanakan secara terpisah selama pelaksanaan satu siklus. Hal ini dilakukan untuk menemukan konsistensi peneliti dalam melaksanakan tindakan di kelas.
Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi merupakan format yang digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. lembar ini diisi oleh kolaboratif yang mengamati kegiatan tindakan yang dilakukan oleh guru.
Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
Lembar refleksi diisi berdasar temuan khusus saat pembelajaran berlangsung yang dapat dilakukan guru ketika pembelajaran berakhir.
Memberitahukan kegiatan penelitian kepada siswa
Dalam kegiatan ini guru menjelaskan kepada murid tentang tujuan pelaksanaan tindakan baik baik bagi anak dan guru.
Tindakan dan observasi
Tindakan disini merupakan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, kegiatan berupa latihan menghafal dengan metode drill sesuai tahap yang direncanakan. Observasi dilakukan oleh observer (pengamat yang ditunjuk) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang harus diisi adalah lembar observasi guru dan siswa.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Siklus I dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 70,18. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2595/37=70,18.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 56,75 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 21/37=56,75.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran pra siklus sebanyak 21 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, kriteria untuk menentukan aktif tidaknya anak ada 4 nilai kategori yaitu nilai 1 kategori tidak peduli, Nilai 2 kategori kurang, Nilai 3 kategori mengikuti dan Nilai 4 kategori aktif. Hasil observasi diperoleh pada aspek mengikuti diperoleh dengan poin 1 berjumlah 2 anak. poin 2 berjumlah 4 anak, poin 3 berjumlah 31 anak. Aspek perhatian anak terhadap media diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 5 anak, poin 3 berjumlah 30 dan poin 4 berjumlah 6 anak. Aspek minat siswa untuk menghafal diperoleh poin 2 berjumlah 3 anak, poin 3 berjumlah 30 anak, poin 4 berjumlah 4 anak.
Nilai hasil evaluasi belajar siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Grafik 2. Perolehan Nilai Aspek Siklus I

Refleksi hasil penelitian
Dari hasil pengamatan selama 4 kali pertemuan yang dituangkan dalam lembar observasi kemampuan guru melaksanakan pembelajaran secara komulatif dari 7 aspek penilaian dapat ditunjukan rerata pada siklus I diperoleh nilai 4,1. Aktifitas siswa yang menjadi perhatian tindakan aspek mengikuti pembelajaran secara komulatif nilai 103 prosentase 69%. Aspek perhatian terhadap media jumlah diperoleh 111 prosentase 79 % dan aspek minat jumlah diperoleh 112 prosentase 76% .
Penyusunan rencana revisi I
Setelah dilaksanakan 4 kali pertemuan (siklus I) diperoleh data-data yaitu kemampuan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran diperoleh rerata 4,1. Nilai rata-rata siswa 70,18, prosentase ketuntasan 56,75 dan siswa mencapai KKM berjumlah 21 anak. Aspek kegiatan siswa tertinggi kategori mengikuti anak memperoleh poin tertinggi 3 berjumlah 31 belum ada anak yang mencapai poin 4. Aspek perhatian terhadap media terdapat 2 anak yang mencapai poin 4. Aspek minat 4 anak yang mendapat poin 4. Kegiatan anak dalam pembelajaran dari tiga kategori baru terdapat 8 anak dengan poin 4 (aktif).
Dengan kondisi tersebut tindakan yang dilaksanakan dalam siklus 1 akan ditingkatkan pada tindakan pada siklus dua, dapat diperkirakan belum maksimalnya nilai anak, masih rendahnya jumlah anak yang mancapai KKM disebabkan karena anak dalam mengikuti, perhatian dan minat anak dalam menghafal masih rendah. Untuk mengatasi beberapa hal tersebut maka pada tindakan kedua tindakan akan lebih dititik beratkan pada upaya untuk meningkatkan kegiatan siswa (mengikuti, perhatian dan minat) dalam pelaksanaan belajar.
Siklus II
Perencanaan Tindakan Revisi
Adapun rencana tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
Menyusun skenario besar revisi dalam satu siklus.
Skenario ini adalah rencana yang akan dilaksanakan pada siklus II. Siklus II akan dilaksanakan pada hari Selasa mata pelajaran Agam Islam pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 Maret 2011. Adapun beberapa hal yang akan dilakukan untuk meningkatkan hafalan dengan membuat kelompok belajar di kelas, kelompok meja berdasarkan tingkat kemampuan anak dengan menempatkan anak yang sudah mampu dan hafal dalam kelompok dalam tiap kelompok.
Menyiapkan media ditiap kelompok, masing-masing kelompok belajar bersama dan mengevaluasi secara bergantian. Di siklus II guru melibatkan orang tua anak yang nilainya dirasa masih rendah untuk belajar menghafal dirumah, untuk memantau pelaksanaan dirumah guru akan menelepon atau pesan langsung untuk mengingatkan orang tua untuk menghafal surat-surat pendek yang menjadi materi hafalan.
Menyiapkan materi dan penyusunan perangkat pembelajaran perangkat pembelajaran silabus, RPP, dan alat evaluasi tidak dirubah merupakan perangkat yang digunakan pada siklus I.
Menyusun lembar observasi kegiatan guru
Lembar ini merupakan lembar baru dengan materi yang sama seperti pada siklus I
Menyusun lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi siswa yang digunakan melanjutkan lembar observasi disesuaikan dengan pertemuan siklus yang dilakukan selama tindakan berlangsung.
Menyusun lembar refleksi kegiatan harian guru
Catatan kecil yang merupakan hasil kegiatan yang perlu dicatat atau istimewa selama tindakan berlangsung.
Tindakan dan observasi
Tindakan pada siklus II merupakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi. Pembelajaran dilakukan dengan membuat kelompok berjumlah 6 anak tiap kelompok dan membagi siswa yang hafal ke dalam tiap kelompok. Pada akhir pembelajaran guru memantau anak dengan cara menelepon orang tua. Ataupun dengan cara pesan langsung pada orang tua anak yang wajib belajar menghafal dirumah.
Data hasil yang diperoleh dari kegiatan Siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Jumlah siswa yang tuntas dalam menghafal surat-surat pendek diperoleh nilai rata-rata kelas 77,56. Penghitungan nilai ini diperoleh dari rumus Nilai rata-rata = NR=(Jumlah Nilai Hasil Evaluasi Siswa)/(Jumlah siswa)=2870/37=77,56.
Prosentase ketuntasan minimal mencapai 83,78 % diperoleh dari rumus Prosentase Ketuntasan = (Siswa yang tuntas)/(Jumlah siswa)= 31/37=83,78.
Jumlah siswa yang tuntas dari evaluasi pembelajaran siklus II sebanyak 31 anak. Angka ini diperoleh dari banyaknya anak yang memperoleh nilai diatas nilai KKM. Dimana nilai KKM Pendidikan Agama Islam yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Kegiatan siswa dalam pembelajaran, Hasil observasi diperoleh pada aspek mengikuti diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak. poin 2 berjumlah 1 anak, poin 3 berjumlah 25 anak, poin 4 berjumlah 11 anak. Aspek perhatian anak terhadap media diperoleh dengan poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 0 anak, poin 3 berjumlah 25 dan poin 4 berjumlah 12 anak. Aspek minat siswa untuk menghafal diperoleh poin 1 berjumlah 0 anak, poin 2 berjumlah 0 anak, poin 3 berjumlah 13 anak, poin 4 berjumlah 24 anak.
Nilai rata-rata dan kegiatan siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Grafik 3. Perolehan Nilai Aspek Siklus II

Refleksi hasil penelitian II
Hasil dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus II ditelaah bersama kolaborator, adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 77,56. Jumlah siswa yang tuntas 31 anak, prosentase ketuntasan mencapai 83,78%. Kegiatan anak selama mengikuti pembelajaran yaitu Seluruh data yang diperoleh diolah dan dianalisis dan kemudian dituangkan dalam refleksi siklus II. Signifikansi ketercapaian harapan dan kenyataan ini menentukan kegiatan siklus selanjutnya jika diperlukan. Mengikuti 11 anak aktif, perhatian 12 anak aktif, minat menghafal 14 anak aktif, akumulasi poin 4 terdapat 37.
Pada siklus II 31 anak dari 37 siswa telah mencapai KKM dan anak semakin aktif dalam mengikuti, perhatian dan minat mereka dengan jumlah poin kriteria 37 item dengan poin 4. Hal ini dapat dimungkinkan karena dalam pelaksanaan drill dalam pembelajaran menghafal surat-surat pendek guru lebih memberikan perhatian, menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta melibatkan orang tua saat belajar dirumah.


Pembahasan
Peningkatan Rata-rata Nilai Evaluasi
Berdasar pada hasil evaluasi pembelajaran dari setiap siklus penelitian tindakan kelas bersama kolaboratif mengevaluasi peningkatan rata-rata. Peningkatan rata-rata dapat di lihat pada tabel berikut:

Grafik 4. Perolehan Nilai Rata-rata
Dengan menggunakan metode drill dalam kegiatan menghafal surat-surat pendek di SD Muhammadiyah Pangkalpinang, dari grafik 5 dapat terlihat peningkatan nilai rata-rata nilai kelas. Peningkatan ini menjadikan metode drill sebagai salah satu metode pembelajaran dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan hafalan siswa. Dinyatakan dengan membandingkan nilai rata-rata pra siklus baru mencapai 57,97. Selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata menjadi 70,18. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata mencapai 77,56. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode drill terjadi peningkatan dalam penguasaan siswa terhadap materi surat-surat pendek pada pelajaran agama Islam.

Peningkatan ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Pertimbangan keberhasilan pembelajaran dapat menggunakan evaluasi, tercapai tidaknya kemampuan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang dimaksud yaitu kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM). Adapu tingkat KKM yang ditentukan di kelas satu di SD Muhammadiyah dalam hal ini sebagai subyek penelitian tindakan kelas yaitu nilai ketuntasan yang diharapkan sebesar 60. Dikatakan tuntas jika nilai anak sama atau diatas nilai yang diharapkan. Peningkatan ketuntasan dan jumlah anak yang tuntas dapat digambarkan pada grafik berikut:

Grafik 5. Ketercapaian Ketuntasan Belajar
Pada gambar 5 tersebut terlihat peningkatan nilai anak yang pada evaluasi Pra siklus siswa yang tuntas baru mencapai 37,83% dengan jumlah 14 anak. Pada siklus 1 berjumlah 21 anak dengan prosentase mencapai 56,75%. Pada siklus II terlihat peningkatan siswa yang tuntas mencapai 31 anak dengan prosentase mencapai 83,78%. Peningkatan nilai secara klasikal disebabkan guru menerapkan metode drill dalam proses pembelajaran, serta dengan kegiatan yang berlanjut adanya refleksi setiap kegiatan yang dilakukan, guru akan semakin mudah menemukan langkah dan mengelola proses pembelajaran.
Peningkatan Aktifitas Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran selama perbaikan siswa dilihat dan dinilai tingkat keaktifannya. Dalam penelitian ini keaktifan siswa di bagi menjadi 3 kriteria yaitu keaktifan dalam mengikuti pembelajaran, perhatian dan minatnya. Peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik 6. Peningkatan Aktifitas Siswa Dalam Pembelajaran
Pada gambar 5 tersebut menggambarkan peningkatan prosentase aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan semakin besar prosentase angka dinyatakan semakin aktif siswa dalam kegitan belajarnya. Pada pra siklu tidak ada anak yang mendapat nilai 4, pada siklus I terdapat 6 anak yang mendapat nilai aktif. Pada siklus II terdapat 28 anak mendapat nilai aktif. Dengan demikian selama proses pembelajaran perbaikan semakin banyak anak yang aktif. Jadi dengan menerapkan metode drill dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar, baik dari segi mengikuti, perhatian dan minat anak untuk melakukan kegiatan yang diharapkan oleh guru.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan deskripsi data dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi mengatasi kesulitan menghafal surah-surah pendek di kelas 1 SD Muhammadiyah Pangkalpinang adalah dengan menggunakan metode drill. Kegiatan berupa memberikan tindakan seperti latihan menghafal baik secara individual maupun secara kelompok. Kegiatan dilaksanakan dalam 8 kali pertemuan terbagi dalam 4 kali pertemuan pada siklus I, 4 kali pertemuan pada siklus II ditambah 1 kali pertemuan untuk kegiatan pra siklus. Kegiatan pra siklus digunakan untuk mengetahui kemampuan awal anak. Hasil pelaksanaan tindakan dengan menggunakan metode drill diperoleh peningkatan yang berarti. Peningkatan terlihat dinyatakan dengan membandingkan nilai rata-rata pra siklus baru mencapai 57,97. Selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata menjadi 70,18. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata mencapai 77,56. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode drill terjadi peningkatan penguasaan siswa terhadap materi surat-surat pendek pada pelajaran agama Islam. Dengan demikian dengan metode drill kesulitan menghafal surat-surat pendek anak teratasi.
Penerapan Metode drill di kelas I SD Muhammadiyah yaitu dengan cara, pertama guru melakukan evaluasi terhadap ketercapaian KKM siswa. Kedua, kondisi tingkat ketercapaian KKM siswa dalam menghafal surat-surat pendek menjadi dasar untuk melaksanakan tidakan. Ketiga, kegiatan diterapkan dalam rangkaian kegiatan yang disebut siklus. Siklus tersebut dilaksanakan dalam dua tahap siklus I dan II. Dimana pada siklus I siswa belajar dengan cara menghafal secara klasikal dan pada siklus II siswa dalam kelas menghafal dengan cara berkelompok dengan menempatkan siswa yang hafal pada tiap kelompok. Pada siklus kedua guru juga melibatkan orang tua untuk membimbing anak dirumah untuk latihan menghafal surat-surat pendek yang menjadi materi hafalan. Cara yang dilakukan guru dengan menelepon langsung maupun dengan menggunakan buku penghubung dan pesan langsung.
Hasil pelaksanaan metode drill dalam menghafal surat-surat pendek di SD Kelas 1 Muhammadiyah dapat mengatasi kesulitan siswa. Tingkat teraratasinya kesulitan dapat dilihat dari data yang diperoleh yaitu pada kegiatan pra sikus siswa yang tuntas baru mencapai 37,83% dengan jumlah 14 anak. Dari hasil evaluasi pra siklus anak diberikan perlakuan secara terencana dalam tindakan kelas, setelah tindakan terlaksana anak diberikan evaluasi untuk mengetahui peningkatan yang diharapkan. Hasil yang diperoleh dari tindakan pada siklus 1 berjumlah 21 anak dengan prosentase mencapai 56,75% anak tuntas. Berdasar evaluasi pada siklus I direncanakan tindakan tambahan pada siklus dengan merubah proses belajar menghafal dengan membuat kelompok dengan menempatkan beberapa anak yang sudah hafal di tiap kelompok. Dengan kegiatan ini anak menjadi termotivasi untuk menghafal. Adapun hasil pada siklus II terlihat peningkatan siswa yang tuntas mencapai 31 anak dengan prosentase mencapai 83,78%. Jadi dengan menerapkan metode drill kesulitan anak teratasi dengan kenyataan yang ada 31 anak telah mencapai diatas KKM dan 6 anak yang lain sama dengan KKM yang ditetapkan yaitu nilai 60. Data penunjang untuk memperkuat bukti teratasinya kesulitan siswa yaitu kegiatan pembelajaran pada evaluasi pra siklus belum ada anak yang memeroleh poin 4 dengan tingkat tertinggi 3. Dengan kondisi ini tindakan tidak terlepas untuk meningkatkan keaktifan anak dengan metode drill. Dengan semakin besar prosentase angka keaktifan dinyatakan semakin aktif siswa dalam kegiatan belajarnya. Pada pra siklus tidak ada anak yang mendapat nilai 4, pada siklus I terdapat 6 anak yang mendapat nilai aktif. Pada siklus II terdapat 28 anak mendapat nilai aktif. Jadi dengan menerapkan metode drill dalam kegiatan belajar menghafal surat-surat pendek keaktifan siswa dalam kegiatan belajar meningkat, baik dari segi mengikuti kegiatan pembelajaran, perhatian dan minat anak untuk melakukan kegiatan sesuai dengan yang diharapkan oleh guru.

Saran
Saran yang dapat disampaikan dengan selesainya kegiatan penelitian adalah :
Dalam penerapan metode drill tidak terlepas adanya aplikasi pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif dan menyenangkan. Sehingga pembelajaran tidak menjadi kegiatan yang kaku dengan bentuk latihan menghafal secara monoaksi, tetapi sedapat mungkin bersifat multi kreasi. Sehingga anak lebih termotivasi dalam menghafal surat-surat pendek.
Metode drill adalah salah satu metode dari sekian banyak metode yang ada. Guru sedemikian rupa hendaknya dapat menerapkan metode drill sesuai dengan tujuan kompetensi yang diharapkan. Sehingga guru tidak terpaku untuk selalu menerapkan metode drill dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk memperkaya wacana metode guru hendaknya selalu berupaya aktif dalam kegiatan Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga bisa tercipta keseragaman dalam penggunaan metode pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA



Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta, Departemen Agama RI, 2005).

Departemen Agama RI, Petunjuk Teknis Pondok Pesantren, (Dirjen Kelembagaan Islam, direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren: 2004)

Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan (Buku Dua: Persekolahan dan Perkembangan Masyarakat, (Yogyakarta: Andi Ofset: 1995)

Mohammad Asrori, Psikologi Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima: 2007)

Mansyur dkk, Metodologi Pendidikan Agama (Jakarta: CV Forum: 1981)

Priono, Implementasi Improving Learning Dengan Metode Drill Dan Resitasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika (PTK Pembelajaran Matematika di SMP Muhammadiyah I Surakarta Kelas VIII tahun Ajaran 2007/2008 dalam WWW. Dunia pendidikan.co.id, 2007 (diakses pada tanggal 11 September 2010)

Pusat Bahasa Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka: 2007).

Sa’ad Riyadh, Langkah Mudah Menggairahkan Anak Hafal Al Qur’an (Surakarta: Arofah Group: 2009).

Sri Anitah, Strategi Pembelajaran di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka: 2008)

Soemadi S. Pengantar Psikologi Sosial I. (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi, 1968)

Suwarsih Madya , Panduan Penelitian Tindakan, (Yogyakarta, Lembaga Penelitian IKIP: 1994)

Sumitro, dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Yokyakarta: FIP UNY:1998)



Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara kerjasama Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama: 2008)

Yudrik Jahja, dkk, Wawasan Pendidikan, (Jakarta:(Program Guru Bantu ) Direktorat Tenaga Pendidikan: 2004)




LAMPIRAN

Minggu, 01 Mei 2011

prakerin

LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
PADA BENGKEL AHOI


JUDUL
SISTEM HOUL KOPLING
MOBIL TOYOTA LGX

OLEH :
NAMA : DODI FIRMANSYAH
NIS : 0160

PROGRAM KEAHLIAN : KENDARAAN RINGAN

DINAS PENDIDIKAN
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH
SMK N 1 SIMPANG KATIS
TAHUN AJARAN 2010/2011

Jl. Raya Sungaiselan Km. 9, Desa Terak, Kec. Simpang Katis, Bangka Tengah 33674

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN INI DISAHKAN

Oleh
Pembimbing




Harpobi Indra, S.Pd.
NIP. 197505052008041004 Pembimbing DU / DI








Mengetahui,

Kepala SMK N 1 Simpangkatis




HENDROYONO, S.Pd.
NIP. 1963100919930311006
Pimpinan DU / DI






KATA PENGANTAR


Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Prakerin di Bengkel Ahoi yang beralamat di Desa Mangkol, Pangkalan Baru, Jl. Sungaiselan Km. 5. Pangkalan Baru, Bangka Tengah, serta dapat menyusun laporan ini dengan baik. Laporan ini dibuat bertujuan agar lebih memahami pelajaran yang telah saya dapatkan di Du/Di yaitu sistem over haul kopling.
Materi sistem over houl kopling di dalamnya disajikan dengan sistematis dan mudah dipahami. Apalagi didalamnya disertai dengan gambar kerja yang bisa dilihat bagaimana cara membuka dan memasangnya.
Disamping itu materi yang disajikan lengkap dengan uraian teori, uraian persiapan kerja, uraian proses kerja, pengendalian mutu dan lain-lain. Semoga laporan ini dapat membantu pembaca khususnya adik kelas yang mengambil Program Kendaraan Ringan dalam mempelajari sistem over houl kopling dan berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem ini. Tidak luput penulis berterima kasih kepada :
1. Yang terhormat bapak Hendroyono, S.Pd. selaku kepala sekolah SMK 1 Simpang Katis dan guru yang telah memberikan penulis kesempatan untuk belajar di Bengkel AHOI sehingga kami mendapatkan banyak pengalaman di tempat tersebut.
2. Pimpinan bengkel AHOI yang telah mengizinkan penulis praktek dan karyawan bengkel AHOI yang telah membimbing penulis dalam kegiatan PRAKERIN.
3. Yeng terhormat Guru Pembimbing yang telah membimbing kami selama hampir tiga bulan sehingga kami dapat melaksanakan PRAKERIN dengan benar.
4. Teman-teman yang telah bekerjasama sama dengan baik selama PRAKERIN.
Dengan selesainya pelaporan ini penulis menyadari bahwa laporan ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan dalam penyusunannya.

Simpang Katis, 11 Mei 2010
Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR LAMPIRAN vi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Tujuan PRAKERIN 1
1.2 Tujuan Pembuatan Laporan 2
BAB 2 URAIAN UMUM
2.1 Sejarah Perusahaan 3
2.2 Struktur Organisasi 4
2.3 Kepegawaian 5
2.4 Disiplin Kerja 6
2.5 Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan 7
BAB 3 URAIAN KHUSUS
3.1 Pembahasan Teori 8
3.2 Persiapan Kerja 16
3.3 Gambar Kerja 17
3.4 Uraian Proses Kerja 18
BAB 4 PENUTUP
1. Kesimpulan 22
2. Saran-saran 23
DAFTAR PUSTAKA 24

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Tipe Umum Kopling 4
Tipe Umum Drive Train 5
Komponen-komponen pada kopling 6
Fly Wheel 7
Cluth Disc 7
Cluth Cover 8
Release Bearing 9
Release Fork 9
Sistem Penggerak kopling Mekanis 10
Sistem Penggerak kopling Hidrolis 11
Penutup Kopling 13
Pembebas dengan hubungan garpu dan karet pelindung 14
Paku kling dan jangka sorong 14
Plat kopling dan dial gauge 14
Roda gaya dan dial gaouge 14
Bantalan Pilot 14
Bantalan pembebas 14
Tutup Kopling 15
Pegas Diafragma 15
Garpu pembebas 15

DAFTAR LAMPIRAN

1. Biodata DU /DI
2. Biodata penulis
3. Jurnal harian

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN PRAKERIN
1.1.1 TUJUAN UMUM
a. Menganalisis tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
b. Memperkokoh link and match antara sekolah dengan DU / DI.
c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga yang berkualitas profesional.
d. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
1.1.2 TUJUAN KHUSUS
a. Melalui pendidikan sistem ganda untuk mendapatkan tamatan yang siap kerja diberbagai pekerjaan yang membutuhkan keahian keterampilan tertentu.
b. Untuk mendapatkan keterpaduan yang saling mengisi dan melengkapi antara pendidikan SMK (Teknologi Industri) dengan keahlian profesi yang diperoleh melalui PRAKERIN.
c. Aplikasi pengetahuan akademik.
d. Merupakan suatu usaha peningkatan keterampilan dan membentuk pribadi untuk percaya diri dan mandiri memasuki pasar kerja.


1.2 TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN
a. Siswa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran di sekolah dan penerapan di DU /DI.
b. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih secara lebih luas dan terperinci yang terungkap dalam karya tulis yang disusunnya.
c. Mengumpulkan data yang berguna bagi sekolah dan diri sendiri.
d. Menambah perbendaharaan pustaka sekolah untuk menunjang peningkatan siswa angkatan selanjutnya.


BAB 2
URAIAN UMUM

2.1 Sejarah Perusahaan
Pimpinan Bengkel Mobil AHOI adalah seorang yang ulet, mandiri dan percaya diri. Keterampilan membengkel diperoleh dan berkembang sejak menginjak dewasa, hal ini di buktikan dengan keterlibatan dirinya saat sekolah tingkat SMP bekerja di bengkel saudaranya. Sesudah lulus SMA pada tahun 1988 dia mulai merintis usahanya sendiri di daerah Lampur. Dengan bermodal keyakinan dan semangat diri dia bekerja tanpa dibantu oleh siapapun. Tahun 2003 dia pindah lokasi di jalan Sungai Selan Km.4 dimana sekarang ini bengkel berada. Sekarang Ahoi sebagai proses pemilik bengkel dibantu oleh seorang mekanik.
Selain mengurusi mesin Ahoi juga ahli dalam mengelas. Las yang digunakan adalah las listrik. Mekanik yang membantu Ahoi ahli dibidang over houl kopling. Bengkel Ahoi selain servis over haoul juga melayani servis ringan seperti, ganti oli, ganti filter oli, ganti saringan minyak, saringan udara dan servis sistem kelistrikan.
Bengkel Ahoi dapat dibagi menjadi 2 lokal, sebagai berikut:
Lokal I berada di depan yang digunakan untuk pelayanan servis ringan maupun berat. Dengan luas kurang lebih panjang 10 meter dan lebar 4 meter.
Lokal II berada dibelakang yang digunakan sebagai tempat pengelasan. Luas lokal tempat pengelasan kurang lebih 21 meter pesegi.
Pemisahan lokal antara lokal servis dan pengelasan, bertujuan untuk menjaga hal yang tidak diharapkan berkaitan dengan bahan bakar mobil yang mudah terbakar.


2.2 Struktur Organisasi
Secara organisatoris bengkel AHOI bukan merupakan organisasi yang jelas secara sistimatis dapat di gambarkan sebagai berikut:







2.3 Kepegawaian
Bengkel AHOI adalah bengkel keluarga jumlah karyawan 2 orang pemimpin sekaligus mekanik.
Pemimpin : 1 orang
Mekanik : 1 orang
Jumlah pegawai : 2 orang


2.4 Disiplin Kerja
Bengkel AHOI memiliki jam kerja 6 hari yaitu :
Hari kerja : Senin s/d Sabtu
• Masuk : 08.00 – 12.00 wib
• Istirahat : 12.00 – 13.00 wib
• Masuk : 13.00 – 18.00 wib


Peraturan kerja bengkel AHOI ;
1. Tidak boleh datang terlambat
2. Tidak boleh mengerjakan pekerjaan lain apabila pekerjaan satu belum selesai.
3. Tidak boleh melakukan pekerjaan tanpa disuruh/ diperintah.
4. Apabila tidak masuk hrus memberi keterangan.

2.5 Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan
- Pada saat bekerja apabila ada oli yang berhamburan harus dibersihkan
- Pada saat telah selesai bekerja, pekerjaan yang dilakukan harus benar-benar sempurna.

BAB 3
URAIAN KHUSUS

3.1 Pembahasan Teori
a. Fungsi Umum Kopling
Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan transmisi. Fungsi kopling sendiri adalah untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui pedal yang diinjak. Prinsip kerja kopling adalah memindahkan tenaga ke transmisi tanpa terjadi slip.





Rangkaian kopling Tutup Kopling (clutch cover)

Kopling yang bekerja secara sempurna harus mempunyai persyaratan, diantaranya adalah :
1. Harus mampu menghubungkan transmisi dengan mesin secara lembut
2. Kuat dan mampu tahan akan putaran yang sangat tinggi
3. Pada waktu menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa mudah slip
4. Tahan panas / temperature tinggi
5. Harus mampu membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat
6. Seimbang / balance
Kopling juga dapat disebut dengan pemindah daya (drive train). Drive train adalah sesuatu yang memindahkan tenga yang dihasilkan oleh mesin untuk menggerakkan roda-roda kendaraan. Drive train umumnya digunakan ada 4 jenis, yaitu diantaranya :
1. Mesin dengan penggerak belakang (front engine rear drive) atau FR
2. Mesin depan penggerak depan (front engine front drive) atau FF
3. Mesin tengah penggerak belakang (mid-ship engine rear drive) atau MR
4. Penggerak 4 roda (four wheel drive) atau 4 WD



b. Jenis-jenis Kopling
Jenis kopling (clutdh) dikelompokkan menjadi 5 jenis kopling, yaitu :
1. Kopling dengan menggunakan gigi (gear clutch)
2. Kopling dengan menggunakan fluida / hidrolis (fluide clutch)
3. Kopling gesek (friction clutch) dibagi 2 :
- Single plate
- Multi plate
4. Kopling magnet (magnetic clutch)
5. Kopling sntrifugal (sentrifugal clutch)
Dari lima jenis kopling tersebut, hanya 2 jenis yang umumnya dipakai, yaitu jenis kopling gesek dan kopling fluida.
c. Komponen-komponen yang ada pada kopling


1. Fly wheel (benda yang akan meneruskan putaran ke kopling)
Fly wheel adalah suatu roda, putaran yang terjadi dikarenakan terusan putaran langsung dari crank shaft, sehingga dapat dihasilkan putaran yang tinggi.


2. Clutch Disc
Berfungsi sebagai perantara perpindahan putaran dari mesin ke trsnsmisi, jika hendak/tidak disalurkan. Komponen lain clutch disc, diantaranya :
- Facing adalah bagian yang akan bergesekan langsung dengan fly wheel dan juga pressure plate
- Tersion damper berfungsi untuk meredam getaran yang timbul pada saat kopling berhubungan / bergerak
- Hubungan berfungsi sebagai dudukan bagi input shaft

3. Clutch Cover
Clutch cover merupakan komponen kopling yang dihubungkan / atau diikat oleh baut pada fly wheel yang berfungsi untuk menjepit clucth disc menuju fly wheel selain itu juga cluth cover berfungsi sebagai tempat / dudukan dari komponen-komponen yang ada pada clutch cover, yaitu :
- Pressure plate berfungsi sebagai plat penekanan clutch disc menuju fly wheel
- Pressure lever berfungsi berfungsi sebagai penekanan pressure lever
- Diafragma spring berfungsi sebagai penekanan pressure lever
- Coil spring berfungsi sebagai penekanan pressure plate



4. Release Bearing (bantalan Pelepas)
Berfungsi sebagai penerus tenaga dorongan yang diberikan oleh garpu pembebas menuju ke diafragma spring sehingga pressure plate menjepit / menekan clutch menuju fly wheel.


5. Release Fork
Release fork berfungsi menekan / mendorong release bearing sehingga menuju ke diafragma spring. Release fork digerakkan langsung oleh pedal injak kopling.

6. Input Shoft
Input shoft berfungsi sebagai tempat / dudukan dari clutch disc, clutch cover, release bearing, release fork dan juga sebagai poros.

7. Clutch House
Clutch House berfungsi sebagai tempat dari komponen-komponen kopling dan juga berfungsi sebagai pelindung dari komponen-komponen yang ada didalamnya.

Clutch House (rumah kopling)

d. Tipe Sistem Penggerak Kopling
Sebelum kopling bekerja yaitu melepas dan menghubungkan ke transmisi dibutuhkan suatu mekanisme yang akan memungkinkan kopling dapat dikendalikan. Sistem penggerak kopling dibagi 2 bagian, yaitu :
1. Sistem Mekanis
Tenaga yang dihasilkan dorongan pedal lalu menggerakan release fork yang diteruskan langsung oleh clutch relesecabel. Pada zaman sekarang sistem kopling mekanis kurang banyak digunakan, karena masih mempunyai kekurangan yaitu bagi kendaraan besar sangat memerlukan tenaga / kekuatan yang cukup besar.


2. Sistem Hidrolis
Pedal kopling yang diinjak akan menimbulkan tekanan pada minyak yang terdapat pada master silinder ditentukan melalui pipa, selanjutnya mendesak piston yang berada dalam relese silinder lalu mengerakkan relese fork, sistem memiliki keuntungan yaitu sangat efisien dan cepat dalam pemindahan tenaga.

e. Cara kerja kopling
1. Saat Tidak Berhubungan
Pedal kopling diinjak, clutch disc tertekan ke fly wheel sehingga hubungan pada clutch disc terlepas dari input shaft sehingga tenaga tidak dapat disalurkan ke transmisi.
2. Saat Berhubungan
Pedal kopling tidak diinjak, tkanan tidak ada,clutch disc, clutch cover, relese bearing mundur kembali pada posisi yang semula, sehingga hubungan kembali menyatu dengan input shaft.



3.2 Persiapan Kerja
Alat-alat dan bahan, keselamatan kerja yang harus disiapkan sebelum melaksanakan pekerjaan, yaitu :
1. Kunci 14 kombinasi dan 17
2. Kunci 14 pas dan ring
3. Kunci socket 14
4. Kunci socket 17
5. Palu
6. Obeng (+) dan (-)
7. Tang sepi dan tang biasa
8. Kunci 12 ring – pas
9. Jangka sorong
10. Amplas halus
11. Pakaian keselamatan kerja, dll
Yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja antara lain:
1. Baju kerja / baju praktek
2. Sarung tangan
3. Sepatu praktek
4. Kain lap
5. Pelindung kepala, dll
P3K terdiri dari :
1. Obat-obatan
2. Perban, Kapas
3. Betadin
4. Plester, dll
3.3 Proses Kerja
a. Langkah-langkah pembongkaran / melepaskan unit kopling
1. Lepaskan rumah kopling dari mesin (jangan menguras oli transmisi)
2. Lepaskan penutup kopling dan kopling itu sendiri
- Berikan tanda-tanda pada penutup secara merata sedemikian rupa sehingga pegas pemegang menjadi bebas.
- Kendorkan baut-baut sekali putar secara merata demikian rupa sehingga pegas pemegang menjadi bebas
- Lepaskan baut-baut pengikat, kemudian penutup kopling-koplingnya (jangan sampai plat kopling jatuh)


3. Lepaskan bantalan pembebas dengan hub garbu dan karet pelindung debu dari transmisi
- Lepaskan klip dan tarik bantalan pembebas dengan hub
- Lepaskan pegas penegang (tipe control kabel)
- Lepaskan garpu dari karet pelindung debu (boot)





4. Lalu cari penyebab masalah
Masalah yang muncul seperti contoh: gantikan clutch disc, clutch cover, release bearing, dll.

b. Langkah-langkah pemasangan kopling
1. Pasang plat kopling pada roda gaya
2. Pasang tutup kopling
- Tepatkan tanda pada tutup kopling dan roda gaya
- Kencangkan baut pengikat dengan rata dalam beberapa tahap sampai tutup kopling terduduk dengan baik (gunakan kunci momen ukuran : 195 log – cm / 14 Ft – 1b, 19 Nm)




3. Periksa kerataan ujung pegas diafragma




4. Oleskan gemuk molybdenum disulphide lithium base / gemuk mp
4.1 Oleskan gemuk pada bagian-bagian berikut:
- Titik persinggungan garpu pembebas dan batang pendorong
- Titik tumpu garpu pembebas
- Titik persinggungan garpu pembebas dan hub
- Alur plat kopling
- Alur pada bagian dalam hub bantalan pembebas (release bearing)
4.2 Oleskan gemuk pada bagian depan bantalan pembebas





5. Pasang karet pelindung debu, garpu dan bantalan pembebas dengan hub pada transmisi
6. Pasang baut masing-masing sesuai tempatnya untuk mengikat kembali rumah kopling dengan mesin dan kencangkan dengan kunci yang seperlunya.




7. Bersihkan alat-alat dan bahan

c. Langkah-langkah pemeriksaan unit kopling
1. Ukur kedalaman paku kling dengan jangka sorong



2. Ukur kelonggaran plat kopling menggunakan dial gouge

3. Ukur kelonggaran roda gaya menggunakan dial gouge




4. Periksa apakah bantalan pilot macet atau tidak

5. Ukur kedalaman dan lebar keausan diafragma menggunakan jangka sorong
6. Periksa bantalan pembebas macet atau tidak

BAB 4
PENUTUP


4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan penulis selama mengikuti PRAKERIN di bengkel AHOI adalah sebagai berkut:
1. Bengkel AHOI adalah perbengkelan yang memelihara dan merawat komponen bidang otomotif.
2. Memiliki bagian-bagian tertentu yang memiliki masing-masing fungsi.
3. Kopling (cloutch) merupakan pemindah daya pada kendaraan.
4. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan jalur tenaga dari engine ke transmisi.
5. Prinsip kerja kopling adalah memindahkan tenaga tanpa terjadinya slip.

4.2 Saran-saran
Selama 3 bulan penulis melaksanakan PRAKERIN dibengkel AHOI, maka penulis menyarankan:
1. Seluruh karyawan bengkel AHOI tetap disiplin.
2. Kepada adik-adik kelas yang akan mengikuti PRAKERIN sebaiknya selalu mematuhi tata tertib yang ada di bengkel.
3. Khusus untuk pembaca laporan ini, penulis mengharapkan kritik dan saran agar nantinya akan menjadi masukan yang berguna.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, 2002, Teori dan Perbaikan Kopling Mobil, Bandung
Edi Sigar, 2007, Buku Pintar Otomotif.
Isuzu Motor Limited, 2001, Buku Pedoman Perbaikan Kopling, Tokyo
PT. Toyota Astra Motor, 1995, New Step I Training Manual.

Biodata DU / DI

Nama Pimpinan : Ahoi
Tahun pendirian bengkel : 1988
Nama bengkel : BENGKEL AHOI

Selasa, 19 April 2011

rpp kesehatan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
MODIFIKASI ABK TUNAGRAHITA




MATA PELAJARAN

BAHASA INDONESIA
MATEMATIKA
IPA
IPS
PPKn
SBK




TEMA : KESEHATAN

KELAS / SEMESTER : II ( DUA) B /II
SATUAN PENDIDIKAN : SEKOLAH DASAR






SEKOLAH DASAR NEGERI 33 PANGKALPINANG


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK


MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
: MATEMATIKA
: IPA
: IPS
: PPKn
: SBK
TEMA : KESEHATAN
SATUAN PENDIDIKAN : SEKOLAH DASAR
KELAS / SEMESTER : II ( DUA) /II
ALOKASI WAKTU :
I. STANDAR KOMPETENSI
Bahasa Indonesia
Mendengarkan : 5. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan
Berbicara : 6. Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan bercerita
Membaca : 7. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca nyaring dan membaca dalam hati
Menulis : 8. Menulis permulaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar dan menyalin puisi anak

PPKn : 4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila


Matematika
Bilangan : 3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka

I P A
Energi dan Perubahannya : 4. Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari


I P S : 2. Memahami kedudukan dan perabn anggota keluarga dan lingkungan tetangga

S B K : Mengekspresikan diri melalui seni musik



II. KOMPETENSI DASAR
Bahasa Indonesia
Mendengarkan : 5.1 Menyampaikan pesan pendek yang didengarnya

5.2 Menceritakan isi kembali dongeng yang didengarnya

Berbicara : 6.2 Menceritakan kembali cerita anak yang didengarkan dengan mengunakan kata-kata sendiri


Membaca : 7.1 Membaca nyaring teks (15-20) kalimat dengan memperhati kan lafal dan intonasi yang tepat


Menulis : 8.2 Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi


PPKn : 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari


Matematika : 3.2 Melakukan pembagian bilangan dua angka

3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

3.3 Melakukan operasi hitung campuran


I P A : 4.1 Mengidentifikasi kenampakan matahari pada pagi, siang dan sore hari


I P S : 2.3 Memberi contoh bentuk kerjasama dilingkungan tetangga



S B K : 9.1 Menyanyikan lagu anak dengan atau tanpa iringan sederhana





III. INDIKATOR

Bahasa Indonesia
- Menyebutkan watak/ sifat tokoh dari wacana
- Memerankan tokoh dalam percakapan sesuai dengan ekspresi yang tepat
- Menjelaskan pengal aman yang dialaminya sendiri
- Membaca teks percakapan dengan benar
- Menulis puisi dengan huruf tegak bersambung



PPKn
- Menyebutkan sikap jujur, disiplin dan kerja keras



Matematika
- Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan perkalian dan pembagian
- Menghitung perkalian dengan hasil dua angka
- Menyelesaikan operasi hitung dengan benar


I P A
- Mengurutkan kenampakan matahari pagi siang dan sore hari
-
- Menceritakan kegunaan panas dan cahaya matahari



I P S
- Memberikan contoh cara memelihara dan menjaga linkungan alam sekitar rumah



S B K
- Melakukan gerak tari dengan iringan atau tepukan
- Mengelompokan dan mengidentifikasi geraktari sesuai keseimbangan pola lantai

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
Bahasa Indonesia : - Siswa dapat menyebutkan watak/ sifat tokoh dari wacana*

- Siswa dapat memerankan tokoh dalam percakapan sesuai dengan ekspresi yang tepat
- Siswa dapat menjelaskan pengal aman yang dialaminya sendiri

- Siswa dapat membaca teks percakapan dengan benar

- Siswa dapat menulis puisi dengan huruf tegak bersambung


PKn : - Siswa dapat menyebutkan sikap jujur, disiplin dan kerja keras



Matematika : - Siswa dapat memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan perkalian dan pembagian*
- Siswa dapat menghitung perkalian dengan hasil dua angka
- Siswa dapat menyelesaikan operasi hitung dengan benar
I P A : - Siswa dapat mengurutkan kenampakan matahari pagi siang dan sore hari*
- Siswa dapat menceritakan kegunaan panas dan cahaya matahari
- Siswa dapat memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari



I P S : - Siswa dapat memberikan contoh cara memelihara dan menjaga linkungan alam sekitar rumah*
- Siswa dapat menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan sekitar rumah
- Siswa dapat mendeskripsikan bentuk-bentuk kerja samadilingkungan tetangga


S B K : - Siswa dapat melakukan gerak tari dengan iringan atau tepukan
- Siswa dapat mengelompokan dan mengidentifikasi geraktari sesuai keseimbangan pola lantai


Tanda * = materi modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi kemampuan akademik anak

VI .KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN I (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA)
KEGIATAN AWAL :
Guru menertibkan siswa dilanjutkan dengan berdoa
Guru mengabsensi siswa dan menanyakan keadaan para siswa
Guru membagikan gambar seri tentang bemacam gambar orang, lingkungan sehat dan tidak sehat

KEGIATAN INTI
- Guru memberikan tugas siswa untuk menempelkan gambar sesuai kelompok gambar
- Siswa menempel menjadi kelompok sesuai gambar pada papan
- Guru bersama siswa menyanyikan lagu "aku anak sehat"
- Guru menjelaskan kosakata yang ada pada lagu "aku anak sehat"
Ilustrasi tematik
Pada hari ini kamu sudah mendapatkan kartu yang masing masing berbeda, ada gambar orang ada gambar lingkungan, ada yang sehat ada yang tidak sehat. Dari bermacam gambar tersebut ada berapa jumlah kelompok gambar dengan seri yang sama. Ada berapa gambar orang sakit?. Ada berapa gambar lingkungan yang sehat?, ada berapa gambar orang tidak sehat?, dan berapa lingkungan yang tidak sehat?.
Coba X untuk mengelompokan gambar sesuai dengan kelompok.
Ceritakan gambar yang kamu lihat!
- Guru memberikan kesempatan pada beberapa siswa secara mandiri untuk menceritakan gambar
- Siswa menceritakan gambar seri tersebut
Selain cara oleh raga untuk menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan berjemur dibawah matahari, tetapi perlu diingat waktu berjemur harus memperhatikan waktu yang tepat, yaitu antara jam 0700 pagi sampai 10 siang. Dari sinar matahari kita dapat memperoleh vitamin D.
Untuk sehat kita juga harus menjaga kebersihan lingkungan, karena dari lingkungan yang sehat kita bisa sehat
Siapa,yang harus menjaga kebersihan lingkungan kita?
Makan teratur dan sehat, tspi tidak berlebihan juga akan membuat kita menjadi sehat.
Olah raga teratur, sperti yang kita lakukan pada hari sabtu. Bisakah kamu mengetahui jumlah peserta kelompok senam dari yang kamu lihat?
- Coba lihat gambar berikut
Peserta senam yang sudah rapi semula 65 anak dari kelas 1- kelas 4 orang, kemuadian kelas 5 dan 6 masuk barisan berjumlah 33 anak. Berapa anak yang mengikuti senam?
Ayo kita buat kalimat matematikanya
65 + 33 = .....
Cara 1


6 5 + 3 3 = 98
5 + 3 = 8
6 + 3 = 9


Cara 2
65
33
___+
98

Coba sekarang dengarkan
Dalam acara lomba lari hari 134 mendaftar hari kedua ada yang mendaftar lagi 52 orang. Berapa peserta yang sudah mendaftar lomba lari?
Siapa mau mencoba menghitungnya?
SD 33 mengadakan rapat wali, guru menyiapkan 140 gelas bolesa, ternyata masih kurang guru mengeluarkan lagi 38 gelas hass, berapa gelas minuman yang dikeluarkan guru?
Coba X dan X maju kedepan kerjakan?
Siapa yang belum paham ?
Latihan
1. Nelayan minggu pertama menjemur ikan tongkol 367 ekor. Minggu kedua menjemur lagi 132 ekor ikan tongkol. Berapa ikan yang telah dijemur pak nelayan?
2. Pak Niman memetik 126 buah mangga pada pagi hari, pada sore hari pak Niman memetik lagi 152 buah mangga, berapa buah mangga yang telah dipetik pak Niman?
3. Didin pengusaha laundry pada hari senin dia menjemur 253 baju cucian, pada hari selasa dia menjemur 132 baju, berapa jumlah baju yang dijemur hari Senin dan Selasa?

- Bagi yang sudah selesai kerjakan LM 1 buku tematik kalian
- Guru membimbing anak mengerjakan penjumlahan.

- Guru menanyakan kegiatan yang dapat dilakukan pada siang hari
- Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang kegunaan panas dan cahaya matahari
- Siswa meceritakan berdasarkan gambar LPA 1
- Siswa menyempurnakan dalam mewarnai LPA 1


*
Siswa menjumlahkan dengan cara susun bawah
Latihan :
23
12
___+
.......
41
21
___+
.......
31
22
___+
.......
22
11
___+
.......
24
12
___+
.......

Bahasa ,IPA
Tulis kalimat berikut!
Ibu menjemur baju basah
Nelayan menjemur ikan
Dijemur supaya kering
Ibu menjemur adik pagi-pagi

Kegiatan Akhir
Guru menyimpulkan materi pelajaran
Memberikan PR LM 2

VII. METODE PEMBELAJARAN

Ceramah, tanya jawab, demonstrasi, pemberian tugas,

VIII.MEDIA / SARANA
MEDIA : gambar orang , lingkungan sehat dan tidak sehat

SARANA : Standar isi ( Permen 22 tahun 2006 )
Panduan belajar tematik SD untuk kelas 2. Semester 2

IX.EVALUASI;
1.PROSEDUR ; TES TERTULIS
2.JENIS TES LISAN DAN PERBUATAN

3.ALAT TES









A. Tertulis
Bahasa Indonesia
Beri keterangan dibawah gambar sesuai pemahaman kamu!


Ceritakan:.....................................
......................................................
......................................................
...................................................... Ceritakan:.......................................
........................................................
........................................................
........................................................ Ceritakan:.......................................
........................................................
........................................................
........................................................

Ceritakan:......................................
........................................................
........................................................
........................................................ Ceritakan:.......................................
........................................................
........................................................
........................................................ Ceritakan:.......................................
........................................................
........................................................
........................................................

Matematika
Hitunglah dengan benar?

Kunci jawaban :
1. 6+6+6+6+6+6=36
6x6 = 36
2. 4+4+4+4+4=20
4x5= 20
3. 3+3+3+3+3+3= 18

4. 6x4=24











IPA
Jawablah dengan benar!
1. Sebutkan 3 sumber energi panas yang ada disekitar kita!
1.
2.
3.

2. Sebutkan 2 sumber energi bunyi yang kamu kenal!
1.
2.

3. Isilah sesuai dengan energinya
Sumber energi Nama benda Energi yang dihasilkan






Kunci jawaban
1. Seterika, dispenser, oven, kompor, api, dll
2. Televisi, radio, hp, wireles, tape, dll
3.
Nama benda Energi yang dihasilkan
blender Gerak
Kompor minyak panas
laptop cahaya
Mesin cuci gerak
HP bunyi



IPS
Jawablah dengan benar!
1. Keluarga inti terdiri dari siapa saja?
2. Peran ayah dirumah sebagai .................... keluarga
3. Kewajiban yang dapat kamu lakukan dirumah yaitu......
4. Mendapatkan sekolah yang baik adalah....................... anak
5. Tanggung jawab ibu rumah tangga..............................

Kunci jawaban
1. Ayah ibu dan anak
2. Kepala
3. Membantu orang tua, belajar rajin, patuh pada kedua oran tua
4. Hak
5. Mengurus rumah tangga,

PKn
Jawablah dengan benar!
1. Musyawarah dilakukan untuk.............
a. Membicarakan permasalahan bersama-sama b. Kegiatan gotong royong c. Memutuskan sendiri-sendiri

2. Berikut kegiatan disekolah yang harus dimusyawarahkan ......
a. Berangkat pagi pagi b. Kegiatan lomba kebersihan c. Mengerjakan ulangan

3. Dalam kegiatan musyawarah, kita harus ......
a. Saling menghormati b. Mengancam c. Menghina

4. Kegiatan musyawarah disekolah seperti ........
a. Pemilihan pengurus kelas b. Pemilihan ketua RT c. Pemilihan kepala desa

5. Hasil musyawarah harus ........ oleh semua anggota musyawarah
a. Diabaikan b. Dilaksanakan c. Dilupakan

Kunci jawaban !
1. A
2. B
3. A
4. A
5. B















SBK
1. Tes Proses pada saat siswa menyanyi berlangsung
NO Nama Siswa NILAI
Kriteria penilaian
6
Tidak menyanyi 7
Menyanyi dibantu guru 8
Dapat menyanyi sendiri






2. Praktik Buatlah bentuk keluarga inti dirumah warnai, namailah dan tempel pada kertas!
Tempel disini?














Mengetahui
Kepala Sekolah




Sulfa, S.Pd
NIP. 196304191983032005 Pangkalpinang , 2010
Guru wali kelas



Rofi Badari
NIP. 197804062005011010

ANALISIS HASIL EVALUASI BELAJAR SISWA
TAHUN : 2010 - 2011
KELAS/SEMESTER : II B /II
MATA PELAJARAN :
TANGGAL PELAKSANAAN :
NO NAMA SISWA NOMOR SOAL NILAI PERSENTASE TINDAK LANJUT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERBAIKAN PENGAYAAN
1 Sri Agustina PS
2 Sarina
3 Dariyolasman
4 Kharisma Fitriyani
5 Ari Aji Pangestu
6 Randi Atul Aufa
7 Raesya Nabila D
8 Yudo Alfariszi
9 Bhakti Riodilla r
10 Fathan Fadlurahman
11 Izhar Dinata
12 M. Faris Galasta
13 Suci Halifah
14 Praman Arya D
15 Talia Salsa BH
16 Evin Devianti
17 Ayu Kartika D
18 Shinta Pramudya w
19 Galuh Qineverre lisa
20 Tri Oktaria
21 Dimas Al-hafizh
22 M. Irfandy
23 Husna
24 Khairunissa
25 Irvantara Eshia



JUMLAH SISWA BETUL
JUMLAH SISWA SALAH
PROSEN SIWA BETUL
PROSEN SISWA SALAH
PERBAIKAN
PENGAYAAN
PANGKALPINANG, .................... 2011
MENGETAHUI,
KEPALA SEKOLAH GURU KELAS II B
SD NEGERI 33 PANGKALPINANG


SULFA, S.Pd Rofi Badari
NIP. 196304191983032005 NIP. 197804062005011010

rey

BAB XI. LEMBARAN HIDUP YANG BARU
by Rengga Trianto on Tuesday, April 19, 2011 at 7:24am

Di kamar Mitha termenung sambil memandangi foto Rey. Jari - jarinya menelusuri foto tersebut dengan mata berkaca – kaca. Semenjak kematian Rey yang begitu tragis, ia seperti kehilangan gairah hidup. Setiap ia ingat akan kenangan indahnya bersama Rey, setiap itu pulalah ia meneteskan air mata.

“Tidak ada gunanya kau menangisi laki – laki seperti itu,“ ucap Ibunya tiba – tiba berdiri di ambang pintu. Mitha menyeka air matanya. Ia diam tak menjawab.

“Yang lalu biarlah berlalu, Mit?” ucap Ibunya lagi seraya mendekat ke arahnya dan merangkul pundaknya hangat. Ia masih diam tak menjawab.

“Maafkan Mama Mit. Selama ini Mama selalu mentingin urusan Mama sendiri. Mama memang egois.“

Ia menatap Ibunya dengan tatapan tajam.

“Apakah Mama sadar akan kelakuan liar Mama?!“ tanyanya dengan nada emosi.

“Mama tau. Makanya sekarang Mama minta maaf. Kita mulai lagi lembaran hidup yang baru,“ ujar Ibunya dengan mata berkaca – kaca. Mitha mengalihkan pandangannya. Tak ingin melihat wajah Ibunya yang hanya akan membuat dirinya semakin terbawa emosi.

“Nggak semudah itu Ma. Udahlah!! Mama keluar aja. Aku mau sendirian sekarang,“ usirnya.

“Oke. . . Tapi satu hal yang mesti kau ingat. Kau tidak akan bisa memikul beban ini sendirian.“

Ibunya beranjak keluar dari kamarnya. Namun langkahnya tertahan di ambang pintu. Ia merasa kecewa karena telah gagal meluluhkan hati Mitha untuk dapat memaafkannya. Diam – diam ia mengeluarkan amplop berwarna putih bersih dari dalam sakunya. Amplop tersebut ia pegang dengan tangan bergetar.

“Andaikan kau tau ini?“ batinnya.

Amplop tersebut ia masukkan kembali ke dalam sakunya dan berlalu dari depan pintu kamar Mitha tanpa menyadari bahwa amplop tersebut telah terjatuh ke lantai. Sekelebat Mitha melihat amplop tersebut terjatuh. Diam – diam ia mengambilnya dan membacanya.

“KANKER OTAK??”

Jelegar!!! Bagaikan petir menyambar di siang hari, dadanya terasa sesak saat mengetahui isi amplop tersebut. Saat itu juga, runtuhlah semua rasa benci dan muak yang selama ini menyelimuti hatinya terhadap Ibunya.

Sementara itu, Ibunya berjalan gontai menuruni anak tangga. Pikiran dan tatapan matanya kosong. Ia menatap miris deretan bingkai – bingkai foto yang tergantung rapi di sepanjang dinding anak tangga. Hatinya hancur sekali. Menuruni anak tangga tersebut seakan berjalan di sebuah lorong waktu yang mengingatkan dirinya akan memori – memori indah terdahulu. Ia berhenti di salah satu bingkai foto.

“Mas, kenapa kau berselingkuh? Kurang apa aku ini?“ ucapnya lirih. Jari – jemarinya menelusuri foto tersebut. Perlahan air mata mengalir dari pelupuk matanya.

“Aku rindu saat – saat kita bersama dulu?“ ucapnya terisak. Ia kembali menuruni anak tangga hingga ke bawah. Tapi langkahnya tertahan oleh suara Mitha.

“Ini amplop apa, Ma?“ tanya Mitha dengan suara bergetar. Ibunya menoleh ke arahnya dengan terkejut. Ia meraba sakunya dan ternyata amplop tersebut sudah tidak ada lagi di dalam sana.

“Apakah yang tertulis di surat ini benar, Ma?” tanya Mitha lagi dengan mata yang mulai berkaca – kaca. Ibunya mengangguk perlahan. Lalu Mitha buru – buru menghampirinya dan langsung memeluknya.

“Aku udah maafin Mama . . . aku udah maafin Mama,“ ucap Mitha terisak – isak. Air mata tumpah membasahi pundak Ibunya.

“Mitha . . . “

“Maafin semua kesalahan dan sikap Mitha selama ini ke Mama.”

“Mama udah maafin. Mama janji nggak akan buat kamu bersedih lagi. Mama akan jadi orang tua yang baik disisa umur Mama yang pendek ini.“

Mereka berdua saling berpelukan hangat. Seakan tak ingin lepas. Rasa ego yang besar yang mereka miliki selama ini seakan musnah dan hilang. Kebahagiaan yang selama ini jauh dari kehidupan akan segera di bangun kembali, walaupun telah menjadi reruntuhan puing – puing yang hancur. Semua itu akan merekat kembali menjadi satu dengan semen cinta dan kasih sayang di antara keduanya.

“Kebahagiaan berakar dalam batin dan tumbuh di atas ketentraman jiwa”

(Kurt Kauffman).





♥♥♥





“Kasus pembunuhan yang terjadi di kota Pangkalpinang propinsi Bangka – Belitung beberapa waktu yang lalu yang dilakukan oleh Andrey Wiguna alias Rey akhirnya ditutup oleh Tim Penyidik Kepolisian setelah Rey ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa karena gantung diri di Pantai Tanjung Kelayang beberapa waktu yang lalu. Pengakuan mengejutkan datang dari mulut pacar Rey, Mitha. Ia mengaku bahwa Rey membunuh Eric karena Eric telah memperkosanya. Hal ini mementahkan isu yang berkembang di masyarakat selama ini tentang adanya motif cinta segitiga. Namun, mengapa Mitha baru mengaku sekarang? Menurut wawancara kami dengan Mitha beberapa waktu yang lalu, sebelumnya ia memang tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab Rey membunuh Eric. Ia baru mengetahuinya setelah tanpa diduga – duga Rey menghubungi ponselnya sehari sebelum ia diketahui tewas gantung diri. Pada saat itu Rey meminta maaf kepadanya sekaligus menjelaskan apa sebenarnya motifnya membunuh Eric . . . . . . . . . . ”



Chaca menutup jendela internet explorernya. Ia tertegun sejenak setelah membaca berita tersebut. Ia teringat akan sikapnya terhadap Mitha di pemakaman beberapa waktu yang lalu. Betapa tidak beralasannya dia menuduh Mitha yang tidak – tidak seperti itu. Betapa berdosanya ia terhadap Mitha. Dan betapa kekanak – kanakannya dirinya. Masih terbayang di pelupuk matanya bagaimana ekspresi wajah Mitha yang tak berdosa itu saat dituduh yang bukan – bukan olehnya. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa ia mempunyai pikiran yang sekonyol dan sepicik itu.

Entah dari mana datangnya ide yang tak beralasan tersebut sehingga mampu membuatnya lepas kendali untuk menuduh Mitha melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan. Mengapa ia tidak mau mendengarkan penjelasan Mitha pada waktu itu. Entah setan apa yang telah berhasil menyumbat lubang telinga dan menutup mata hatinya hingga penjelasan yang keluar dari mulut Mitha hanyalah seperti sebuah omong kosong yang tidak patut untuk diperdengarkan.

“Haaaahhh . . . !!!!!“ teriaknya kesal. Ia membanting tumpukan – tumpukan buku yang berada di samping monitor komputernya hingga buku – buku tersebut jatuh berserakan di lantai. Ia menyesal dan sangat terpukul sekali. Apalagi setelah ia tahu bahwa Eric telah memperkosa Mitha.

“Eric . . . kau sungguh manusia yang tak bermoral!!“ ucapnya emosi. Seketika ia teringat akan ucapan Mitha yang mengatakan bahwa Eric melihatnya dengan tatapan penuh nafsu saat di cafĂ© waktu itu, “Ya . . . Mitha benar . . . Mitha benar. Aku memang jahat.”

Malam itu juga Chaca langsung mengemasi pakaiannya dan menelpon agen perjalanan untuk reservasi tiket pesawat. Yang ada di pikirannya malam itu cuma satu. Ia ingin secepatnya pulang ke Pulau Bangka dan segera menemui Mitha untuk meminta maaf.





♥♥♥



“Sekarang semuanya telah terbukti. Aku tidak bersalah. Justru Ericlah yang bersalah.”

“Aku sudah tau semuanya, ‘Tha. Aku membaca beritanya dari internet. Aku minta maaf karena telah menuduhmu yang tidak – tidak waktu itu. Aku menyesal . . “ ucap Chaca dengan wajah yang sangat bersalah.

“Sudahlah ‘Ca, aku sudah memaafkanmu.”

Chaca menarik napas lega.

“Aku juga turut sedih atas apa yang telah menimpamu. Tak kusangka Eric bisa berbuat hal yang tidak beradab seperti itu kepadamu. Dia memang tidak bermoral!! BAJINGAN!!!” geram Chaca.

Suasana hening sejenak. Mitha menyandarkan dirinya pada sebuah bangku taman. Sementara Chaca tak tahu apa yang harus dibicarakannya selanjutnya. Ia merasa gugup dan kehilangan kata - kata di hadapan orang yang telah ia tuduh seenaknya dan kini orang tersebut telah memaafkannya dengan tulus.

“Sebenarnya berita yang kau baca dari internet itu tidak semuanya benar,” ucap Mitha tiba – tiba membuyarkan lamunan Chaca.

“He-eh . . . Maksudmu?” tanyanya mendekat ke Mitha dan duduk di sebelahnya. Raut wajahnya menunjukkan gurat – gurat keingintahuan.

“Aku ingin kau mengetahui satu hal yang mungkin akan membuatmu syok. Sama seperti aku saat Rey mengucapkannya di hadapanku,” ujar Mitha makin membuat Chaca ingin tahu.

“Hal apa, ‘Tha?”

Mitha menghela napas yang panjang sebelum melontarkan jawaban tersebut.

“Rey dan Eric adalah pasangan gay. Ya . . . mereka gay,” jawab Mitha dengan mata berkaca – kaca. Chaca terkejut bukan kepalang mendengar Mitha berkata seperti itu.

“Ga . . gay maksudmu?”

“Benar ‘Ca. Aku benar – benar tidak menyangka kalau Rey adalah seorang Gay. Dia sendiri yang mengaku padaku waktu aku bertemu dengannya di pantai.”

“Bertemu di pantai?” tanya Chaca heran.

“Aku berbohong di media. Sebenarnya Rey tidak menelponku, tapi akulah yang bertemu dengannya di pantai secara tidak sengaja. Pada saat itu aku meminta dia menjelaskan semuanya.”

“jadi . . . ?”

“Ya . . . aku menemukan Rey dan salahku tidak menelpon Polisi waktu itu. Aku hanya ingin dia bersikap gentleman, seperti sikap yang dia tunjukkan selama ini padaku,” ucap Mitha membela diri.

Chaca mendengarkannya dengan serius walaupun di wajahnya masih tampak gurat – gurat keterkejutan yang teramat sangat.

“Selain gay, Eric juga seorang gigolo. Mungkin! Karena Rey bilang, Eric pernah kencan dengan Mamaku.”

Chaca tak bisa berkata apa – apa setelah mendengar ucapan Mitha tersebut. Ia hanya bisa terkejut dan seakan tak percaya bahwa Eric adalah seseorang yang bisa berbuat hal – hal yang amoral seperti itu. Ia juga tak habis pikir, kenapa Eric bisa mencintainya seperti layaknya seorang pria mencintai seorang wanita pada umumnya.

“Aku tidak mengerti ‘Tha. Kalau Eric gay, kenapa dia mau berhubungan denganku?” tanya Chaca heran.

“Mungkin Eric cowok straight,” jawab Mitha cepat.

“Straight????”

“Ya, cowok yang suka wanita tapi juga suka dengan pria. Tapi celakanya, cintanya yang terbesar hanya untuk Rey, tidak untukmu. Dia menjalin hubungan denganmu mungkin hanya untuk sekedar having fun semata. Maaf aku berbicara seperti itu.”

“Sekarang aku mengerti, kenapa saat itu dia menyobek – nyobek foto – foto kebersamaannya dengan Rey dan tak henti – hentinya berbicara tentang Rey tiap ada kesempatan. Lantas hubunganmu dengan Rey?”

“Rey menjalin hubungan denganku karena dia ingin berubah. Dia ingin sekali berubah menjadi laki – laki normal. Dia ingin bisa mencintai seorang wanita dengan sepenuh hatinya. Tapi kenyataannya, dia tetap tak bisa,” ucap Mitha menerawang. Matanya mulai berkaca – kaca. Chaca mengelus pundaknya hangat.

“Hal itulah yang membuat Eric sakit hati. Dia merasa dicampakkan oleh Rey. Dia cemburu. Sejak saat itu dia mulai melancarkan berbagai cara untuk membalas sakit hatinya kepada Rey, salah satunya dengan memperkosaku.”

“Walaupun dia gay, di mataku, Rey tetaplah seorang laki – laki sejati. Aku membencinya tapi aku juga mencintainya. Dia akan tetap selalu ada di dalam hatiku, walaupun sekarang dia telah pergi jauh untuk selama – lamanya,” lanjut Mitha dengan air mata yang tak dapat dibendung lagi. Spontan Chaca memeluknya dengan hangat. Seketika air mata tumpah membanjiri pipinya yang putih mulus.

“Sudah ‘Tha. Kamu nggak sendirian. Bukankah aku juga mengalami hal yang sama denganmu? Kita berdua sama – sama ditipu. Aku juga tidak menyangka kalau Eric adalah seorang gay. Karena saat aku menjalin hubungan dengannya, dia tidak pernah menunjukkan tindakan – tindakan yang mencurigakan. Aku memang tau dia berteman dengan Rey. Dia bilang Rey adalah sahabatnya. Namun, aku benar – benar tidak menyangka kalau hubungan mereka ternyata lebih dari itu,” ucap Chaca panjang lebar.

Mitha melepaskan pelukan Chaca.

“Aku ingin memulai lembaran hidup yang baru, ‘Ca? Aku ingin melupakan semuanya,” ucapnya dengan suara serak. Chaca menatap wajahnya dan menghapus air matanya.

“Akupun begitu, ‘Tha. Tak enak rasanya hidup dengan bayang – bayang masa lalu. Anggap saja semua peristiwa ini adalah pelajaran yang berharga untuk kita. Sekarang . . . . kita berteman ‘kan?” ucap Chaca menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan Mitha. Mitha menyambutnya dengan mengaitkan jari kelingkingnya.

“Bukan berteman, tapi bersahabat . . . “























Dua tahun kemudian . . . . . . .

“Ayo naik ke atas!!” teriak Mitha dari atas kepada seorang cowok kurus berkacamata dan mempunyai lesung pipit di pipi kirinya itu.

“Nggak ah! Di bawah aja!!” teriaknya.

“Ayo Rey!!” teriak Mitha lagi sambil meraih tangan Rey dan menariknya ke atas.

“Tu liat? Indahkan pemandangannya?”

Rey mengangguk pelan. Ia tersenyum sambil menghirup udaranya dalam – dalam. Ia merentangkan kedua tangannya di ujung batu besar tersebut. Baju kemejanya melayang – layang seperti terbang. Mitha tertegun melihat pemandangan itu. Tanpa sadar airmata menetes dan mengalir di pipinya. Rey melihatnya dengan heran.

“Ada apa Mit?” tanyanya dengan nada heran. Mitha menyeka air matanya dan langsung memeluk tubuh Rey. Rey mengusap rambut panjangnya dengan lembut. Perlahan Mitha melepaskan pelukannya.

“Gaya kamu tadi mengingatkan aku pada seseorang,” ucapnya lirih. Rey mengernyitkan dahinya.

“Siapa?”

“Orang yang paling kucintai.”

“Siapa dia Mit?” tanya Rey lagi dengan raut wajah yang sedikit cemburu.

“Namanya Rey,” jawabnya singkat. Rey makin tidak mengerti.

“Kamu lucu ya Mit. Itu aku ‘kan?” tanyanya tertawa kecil.

Mitha berjalan perlahan menuju pohon beringin besar yang tumbuh di atas celah batu granit besar tersebut.

“Dulu aku punya pacar. Namanya Rey.”

“Oh . . . aku sekarang tau, kamu terima aku jadi cowok kamu karena namaku sama dengan mantan kamu yang dulu,” komentar Rey dengan nada malas. Mitha mengelus pipinya pelan.

“Kau cemburu?” tanya Mitha tersenyum manis.

“Aku nggak cemburu, siapa lagi yang cemburu?” bantahnya dengan salah tingkah.

“Kamu nggak perlu cemburu lagi sama orang yang telah meninggal,” ucap Mitha mengejutkan Rey.

“Maksudmu?”

“Ya, Rey telah meninggal. Dia bunuh diri. Tepatnya di sini, di pohon beringin itu,” jawab Mitha seraya menunjuk pohon beringin besar nan rimbun yang tidak diketahui berapa usianya itu. Wusshh . . . . !!!! seketika hembusan angin menjadi kencang menerbangkan dedaunan kering yang berserakan di bawahnya. Tiba – tiba tubuh Rey menjadi dingin. Bulu kuduknya berdiri. Ia merapatkan kedua tangannya di dada.

“Andrey Wiguna, anak dari pengusaha Hady Wiguna, menjadi buronan setelah membunuh temannya sendiri, Eric. Kemudian dia membunuh istri muda Ayahnya dan terakhir dia mengakhiri hidupnya di sini,” kenang Mitha. Dahan pohon beringin tersebut mulai bergerak – gerak ditiup angin. Bunyinya gemerisik seakan memberi pertanda bahwa Rey hadir di tengah – tengah mereka berdua.

“Tragis sekali nasibnya.”

“Kau tau mengapa dia membunuh temannya?” tanya Mitha. Rey menggelelng.

“Dia membunuh temannya karena temannya tersebut telah memperkosa aku.”

Rey terkejut mendengarnya. Satu hal penting yang tidak diketahui olehnya selama ini akhirnya terungkap dari bibir Mitha sendiri.

“Apa? Perkosaan?” katanya terkejut.

“Ya, aku ingin jujur kepadamu Rey. Dan kuharap kau bisa mengerti. Kalaupun kau ingin meninggalkanku sekarang, aku siap menerimanya,” ucapnya dengan mata berkaca – kaca. Rey memegang kedua tangannya. Lalu ia meminta Mitha melanjutkan cerita.

“Eric memperkosaku karena dia cemburu kepada Rey.”

Rey mengernyitkan dahinya.

“Cemburu?”

“Ya, karena Rey adalah seorang Gay. Sebelum dia menjalani hubungan denganku, dia sudah lebih dulu berhubungan dengan Eric. Perilaku mereka menyimpang. Rey memacariku hanya untuk menjadikanku alat agar dia berubah menjadi laki - laki normal. Aku tidak tau kalau Rey membohongiku. Dia bilang cinta padahal hatinya bilang tidak. Dia terima ciuman dariku padahal dia sendiri tidak menikmatinya,” tuturnya dengan berderai air mata. Rey memeluknya.

“Sudahlah Mit. Yang lalu biarlah berlalu. Aku bisa menerimamu apa adanya walaupun dulu kau pernah dilecehkan,” kata Rey menenangkan sambil mengusap punggungnya pelan.

“Terima kasih Rey,” ucap Mitha dengan suara yang serak.

“Aku bisa menggantikan sosok Andrey yang pernah kau cintai dulu. Tentunya aku bukan GAY seperti dia. Aku REY!!! Pria sejati yang akan mencintaimu dengan sepenuh hati,” katanya membanggakan diri. Mitha mencubit gemas perutnya. Lalu ia memeluk tubuh Rey semakin erat. Bibirnya tersenyum bahagia.



♥♥♥









“Walaupun kau telah tiada, kau tetap akan selalu ada di dalam hatiku, Rey? Aku tidak bisa membencimu walaupun telah kucoba berulangkali. Kini aku memulai lembaran kisah hidup yang baru. Semua telah banyak berubah Rey. Mama telah bercerai dengan Papa. Walaupun Mama bahagia telah lepas dari penderitaan batin selama beberapa tahun ini namun penderitaan lain yang tak kalah hebatnya datang mendera. Mama terkena kanker otak, Rey. Sesuatu hal yang tidak pernah kusangka dan tidak pernah kuduga sebelumnya. Keadaan Mama semakin ringkih, tidak seperti yang dulu. Aku kasihan melihatnya. Aku selalu berdoa semoga datang keajaiban untuk Mama agar bisa sembuh. Walaupun kita semua tahu, bahwa hanya sedikit saja orang yang menderita kanker otak bisa sembuh secara total. Tapi aku tetap yakin, suatu saat keajaiban itu akan datang menghampiri Mama.

Kau lihat!! sekarang aku juga punya pacar. Namanya REY. Sama saat aku memanggilmu dulu. Oya, kalung liontin pemberianmu masih kusimpan baik – baik, begitupun dengan jaketmu. Kau dulu pernah berkata “Jika kau rindu aku, pakai saja jaketnya. Aku akan hadir di dekatmu.” Aku selalu ingat akan kata – kata itu.

Rey, Aku tetap mencintaimu walaupun pada kenyataannya kau tidak mencintai aku. Ya . . . karena kau Gay. Tapi bagiku, kau tetap seorang laki – laki sejati. Anggap saja dulu aku mencintaimu hanya sebagai seorang sahabat, bukan sebagai seorang kekasih.”



TAMAT