Jumat, 15 April 2011

AV III

BAB III
GAMBARAN UMUM SDLB NEGERI PANGKALPINANG


A. Gambaran Umum SDLB Negeri Pangkalpinang
SDLB Negeri Pangkalpinang adalah salah satu pendidikan dasar yang menangani anak berkebutuhan khusus di Pangkalpinang. Secara geografis terletak di Taib, Desa Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Namun secara administratif merupakan wilayah kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Lokasi Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Pangkalpinang mempunyai luas tanah kurang lebih 945 m2. Lokasi sekolah yang berada di pedesaan sangat tenang jauh dari kebisingan kendaraan bermotor. Udara alam yang segar memberikan suport aktifitas belajar di sekolah. Lokasi tanah yang sedikit miring namun dengan pembangunan yang terencana dengan baik sekolah terlihat rapi, batas lokasi sekolah yaitu:
1. Disebelah utara dan selatan berbatasan langsung dengan rumah penduduk
2. Disebelah barat berbatas dengan kebun karet warga yang tumbuh dengan subur
3. Disebelah timur berbatas dengan jalan aspal ditengah perkampungan merupakan jalan akses masuk SLB Negeri Pangkalpinang.



B. Keadaan Sarana Prasarana SDLB Negeri Pangkalpinang
SDLB Negeri Pangkalpinang merupakan bagian dari SLB Negeri Pangkalpinang yang dikepalai satu kepala sekolah dengan dibantu secara organisatoris seorang Wakil Manajemen, koordinator kurikulum, koordinator sarana prasarana, koordinator humas dan bagian lain yang aktif dan kompeten.
SDLB Negeri Pangkalpinang dalam pelayanan mutu telah mendapatkan sertifikat ISO 2001-2008. Dengan loyalitas yang tinggi antar komponen organisasi sertifikat dapat dipertahankan, sehingga layanan yang optimal dapat terwujud. Keterbukaan yang diterapkan menjadikan SLB negeri Pangkalpinang selalu eksis ditingkat nasional dan daerah. Demikian pula SDLB sebagai salah satu unit tingkat layanan pendidikan.
SDLB Negeri Pangkalpinang merupakan salah satu sekolah dasar yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Ungkapan kata berkebutuhan khusus merupakan kata baru yang memperhalus ungkapan yang dipakai sebelumnya yaitu anak berkelainan atau Luar Biasa. SDLB Negeri Pangkalpinang adalah salah satu unit pendidikan dari SLB Negeri Pangkalpinang. Beberapa unit pendidikan yang dilaksanakan ada tiga tingkat, dari tingkat dasar yaitu SDLB, pendidikan menengah yaitu SMPLB dan tingkat menengah atas yaitu SMALB.
Secara keseluruhan jumlah bangunan SLB terdapat 18 lokal bangunan 4 lokal difungsikan untuk layanan pendidikan tingkat dasar. Satu lokal digunakan untuk tingkat menengah pertama dan satu lokal digunakan untuk tingkat menengah atas, ditambah dengan lima lokal untuk pembelajaran keterampilan. Satu lokal ruang perpustakaan terpadu yaitu satu ruang dapat digunakan untuk menyimpan buku SD, SMP, dan SMA serta buku umum penunjang pembelajaran.
Posisi ruang kepala sekolah berada di tengah-tengah lokasi sekolah bergabung dengan ruang TU dan ICT. Terdapat pula 2 gedung asrama untuk anak putra dan putri secara terpisah. Selain ruang diatas masih terdapat ruang penunjang yang lain seperti ruang BK, ruang musik, Aula, Mushola dan gudang. Lapangan upacara yang luas digunakan pula untuk kegiatan olahraga dan senam bersama.
Sumber pengairan di SLB dari salah satu sumur bor yang lancar dan bersih, sangat memudahkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar, kebersihan dan untuk merawat tanaman. Sumber daya listrik yang besar memperlancar kegiatan belajar, serta dengan media belajar yang tersedia baik yang diperoleh dengan swadaya maupun bantuan dari Dirjen Pendidikan. Termasuk disini DVD/VCD untuk memperlancar pembelajaran tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk memperlancar pembelajaran bagi anak.
Jumlah kelas untuk tingkat dasar (SDLB) terbagi dalam 3 kelompok kebutuhan tunarungu, tunagrahita dan autis.
No Kebutuhan Tingkat Jumlah kelas
1 Tunarungu 123 1
456 1
2 Tunagrahita 1-6 6
3 Autis Persiapan 1
Kelas 1-5 1
Tabel. 1
Jumlah ruang kelas berdasarkan kecacatan/kebutuhan khusus
Secara sistematis kelas difungsikan sacara integral dengan berbagai kelas, hal ini mempertimbangan keterbatasan pengajar. Kondisi kemampuan anak yang hampir sama disatukan dalam satu kelas dengan satu guru. Namun perlu menjadi catatan sekalipun dalam satu kelas, materi pembelajaran tidak serta merta sama. Materi pembelajaran tetap mempertimbangkan kemampuan dan tingkat kompetensi yang harus dicapai dari setiap materi ajar. Kekhasan individu menjadikan keunikan sistem pembelajaran yang dilaksanakan.

C. Keadaan Guru, Pegawai dan Siswa
1. Jumlah Guru dan pegawai
Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 33 orang dengan rincian 2 orang tenaga tata usaha, 1 orang penjaga sekolah, dan 30 orang yang lain sebagai guru dan kepala sekolah. Jumlah pegawai negeri sipil ada 15 orang. Kualifikasi pendidikan, jumlah, dan menurut jenis kelamin pegawai disajikan pada tabel berikut:


No Kualifikasi Tingkat Jenis kelamin Jumlah
Laki-laki perempuan
1 Magister S 2 - 1 1
2 Strata satu S 1 3 5 8
3 Diploma tiga D 3 2 2 4
4 Diploma dua D 2 1 10 11
5 Sekolah menengah Atas SMA 3 1 4
6 Sekolah Pendidikan Guru SPG - 1 1
7 Sekolah Kejuruan SMK 2 2 4
Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan 11 22 33
Tabel. 1
Jumlah guru berdasar ijazah dan jenis kelamin

2. Jumlah siswa di SDLB
Jumlah murid SDLB dari tahun ke tahun semakin meningkat, pertanda kesadaran orang tua semakin menyadari dan menerima kondisi anak yang berkebutuhan. Layanan khusus bagi mereka diperlukan untuk mencapai perkembangan akademik dan kompetensi keterampilan yang optimal. Kepedulian yang menjadi dasar akan kemampuan anak, mendorong orang tua memberikan pendidikan yang selaras dan seimbang bagi anak. Tabel berikut menyajikan jumlah murid SDLB berdasar kebutuhan, kelas dan jenis kelamin.
No Kebutuhan Kelas Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Tunarungu 1 1 3 4
2 3 1 4
3 4 1 5
4 - 2 2
5 - 1 1
6 1 - 1
Jumlah satu jurusan 9 8 17
2 Tunagrahita 1 8 6 14
2 13 7 20
3 4 4 8
4 6 3 9
5 11 4 15
6 5 1 6
Jumlah satu jurusan 47 25 72
3 Autis Persiapan 6 1 7
2 1 - 1
5 1 - 1
Jumlah satu jurusan 8 1 9
Jumlah siswa seluruh 64 34 98
Tabel. 2
Jumlah anak berdasar jenis kelamin dan kelompok kebutuhan Tingkat SDLB

Jumlah keseluruhan siswa SDLB berjumlah 98 dengan rincian laki-laki berjumlah 64 dan perempuan 34. Berkaitan dengan kegiatan penelitian kelas yang menjadi obyek penelitian yaitu kelas IV tunagrahita ringan dengan jumlah murid 9 anak, terdiri 6 laki-laki dan 3 perempuan. Dari 9 anak yang menjadi obyek penelitian dua anak telah memiliki bakat yang menonjol keduanya mempunyai kemampuan vokal yang baik yang diarahkan kebidang seni tarik suara.

D. Sistem Pembelajaran Yang Dilaksanakan Di SDLB Negeri Pangkalpinang
1. Visi Misi dan tujuan SDLB Negeri Pangkalpinang
Visi :
Membuat anak didik menjadi manusia yang mandiri dan berguna
Misi
a. Memberikan pelayanan pendidikan yang prima sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak didik, Pendidikan bagi anak didik disesuaikan dengan potensi dan kemampuan dasar yang dimiliki, baik melalui pendidikan secara terpadu/inklusi maupun segregasi
b. Meningkatkan mutu pendidikan luar biasa, Meningkatkan mutu dan relevansi Pendidikan Luar Biasa, baik pengetahuan, pegalaman atau keterampilan sehingga para peserta didik memiliki bekal keimanan, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memasuki kehidupan masyarakat.
c. Memantapkan pelayanan pendidikan bagi anak berkesulitan belajar, anak autisme dan anak gifted, Memberikan pelayanan pendidikan dengan cara atau metode khusus, sehingga mereka mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhannya.
d. Melaksanakan peningkatan kepedulian masyarakat, institusi /lembaga dan dunia usaha terhadap Pendidikan Luar Biasa. Terwujudnya peranserta dan kerjasama antara sekolah dan orangtua serta pihak-pihak terkait lainnya

Tujuan
Tujuan penyelenggaraan Pendidikan SDLB Negeri Pangkalpinang adalah :
a. Mengembangkan model pelayanan Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Terpadu/Inklusi dan Pendidikan Segregasi,
b. Mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana serta tenaga kependidikan,
c. Membangun jaringan (networking) dan menjalin kerjasama dengan orangtua/masyarakat dan dunia usaha/industri,
d. Pengembangan manajemen sekolah, Mengupayakan inovasi dan deseminasi Pendidikan Luar Biasa melalui program vokasional

2. Sistem Penerimaan dan seleksi
Sistem penerimaan siswa di SDLB bersifat terbuka artinya sistem yang diterapkan dalam penerimaan tidak menggunakan waktu yang tertentu saja, anak didik yang mendaftar dapat diterima kapan saja dalam tahun ajaran berjalan. Sistem ini dijadikan kekhasan SDLB sebab anak didik banyak yang sebelumnya merupakan siswa SD umum, karena pertimbangan dan kondisi anak kesulitan mengikuti materi, faktor intern anak seperti kondisi fisik, kognitif, kemampuan konsentrasi, hiperaktif mereka menjadi terhambat untuk dapat mengikuti materi pembelajaran umum.
Sekalipun mereka sekolah di SDLB tidak menutup kemungkinan mereka dapat kembali ke sekolah sebelumnya. Perpindahan ini tergantung masalah yang dihadapi anak. Apabila masalah yang dihadapi teratasi jika mereka menginginkan dapat pindah kesekolah yang diharapkan. Sekalipun upaya pindah sekolah ini tetap tergantung sekolah umum, untuk dapat menerima atau tidak.
Dalam proses penerimaan beberapa proses yang harus dilalui yaitu melewati proses assesmen yaitu menyeleksi kecenderungan kebutuhan berdasar fisik, kemampuan mengikuti serangkaian tes, baik dengar, visual, maupun motorik. Dari hasil asessmen dari tim mereka dikelompokkan ke kelas sesuai dengan kemampuan mereka. Dalam rentang waktu tertentu mereka mengikuti tes baik secara observasi maupun tes khusus untuk menentukan kemampuan mengikuti pembelajaran dengan tingkat materi yang diajarkan. Kecenderungan apabila menunjukkan adanya kelemahan ataupun kelebihan mereka akan disesuaikan lagi untuk naik kelas, turun kelas maupun dengan perlakuan khusus.
Langkah assesment yang dilaksanakan di dukung dengan hasil tes psikolog, untuk menentukan secara signifikan kecerdasan anak. Anak dengan tingkat kecerdasan yang sama diberikan kelas dengan tingkat kecerdasan yang sama. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengajar untuk dapat memberikan materi serta dengan perlakuan yang disesuaikan dengan tingkat kecerdasannya. Visi yang diharapkan yaitu kemampuan anak dapat berkembang seoptimal mungkin.

3. Sistem standar proses pembelajaran
Sistem pembelajaran yang diterapkan di SDLB Negeri Pangkalpinang tidak berbeda dengan sekolah dasar umum. Materi pembelajaran yang diajarkan adalah Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, olah raga dan kesehatan, Seni Budaya dan Keterampilan merupakan mata pelajaran wajib. Sedangkan mata pelajaran tambahan disesuaikan dengan kebutuhan berupa mata pelajaran bina diri bagi anak tunagrahita, artikulasi bagi anak tunarunggu, serta mata pelajaran mulok yaitu Iqro .
Pembelajaran wajib merupakan mata pelajaran yang harus dilaksanakan. Terdapat pula pengembangan diri materi ini tentatif berdasarkan minat dan bakat anak. Materi pengembangan diri tidak termasuk beban belajar, karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik se-suai dengan kebutuhan, minat, dan bakat . Berikut disajikan mata pelajaran berdasarkan pada alokasi waktu dalam pembelajaran bagi anak tunagrahita di SDLB Negeri Pangkalpinang.
STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS
Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa
(Tunagrahita Ringan (SDLB/C), Tunagrahita Sedang (SDLB/C1),
Tunadaksa Sedang SDLB/D1), dan Tunaganda (SDLB/G)
Komponen Kelas dan Alokasi Waktu***)
I, II, dan III IV, V, dan VI
a. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 29 – 32
(Pendekatan
Tematik) 30
(Pendekatan Tematik)

2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
7. Seni Budaya dan Keterampilan
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
b. Muatan Lokal 2
c. Program Khusus *) 2
d. Pengembangan Diri 2**)
Jumlah: 29 – 32 34
Tabel. 3
Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan Khusus SDLB

a. Materi Pengajaran Program pengajaran Pendidikan Luar Biasa di SLB Negeri Pangkalpinang mengacu pada kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum yang ditetapkan secara nasional dan kurikulum muatan lokal.
b. Strategi Belajar Mengajar a. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem klasikal dengan mempertimbangkan bakat, minat, kemampuan dan kelainan peserta didik menerima mata pelajaran dari guru dalam mata pelajaran, waktu dan tempat yang sama. b. Kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem guru kelas. c. Kegiatan belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan fisik secara optimal, intelektual, emosional, kemampuan dan sosial peserta didik. d. Program bimbingan klinis ditujukan untuk memberikan terapi pada peserta didik, meningkatkan prestasi peserta didik, menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan lanjutan dan menyiapkan peserta didik untuk hidup mandiri dalam masyarakat. e. Secara berkelanjutan dilakukan penilaian untuk mengetahui tingkat kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik.
c. Pendidikan Luar Biasa adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan semua potensi kemanusiaan peserta didik luar biasa baik yang menyandang ketunaan maupun yang dikaruniai keunggulan (berkebutuhan khusus) secara optimal dan terintegrasi agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat
Dengan visi pendidikan di SDLB yang jelas menuntun proses untuk mencapai tujuan pembelajaran. Proses-proses yang berkelanjutan untuk mencapai cita-cita setahap demi setahap diarahkan menuju visi yang diemban. Pada jenajng pendidikan dasar 80 % materi diarahkan dalam bidang akademik, dengan tidak memisahkan orientasi proses mengarah pada pencarian bakat minat untuk dikembangkan pada tingkat pendidikan lanjutan.
Pertimbanngan bakat, minat, kemampuan dan kelainan peserta didik menerima pembelajaran di SDLB menjadikan kekhasan dalam optimalisasi maupun kompensatoris pengembangan kemampuan anak. Pertimbangan yang jelas dan sekuen dengan program sekolah. Sarana dan prasarana yang memadai memudahkan anak untuk dapat mengikuti program yang diterapkan bagi anak secara individual maupun klasikal.Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dengan satu guru sebagai guru kelas. Tujuan kegiatan belajar mengajar tentunya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan fisik secara optimal, intelektual, emosional, kemampuan dan sosial peserta didik.
Program bimbingan klinis ditujukan untuk memberikan terapi pada peserta didik, meningkatkan prestasi peserta didik, menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan lanjutan dan menyiapkan peserta didik untuk hidup mandiri dalam masyarakat. Dengan sistem yang terencana dalam proses pembelajaran apabila dijumpai adanya kekhasan perkembangan maupun gangguan, perlakuan tertentu diberikan dan diupayakan untuk mengatasi masalah yang muncul dan ditangani sedini mungkin. Kerjasama antar lembaga baik sosial maupun pemerintah selalu dijaga dan dikembangkan. Baik bidang kesehatan maupun bidang kejiwaan psikologis. Kerjasama dengan Dunia usaha swasta nasional menjadi target kerjasama dalam upaya mencapai optimalisasi proses pembelajaran.
4. Sistem evaluasi dan kompetensi lulusan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar