Selasa, 12 April 2011

MOTIVASI DALAM KAJIAN

MOTIVASI
Belajar dan motivasi selalu mendapat perhatian khusus bagi mereka yang belajar dan mengajar .Pertanyaan yang di kemukakan adalah : Bagaimana motivasi seseorang mempelajari apa yang harus dipelajarinya? Dalam kehidupan sehari - hari di jumpai orang dengan antosias dan ketekunan melaksanakan berbagai kegiatan belajar,sedang dipihak lain ada yang tidak bergairah dan bermalas – malas. Kenyataan tersebut tentu mempunyai sebab sebab yang perlu di ketahui lebih lanjut untuk kepentingan motivasi belajar.
Dalam situasi sekolah, setiap anak memiliki sejumlah motif atau dorongan yang berhubungan dengan kebutuan biologis dan psiologis. Disamping itu anak memiliki sikap – sikap minat, penghargaan dan cita – cita tertentu. Motif,sikap,minat akan mendorong seseorang berbuat untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu tetapi biasanya tidak sekaligus mencakup tujuan – tujuan belajar dalam situasi sekulah . Oleh sebab itu tugas guru adalah menimbulkan motif yang dapat mendorong anak berbuat untuk mencapai tujuan tertentu.
1. Pengertian Motivasi
Istilah motivasi (dari perkataan motivate – motivation)banyak di pergunakan dalam berbagai bidang dan situasi. S. Nasution, M.A. mengemukakan “ To motivate a child to arrange anak itu mau melakukan apa yang dapat di lakukanya Thomas M Risk mengemukakan: “Motivasi adalah usaha yang disadari Oleh guru untuk menimbulkan motif – motif pada diri murid yang menunjang kegiatn kearah tujuan – tujuan belajar.
Motivasi sebagai suatu proses mengantarkan murid kepada pengalaman – pengalaman yang memungkinkan mereka dapat belajar. Sebagai proses motivasi mempunyai fungsi antaralain :
• Memberi semangat dan mengaktifkan murid- murid agar tetap berminat dan siaga.
• Memusatkan perhatian anak pada tugas – tugas tertentu.
• Membantu memenhui kebutuhan akan hasil jangka penndek dan hasil jangka panjang.
Memotivasi murid belajar, bukanlah hal yang mudah, memerlukan kesabaran, pemahaman dan ketulusan hati, kesukaran- kesukaran yang sering di hadapi guru dalam memotivasi murid adalah :
• Kenyataan bahwa guru- guru belum memahami sepenuhnya akan motif .Motif bersifat perorangan . Kenyataan menunjukan bahwa 2 orang atau lebih melakukan kegiatan yang sama dengan motif yang berbeda sama sekali bahkan bertentanggan bila di tinjau dari nilainya.
• Tidak ada alat, metode atau teknik tertentu yang dapat memotivasi semua murid dengan cara yang sama atau dengan hasil yang sama .
Motivasi dapat di bagi atas dua jenis adalah motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik anak belajar karena belajar itu cukup bermakna . Tujuan yang ingin di capai terletak dalam perbuatan belajar itu sendiri. Motivasi kstrinsik anak belajar karena belajar itu berarti baginya, melainkan mengharap suatu dibalik kegiatan belajar itu misalnya nilai yang baik, hadiah penghargaan atau menghindari hukuman atu celaan . Tujuan yang ingin di capai terletek di luar perbuatan belajar itu. Contoh : anak mempelajari solat karena ingin tahu dan terampil melaksanakanya ( Motivasi intrinsik ) sebaliknya : kalau ia mempelajari karena ingin di puji atau takut akan di marahi maka dalam hal ini berlaku motivasi ektrinsik.
2. Hubungan antara Perhatian dan Motivasi
Motivasi adalah unsur yang utama dalam proses belajar dan belajar tidak akan berlangsung tanpa perhatian . Anak memperhatikan sesuatu secara sepontan segera setelah di beri perangsang. Karena itu tertarik kepada hal itu,di katakanlah bahwa hal itu menarik perhatian dan memuaskan. Lama - kelamaan berahirlah perhatian secara sepontan itu, maka dikatakanlah bahwa hal itu tidak lagi menarik pehatian . Jadi sesuatu hal di katakan menarik perhatian bila anak memperhatikanya secara sepontan tanpa memerlukan usaha. Kalau materi pelajaran yang di berikan menarik perhatian murid bukan karena usaha guru yang membuat pelajaran itu menarik, maka hal itu di sebabkan oleh karena murid tertarik secara sepontan kepada materi itu. Dalam hal ini tidak memerlukan motivasi .
Bila tidak ada perhatian sepontan, yakni anak tidak tertarik dengan segera dan akan memberi perhatian setelah ada motif yang kuat maka guru harus memotivasi atau memaksa murid memperhatikan aktivitas belajar .Kalau murid sudah memiliki motif , ia akan memberikan perhatian walaupun pelajaran itu tidak menarik
3 Teknik Motivasi.
Beberapa prinsip dan prosedur yang perlu mendapat perhatian agar tercapai per baikan- perbaikan dalam motivasi .
1) Murid ingin bekerja dan akan bekerja keras bila ia berminat terhadap sesuatu. Berarti bahwa hasil belajar lebih baik bila murid di bangkitkan minat nya . Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat anak adalah :
a) membangkitkan kebutuan pada diri anak seperti kebutuan rohani, jasmani,sosial , dan sebagainya. Ini akan menimbulkan ke adaan labil ketidak puasan yang memerlukan pemuasan.
b) Pengalaman –pengalaman yang ingin di tanamkan pada anak hendaknya di dasari oleh pengalaman – pengalaman yang sudah di miliki .
c) Beri kesempatan berpristasi untuk mencapai hasil yang di inginkan.
d) Mengunakan alat –alat peragan dan bebagai metode mengajar .
2) Tetapkan tujuan-tujuan yang terbatas dan pantas serta tugas-tugas yang terbatas jelas dan wajar. Kalau anak memahami dengan tepat apa yang di inginkan dan dapat melihat dan merasakan nilai nilai yang terdapat dalam tugas – tugas pekerjaan akan di laksanakan dengan baik.
3) Usahakan agar murid senantiasa mendapat informasi tentang kemajuan dan hasl-hasil yang di capainya ,dan jangan menganggap kenaikan kelas sebagai alat motivasi yang utama.
4) Hadiah biasanya menghasilkan hasil yang lebih baik dari hukuman.
5) Manfaatkan sikap-sikap cita-cita dan rasa ingin tau anak. Pada umumnya anak-anak preadolescent dan permulaan adolescent memiliki cita-cita yang tinggi dan sering mereka memberi respon dalam bentuk kerja sama ,permainan, kejujuran dan kerajinan. Rasa ingin tahu anak adalah motivator yang berharga . Kalau guru dapat rasa ingin tahu murid ,dorongan itu akan menghasilkan usaha-usaha yang menakjubkan.
6) Setiap orang menginginkan sukses (berhasil) dalam usahanya dan kalau sukses itu tercapai , akan menambah kepercayaan kepada diri sendiri.
7) Suasana yang meggembirakan dan kelas yang menyenangkan akan mendorong partisipasi murid.
8) Motivasi adalah alat bagi pengajaran,bukan tujuan dan untuk kesempurnaan nya memerlukan perhatian terhadap setiap indifidu .

Rangkuman di ambil dari buku Metodik khusus
PENGAJARAN AGAMA ISLAM
Karangan : Dr. Zakiah Daradjat, dkk hal 139 s/d 145
Nama :SUTINI
Kelas : A
No : 22.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar